MTPJ 10 – 16 April 2016

0
5227

TEMA BULANAN: “Diutus Untuk Membebaskan”
TEMA MINGGUAN: “Ketaatan Membawa Kesejahteraan”
Bahan Alkitab : Yohanes 21 : 1 – 14
ALASAN PEMILIHAN TEMA

Kesejahteraan hidup menjadi dambaan setiap manusia, baik pribadi, keluarga maupun persekutuan jemaat/masyarakat. Karena itu, setiap manusia baik pribadi maupun kelompok selalu berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan hidup melalui usa-ha atau kerja keras. Di mana-mana kita mendengar slogan pem-berdayaan. Pemberdayaan sebagai sebuah upaya untuk mem-bebaskan manusia dari kemiskinan, melalui usaha-pribadi, ke-luarga atau kelompok-kelompok fungsional. Sebagian dari ke-lompok-kelompok fungsional, difasilitasi oleh jemaat dan peme-rintah dengan bantuan dana atau pun berupa bibit, pupuk, peralatan sepeti hand tracktor, ternak ayam, babi, sapi untuk mendorong jemaat dan masyarakat untuk bekerja keras, berdisi-plin dan bertanggung jawab.

Namun demikian, fakta membuktikan ada banyak pri-badi, keluarga dan kelompok fungsional yang tidak dan belum berhasil, karena ‘tidak taat’ atau tidak tekun’, ketika menghadapi berbagai hambatan dan tantangan dari pengaruh eksternal, seperti pengaruh alam musim panas atau hujan berkepanjangan, tetapi juga pemasaran hasil usaha dan harga jual yang kurang menguntungkan, tetapi juga pengaruh internal seperti karena ketidakyakinan atas penyertaan Tuhan, tidak taat pada ‘aturan-aturan’ usaha mulai dari penanaman dan pemupukan atau hal-hal dalam ‘dunia peternakan’ dan usaha lainnya, sering mem-buat kita putus asa dan tidak meneruskan usaha kita.

Karena itu, betapa pentingnya untuk memperhatikan prinsip hidup dan tetap bersemangat untuk terus menghayati dan mempraktekkan komitmen dan konsistensi bahwa “Ketaatan Membawa Kesejahteraan”.

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Injil Yohanes adalah sebuah Kitab Injil yang mence-ritakan tentang Yesus dari sisi yang berbeda, dibandingkan dengan Injil Matius, Markus dan Lukas yang disebut Injil Sinoptik’, sekalipun esensi pemberitaan keempat Injil ini adalah sama bahwa Yesus yang lahir, sengsara, menderita, mati dan bangkit serta naik ke sorga, dan berjanji akan datang kembali. Yesus Kristus memilih murid-murid, memperlengkapi dan mengutus mereka untuk menjadi ‘penjala manusia’ dalam karya selamat Allah.

Injil Yohanes pasal 21 ini secara khusus mau men-ceritakan tentang penampakan Tuhan Yesus lagi kepada murid-murid-Nya (ayat 1) dan penampakan ini adalah penampakan yang ketiga (ayat 14). Penginjil Yohanes merasa penting menceritakan di sini bahwa penampakan Yesus kepada murid-murid-Nya telah terjadi berulang-ulang mau menceritakan bahwa betapa Tuhan mengasihi murid-murid-Nya. Yesus hadir memberikan pendampingan dan penguatan bagi murid-murid-Nya yang masih “galau” atas berbagai peristiwa ‘kematian dan kebangkitan-Nya’. Rasa galau atas peristiwa itu berakibat  murid-murid harus ‘kembali’ ke habitat mereka sebagai nelayan dengan segala lika-liku pergumulan-nya. Murid-murid Yesus pergi menangkap ikan bukan karena pekerjaan dan aktivitas itu salah, tapi kembali sebagai nelayan dengan penuh waktu, telah mengingkari komitmen dan panggilan pelayanan khusus mereka sebagai murid-murid Yesus yang adalah ‘rasul’ (diutus untuk menjala manusia). Karena itu, kehadiran Yesus di danau Tiberias dan melakukan mujizat ingin membuktikan bahwa Yesus adalah Tuhan, dan berkuasa atas kehidupan ciptaan-Nya. Kalau saja murid-murid akan tetap berkomitmen dan konsisten atas pemberian hidup mereka bagi Tuhan, mereka akan dipelihara, dicukupkan bahkan dapat saja berkelimpahan dari segi “materi’. Jadi yang penting di sini melakukan pekerjaan sebagai nelayan tidak ada yang salah, tetapi kecewa, putus asa dan tidak mau lagi mengikuti Yesus adalah sikap yang salah. Karena itu, Yesus harus menjumpai mereka untuk memanggil, meneguhkan mereka untuk tetap berkomitmen dan konsisten bersama Yesus untuk menjadi alat kesaksian dalam kerja selamat Allah yang utuh (band. Matius 6: 33; 7: 7).

Dalam ayat yang ketiga, seperti biasa murid-murid pergi menangkap ikan di waktu malam, ada saat mereka menda-patkan hasil, tetapi ada saat mereka tidak mendapatkan hasil. Kali ini……”. Tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa”. Kerja semalaman tidak membuahkan hasil. Sesuatu yang sebenarnya telah biasa dalam pekerjaan sebagai nelayan, ketika ada saat tidak mendapatkan hasil. Menarik dalam cerita ini adalah ‘ketaatan’ mereka kepada perintah Yesus, seperti yang terungkap dalam ayat 6: Maka kata Yesus kepada mereka: “Tebarkanlah  jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh.” Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya karena banyaknya ikan. Menurut ayat 11,….” jala itu penuh dengan ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya, dan sungguhpun sebanyak itu, jala itu tidak koyak”. Dua hal yang menarik dalam ayat 6 dan 11 ini adalah pertama, murid-murid mempercayai apa yang dikatakan Yesus (tidak menolak dan tidak melawan), walaupun teks ini memberi kesan bahwa murid-murid belum mengenal bahwa Yesus yang menyuruh mereka, tetapi kita harus yakin bahwa kata-kata Yesus adalah kata-kata Firman yang berkuasa menggerakkan orang yang mendengarnya. Karena itu, kata-kata yang keluar dari mulut Yesus menjadi kata-kata Firman yang berkuasa dapat mengubah dan memberi mujizat. Kedua, ketika Tuhan Yesus berkendak memberi mujizat, dari…….. ”mereka tidak menang-kap apa-apa”(=tidak ada) dapat menjadi ada. Jawaban Tuhan atas ketaatan murid-murid membawa kesejahteraan. Mengapa sejahtera? Dari ukuran materi jumlah 153 ekor ikan-ikan besar adalah gambaran jauh dari berkecukupan.

Akhir dari cerita ini, Yesus mengajak mereka sarapan (=makan) ayat 12, dan ayat 13: “Yesus maju ke depan, mengambil roti dan memberikannya kepada mereka, demikian juga ikan itu”. Simbol makan roti dan ikan dalam cerita ini, memberi arti bahwa Tuhan Yesus ternyata memberikan kese-jahteraan dalam hidup murid-murid-Nya tidak saja kebutuhan “perut”, tetapi juga “jaminan penyertaan” yang bersifat holistik (utuh= baik jasmani maupun rohani).

Makna dan Implikasi Firman

Kita masih dalam suasana Paskah Kristus. Yesus yang telah bangkit telah mengalahkan kuasa dosa dan maut. Paskah adalah berita yang  membebaskan yang tidak hanya memberi arti bebas dari kuasa maut, tetapi juga memberi arti bebas dari segala bentuk kemalasan, ketidakadilan dan ‘kerakusan’ dan ‘kerasukan’ yang mengakibatkan manusia “dapat hidup tidak sejahtera”. Fakta membuktikan bahwa hidup tidak sejahtera dan kemiskinan materi masih menjadi bagian hidup masyarakat dan jemaat GMIM di berbagai tempat. Kita masih mendengar dan melihat ada warga masyarakat dan gereja yang masih tinggal di rumah gubuk, kekurangan makanan sehat dan minuman air bersih, ketidakmampuan menyekolahkan anak-anak di tingkat SD-SMA/SMK dan lain sebagainya.

Berita Alkitab kita ini, mengajak kita semua sebagai warga GMIM mengintrospeksi diri untuk belajar mengelola hidup ini dengan penuh tanggungjawab. Tanggungjawab dimulai dari bersikap benar di hadapan Tuhan, seperti ada waktu untuk beribadah dan hidup takut akan Tuhan, tetapi juga mulai membenahi diri mulai dari membangun etos kerja keras, tekun, berdisiplin dan bertanggungjawab mengelola semua kasih karunia dan berkat Tuhan sekalipun kecil atau sedikit.

Kalau saja hal-hal seperti ini diberi perhatian oleh kita, marilah meyakini bahwa “Ketaatan membawa Kesejahteraan”. 

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:       

  1. Mengapa Yesus menjumpai murid-murid-Nya di Danau Tiberias sesudah Ia bangkit ? Diskusikan !
  2. Bentuk-bentuk ketaatan apa sajakah yang dapat kita pelajari dari ketaatan murid-murid Yesus, sehingga kita dapat hidup sejahtera dan terbebas dari hidup miskin?

POKOK-POKOK DOA:

  • Setiap warga gereja diberi kemampuan untuk bekerja keras, cerdas dan tuntas dalam ketaatan pada Tuhan
  • Terciptanya kerja sama yang baik antara warga gereja dan pemerintah untuk saling menopang berbagai program yang mendatangkan kesejahteraan.

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: HARI MINGGU BENTUK II 

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:

Kemuliaan Bagi Allah: NNBT No. 1 Dia, Pujilah Dia

Ses Doa Penyembahan: KJ No. 4 Hai Mari Sembah

Pengakuan Dosa: NNBT No. 10 Ya Tuhan Yang Kudus

Janji Anugerah Allah: NNBT No. 36 Barangsiapa Yang Percaya Kepada Tuhan

Puji-pujian: KJ No 293 Puji Yesus

Ses  Alkitab: NNBT No. 46 O, Alangkah Indah Hidupku

Pengakuan Iman: KJ No. 38 T’lah Kutemukan Dasar Kuat

Persembahan: NKB No. 197 Besarlah Untungku

Nyanyian Penutup:NKB No. 211 Pakailah Waktu Anug’rah Tuhanmu

ATRIBUT:

Warna dasar putih dengan lambang bunga bakung dengan salib berwarna kuning.

Perayaan_Hari_Paskah_dan_Minggu-minggu_Paskah

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here