GMIM.or.id – Makna Paskah hendaknya menghidupkan kembali semangat kebersamaan jemaat-jemaat se-Kota Tondano. Gambaran tentang dosa yang merambah dan menimbulkan duka bagi dunia, rangkaian peristiwa jalan salib dengan tokoh-tokoh sentral pada masa peristiwa Paskah terjadi, Perjamuan Kasih hingga kubur kosong dan kebangkitan Tuhan Yesus, dan pengutusan bagi gereja.

Demikian ungkapan Bupati Minahasa Pnt. Drs. Jantje Wowiling Sajouw, M.Si terkait Pawai Paskah Tondano Raya yang digelar Sabtu (09/04).
Dalam kapasitasnya selaku Ketua Panitia Sajouw mengatakan, gambaran tentang potensi/kearifan lokal jemaat setempat yang turut ditampilkan dalam Pawai Paskah tersebut, diharapkan mampu menggugah seluruh jemaat se-Tondano Raya untuk hidup mengandalkan Tuhan. “Saya bersyukur kegiatan yang pertama kali digelar ini, mendapat respon positif dari seluruh jemaat yang ada di Tondano Raya,” ungkap suami Pnt. Olga Sajow-Singkoh ini.

Prosesi Pawai Paskah GMIM se-Tondano Raya berlangsung sukses. Peserta yang berasal dari 37 jemaat se-Wilayah Tondano, Tondano 1, Tondano 2, Tondano 3 dan Tondano 4 terus berjalan di tengah guyuran hujan sambil menyanyi lagu-lagu Paskah.

Dengan mengambil start  dari Stadion Maesa, Pawai Paskah GMIM Tondano Raya ini melintasi jalan-jalan utama dan gereja-gereja di Tondano dan finish di Lapangan Sam Ratulangi Tondano (depan Kantor Bupati Minahasa).

Mengawali prosesi Paskah ini, dilaksanakan ibadah pembukaan yang dipimpin bersama para Ketua BPMW  Tondano, Tondano, Tondano 2 Tondano 3 dan  Tondano  4.

Untuk Pawai Paskah peserta pertama dilepas oleh Ketua Umum Panitia, diikuti Sekretaris Umum Panitia Sym. Drs. Ruland Rambitan dan Bendahara Sym. Meyti Chandra Lantang. Hadir dalam Ibadah Pembukaan Kajari  Minahasa, Wakapolres Minahasa, jajaran pemkab Minahasa, para asisten dan kepala SKPD.

( Penulis : Pdt. Heski Manus, M.Th; Editor : Pdt. Janny Rende, M.Th)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top