Ibadah Sambut Natal KKP-GA Wilayah Airmadidi Dua

0
2400

GMIM.or.id Sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan sebagai umat percaya, pada hari Rabu 3 Desember pukul 10.00 WITA  Wilayah Airmadidi Dua melaksanakan Ibadah Sambut Natal “Kerukunan Keluarga Pendeta dan Guru Agama (KKP-GA) bersama Keluarga Besar Sekolah Luar Biasa Maranatha”.

Ibadah Sambut Natal yang dipimpin Pdt. Nevins Taroreh,S.Th ini dirayakan secara sederhana dan dalam suasana penuh keakraban. Dengan mengambil nats khotbah dari Kitab 2 Petrus 3:14-15, Pdt. Nevins mengatakan: “Dalam menantikan Tuhan janganlah dengan emosi atau marah-marah, tidak pergi ke ibadah, membuat onar, bersikap pesimis dan apatis, tetapi menantikan kedatangan Tuhan dengan melakukan yang benar. Para pendeta harus menanti dengan memberi teladan bagi anggota jemaat. Yang dituntut pada diri seorang pendeta adalah keteladanan seorang hamba/pelayan. Kapan pun waktunya Tuhan datang kita semua sudah siap. Karena kita dalam keadaan tak bercacat dan tak bercela. Itulah  harapan. Minggu  adven pertama ini kita semua diajak untuk bertobat.

Pada rangkaian ibadah Sambut Natal tersebut, Ketua Badan Pekerja Majelis Wilayah Airmadidi Dua Pdt. Joke P.S. Mangare,S.Th dalam sambutannya mengatakan: “Sungguh luar biasa karya Tuhan bagi kita umat manusia. Ada yang kuat dihadirkan untuk menopang mereka yang lemah dan tidak berdaya. Para pendeta terkadang ditempatkan pada posisi lemah sehingga terkesan menerima terus. Padahal kita juga ditempatkan sebagai sesama bagi orang yang membutuhkan, bukan cuma doa kita tapi juga tindakan nyata kita dalam membagi kasih. Dalam Ibadah Sambut Natal KKP-GA dan Keluarga Besar Sekolah Luar Biasa Maranatha ini juga ditandai dengan penyerahan Diakonia bagi 34 orang anak penghuni SLB dan 9 orang guru yang mengajar di sekolah tersebut.

GMIM sendiri memiliki empat SLB. Dua di antaranya berada di Manado. Satunya lagi di Tomohon. Sedangkan SLB Maranatha ini berada di Minahasa Utara. Sekolah Luar Biasa GMIM Maranatha merupakan SLB dibawah naungan Yayasan A.Z.R.Wenas dan berada dibawah tanggungjawab Jemaat GMIM Maranatha Sarongsong Satu Wilayah Airmadidi Dua. Dari informasi yang diterima dari Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat GMIM Maranatha Pdt. Winda Sanggor-Walalangi, S.Th, SLB ini dihuni oleh anak autis, tuna rungu, tuna netra serta tuna grahita.

Kepala SLB Maranatha Pnt. Altin Posumah,S.Pd mengatakan: “Sebagai sekolah khusus SLB Maranatha tentunya butuh perhatian lebih, baik dari segi kebutuhan pendidikan, mau pun fasilitas untuk para pengajar dan para siswa. Kami sangat bersyukur, sebab sekalipun sekolah ini adalah milik gereja tetapi mendapatkan bantuan dari pemerintah dan juga dana BOS. (Frangki Lontaan)

Foto : Pdt. Itha Umboh, S.Th

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here