TEMA : “Ciptaan Baru Dalam Kristus”
Bahan Alkitab : 2 Korintus 5:17-21
Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan. Shalom bagi kita sekalian.
Selamat hari Paskah buat kita semua, Kristus sudah bangkit dan selamat hari Pemuda Gereja Masehi Injili di Minahasa.
Di lingkungan Gereja Masehi Injili di Minahasa, perayaan Paskah hari kedua dirayakan juga sebagai hari Pemuda GMIM. Salah satu alasannya adalah bahwa Yesus Kristus telah memberi kemenangan bagi gereja, dan gereja harus terus berkarya di dalam dunia ini untuk mengabarkan keselamatan dari Tuhan; dan pemuda adalah tulang punggung dan masa depan gereja. Di pundak merekalah terletak harapan gereja untuk mewujudkan shalom dari Allah dalam Yesus Kristus bagi dunia.
Selain kita bersyukur karena keselamatan dari Allah melalui kebangkitan Yesus untuk orang percaya yang melakukan kehendak-Nya, dewasa ini kita juga sedang bergumul dengan berbagai permasalahan hidup, khususnya apa yang sementara terjadi di kalangan orang muda, termasuk di dalamnya pemuda gereja. Banyak orang muda telah jatuh dalam dosa. Ada yang melakukan seks bebas, pornografi, mabuk-mabukan, perjudian dan penyalahgunaan obat-obat terlarang. Ada yang berontak terhadap orang tuanya, mengabaikan persekutuan dalam jemaat, ada yang terlibat dalam tindakan kekerasan, perkelahian antar geng, antar kampung bahkan kegiatan terorisme serta tindakan kejahatan lainnya.
Kalau kita hubungkan dengan bagian bacaan hari ini, maka semua yang kita gumuli itu dapat digolongkan sebagai perilaku-perilaku kegelapan, yakni perilaku-perilaku manusia lama yang belum menerima Kristus. Seharusnya perilaku-perilaku manusia lama itu harus ditinggalkan. Paulus dengan tegas mengatakan kepada jemaat Korintus dan juga untuk kita semua bahwa siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru. Kata siapa menunjuk kepada setiap orang yang percaya kepada Yesus. Kata di dalam memberi arti bahwa orang yang percaya, bukan hanya sekedar percaya tetapi harus ada di dalam Kristus. Tinggal di dalam dan melakukan kehendak-Nya, maka ia adalah ciptaan baru. Kata ciptaan memberi arti bahwa mencipta adalah pekerjaan Allah, yang menciptakan dari tidak ada menjadi ada; dan kata baru dipakai kata “kainos” lebih menunjuk kepada sebuah peru-bahan sikap, perilaku, tabiat dan bukan pada materi/tubuh. Sehingga orang-orang yang ada dalam Kristus adalah orang-orang yang telah berobah perilaku hidupnya, dari perilaku manusia lama kepada perilaku manusia baru yang telah dibaharui Allah dalam Yesus Kristus. Ini yang dimaksud dengan yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.
Selanjutnya Paulus mengungkapkan bahwa pembaharuan hidup adalah anugerah Allah. Semuanya berasal dari Allah yag dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan orang percaya dengan diri-Nya. Allah telah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Oleh sebab itu Paulus yang telah menerima kepercayaan pelayanan pendamian dan berita pendamaian dari Allah, meminta supaya orang percaya memberi diri mereka didamaikan dengan Allah. Bagi Paulus Yesus yang tidak mengenal dosa telah dibuat Allah menjadi dosa di dalam Dia tiap orang percaya dibenarkan oleh Allah.
Saudara-saudara, khususnya pemuda Gereja Masehi Injili di Minahasa yang dikasihi Tuhan.
Belajar dari bagian Alkitab ini maka hal utama yang perlu kita lakukan sekarang adalah, mari kita sadar tentang jati diri dan identitas kita, bahwa kita adalah ciptaan Allah. Sebagai orang yang diciptakan Allah maka hanya Allah saja yang patut kita sembah dan muliakan. Janganlah kita tertarik dan coba-coba terhadap alah-ilah lain, opo-opo, guna-guna, sihir dan kekuatan gaib lainnya yang sering ditawarkan orang kepada kita. Kita ingat beberapa waktu yang lalu, ada sejumlah anak muda yang terpengaruh dengan ajaran yang menyesatkan, bahwa mereka akan mendapatkan kekebalan tubuh, kekuatan gaib jika melawan orang tua, guru dan aparat keamanan dan melakukan ritus-ritus yang menyesatkan lainnya.
Sebagai pemuda gereja tinggallah di dalam Yesus. Tinggal di dalam Yesus adalah awal dari ciptaan baru. Tinggal di dalam Yesus bukan berarti berdiam diri, tapi harus aktif, bukan hanya dalam doa, baca firman dan ibadah, tapi percaya dan melakukan kehendak Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Baik di rumah, di sekolah, di kampus dan dalam pergaulan di tengah jemaat dan masyarakat. Menjadi ciptaan baru berarti meninggalkan semua perbuatan lama dan melakukan kehen-dak Tuhan. Menjadi ciptaan baru berarti karakter, perilaku, tabiat, pembawaan dan gaya hidup kita telah diubahkan.
Kita ketahui bersama bahwa yang membuat kita berhasil dalam hidup, bukan terutama ketika kita mempunyai pengetahuan yang tinggi, ataupun ketika kita memiliki berbagai keterampilah yang hebat, tetapi ketika kita memiliki karakter hidup yang diubahkan dalam Kristus. Dan semua ini hanya bisa terjadi jika kita menyerahkan diri kita kepada-Nya dengan cara memberi diri kita didamaikan oleh Allah. Didamaikan dengan Allah berarti pendamaian telah diwujud-kan oleh Kristus, oleh sebab itu terimalah pendamaian itu dan hiduplah sebagai manusia yang suka damai dan menjadi pembawa damai.
Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, khususnya Pemuda Gereja Masehi Injili di Minahasa.
Hari Paskah dan perayaan hari Pemuda GMIM, tentu banyaklah kegiatan yang telah, sedang dan akan dilaksanakan baik di aras jemaat, wilayah dan sinodal. Semua kegiatan itu baik dan penting, dan tentu sangat menyita waktu, pikiran, tenaga dan uang. Tetapi semua kegiatan ini tidak akan mempunyai arti penting jika hanya bersifat seremonial saja. Oleh sebab itu mari kita bertekat supaya melalui kegiatan-kegiatan ini, kita semakin termotivasi untuk hidup sebagai ciptaan baru. Dan tentu saja melalui kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan akan semakin memampukan pemuda gereja untuk mampu bersaing di era perdagangan bebas yang sudah mulai bergulir. Sebagai ciptaan baru, mari kita tampil sebagai pemuda gereja yang bukan hanya menunjukkan kwalitas rohani yang baik supaya tidak terjerumus kepada perilaku-perilaku duniawi, tetapi juga mampu menunjukkan kwalitas sebagai pribadi yang giat belajar, bersih dalam kelakuan dan siap untuk bekerja mengelola berbagai sumber daya alam yang dikaruniakan Tuhan di tanah Minahasa supaya terhindar dari kemiskinan dan supaya kita memiliki masa depan yang baik dengan kebanggaan karena memiliki Gereja Masehi Injili di Minahasa yang diberkati Tuhan. Amin.