Khotbah Malam Natal, 24 Des 2014

0
16018

TEMA: “Hidup Yang Membawa Damai Sejahtera”
Bahan Alkitab: Lukas 2:8-14

Saudara-saudara yang dikasihi Yesus Kristus

      Hari ini kita patut menaikkan pujian syukur, karena esok hari kita akan merayakan Natal Kristus. Sang waktu terus bergulir dan tak terasa tinggal dalam hitungan jam kita akan memasuki hari yang selalu dinantikan oleh semua orang beriman, yakni hari kelahiran Sang Juruselamat. Selama empat minggu sesuai dengan tahun gerejawi kita telah mempersiapkan dan dipersiapkan dengan berita-berita penantian/Adven melalui perayaan-perayaan menyambut Natal Yesus Kristus. Karena itu di moment Malam Natal ditahun ini kita dituntun dengan perikop Lukas 2:8-14 dengan tema: “Hidup Yang Membawa Damai Sejahtera” Pertanyaan bagi kita apakah dalam perjalanan hidup ditahun 2014 ini kehidupan yang Tuhan anugerahkan bagi kita telah membawa hidup damai sejahtera atau hanya karena kita akan merayakan Natal, hidup yang membawa damai sejahtera baru ada karena “kalu Hari Natal musti baku-baku bae, baku sayang, saling membantu/memperhatikan orang-orang yang membutuhkan pertolongan tapi setelah selesai merayakan Natal maka semua yang kita lakukan dalam menyambut Natal itu selesai”.

      Oleh sebab itu di Malam Natal di tahun ini kita akan merenungkan kitab Lukas 2:8-14 yang bicara tentang gembala-gembala di mana dari keempat Injil, hanya penginjil Lukas yang menceritakan tentang gembala-gembala. Di masa kelahiran Yesus mereka itu termasuk komunitas (kelompok) orang yang tidak diperhitungkan atau kaum marginal (pinggiran). Lihat saja, sementara di kota Betlehem ada pendaftaran penduduk atau sensus, tetapi gembala-gembala itu justru tinggal di padang. Jadi ada kemungkinan besar mereka itu tidak turut serta dalam aktifitas kemasyarakatan yang sedang dilangsungkan oleh pemerintah bahkan semua penduduk kota. Profesi sebagai gembala di masa itu dianggap sebagai pekerja kasar karena terkadang mereka harus siap bertaruh nyawa demi menjaga kawanan domba untuk tetap terselamatkan. Apresiasi masyarakat Yahudi terhadap para gembala dapat dikatakan nyaris tidak ada. Ini mau menunjukkan para gembala yang dianggap kurang penting tetapi justru merekalah yang pertama mengetahui tentang berita kelahiran Yesus. Penginjil Lukas menjelaskan bahwa malaikat itu mengurai rasa takut para gembala dengan sapaan yang menguatkan: “Jangan takut”. Penguatan ini kemudian diikuti dengan penyampaian berita penting yang bukan hanya untuk para gembala atau orang Yahudi saja tetapi untuk seluruh bangsa. Ketika mereka mendengar kabar malaikat itu, rasa takut, kekaguman yang dirasakan oleh para gembala yang direspon dengan sukacita dan pujian karena mereka dijadikan saksi pertama dari kelahiran Yesus. Oleh karena itu dalam ay 10 perikop ini penulis kitab Injil Lukas mau menjelaskan bahwa ada kabar berita yang meng- gembirakan yang disampaikan oleh malaikat yaitu: 1). Memberitakan (bhs Yun euangelion/Injil). 2). Kesukaan besar yang diperuntukkan bagi seluruh bangsa dan diperluas lagi ditujukan bagi setiap orang percaya. Berita kelahiran itu dipertegas dalam ay 11 “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus Tuhan di kota Daud”. Janji penggenapan Allah telah digenapi-Nya melalui kelahiran Yesus Kristus, yang telah lahir seperti kita menjadi manusia. Kemudian dalam ayat dilanjutkan dengan tiga kata penting yakni mengenai tiga gelar yang merupakan jawaban  atas kelahiran Yesus Kristus yakni: Pertama: Ia disebutkan “Juruselamat” (bhs Yun: Soter) yang artinya Penyelamat, Penolong hal ini mau menunjuk bahwa Dia-lah yang akan menyelamatkan dunia dan manusia. Kedua : Kristus (bhs Yun : Christos) dan dalam bahasa Ibrani “Mesias” atau “Almaseh” yang berarti diurapi. Ini mau menjelaskan bahwa Dia akan menduduki jabatan nabi, imam dan raja. Ketiga: Kyrios (Tuhan Allah) maksudnya Kristus yang dijanjikan Tuhan Allah datang dari pada-Nya. Ay 12 bacaan ini mau menjelaskan berita besar ini diikuti dengan penyampaian tanda mengenai bayi itu yakni : dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan. Tanda ini melukiskan suatu realitas yang sarat kesederhanaan jika dibandingkan dengan kelahiran di masa sekarang. Tetapi itulah yang dijalani oleh Yesus, Sang Juruselamat. Parade sejumlah besar malaikat yang menyenandungkan kemuliaan dan damai sejahtera menjadi pengalaman hebat lainnya yang dinikmati oleh para gembala itu. Karena di tempat yang hina dan kotor justru ada sukacita dan pujian “Gloria in Excelsis Deo” sebab peristiwa kelahiran itu mengandung arti kemuliaan bagi Allah di sorga dan kesejahteraan/ keselamatan bagi umat manusia di bumi.

Saudara-saudara yang diberkati Yesus Kristus

            Bagi setiap orang percaya Malam Natal merupakan puncak persiapan kita dalam menyambut Hari Natal. Tetapi terkadang tanpa kita sadari momen di Malam Natal sering kita abaikan, karena kita disibukkan dengan mempersiapkan hal yang akan dipakai dan di gunakan di Hari Natal. Berita kelahiran Yesus Kristus di Malam Natal ini mau meng-ingatkan kita bahwa Ia yang telah lahir dengan penuh kesedehanaan, telah diutus, diurapi untuk memberitakan Kabar baik bagi semua orang, sehingga dengan berita ini maka kelahiran-Nya membawa “Hidup Yang Membawa Damai Sejahtera” serta ada pujian Gloria in Excelsis Deo yang dikumandangkan bagi kita di Malam Natal di tahun ini. Karena itu, pertanyaan bagi kita di Malam Natal ini apakah hidup kita selama ini telah membawa damai sejahtera atau hanya karena kita merayakan natal maka damai sejahtera itu ada dan setelah perayaan natal, damai sejahtera itu pun lenyap bak diterpa angin.

            Selama empat minggu dalam masa Adven, kita telah dipersiapkan  dalam merayakan hari kelahiran Yesus Kristus maka saat ini ketika kita merayakan Natal di tahun 2014 adakah komitmen kita untuk Tuhan atau yang penting “esok torang mo pake baju, deng sepatu baru dan makan makanan yang enak”.  Berita Natal merupakan berita yang selalu kita nanti-nantikan dari dulu sekarang dan sampai selamanya. Di Malam natal ini kita diingatkan dan diajak kembali untuk menyatakan diri dan menjadi alat damai bagi sesama. Sebab kelahiran Yesus membuktikan bahwa Ia lahir dan diutus memberitakan Kabar Baik supaya semua orang saling menguatkan, menolong yang lemah, saling membantu mereka yang berkekurangan, berani berkata yang benar di atas yang tidak benar, berlaku adil serta menegakkan keadilan bagi sesama dengan demikian kehidupan kita diselamatkan dan berkenan kepada-Nya. Itulah maksud berita Natal yang mau disampaikan bagi kita dimana  sikap Tuhan Allah (goodwill) yang membawa damai sejahtera diperuntukkan bagi semua orang, karena berita Natal Yesus membawa hidup damai sejahtera. Mari kita sambut dan rayakan Natal Yesus Kristus dengan damai sejahtera, dalam hubungan dengan Tuhan, diri sendiri, dengan sesama dan dengan lingkungan di sekitar kita, terpujilah Tuhan. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here