TEMA BULANAN: “Menanggulangi Kemiskinan Adalah Tanggung Jawab Bersama”
TEMA MINGGUAN: “Angkatlah Si Miskin Dari Lumpur dan Jangan Memandang Muka”
Bahan Alkitab : 1 Samuel 2:8-9; Yakobus 2:5-11
ALASAN PEMILIHAN TEMA
Berbagai bentuk kemiskinan dan hal-hal yang menyebab-kannya, telah menjadi pemandangan sehari-hari di sekitar kita. Mulai dari miskin materi sampai dengan miskin rohani, miskin intelektual sampai miskin spiritual. Pengalaman memiskinkan dan dimiskinkan menjadi realita kehidupan sehari-hari, memis-kinkan potensi diri sampai memiskinkan alam ciptaan. Dampak dari berbagai bentuk kemiskinan ini ialah kacau balau (tohu wabohu) padahal penciptaan Tuhan dikerjakan dalam kerangka menata, mengatur dan memberkati setiap ciptaan-Nya. Keadaan miskin diumpamakan bagai orang yang tenggelam dalam lum-pur yang memerlukan pertolongan dengan segera. Seseorang yang tenggelam dalam lumpur tidak hanya kotor dan bau tetapi terutama tidak mampu menolong dirinya sendiri agar dapat keluar dari kondisi tersebut. Itulah sebabnya mereka yang di dalam “lumpur” perlu di tolong agar dapat bangkit dan keluar dari sana. Keadaan di dalam lumpur tidak menyenangkan. Karena itu semua yang di dalam lumpur harus di tolong untuk keluar dari keadaan tersebut tanpa memandang muka.
Tetapi kemiskinan tidak selamanya bernilai negatif dan selalu sebagai akibat perbuatan manusia, melainkan Allah juga sering-kali mengizinkan kemiskinan dan dapat memakai kemiskinan dalam rangka upaya pembaharuan untuk mengangkat si miskin dari lumpur kemiskinan.
Kemiskinan dapat menjadi titik pijak untuk melihat dan menikmati serta mensyukuri segala berkat pembaharuan sebagai akibat dari pertolongan dan kasih sayang Tuhan yang member-kati. Kemiskinan dapat menjadi cara Allah untuk memperkenal-kan diri-Nya dan apa yang sanggup dan telah dilakukan-Nya dalam rangka membaharui dan memberkati.
PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)
I Samuel 2:8-9, dilatarbelakangi oleh keadaan mandul yang dialami oleh Hana membuat ia merasa miskin dan me-nempatkan dirinya seolah-olah di dalam “lumpur”, teks Alkitab memberitahukan kepada kita bahwa Elkana bin Yeroham bin Elihu bin Tohu bin Zuf, seorang Efraim memiliki dua orang isteri yaitu Hana dan Penina. Hana disebutkan pertama yang mem-beri kesan sebagai isteri pertama hal ini dapat dibuktikan bahwa Elkana memang lebih mengasihi Hana (1 Samuel 1:8) tetapi karena Hana mandul maka Elkana perlu mengambil seorang isteri yang lain yakni Penina, guna melanjutkan keturunannya. Seperti Abraham yang mengasihi Sara tetapi terpaksa meng-ambil Hagar atas permintaan Sara agar dapat melanjutkan ketu-runan (Kejadian 16), demikianlah Elkana dengan Hana dan Penina. Dapat dibayangkan bagaimana perasaan Hana, setiap kali Elkana memberikan persembahan di Rumah Tuhan di Silo, Hana hanya akan mendapat satu bagian sementara Penina sebagian/setengah karena ia memiliki anak-anak. Meskipun teks Alkitab tidak menyebutkan jumlah anak-anak Penina tapi dapat diduga lebih dari satu sebab ia mempunyai anak-anak laki-laki dan perempuan. Hana artinya pemurah, namun ia merasa miskin dengan keadaannya yang mandul tetapi memang bukti kemurahan Hana nampak ketika ia menepati janjinya dengan mempersembahkan Samuel sesuai dengan yang dijanjikannya kepada Tuhan. Bagian firman Tuhan dalam 1 Samuel 2:8-9, menceritakan kepada kita perasaan Hana setelah Tuhan menga-bulkan doanya, ia merasa seperti orang miskin yang telah diangkat dari lumpur, dari keadaan hina pada posisi yang ter-hormat “bersama para bangsawan dan membuat dia memiliki kursi kehormatan”, Hana mengakui bahwa hal ini terjadi sebagai perbuatan Tuhan yang melindungi orang-orang yang dikasihi-Nya, tetapi membiarkan orang fasik mati binasa dalam kege-lapan, karena ia mengakui kekuasaan seseorang tidak terletak pada kekuatannya sendiri melainkan pada kuasa Tuhan yang “mempunyai alas bumi dan meletakkan daratan di atasnya”.
Yakobus 2:5-11 adalah bagian dari, Surat Rasul Yakobus kepada kedua belas suku diperantauan (Yakobus 1:1) meru-pakan petunjuk praktis tentang hidup orang percaya yang harus nampak dalam hidup sehari-hari. Sebagaimana yang diungkap-kannya dalam Yakobus 2:20, 26, Iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong atau iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati. Sebab itu Yakobus menegur jemaat/orang percaya yang cenderung memperlakukan orang miskin dan kaya secara ber-beda. Malahan ia menunjukkan bukti bahwa Allah justru telah membuat orang-orang yang miskin menurut dunia, menjadi kaya dalam iman bahkan menjadi ahli waris kerajaan, ia menge-cam tindakan jemaat yang dianggap menghina mereka yang miskin, padahal dalam kenyataannya yang kaya sering menin-das orang percaya dan menghujat nama Allah yang menjadikan jemaat sebagai kepunyaan-Nya, sebab itu dengan mengutip perintah utama yang diajarkan oleh Yesus tentang mengasihi sesama seperti diri sendiri, maka Yakobus memperingatkan jemaat agar berlaku demikian. Mengasihi seperti diri sendiri, maksudnya tidak memandang muka dengan membedakan antara mereka yang kaya dan miskin. Tindakan memandang muka ini malahan dianggap sebagai perbuatan dosa. Yakobus membandingkan perbuatan memandang muka sama dengan perbuatan yang taat melakukan perintah yang satu tetapi mengabaikan perintah yang lain, padahal kebenaran sebuah perintah terletak pada tindakan menaati seluruh perintah dan bukan hanya salah satu bagian dari perintah itu, sebab dengan hanya melalaikan sebuah perintah saja, mereka tetap adalah pelanggar hukum secara keseluruhan.
Makna dan Implikasi Firman
Dua bagian firman Tuhan ini secara menarik memaparkan kemiskinan dari sudut pandang yang berbeda. Bukan seperti kebanyakan berita yang menonjolkan kemiskinan dengan meng-angkat persoalan-persoalan yang terkait atas apa yang menye-babkan kemiskinan, melainkan memperlihatkan sisi lain dari kemiskinan dengan melibatkan peran Tuhan dalam kemiskinan. Sehingga kemiskinan tidak selalu bernilai dan berdampak negatif melainkan juga positif. Kemiskinan bukan melulu hanya soal kebutuhan bernilai materi melainkan sebagai kebutuhan spiritual yang bersifat rohani. Karena itu, beberapa catatan yang dapat disaksikan, antara lain :
- Tuhan tidak pernah menghendaki kemiskinan dalam bentuk apapun juga, terbukti Ia mengangkat Hana yang merasa miskin seperti dalam debu dan lumpur, atau Yakobus yang mengecam tindakan orang percaya yang memandang muka dengan membedakan antara yang kaya dan miskin. Tetapi Tuhan juga dapat mempergunakan kemiskinan untuk me-nunjukkan kuasa-Nya yang menolong dan membaharui se-hingga menghasilkan ucapan syukur dari mereka yang meng-alaminya. Disadari bahwa, memasuki tahun baru 2016 feno-mena kemiskinan masih saja tampil dipermukaan karena itu, Gereja sebagai persekutuan terpanggil untuk mengambil bagian dalam menanggulangi kemiskinan dengan tindakan-tindakan yang konkrit, dalam keberpihakan terhadap mereka yang miskin baik jasmani maupun rohani, sehingga Kemis-kinan dapat menjadi titik pijak orang percaya untuk meng-alami dan menikmati serta mensyukuri kuasa dan kasih Allah.
- Mengatasi kemiskinan haruslah tidak memandang muka su-paya kita dapat menciptakan keadilan. Keadilan selalu berarti menempatkan, menghargai dan memperlakukan setiap orang dengan cara yang sama. Adil selalu berarti tidak membeda-bedakan.
PERTANYAAN DISKUSI:
- Bagaimana cara Allah menolong orang miskin menurut 2 perikop 2 bacaan ini?
- Apa itu kemiskinan dan sebutkan bentuk-bentuk kemiskinan yang ada menurut saudara? Bagaimana cara kita untuk keluar dari kemiskinan?
- Pernahkah saudara menyaksikan dan merasakan kuasa Tuhan yang memperbaharui lewat keadaan miskin yang dialami, entah miskin jasmani atau miskin rohani? Jelaskan!
POKOK-POKOK DOA:
- Doakan segala bentuk kemiskinan yang dialami oleh bangsa Indonesia.
- Doakan segala bentuk kemiskinan gereja di tengah-tengah kesaksiannya di dunia secara khusus di Indonesia.
- Doakan seluruh warga gereja supaya mampu menjadikan pengalaman kemiskinannya sebagai alat kesaksian
- Doakan supaya warga gereja tetap taat dan setia dalam pergumulan kemiskinan dengan mengubah derita menjadi berita sukacita.
TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: HARI MINGGU BENTUK II
NYANYIAN/LAGU YANG DIUSULKAN:
Kemuliaan Bagi Allah: NNBT No. 27 Ya Tuhan Engkaulah
Ses. Doa Penyembahan: Pengharapanku
Pengakuan Dosa: Jam Sembahyang Yang Kudus
Janji Anugerah Allah: KJ No. 40 Ajaib Benar Anugerah
Ses. Pembacaan Alkitab: KJ No. 49 Firman Allah Jayalah
Persembahan: NKB No. 100 Rindukah Engkau Mendapat Berkat Tuhan
Nyanyian Penutup: NKB No. 201 Di Jalan Hidupku
ATRIBUT :
Warna dasar putih dengan lambang lilin di atas palungan.
MTPJ 10 – 16 Januari 2015 Ralat “2016”
Terima kasih atas informasinya
2015 ato 2016 ? 😀
Terima kasih atas informasinya
Syaloom…
Sekedar koreksi untuk penulisan tahun MTPJ 10-16 JANUARI 201…?
Damai dihati.
Terima kasih atas informasinya
tolong untuk bahan MTPJ minggu depan kalau boleh setiap hari sabtu sudah bisa di share secara rutin seperti biasanya,,,t’rima kasih, syaloom
Syaloom…
kalau boleh renungan MTPJ dan PELITA maupun renungan WKI di muat lebih cepat.
trim’s..