MTPJ 10-16 Februari 2013

0
1139

TEMA BULANAN : “Kekuasaan Allah”
TEMA MINGGUAN : “Kekuasaan dalam bingkai manusia sebagai gambar Allah”
Bahan Alkitab : [Kejadian 1 : 26-28]

 
Alasan Pemilihan Tema
     Kekuasaan adalah kewenangan yang didapatkan oleh seseorang atau sekelompok guna mempengaruhi pihak lain untuk berpikir dan berperilaku sesuai kehendak orang dengan tujuan organisasi, dengan jalan member perintah atau dengan menggunakan semua alat dan cara yang tersedia. Kekuasaan dapat bersifat positif jika disadari sebagai anugerah Tuhan dan dijalankan tanpa paksaan baik secara fisik dan mental kepada orang lain. Sedangkan kekuasaan yang bersifat negatif bernuansa arogan, egois dengan cara paksaan atau tekanan baik secara fisik maupun mental dan bersifat eksploitatif (=mencari keuntungan sebesar-besarnya).

     Dalam praktek di tengah keluarga, jemaat, masyarakat dan pemerintahan, termasuk terhadap alam lingkungan hidup, kekuasaan banyak berdifat negatif. Oleh sebab itu betapa pentingnya kekuasaan itu dipraktekan dalam bingkai manusia sebagai gambar Allah. Ini dimaksudkan agar kekuasaan dipahami sebagai anugerah dan mecerminkan citra Allah. Berbarengan dengan maksud tersebut, pengetahuan akan Allah pencipta yang mengaruniakan kekuasaan sangatlah penting agar manusia tidak menjadi buta dan picik dalam mempraktekan kekuasaan terhadap sesama maupun lingkungan hidup.

Pembahasan Tematis

§ Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)
     Kitab Kejadian adalah kitab pertama dalam Alkitab yang menguraikan asal-usul baik alam semesta, maupun manusia atas kehendak dan maksud Allah. Pasal 1 : 26-28 menceriterakan bagaimana Tuhan Allah menciptakan manusia dan mengaruniakan kepadanya kuasa. Ayat 26 menyebutkan,”…baiklah kita menjadikan manusia…”. Jadi manusia tidak menciptakan dirinya sendiri dan bukan titisan dewa-dewi ataupun zat yang keluar dari dalamnya. Tetapi oleh Allah menurut gambar dan rupa Allah.

Kata “menjadikan” pada ayat 26 berbeda dengan kata “menciptakan” pada ayat 27. Ketika Allah berbicara kepada bala tentara sorgawi Ia berbicara dengan kata “menjadikan”, sedangkan “penciptaan” manusia dilakukan oleh Allah sendiri.

Manusia yang dimaksud adalah laki-laki dan perempuan (ayat 27) diciptakan: “menurut gambar dan rupa Kita”. Jelas bahwa manusia memiliki kedukan mulia dan mempunyai harkat dan martabat yang sama, karena dijadikan dari suatu “image” khusus dari kemuliaan-Nya sendiri. Keserupaan manusia dengan Allah dalam hal moral karena tidak berdosa dan kudus, memiliki hikmat, hati yang mengasihi dan kehendak untuk melakukan yang benar (bd.Ef 4:24); juga keserupaan alamiah sebagai makhluk yang berkepribadian dengan roh, pikiran, perasaan, kesadaran diri dan kuasa untuk memilih (Kej 2:19-20; Kej 3:6-7; 9:6) ayat 28, laki-laki dan perempuan ditugaskan untuk membentuk keluarga, bertambah banyak dan menguasai bumi dan hewan. Dengan kata lain masa depan bumi dan isinya diserahkan dalam kekuasaan manusia untuk hormat dan kemuliaan nama Tuhan.

Dalam 2 Petrus 1 : 3-11, tiap orang telah mendapatkan kasih karunia Allah dalam Yesus (ayat 3) dan janji-janji-Nya, sehingga boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi (ayat 3-4) yakni hudup dalam kekekalan dan luput dari nafsu duniawi. Oleh sebab itu sifat-sifat rohani perlu ditambahkan (ayat 5-9) dan tiap anggota jemaat dipanggil dan dipilih-Nya untuk memasuki Kerajaan Tuhan dan Juruselamat Yesus Kristus (ayat 10-11). Dan tiap orang perlu mempraktekan sifat-sifat rohani dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya, termasuk dalam mengekspresikan kekuasaan yang dimandatkan kepadanya.

§ Makna dan Implikasi Firman

  • Alkitab berkata manusia adalah ciptaan Allah. Oleh sebab itu penghormantan kepada harkat dan martabat manusia adalah penghormatan kepada Allah Pencipta. Sebaliknya ketika orang dengan kuasanya tidak menghormati orang lain apalagi melakukan kekerasan dalam berbagai bentuknya, berarti tidak menghormati Tuhan.
  • Firman Allah mengatakan “baiklah Kita menjadikan manusia” dapat direfleksikan bahwa berdiskusi, bekerjasama, berdemokrasi menunjukan bahwa kuasa  berbarengan dengan kerja sama, jadi dimana ada kuasa disitu harus ada kerja sama tidak otoriter dan tidak egois. Kuasa berarti bersama-sama turut serta dalam rencana Allah.
  • Hidup sebagai “gambar dan rupa Allah” adalah suatu panggilan untuk meninggalkan segala keinginan daging dan masuk dalam hidup yang terus menerus diperbaharui (Kolose 3 : 5-17), bukan saja dalam hidup perorangan, melainkan juga berkenaan dengan hidup kemasyarakatan antara suami isteri, antara bapa dan anak, antara tuan dan anak juga diubah (Kolose 3 :18-22).
  • Manusia diciptakan untuk berkuasa atas bumi dan hewan. Ini berarti semua aspek kehidupan dalam dunia, sosial, ekonomi, politik harus ditata dalam kuasa penatalayanan Allah untuk menggenapi maksud-Nya (bd Mzm 8 : 5-7). Dalam melaksanakan kekuasaannya ia harus menampak-an gambar dan rupa Allah.
  • Dalam dunia, ada berbagai sumber kekuasaan seperti keahlian, hukum normatid, status sosial, harta kekayaan, popularitas, jabatan dan massa ang terorganisir. Dan jika kekuasaan tidak disadari sebagai anugerah dan dipraktekan sesuai kehendak Allah maka kekuasaan akan cenderung negatif. Dan ini biasanya dipraktekkan oleh orang yang tidak memiliki kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual, berpikir pendek dalam mengambil keputusan. Biasanya mencari keuntungan pribadi atau golongan untuk menghasilkan apapun. Pemegang kekuasaan bersifat negatif ini biasanya tidak akan berkangsung lama karana tidak mendapatkan dukungan sepenuhnya oleh orang lain.
  • Melaksanakan fungsi kekuasaan dapat berarti meng-ambil bagian dalam kodrat ilahi. Ini adalah iman yang harus dipraktekkan. Dalam iman perlu ditambah kebajikan, pengetahuan, penguasaan diri, ketekunan, kesalehan, kasih akan saudara-saudara dan semua orang. Orang yang melakukan kuasanya dengan kasih akan giat dan berhasil, tidak menjadi buta dan picik dan tidak akan tersandung bahkan dapat memiliki hak penuh memasuki Kerajaan kekal Yesus Kristus.

 

Pertanyaan Diskusi

  1. Apa maksud Tuhan Allah memciptakan manusia menurut “gambar dan rupa” Allah ?
  2. Apakah kuasa yang diberikan Allah pada manusia masih dipraktekkan manusia menurut gambar dan rupa Allah pada masa kini ? Jelaskan dan berikan contoh-contoh !

Nas Pembimbing: Kolose 3 : 9-10


Pokok-pokok Doa

  • Mengakui dan melibatkan Tuhan dalam setiap pekerjaan.
  • Merefleksikan kuasa dalam bingkai gambar dan rupa Allah dalam kehidupan sehari-hari.
  • Mendoakan pemerintah dapat menjalankan kuasa yang adil dan benar sesuai kehendak Tuhan.

Tata Ibadah Yang Diusulkan: Hari Minggu Bentuk II

Nyanyian yang Diusulkan
Nyanyian pembukaan : NNBT No.1
Ses pengakuan dosa : NKB No.10
Ses janji anugerah Allah : NNBT No.6
Ses puji-pujian : NNBT No.9
Ses pembacaan Alkitab : NNBT No.2
Persembahan : NNBT No.16
Nyanyian Penutup : NNBT No.26

Atribut yang Digunakan :
Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here