26 Desember 2017 Khotbah Hari Natal 2

0
2098

TEMA : “Yesus adalah Anak Allah”
Bacaan Alkitab : Markus 1:9-11

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan. Shalom bagi kita semua.

Hari ini, kita berada di hari kedua dalam perayaan masa raya Natal. Sejak kemarin, setiap kali kita bertemu dengan orang lain, hampir selalu kita mengucapkan selamat hari Natal. Kita menikmati berbagai sukacita Natal. Boleh berjumpa dengan orang-orang kita kasihi, keluarga, sahabat, sobat kenalan dan handai tolan. Yang dekat kita boleh berjabat tangan, yang jauh melalui telpon, sms, facebook, dan alat alat komunikasi lainnya untuk mengucapkan selamat. Kitapun berpesta iman, ada makan minum, ada nyanyian, ada canda ria dan ekspresi lainnya untuk mensyukuri kelahiran Yesus yang membawa selamat bagi dunia.

Di hari yang kedua ini, di daerah kita, juga banyak didaerah-daerah yang lain, biasanya dalam ibadah gereja ada pelayanan sakramen Baptisan untuk anak-anak maupun orang dewasa. Secara teologis baptisan yang kita lakukan ini didasarkan pada kebenaran Firman Allah dalam Alkitab, termasuk dari bagian Alkitab yang kita baca ini.

Diceriterakan bahwa Yesus datang dari Nazaret di Galilea dan Ia dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes Pembaptis. Jarak dari Nazareth ke sungai Yordan sekitar 40 kilometer, berarti  Baptisan ini sangat penting. Mengapa penting? Apakah karena Yesus berdosa,  mengingat baptisan Yohanes adalah baptisan pertobatan? Dalam Matius 3: 14, Yohanes mengatakan bahwa ia tidak pantas untuk membaptis Yesus sebagai Domba Allah yang tidak bercela. Ia katakan: “Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?” Yesus menjawab bahwa hal itu harus terjadi supaya “demikianlah sepatutnya kita meng-genapkan seluruh kehendak Allah”.

Rupanya hal yang terpenting dalam Baptisan Yesus adalah supaya seluruh kehendak Allah dinyatakan. Yesus tidak berdosa tetapi Ia menyamakan diri dengan orang berdosa. Baptisan-Nya melambangkan kesiapan-Nya menagggung dosa manusia sekaligus dipahami sebagai pelantikan atas “Mesias”yang mulaimelaksanakan rancangan keselamatan Allah bagi manusia. Yesus merendahkan diri dibaptis oleh Yohanes Pembaptis sebagai penggenapan dari  nubuatan Yesaya adalah” ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun”, yang menyerukan pertobatan sebagai persiapan akan kedatangan sang Mesias (Yesaya 40:3). Dengan membaptis-Nya, Yohanes sedang menyatakan bagi semua orang bahwa Ia-lah yang mereka nantikan, Anak Allah, yang akan membaptis “dengan Roh Kudus dan dengan api” (Matius 3:11).

Dalam peristiwa pembaptisan itu, dikatakan dalam ayat 10, pada saat Yesus keluar dari air, artinya sesudah baptisan dilakukan Ia (Yohanes) melihat langit terkoyak, dalam bahasa Matius langit terbuka, dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya. Markus mencatat bahwa Roh Kudus hadir dalam rupa burung merpati turun ke atas Yesus. Kata turun memberi arti bahwa Roh Kudus asalnya dari atas yakni dari sorga. Tapi tidak berarti bahwa sebelumnya Yesus tidak memiliki Roh Kudus. Roh Kudus terus menjaga Yesus sejak dari pembuahan dalam kandungan supaya Ia bebas dari dosa (Mazmur 45:8  Yesaya 11:2,3 Yesaya 61:1 Yohanes 3:34). Jadi, kalau pada saat baptisan dikatakan bahwa Roh Kudus turun ke atas Yesus, tujuannya adalah untuk melengkapi Yesus dalam tugas pelayanan-Nya (Yesaya 42:1  Yesaya 61:1). Sesudah dibaptis terdengarlah suara dari sorga: Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan. Suara itu menunjuk pada Bapa karena menyebutkan Yesus adalah anak-Nya sebagaimana kesaksian Markus bahwa Yesus adalah anak Allah (Markus 1 : 1).

Terlihat di sini tentang ketriTunggalan Allah (Bapa, Anak dan Roh Kudus adalah sehakekat). Allah menyatakan atau mewujudkan diri sebagai Bapa, dalam penebusan sebagai Anak dan dalam penyertaan/penolong sebagai Roh Kudus. Selanjutnya dalam pelayanan Yesus, Ia sendiri yang memerintahkan pelaksanaan sakramen baptisan kudus ini untuk dilakukan dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus (Matius 28:19).

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan.

Belajar dan berdasar dari bagian Alkitab ini, maka sangat beralasan kalau gereja kita merumuskan bahwa kalau kita dibaptiskan dalam nama Bapa berarti menyatakan dan memeteraikan kepada kita bahwa kita menjadi anak-anak Bapa dan kita berhak memanggil-Nya sebagai Bapa; dibaptiskan dalam nama Yesus berarti memeteraikan kepada kita bahwa kita dimasukkan dalam persekutuan dengan kematian dan kebangkitan Kristus; dan dibaptiskan dalam nama Roh Kudus menyatakan dan memeteraikan bahwa Roh Kudus hendak diam di dalam kita supaya kita berakar dan berdasarkan pada kasih.

Dengan demikian melalui Baptisan yang diterima oleh kita dan anak-anak kita, dan kita semua yang telah dibaptis, memperoleh anugerah keselamatan sekalipun kita harus melewati padang gurun dunia yang penuh dengan kuasa Iblis dan setan-setan sebagaimana yang telah dilalui Yesus dan berkemanangan atasnya (Markus 1:12-13). Yang perlu kita lakukan sekarang adalah tetap teguh dalam iman kepada Bapa, Anak dan Roh Kudus sambil melakukan segala Firman-Nya. Saling mengasihi dan terus berkarya sesuai dengan talenta-talenta yang Tuhan anugerahkan bagi kita. Ia yang adalah Anak Allah akan datang kembali sebagai hakim. Semoga didapati-Nya kita tetap hidup kudus dan tak bercela. Terpujilah nama Tuhan. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here