17 Agustus 2016 HUT ke-71 Proklamasi RI

0
3436

TEMA: “Merdeka di Dalam Kristus”
Bahan Alkitab : Galatia 5:1-15

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus,

     Hari ini kita merayakan hari besar kenegaraan Republik Indonesia yaitu perayaan Proklamasi Kemerdekaan. Sebagai warga negara, kita menyambut hari ini sebagai peringatan kemenangan bangsa kita dalam perjuangan membebaskan diri melawan kuasa penjajahan bangsa lain. Sebagai umat Kristen, kita menyambut peristiwa proklamasi kemerdekaan ini sebagai anugerah agung Allah bagi bagsa kita. Bersama dengan umat sebangsa marilah kita menyambut anugerah Allah ini dengan bersyukur atas kemerdekaan yang Tuhan Allah berikan yaitu kemerdekaan dari kekuasaan dan penindasan penjajah. Karena itu hari ini adalah hari syukur seluruh rakyat Indonesia kususnya gereja Tuhan. Sebab, sesungguhnya Allah adalah Tuhan yang membebaskan, yang tidak menghendaki adanya penjajahan terhadap sesama manusia.

     Surat Galatia 5 ditulis untuk meletakkan dasar pemahaman Kristen tentang kemerdekaan. Kemerdekaan yang dimaksud oleh Paulus bukan sekedar kemerdekaan politis, bukan kemer-dekaan dari penindasan bangsa lain. Yang Paulus maksudkan adalah kemerdekaan sebagai pemberian Allah, anugerah Tuhan Allah bagi umat-Nya. Kita bertanya, kemerdekaan dari apakah itu dan bagaiman memperolehnya? Untuk menjawab perta-nyaan ini, kita perlu mengetahui dulu apa konsep pemahaman orang Yahudi tentang ‘kebenaran’. Menurut mereka, kebenaran hanya dapat diperoleh apabila seluruh tuntutan hukum Torat telah dipenuhi. Pada kenyataannya, tidak ada seorangpun yang secara sempurna mampu melakukan seluruh hukum Torat. Berdasarkan kenyataan ini, rasul Paulus dengan tegas menga-takan: Kamu lepas dari Kristus jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Torat; kamu hidup di luar kasih karu-nia.(ayat 4). Orang Yahudi adalah orang-orang yang selalu berusaha mencari kesucian dan keselamatan diri melalui peme-nuhan hukum Torat, walaupun pada kenyataannya, tidak ada seorangpun yang sampai pada kesempurnaan melaksanakan tuntutan-tuntutan itu. Kebenaran menurut kepercayaan Yahudi, adalah suatu kedudukan istimewa di hadapan Tuhan dan untuk memperolehnya, itu tergantung seluruhnya pada usaha manu-sia. Kepercayaan yang demikian telah memasuki cara beriman sebagian anggota jemaat di Galatia. Bagi Paulus, orang-orang itu sama dengan memikul kuk perhambaan (ayat 1b) sekali lagi yang tidak harus dipikul. Mereka antara lain, memaksakan diri untuk disunat secara lahiriah sebagai jalan untuk memperoleh kebenaran. Dengan begitu jalan anugerah Tuhan tertutup bagi-nya. Kematian Kristus, sebagai tanda kerelaan pengorbanan diri-Nya dan sebagai tanda kasih Nya yang paling dalam, Ia mem-beri diriNya menjadi pengganti kita untuk memenuhi seluruh tuntutan hukum. Itulah pekerjaan yang memerdekakan kita. Kata Paulus, Kristus telah memerdekakan kita dari anggapan dan kepercayaan yang salah tentang arti anugerah dan kasih karunia Tuhan. Hanya oleh kasih dan anugerah Tuhan, kita dibebaskan dari kepercayaan yang salah itu. Dan kedua, kita juga dibebaskan dari ketakutan akan ketidak-mampuan meme-nuhi segala tuntutan hukum Torat. Dalam Kristus, kita telah dibenarkan dan keyakinan akan keselamatan merupakan suatu kepastian. Ajaran Paulus ini dapat saja menimbulkan salah paham. Mengapa? Karena ada yang menganggap, kalau kita telah dibebaskan dan diampuni dari ketidak-mampuan kita, kalau begitu kita bebas berbuat apa saja untuk memenuhi segala keinginan kita; bukankah kita telah bebas dan telah diampuni? Paulus dengan tegas berkata, “kamu telah dipanggil untuk mer-deka tapi jangan menggunakan kemerdekaan itu sebagai kesem-patan untuk hidup dalam dosa…” (ayat 13). Jadi, kemerdekaan yang dianugerahkan itu adalah merdeka untuk mengasihi dan melakukan yang baik dan bukan yang buruk dan jahat apalagi kalau saling membinasakan dan menjatuhkan (bnd.ayat 10b, dan 15). Dengan kata lain, hiduplah dan hayatilah kemerdekaan itu tanpa berbuat dosa.

Kemerdekaan dari ketakutan dan beban, seperti yang dijelaskan di atas, adalah anugerah agung Allah bagi dunia. Inilah Injil, Kabar Baik yang perlu kita sebarkan dan hayati di tengah perayaan proklamasi kemerdekaan RI. Dalam segala hal, kita diminta mempercayakan segala beban dan ketakutan kita kepa-da Tuhan. Hanya dengan demikian kita mampu merayakan HUT kemerdekaan dengan penuh kebebasan dan syukur. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here