MTPJ 1 – 7 Juni 2014

0
1371

TEMA BULANAN : “Berdemokrasi Dalam Kemenangan Kristus”

TEMA MINGGUAN : “Kemenangan Kristus Mengatasi Segala Kuasa

Bahan Alkitab : Yesaya 49:7; Efesus 1:15-23

ALASAN PEMILIHAN TEMA

Di era Post Modern kekayaan dan kekuasaan semakin diperlukan oleh manusia, karena dianggap memiliki kehebatan dan menjadi salah satu tuntutan hidup untuk menjadi penguasa. Seperti sebuah pertandingan olahraga dimana terjadi saling mengalahkan untuk meraih kemenangan. Akibatnya semakin banyak orang berlomba-lomba untuk menjadi kaya dan berkuasa. Salah satu cara untuk kaya dan berkuasa adalah menjadi penguasa di dunia ini. Banyak orang yang mau jadi penguasa karena itu berarti punya jabatan, kedudukan, kekuatan yang lebih, kaya materi dan  pasti hebat. Namun sayang dalam perlombaan, untuk menjadi hebat dan menang terkadang banyak orang yang tidak mau hidup takut akan Tuhan. Kehidupan takut akan Tuhan atau kehidupan beriman hanya menjadi ajang untuk pencitraan dan mencari popularitas agar dapat meraih kemenangan dan kekuasaan. Penyalahgunaan kekuasaan seringkali terjadi dalam kehidupan orang percaya yang dipercayakan memegang kekuasaan. Kehidupan terkotak–kotak, memarginalkan (meminggirkan) dan mendiskriminasi (membeda-bedakan) manusia semakin merajalela dimana-mana, karena alasan kaya dan berkuasa. Sehingga budaya kehidupan “sapa ngana–sapa kita, emang gue pikirin”, mengikis budaya “baku–baku bae deng baku–baku sayang”. Tema mingguan “Kemenangan Kristus Mengatasi Segala Kuasa”ini memberi arti sebenarnya dari sebuah kemenangan dalam Kristus untuk kehidupan kita, melalui kitab Efesus 1:15-23 dan Yesaya 49:7.

 

 

 

PEMBAHASAN TEMATIS

Pembahasan Teks Alkitab(Exegese)

Paulus dalam Alkitab kita kenal sebagai orang yang kuat dan taat dalam kehidupan beriman. Dalam keadaan suka ataupun susah dia tidak lupa tanggung jawab pelayanan untuk tetap bersaksi bagi kemuliaan Yesus Kristus. Salah satu bukti adalah surat kepada jemaat Efesus yang ditulis saat dia ada dalam penjara di kota Roma (Ef.3:1,4:1). Bagian surat yang jadi bacaan saat ini adalah tulisan dalam bentuk doa yang disampaikan dalam kitab Efesus 1:15–23. Paulus berdoa untuk jemaat oleh karena kabar sukacita yang diterimanya tentang iman dan kasih jemaat terhadap orang kudus (Yun, hagioi). Iman yang tidak hanya dipakai untuk diri sendiri atau iman yang mati, tetapi iman yang diteruskan dalam bentuk kasih kepada sesama (Yakobus 2:17). Kabar sukacita inilah yang melahirkan syukur dan  doa Paulus kepada Tuhan Yesus untuk jemaat Efesus.

Isi doa Paulus adalah :

  1. I.Memberi Roh hikmat (pengetahuan) dan Wahyu (pembuka selubung yang menutupi) untuk mengenal DIA dengan benar (ayat 17).
  2. II.Menjadikan mata hatimu terang supaya mereka mengerti pengharapan dalam panggilannya yang kaya dan berkuasa.

Latar belakang jemaat Efesus yang berasal dari Yunani dan Yahudi sangat mempengaruhi kehidupan beriman jemaat Efesus. Jemaat Efesus yang berlatar belakang Yunani memang masih terlibat pada penyembahan terhadap dewa Yunani, yaitu dewa kesuburan yang disebut dewi Artemis dan Kaisar Roma. Sementara yang berlatar belakang Yahudi merasa lebih tinggi kedudukannya dalam jemaat karena mereka yang lebih dulu dipanggil sebagai bangsa pilihan Allah. Sehingga muncul sebutan jemaat yang “dekat” dan “jauh” (Ef. 2:13,17). Perilaku dan pandangan ini harus diluruskan sebab itu dalam doa ini Paulus meminta supaya Roh hikmat dan mata hati yang terang dari Bapa diberi kepada jemaat Efesus yang adalah orang kudus (Yun., hagioi) dan orang percaya (Yun., pistoi).

Dalam ayat  18 – 22a, Paulus menjelaskan siapa Yesus Kristus supaya jemaat mengenal dan mengerti Dia. Menurut Paulus Dia kaya dalam kemuliaan-Nya bagi orang kudus dan hebat kuasa-Nya bagi orang percaya. Hal itu nyata dalam kebangkitan dan kenaikan-Nya di Sorga yang DUDUK DI SEBELAH KANAN ALLAH. Kedudukan ini jauh lebih tinggi dari kedudukan penguasa dan kekuasaan apapun yang didunia ini, sebab hal ini menjadikan harkat dan martabat  manusia yang harusnya binasa kemudian beroleh hidup kekal. Dengan kedudukan-Nya disorga semua penguasa dan kekuasaan dunia berada dalam kekuasaan-Nya (diletakkan dibawah kaki-Nya, ayat 22a).

Ayat 22b -23, dengan kehormatan sorgawi Yesus Kristus yang naik ke Sorga maka  kedudukan jemaat turut terangkat karena tidak berada dibawah kakinya melainkan menjadi bagian tubuh Yesus Kristus. Supaya berada dalam satu kesatuan dan tetap terhubung dengan-Nya sebagai sumber segala sesuatu. Sehingga orang percaya/orang kudus/jemaat mendapatkan segala sesuatu itu termasuk kekayaan dan kuasa hanya dari Tuhan Yesus.

Yesaya 49:7, kekayaan hikmat dan kehebatan kuasa PENEBUS ISRAEL yang akan diperlihatkan membuat segala kekuatan kuasa dunia akan tunduk kepada-Nya. Kabar sukacita nabi Yesaya bagi orang Israel adalah sebuah berita  kemenangan yang memberi memberi pengharapan tentang hadirnya seorang pemimpin yang dapat membawa mereka keluar dari keterpurukan, penindasan bangsa lain dalam pembuangan.

 

Makna dan Implikasi Firman

 

Ciri khas orang percaya: berdoa dan saling mendoakan tanpa ada batasan siapa, tempat dan waktu, harus tetap dikerjakan. Sebab doa adalah kekuatan orang percaya dan besar kuasanya (Amsal 15:29, Yakobus 5:16).
Mengucap syukur karena pertumbuhan iman orang lain adalah respons yang positif dalam satu persekutuan jemaat. Jangan cemburu atau mengejek apalagi menghina jika terjadi perobahan yang benar dalam perilaku beriman.
Pelayanan kasih kepada sesama adalah bentuk kesaksian orang yang memiliki Iman yang hidup. Karena itu orang percaya tidak boleh melupakan pelayanan kasih bagi sesama. Sebab dalam kematian – kebangkitan – dan kenaikkan Yesus Kristus ke Sorga, pelayanan kasih itu telah dilakukan-Nya sebagai contoh bagi orang kudus yang percaya kepada-Nya.
Selalu memohon supaya Roh Tuhan memberi hikmat dan wahyu atau pengetahuan untuk menyingkap selubung rahasia kehendak Allah yang kaya dan hebat itu.
Kekayaan yang mulia dan kuasa yang hebat dari Yesus Kristus jauh melebihi kekuasaan dan kehebatan apapun yang ada di dunia ini. Tidak ada kuasa apapun yang dapat menandingi kehebatan ALLAH DALAM YESUS KRISTUS yang menyelamatkan hidup manusia dari kebinasaan dunia. Itulah kemenangan sejati dari Tuhan Yesus Kristus, yang mengatasi segala Kuasa. Sebab itu orang percaya yang dipercayakan untuk menjalankan kekuasaan di dalam dunia ini jangan menjadi sombong atau tinggi hati dan melakukan hal-hal yang tidak takut akan Tuhan bahkan melupakan Tuhan.
Berita sukacita Yesaya terlihat jelas dari kemenangan Yesus Kristus yang mengalahkan maut dan telah naik ke Sorga dan yang menyediakan tempat bagi kita. Kiranya ini menjadi momentum bagi kita untuk membaharui diri supaya semakin setia menjadi orang kudus yang takut akan Tuhan, menghormati Tuhan dan terus bersaksi serta menjalankan misi kasih Allah di dunia ini.

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Hal apa yang membuat Paulus dapat bersyukur dan berdoa bagi jemaat Efesus, padahal dia dalam penjara ?
  2. Perbuatan nyata apa yang telah kita lakukan untuk mengadakan pelayanan kasih bagi sesama orang percaya?
  3. Jika dipercayakan memegang kuasa, tindakan apa yang harus dilakukan supaya kehidupan beriman tetap terpelihara?

 

NAS PEMBIMBING :  Mazmur 20:7

POKOK-POKOK DOA

  1. Kehidupan bersaksi warga Gereja melalui doa dan pelayanan kasih
  2. Kehebatan karya Yesus Kristus yang telah mati – bangkit dan naik ke Sorga tetap diberitakan untuk memperkaya orang percaya
  3. Kuasa Yesus Kristus tidak digantikan dengan kuasa dunia atau disejajarkan dengan kuasa dunia

 

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: HARI MINGGU BENTUK I

 

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:

Nyanyian persiapan : NNBT No. 2

Sesudah Nas Pembimbing : NNBT No. 4

Pengakuan Dosa : NNBT No. 11

Berita Anugerah Allah : KLIK No. 388

Pengakuan iman : KJ No. 242

Hukum Tuhan : NKB No.116

Persembahan : NNBT No.15

Penutup : NNBT No.21

 

ATRIBUT YANG DIGUNAKAN :

Warna dasar merah dengan simbol salib dan lidah api

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here