KPRS GMIM Apresiasi Program Remaja Ba Kobong

0
2137

GMIM.or.id  –  Helena Rorimpandey,  bukan “pemenang” Remaja Teladan GMIM 2015.  Ia “hanya” berpredikat Remaja Teladan GMIM Rayon Dua Minahasa di tahun yang sama.  Tapi, dibalik semua itu ada kebanggaan tersendiri bagi dirinya, ketika lahan milik orang tuanya boleh menjadi berkat bagi seluruh Remaja Jemaat GMIM Haleluya Kayuuwi Wilayah Kawangkoan Dua.  Pasalnya, pada Sabtu (20/02) dilahan tersebut dilaksanakan panen cabe (rica) dan menanam bibit semangka. Apalagi dalam kegiatan “pete rica dan ba tanam semangka” itu, Helena Rorimpandey boleh bertemu dengan rekan-rekan finalis Remaja Teladan GMIM 2015, diantaranya Remaja Teladan GMIM 2015 Arjilio Runtukahu (GMIM Sion Warembungan) dan Remaja Teladan Putri Wulan Elisabeth Kainde (GMIM Kuranga Talete Tomohon).

Memang, dalam hajatan tersebut, para finalis Remaja Teladan (Retel) 2015 ini turut mendampingi Ka Moody, begitu sapaan akrab Ketua Komisi Pelayanan Remaja Sinode GMIM Pnt. Ir. Dwight Moody Rondonuwu, MT ketika menghadiri  Program “Remaja Ba Kobong” di Jemaat GMIM Haleluya Kayuuwi. “Pete rica dan ba tanam semangka  adalah bukti nyata untuk generasi muda, khususnya Remaja dan Pembina Remaja GMIM untuk  memotivasi mereka memanfaatkan pekarangan dan lahan tidur,” ujar Ka Moody.

Dalam kapasitasnya sebagai Anggota BPMS GMIM, Rondonuwu mengapresiasi program Remaja Ba Kobong yang diupayakan Kategorial Remaja GMIM Haleluya Kayuuwi ini. “Saya yakin, keberadaan program ini akan terus mendorong para Remaja untuk semakin mengembangkan ekonomi kreatif, khususnya holtikultura,” bebernya  seraya menegaskan, inilah bukti nyata yang penting untuk dikembangkan Kategorial Remaja lainnya di lingkup pelayanan GMIM.

Rondonuwu berharap,  kebun percontohan yang telah ada sejak dua tahun silam ini, terus berinovasi dan berani melakukan terobosan, selain mengembangkan tanaman rica dan semangka. “Apalagi kebun ini telah menorehkan prestasi yang sangat membanggakan sebagai terbaik 2 dalam Lomba Ekonomi Kreatif Holtikultura untuk kategori Kebun Remaja tingkat Nasional. Suatu prestasi yang sangat membanggakan,” jelas  Rondonuwu.

Tak hanya itu saja, program Remaja Ba Kobong ini turut memberikan sumbangsih untuk keuangan Komisi Pelayanan Kategorial Remaja GMIM Haleluya Kayuuwi  dalam pembiayaan pelayanan di aras jemaat, maupun keikutsertaan dalam program di Aras Wilayah

dan Sinode. “Informasi yang disampaikan Ketua BPMJ Pdt. Evelien Sophie Lintang, M.Th, untuk pembinaan Remaja di bidang seni, mereka sedang mengupayakan pengadaan seperangkat alat musik kolintang. Itu pun diambil dari hasil panen Remaja Ba Kobong, “ ungkap Rondonuwu.

Tentunya ada begitu banyak manfaat yang boleh dirasakan lewat program Remaja Ba Kobong ini, dimana pada tahun 2014 ditetapkan oleh KPRS GMIM sebagai pilot project Remaja Ba Kobong di lingkup pelayanan GMIM.

Selain Ketua BPMJ GMIM Haleluya Kayuuwi Pdt. Evelien Sophie Lintang, M.Th, tampak pula Sekretaris Jemaat dan Ketua Komisi Pelayanan Remaja Jemaat turut mendampingi Ka Moody dalam kegiatan tersebut, bersama sejumlah Pembina Remaja GMIM Haleluya Kayuuwi.

(Penulis: Frangki Noldy Lontaan. Foto: Pnt. Ir. Dwight Moody Rondonuwu, MT. Editor: Pdt. Janny Ch. Rende, M.Th)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here