MTPJ 1-7 September 2013

0
2848

Tema Mingguan: Pemilihan sebagai Ibadah

Tema Bulanan: Spiritualitas dalam demokrasi

Bahan Alkitab: Kisah Para Rasul 1:15-26

ALASAN PEMILIHAN TEMA
Tema minggu ini, “Pemilihan Sebagai Ibadah” dipilih berdasarkan pemahaman dari pembacaan yang dipilih (Kisah Para Rasul 1:15-26) dengan memperhatikan tema bulanan, “Spiritualitas dalam berdemokrasi”. Pemilihan selalu berhubungan dengan apa yang disebut demokrasi. Karena dalam setiap pemilihan selalu mengedepankan keterlibatan komunitas umat atau komunitas masyarakat yang memiliki tanggung jawab yang bukan saja pada terlaksananya demokrasi itu tetapi juga turut serta pada terlaksananya demokrasi itu tetapi juga serta bertanggung jawab pada sumbangsih demokrasi itu bagi kehidupan selanjutnya.

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)
Bacaan Alkitab ini, Kisah Para Rasul 1:15-26 memaparkan beberapa tokoh yang menonjol dengan peran mereka masing-masing. Pertama, Petrus. Dia adalah seorang Rasul Kristus yang sebenarnya bernama Simon akan tetapi lebih dikenal dengan nama Petrus, dalam bahasa Yunani adalah Petras dan dalam bahasa Aram Kefas yang berarti “batu Karang”. Dia menjadi murid pertama yang dipilih oleh Yesus (Matius 4:18-22). Pemilihan atas Petrus menjadi murid merupakan cara dan sikap dari Yesus yang mau melibatkan orang lain dalam pelayanan-Nya. 

Kedua, peran Roh Kudus sangat penting dalam kitab Kisah Para Rasul ini. Dijelaskan bagian-bagian yang lain, bagaimana pekerjaan Roh Kudus dalam kehidupan orang-orang percaya di abad-abad permulaan. Peran Roh Kudus nampak dalam perjalanan pelayanan rasul Paulus, di mana Roh Kudus menunjukkan kota-kota yang harus dihindari dan atau yang harus dimasuki oleh Paulus dalam pelayanannya (Kisah 16:6-8 dan 20:22). 

Ketiga, tokoh Yudas. Dia sebelumnya adalah bagian dari bilangan dua belas murid. Tetapi dia melakukan pengkhianatan terhadap Yesus yang adalah gurunya. Tiga puluh keping perak adalah harga dari suatu pengkhianatan Yudas (Mat.26:15), jadi sebetulnya ia tidak membeli tanah. Para imamlah yang menggunakan uang itu untuk membeli tanah, oleh penduduk Yerusalem disebut dalam bahasa mereka “Hakal Dama” yang artinya “Tanah darah” (ayat 19).

Keempat, tokoh Yusuf (atau barsabas atau Yustus) dan Matias. Mereka berdua menjadi orang-orang yang diusulkan rasul Petrus untuk dipilih oleh Tuhan. Kelima, peranan Tuhan sangatlah penting dalam memilih seseorang yang mau menggantikan Yudas. Petrus menyerahkan pemilihan itu dalam kehendak dan otoritas Tuhan dengan kekuasaan yang ada pada-Nya. Bukankah manusia adalah ciptaan-Nya? Dengan demikian Tuhan pasti mengenal hati setiap orang, termasuk Yusuf dan Matias.

Dalam Kitab Kisah Para Rasul 1:15:26, penulis menjelaskan bagaimana campur tangan Tuhan Allah dalam pemilihan seorang rasul yang menggantikan posisi Yudas. Kematian Yudas berujung pada berkurangnya jumlah murid Yesus, yang sebelumnya 12 orang. Pemilihan ternyata juga dilakukan dalam rangka memenuhi bilangan yang ada. Angka dua belas dianggap sebagai angka yang kudus. Seperti ketika Yesus memanggil dua belas rasul dan jumlah ini sama dengan jumlah suku Israel. Karena itu, rasul Petrus bersama dengan rasul-rasul yang lain terpanggil untuk memilih seseorang agar jumlah mereka kembali menjadi dua belas.

Petrus di depan seratus dua puluh orang menyampaikan kerinduannya kepada Tuhan dalam permohonan doa agar Tuhan memilih satu orang dari antara Yusuf (atau Barsabas atau Yustus) dan Matias. Mereka berdua dianggap layak atau memenuhi kriteria untuk dipilih sebagai rasul. Pemilihan tidak hanya sebatas pada mau menggantikan posisi Yudas, tetapi juga pemilihan harus dilakukan agar tugas-tugas kerasulan dan pemberitaan Injil berjalan terus, sebagaimana yang pernah mereka lakukan bersama dengan Yesus, mulai dari baptisan Yohanes sampai hari Yesus terangkat ke sorga (ayat 22). Proses yang dilakukan adalah mengundi dan akhirnya terpilihlah Matias yang diyakini sebagai tindakan Tuhan Allah. Dengan demikian Allah memakai proses pemilihan dalam mewujudkan kehendak-Nya.

Makna dan Implikasi Firman
Pemilihan menjadi sarana perwujudan ketaatan pada Yesus Kristus Kepala Gereja. Karena itu Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) mengakui Pemilihan adalah cara kerja Tuhan Allah untuk memilih orang-orang yang dipakai-Nya dalam tugas pelayanan Gereja di tengah dunia ini. Maka sangatlah beralasan jika GMIM mengakui bahwa Pemilihan sebagai Ibadah. 

Berdasarkan kalender pelayanan Gereja Masehi Injili di Minahasa, bulan-bulan September ini menjadi bulan-bulan persiapan memasuki kegiatan Gerejawi yang besar yaitu Pemilihan Pelayan Khusus dan Komisi Pelayanan Kategorial, Pemilihan Badan Pekerja dan pemilihan perangkat pelayanan GMIM di semua aras. Bagi GMIM pemilihan dilakukan agar pelayanan tetap berjalan demi mencapai tujuan yang diharapkan sebagaimana keputusan dan ketetapan dalam Sidang-Sidang Majelis Sinode sebagai bentuk jawaban atas panggilan Tuhan bagi gereja.

Bagi GMIM, sistem demokrasi dalam pelayanan yang nampak pada kegiatan pemilihan tidaklah serta merta meniru sistem secara umum, tetapi oleh Gereja telah memberi pemaknaan baru yang pada akhirnya GMIM mampu mewujudkannya dalam pelayanan. Hal itu terlihat dalam kegiatan-kegiatan Pemilihan sebagaimana yang dilakukan selama ini seperti yang diatur dalam Tata Gereja GMIM.

Kisah Para Rasul 1:15-26 mempertegas bagaimana campu tangan TUhan Allah dalam kehidupan umat-Nya, baik sejak di zaman lalu maupun hingga sekarang ini. Ternyata pemilihan Pelayan Khusus dan Komisi Pelayanan Kategorial tak dapat dipisahkan dari kerja selamat Tuhan Allah dalam Yesus Kristus bagi dunia ini. Dengan demikian kegiatan Pemilihan di semua aras pelayanan GMIM juga harus ditempatkan dalam karya selamat TUhan Allah di tengah-tengah pelayanan GMIM.

Pemilihan Matias menjadi seorang dari keduabelas rasul Tuhan, dilakukan didalam persekutuan brsama-sama yang di dalamnya ada pembacaan kitab suci yang disertai doa permohonan. Apa yang dilakukan rasul Petrus dan rasul-rasul yang lain adalah suatu ibadah. Hal ini mengingatkan GMIM bahwa Ibadah merupakan hal penting dalam kegiatan pemilihan di jemaat, wilayah dan sinode. Itu berarti, kegiatan pemilihan menjadi perwujudan kesetiaan dan ketaatan warga/jemaat kepada Tuhan. Bentuk atau cara apapun yang dilakukan dalam pemilihan, jika dilakukan dalam ketaatan dan kesetiaan kepada Tuhan, maka pemilihan itu menjadi cara Tuhan untuk memilih orang-orang yang akan dipakai-Nya dalam kelangsungan karya selamat-Nya bagi dunia ini.

PERTANYAAN DISKUSI

  • Apakah hal yang menarik dalam pemilihan menurut Kisah Para Rasul 1:15-26?
  • Menurut saudara, tentangan apa yang akan dihadapi dalam Pemilihan di semua Aras Pelayanan GMIM dan bagaimana mengatasinya?

NAS PEMBIMBING: Yohanes 15:16

POKOK-POKOK DOA

  • Kesinambungan Pelayanan GMIM.
  • Tekad untuk melakukan Pemilihan dalam kesetiaan dan Ketaatan Kepada Tuhan.
  • Panitia Pemilihan dan Anggota Sidi Jemaat.

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: Hari Minggu Bentuk I

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:
Persiapan: NNBT No.3
Pengakuan Dosa: NNBT No.27
Pemberitaan Anugerah Allah: NNBT No.9
Persembahan: KJ No.381
Penutup: NKB No.211

ATRIBUT YANG DIGUNAKAN:
Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here