TEMA MINGGUAN: “Merayakan Kemenangan”
Bahan Alkitab: Keluaran 15:19-21; Lukas 24:50-53

Saudara-saudara jemaat yang diberkati Tuhan !

     Tidak ada kemenangan tanpa perjuangan. Perjuangan  harus ada usaha dengan dua kemungkinan menang atau kalah. Tetapi jika mau jujur setiap manusia pasti mengharap kan kemenangan dan kemenangan pastilah dirayakan .

     Perjuangan untuk kesetaraan “gender” juga telah dilakukan oleh gereja, buktinya pada Paskah Tahun 1998 dicanangkan lah “Dekade Oikumenis Gereja-Gereja dalam solidaritas dengan perempuan” yang dilaksanakan di Genewa. Kota ini adalah pusat gerakan oikumenis dan dari sana upaya-upaya kesetaraan gender terus diperjuangkan  oleh gereja-gereja   di seluruh dunia. Usaha yang tak kenal lelah menunjukan hasilnya. Kurun waktu sekitar 30 tahun sampai sekarang ada begitu banyak perempuan yang pernah dan sementara memegang posisi kunci. Sebagai contoh di daerah kita ada yang memegang tugas kepemimpinan seperti Ketua DPRD Kota Manado, Ketua DPRD Kota Tomohon, Bupati Minahasa Selatan, Bupati  SITARO dan lain-lain. Banyak lagi mereka yang menjadi Kepala Dinas, Kepala Kecamatan, Lurah, dan pemimpin lembaga keagamaan. Para perempuan ini menjalankan tugas mereka dengan baik. Kemampuan mereka setara dengan laki-laki, mereka mampu memimpin masyarakat dan bahkan peran ganda ditampilkan dengan baik.

 Saudara-saudara jemaat yang diberkati Tuhan!

        Dalam Alkitab ada banyak tokoh perempuan dengan perannya yang positif diantaranya : Debora, Esther, Ruth, Maria, Lidya dan yang lainnya. Tapi yang kita mau lihat disini adalah Tokoh Perempuan,  Miryam namanya . Miryam adalah kakak Musa dan Harun, dalam Keluaran 15 : 20 ia disebut “NABIAH”. Yang mampu memimpin perempuan-perempuan Israel dalam satu nyanyian  kemenangan atas Firaun setelah menyeberangi laut Teberau. Tidak hanya itu ternyata dalam kitab Mikha 6 : 4 disebutkan bahwa : Aku (Tuhan) telah mengutus Musa, Harun dan Miryam sebagai penganjurmu. Miryam diakui sebagai seorang pemimpin dalam perjalanan panjang, lama serta melelahkan di padang gurun . Ternyata pemimpin perempuan seperti Miryam punya kepekaan dan inisiatif untuk merespon kuasa Allah yang dahsyat dalam membebaskan mereka dari kejaran Firaun Raja Mesir. Miryam sebagai tokoh perempuan dengan sigap dan bijaksana memimpin perempuan lainnya untuk mengekspresikan kegembiraan dalam merayakan kemenangan.

Kemenangan Israel merupakan pekerjaan Allah yang menyelamatkan. Sesungguhnya Allah membuka jalan saat tiada jalan. Karena itu luapan kegembiraan merayakan kemenangan sangatlah wajar.

Saudara-saudara ……….

Peristiwa menyeberangi laut Teberau dalam rangkaian perjalanan karya pembebasan Allah bagi Israel adalah peristiwa agung dalam sejarah pembentukan identitas Israel. Keluar dari rumah perbudakan, dari tempat di mana mereka harus tunduk dan tertindas oleh kehendak Firaun, seorang manusia, penguasa dunia.  Itulah tanda bahwa umat Israel akan masuk  ke tanah perjanjian. Terbebas dari kejaran musuh yaitu pasukan Mesir adalah peristiwa Ilahi karena sesuatu yang tidak mungkin dikerjakan oleh manusia tetapi dikerjakan oleh Allah bagi penyelamatan umat. Pembebasan dari perbudakan adalah kehendak Allah, karena itu tidak ada seorangpun yang sanggup menghalangi jika  Allah berkehendak.

Saudara-saudara ……….

Tidak ada kemenangan tanpa perjuangan, Miryam bersama Musa dan Harun, sekalipun berat tetapi mengalami bagaimana besarnya kuasa Allah dalam perjalanan mereka menuju Kanaan. Allah sanggup menyediakan jalan keluar yang tepat karena bagi Allah manusia itu sangat berharga. Bukankah kemenangan itu juga yang didemonstrasikan oleh Allah dalam rangkaian karya penyelamatan-Nya sampai pada peristiwa Yesus terangkat ke sorga? Peristiwa ini diceritakan oleh Lukas terjadi di Betania, satu kota yang terletak dilereng Bukit Zaitun. Sesuatu yang sangat mengharukan karena mereka tahu bahwa ini adalah perpisahan final. Secara manusia sesungguhnya para murid berdukacita tetapi Lukas menuturkan bahwa setelah Yesus terangkat ke sorga mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita (ayat 52), mereka senantiasa berada di bait Allah dan memuliakan Allah  ( ayat 53). Sampai disini menjadi pertanyaan kita, mengapa demikian? Bacaan kita menjelaskan bahwa sebelum terangkat ke sorga Yesus “Telah memberkati” mereka. Berkat Yesus menjadikan para murid diubahkan, dari rasa duka menjadi sukacita penuh. Ada kuasa atau kekuatan Yesus yang sedang menjadi bagian hidup mereka sehingga mereka mampu menerima kenyataan itu dengan sukacita.

Saudara-saudara, dahsyat bukan? Sukacita para murid diteguhkan juga oleh pengajaran-pengajaran Yesus sebelum nya,  bahwa “ Di rumah Bapaku banyak tempat tinggal, Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu” (Yohanes 14 :3 b). Sukacita dalam pengharapan itulah kemenangan yang tak dapat di bayar oleh apapun juga sukacita dalam pengharapan hanya dapat dimiliki oleh mereka yang telah benar-benar percaya kepada Yesus yang telah mengerjakan keselamatan sempurna itu.

Saudara- saudara jemaat yang diberkati Tuhan !

Tema kita hari ini : Merayakan Kemenangan”

Di perayaan  Hari Kenaikan Tuhan Yesus ke Sorga dan Hari Persatuan Wanita/Kaum Ibu GMIM ini apakah kita sedang merayakan kemenangan? Kita harus melawan semua ego kita dan memberi tempat seluas-luasnya kepada kuasa Allah untuk memahami bahwa sesungguhnya Allah mau memakai  pria dan perempuan utuk melayani di bidang apa saja. Memberi tempat seluas-luasnya kepada kaum perempuan untuk mengekspresikan potensi diri.

Kepada kaum laki-laki sudahkah memberi kesempatan kepada kaum perempuan untuk tampil maksimal? Tetapi kepada para perempuan, Miryam telah memberi contoh bahwa sesungguh nya dia dapat memimpin para perempuan lainnya untuk memuji Tuhan! Kiranya hari kemenangan ini memberi motivasi baru bagi kita semua, bahwa sesungguhnya Tuhan Yesus telah memberkati kita. Biarlah kita dengan penuh sukacita menunaikan tanggung jawab dengan baik, lalu akhirnya kita akan merayakan kemenangan. Yesus telah terangkat ke sorga dan berjanji bahwa sebagaimana Dia telah naik, demikian Ia akan datang kembali menjadi Hakim yang Adil. Kiranya kita semua nanti didapati sebagai orang-orang yang telah menang. Kiranya momentum hari persatuan WKI GMIM ini memberi semangat baru kepada setiap perempuan Gereja bahwa sesungguhnya potensi yang telah Tuhan percayakan kepada kita akan didedikasikan kepada sesama untuk kemuliaan nama Tuhan. Amin.

TATA IBADAH DIUSULKAN : HARI RAYA KENAIKAN

NYANYIAN YANG DIUSULKAN :

Persiapan: NNBT No. 6 Allah Bapa yang Kumuliakan

Sesudah Tahbisan & Salam : KJ No.242 Muliakan Allah Bapa

Sesudah Pengakuan Dosa & Pemberitaan Anugerah Allah: KJ No. 46 Besarkan Nama Tuhan

Sesudah Puji-pujian : KJ No. 224 Masyhurkan Rajamu

Persembahan: KJ No. 222b Agungkan Kuasa Nama-Nya

Nyanyian Penutup : Ibu-ibu Tuhan

ATRIBUT :

Warna dasar merah dengan simbol salib dan lidah api

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top