25 Mei 2017 Hari Kenaikan Tuhan Yesus ke Sorga, Hari Persatuan W/KI GMIM

0
3012

TEMA : “Melanjutkan Karya Kristus”
Bacaan Alkitab : Markus 16:19-20

Hari ini, sebagai gereja yang dipanggil dan diutus Tuhan Yesus ke dalam dunia, kita patut menyampaikan syukur kepada Tuhan Allah bahkan patutlah kita bersorak-sorai karena boleh meraya-kan hari kenaikan Tuhan Yesus ke Sorga. Suatu peristiwa agung yang dilakukan Allah sendiri untuk menyatakan bahwa sungguh Yesus hidup. Ia adalah Allah yang menyatakan diri dalam rupa manusia, mengalami kematian tetapi bangkit dan naik ke sorga.

Peristiwa kenaikan Yesus ke sorga dimaknai pula oleh Gereja Masehi Injili di Minahasa sebagai hari Persatuan Wanita Kaum Ibu GMIM. Hal ini memberi arti bahwa secara kelembagaan, Gereja Masehi Injili di Minahasa mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan yang telah menang atas dosa dan maut. Ia telah bangkit menga-lahkan kuasa kegelapan dan menunjukkan kemuliaan-Nya. Dan secara khusus di lingkungan Wanita/Kaum Ibu GMIM, hari ke-naikan ini selain mengekspresikan pengakuan iman tentang Tuhan yang hidup tetapi juga  tekad untuk meneruskan pekerjaan Allah, yakni tekad untuk melanjutkan pemberitaan injil bagi dunia.

Dalam injil Markus pasal 16, diceriterakan bagaimana peristiwa kebangkitan Yesus sampai kenaikan-Nya ke Sorga. Berita kebangkitan Yesus pertama-tama diketahui bahkan diberitakan oleh kaum perempuan dan selanjutnya para murid. Sebelum Ia terangkat ke Sorga, Ia menyampaikan perintah kepada murid-murid-Nya untuk memberitakan Injil kepada segala makluk. Dengan demikian siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Yesus menyebutkan bahwa ada tanda-tanda yang menyertai orang-orang yang percaya, yakni:  mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”

Selanjutnya dikatakan pada ayat 19, bahwa sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, yakni perintah untuk memberitakan injil kepada segala makluk dan adanya tanda-tanda yang menyertai orang percaya, maka terangkat lah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. Ayat ini menegaskan tentang dasar-dasar pengakuan iman gereja Tuhan. Bahwa Tuhan Yesus kepala gereja adalah Tuhan yang hidup. Ia terangkat atau naik ke Sorga dengan kuasa keilahian-Nya sebagai Allah dan tempat tujuan-Nya jelas yakni ke Sorga, yang dipercayai sebagai tempat kediaman Allah. Di Sorga Ia duduk di sebelah kanan Allah sebagai ungkapan adanya kemuliaan, kewibawaan dan kedaulatan Allah yang memerintah. Setelah para murid mendengar  perintah untuk mengabarkan injil dan melihat Yesus yang naik ke Sorga sebagai peristiwa agung, mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

Saudara-saudara yang dikasihi dan diberkati Tuhan.

Dalam perayaan hari kenaikan Tuhan Yesus ini, sebagai gereja Tuhan, mari kita jadikan perayaan ini sebagai moment untuk menyatakan syukur, terima kasih dan hormat kepada Tuhan, karena Dia telah mempercayakan kita  gereja Tuhan di dalamnya Wanita/Kaum Ibu GMIM sebagai mitera kerja-Nya yang diutus untuk memberitakan Injil kabar baik bagi dunia. Kepercayaan yang diberikan Tuhan ini mulia dan tak ternilai harganya. Lepas dari kekurangan dan kelemahan kita, Tuhan telah memper-cayakan tugas mulia ini kepada kita. Oleh sebab itu mari kita syukuri, hargai, hayati dan hormati kepercayaan yang diberikan Tuhan bagi kita.

Kepercayaan yang diberikan Tuhan ini perlu kita tindak lanjuti, dengan cara memberitakan injil kepada segala makluk ke seluruh penjuru, yakni ke seluruh dunia. Inilah yang menjadi dasar gereja kita menjadi Global Church atau gereja global yang hadir di seluruh dunia. GMIM kini telah berada di seluruh dunia, oleh sebab itu kita perlu mensukseskan semua program pelayanan termasuk upaya pemberitaan injil ke seluruh dunia yang  harus dimulai dari dalam keluarga jemaat, masyarakat, bangsa dan negara serta bagi dunia.

Sebagai warga gereja mari kita bertekat pemberitaan injil ini mulai dari dalam keluarga. Caranya adalah dengan mewujudkan ibadah-ibadah keluarga. Harus kita akui bahwa masih banyak-keluarga-keluarga di lingkungan Gereja Masehi Injili di Minahasa belum melaksanakan ibadah-ibadah keluarga, di dalamnya keluarga-keluarga pelayan khusus. Pemberitaan Injil harus mendapat perhatian mulai dari dalam keluarga supaya tiap anggota keluarga selain dapat hidup, bertumbuh dan berbuah dalam injil, akan juga menjadi pemberita-pemberita injil melalui aktivitas, tugas, kerja dan karya sesuai dengan talenta-talenta yang Tuhan anugerahkan kepadanya di manapun ia pergi dan berada.

Pemberitaan injil harus melanjut-lanjutkan karya Kristus di dalam dunia, supaya semakin banyak orang menjadi percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. Dengan demikian kitapun terajak untuk tidak tergoda dengan berbagai ajaran-ajaran lain karena kita mempunyai Allah yang hidup, yang kini ada di Sorga dan yang memerintah, menjaga dan meme-lihara kita dalam perjuangan di dalam dunia ini. Oleh sebab itu, walaupun kita diperhadapkan dengan berbagai tantangan, termasuk adanya paham dan orang serta kelompok-kelompok tertentu yang memusuhi kekristenan, janganlah takut dan gentar karena kita tahu bahwa Tuhan Yesus hadir melalui Roh-Nya yang kudus, kini dan di sini atau ke seluruh dunia sampai Ia datang kembali dalam kemuliaan-Nya. Selamat merayakan hari kenaikan. Terpujilah nama Tuhan. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here