Khotbah Hari Natal II, 26 Des 2014

0
5487

TEMA: “Hidup Yang Memberi Semangat Bagi Mereka Yang Lemah”
Bahan Alkitab: Mazmur 97:1-12

Mazmur 97 digolongkan sebagai Mazmur raja, atau jenis madah  “Tuhan Raja”. Dalam bacaan kita saat ini, pemazmur mempersonifikasikan TUHAN sebagai raja yang perkasa. Karena keperkasaan TUHAN sebagai Raja atas  alam semesta maka bumipun diajak bersorak-sorai dan pulau-pulau bersukacita (ayat 1). Gambaran tentang keper-kasaan dan kebesaran TUHAN sebagai raja semakin nyata, ketika pemazmur menggambarkan bahwa awan kekelaman ada di sekeliling Dia, keadilan dan hukum adalah tumpuan tahkta-Nya (ayat 2). Api menjalar dihadadapan-Nya dan meng-hanguskan lawan-Nya (ayat 3). Kilat-Nya menerangi dunia¸bumi melihatnya dan gemetar (ayat 4). Gunung-gunung luluh seperti lilin di hadapan TUHAN dan langit memberita kan keadilannya dan segala bangsa melihat kemulian-Nya (ayat 5,6).

Semua ungkapan yang menggambarkan kebesaran Allah ini, mau menyatakan bahwa TUHAN Allah adalah  raja atas seluruh bumi. Hanya Dia-lah Allah yang layak untuk disembah dan dimuliakan. Pernyataan inipun mau menegas-kan bahwa Kemahakuasaan TUHAN Allah tidaklah dapat disejajarkan dengan kekuatan para dewa dan berhala bangsa-bangsa lain. Karena itu pemazmur menyatakan bahwa semua orang yang beribadah kepada patung akan mendapat malu dan semua yang memegahkan diri karena berhala-berhala dan segala allah, akan  sujud menyembah kepada-Nya. Jadi para  berhala dan para allah (dewa) tidak dapat menandingi kebesaran TUHAN, dan mereka akan kehilangan para pengikutnya.

Karena para berhala dan para allah tunduk di hadapan TUHAN, maka Sion-pun bersukacita dan Putri-putri Yehuda bersorak-sorai (ayat 8). Bahwasannya TUHAN adalah Yang Mahatinggi di seluruh bumi. Karena itu orang-orang yang mengasihi TUHAN diajak untuk membenci  kejahatan, karena TUHAN memelihara nyawa orang-orang yang dikasihi-Nya dan terang terbit bagi orang benar. Selanjutnya orang benar diminta bersukacita karena TUHAN ( ayat 9-12)

Jemaat yang diberkati TUHAN dalam bagian ini, pemazmur pun mau menekankan bahwa orang-orang benar haruslah bersukacita karena TUHAN. Umat harus bersukacita karena TUHAN-Iah yang memberi  semangat kepada orang yang lemah. Ia berpihak  kepada umat-Nya ketika mereka berada dalam situasi yang sulit, yaitu ketika mereka berada pada zaman sesudah pembuangan di Babilonia ( tahun 538-332) SM.  Madah  (nyanyian syukur) yang dikumandangkan oleh pemazmur ini adalah sebagai bentuk penghiburan bagi umat Israel yang telah kembali ke Yerusalem dari Babilonia, namun yang mengalami kesesakan dan keterhimpitan hidup. Karena itu eksistensi (keberadaan) hidup dari pemazmur adalah  hidup yang mau memberi semangat kepada mereka yang lemah. Motivasi yang diberikan  pemazmur kepada sesama umat sebangsanya, bertitik tolak dari pemahaman bahwa TUHAN adalah raja atas seluruh bumi. Karena TUHAN adalah  raja atas seluruh bumi, maka Sion akan bersukacita, putri Yehuda akan bersorak-sorai, dalam pengertian bahwa Sion akan dipulih-kan kembali oleh TUHAN.

Jemaat yang dikasihi TUHAN, belajar dari perikob (bagian Alkitab) ini maka kita sebagai persekutuan orang percaya kepada Yesus yang sedang merayakan Natal-Nya diberi kesadaran bahwa: TUHAN Allah yang kita sembah di dalam  Yesus Kristus adalah Raja atas seluruh bumi. Hanya Dia-lah Allah tempat kita berlindung dan berharap. Di dalam Dia ada sukacita melimpah yang tak dapat diberikan oleh pihak manapun. Karena itu kita diingatkan untuk tidak terjerumus pada penyembahan berhala, entah itu berhala-berhala tradisional (patung-patung, benda-benda keramat, kekuatan-kekuatan magis) bahkan juga berhala-berhaka modern (harta, kekayaan, berbagai fasilitas duniawi, dsb). Kita harus menyadari bahwa semua  kekuatan yang ada di bawah kolong langit ini tunduk pada kuasa TUHAN, termasuk di dalamnya  manusia.

Selanjutnya, sebagai orang-orang yang telah diselamat-kan oleh karena kasih karuania-Nya kitapun diingatkan untuk boleh menjadi motivator bagi saudara-saudara kita seiman yang berada dalam berbagai persoalan hidup. Kehadiran kita sebagai orang percaya haruslah mampu memberi dampak positif  bagi  orang lain, sebagai mana pemazmur yang memberi penguatan kepada umat Yehuda di tengah penderitaan mereka. Penguatan yang kita berikan adalah  memberitakan bahwa kita memiliki Allah yang hidup dan berkuasa atas seluruh bumi. Karena itu orang-orang yang benar haruslah bersukacita di dalam TUHAN.

Melalui perayaan Natal hari ini, kitapun diingatkan bahwa selaku orang percaya, kita harus menghindarkan diri dari berbagai perbuatan yang jahat, dan yang merugikan orang lain. Demikian juga harus  memperjuangkan keadilan dan kebenaran, sebab hal seperti itulah  yang  dikehendaki  TUHAN. Kiranya juga dengan perayaan Natal ini, kita turut menceritakan kemuliaan TUHAN melaui perkataan dan perbuatan dalam kehidupan nyata setiap hari supaya mereka yang lemah dapat kita kuatkan di dalam Dia . Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here