MTPJ 11 – 17 September 2016

0
4623

TEMA BULANAN: “Gereja yang Mengutuhkan”
TEMA MINGGUAN: “Umat yang Terus Berkarya”
Bahan Alkitab : Pengkhotbah 11:1-8
ALASAN PEMILIHAN TEMA

Salah satu bagian dalam Doa Yesus (Yoh.17:21) me-mohon supaya gereja sebagai orang percaya menjadi satu, sama seperti Bapa dan Anak yang adalah satu. Satu keutuhan dalam Bapa dan Anak dan satu keutuhan mereka di dalam kita. Luar biasa, karena yang menjadi motivator keutuhan bukan datang dari manusia tapi dari Sang Pencipta sendiri yaitu Allah. Inilah yang harus disadari oleh orang yang percaya atau gereja sehingga keutuhan akan menjadi modal umat supaya terus berkarya. Berkarya bagi pertumbuhan gereja Tuhan di tanah Minahasa yang sedang dan akan merayakan hari sukacitanya, yaitu HUT ke-82 tahun GMIM bersinode. Di samping itu, berkarya di tengah keterpanggilan gereja dalam kemajemukan bangsa dan Negara Indonesia yang kita cintai ini.

                   Tema Mingguan kita: “Umat yang Terus Berkarya” akan menjadi semangat bagi kita sebagai gereja Tuhan di tanah Minahasa dengan keaneka ragaman budaya dan etnisnya bah-wa kita masih banyak tugas dan tanggungjawab dalam mem-bangun pertumbuhan gereja bagi generasi kini dan yang akan datang. Gereja harus memberi harapan baru ke depan untuk semakin meningkatkan pelayanan diberbagai sektor, bukan hanya terpaku pada pelayanan mimbar tapi bagaiamana gereja berperan dalam karya yang nyata berupa memerangi kemis-kinan, ketidak adilan dan kerusakan lingkungan.

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Saat kita mulai membaca kitab Pengkhotbah, kita langsung mengerti bahwa penulis kitab ini adalah anak Daud, Raja di Yerusalem (ay 1). Bisa saja kita mengambil kesimpulan bahwa dia adalah Salomo, penunjukan itu diberikan dengan alasan dari beberapa anak Daud hanya Salomo yang kemudian diangkat sebagai raja menggantikan Daud. Penulis kitab ini mempunyai pandangan hidup (world view) bahwa semua adalah sia-sia, atau beberapa kali menuliskan bagai menjaring angin. Sehingga para teolog memberi tema kitab Pengkhotbah atau dahulu para tua-tua kita mengenalnya dengan Alkatib “Hidup itu sia-sia”.

     Kitab Pengkhotbah (dari Wikipedia Ensiklopedia bebas) adalah bagian dari Alkitab Ibrani atau Perjanjan Lama. Judul ini berasal dari bahasa Ibrani “Qohelet” dasar kata “Qahal” yang berarti “perhimpunan”. Kata Qohelet inilah yang diterjemahkan menjadi “Pengkhotbah” yang menyiratkan fungsi keagamaan.

     Kitab pengkhotbah berisi buah pikiran dari “sang pemikir”. Ia merenungkan secara dalam betapa singkatnya hi-dup manusia yang penuh pertentangan, ketidak adilan dan hal-hal yang sulit dimengerti. Hidup itu sia-sia karena kita tidak dapat memahami tindakan Tuhan dalam menentukan nasib manusia. Tetapi meskipun demikian dinasihatinya untuk be-kerja, berkarya dengan giat dan menikmati segala pemberian Tuhan.

  • Jika kita terus berusaha dengan kesabaran, ketekunan dan terus berjuang dalam keyakinan iman kepada Dia maka kita akan memperoleh kemenangan. Setiap usaha dengan sungguh-sungguh pasti ada hasilnya. Lemparkanlah rotimu ke air maka engkau akan mendapatkannya kembali. (ayat 2,3,4)
  • Jangan kamu kuatir akan hari esokmu karena ada begitu banyak berkat yang disediakan Tuhan bagi kita, seperti membagi berkat untuk orang lain di sekitar kita, sebagaimana yang dikatakan bahwa alam juga mencurahkan hujan dan angin. (ayat 5)
  • Sebagai orang beriman kita dimotivasi untuk terus berkarya dan bekerja jangan pernah letih dan lesu. (ayat 6)
  • Nikmatilah hari dengan hidup baru yang diberikan Tuhan bagi kita dengan selalu bersyukur, apalagi kalau Tuhan memberikan kita panjang umur dan sukacita di dalam Dia. (ayat 8)

Makna dan Implikasi Firman

Gereja Masehi Injili di Minahasa sebagai gereja Tuhan yang ditempatkan di tanah Minahasa adalah gereja yang terus bertumbuh, berbuah dan menjadi berkat bagi semua orang, bukan hanya bagi kita kini dan di sini tapi juga bagi bangsa dan Negara yang kita cintai ini. GMIM sekarang telah menjadi salah satu gereja yang besar dengan 111 Wilayah dan 939 Jemaat (data Februari 2016), dan akan terus bertambah di hari depan. Olehnya kita bersyukur kalau saat ini sebagai gereja Tuhan kita boleh memasuki usia ke 82 GMIM bersinode. Itu semua karena kita selalu tekun, setia dan tidak pernah berhenti dalam memberitakan amanat Yesus Kristus yaitu Injil bagi semua orang. Kita dikaruniakan alam yang indah dan subur tercu-rahkan dengan segala berkat berkelimpahan bagai hujan yang turun sehingga kita tidak pernah berkekurangan. Kita menikmati tanah yang subur untuk diolah dan memberikan hasil cengkih, kopra, padi, jagung dan sebagainya.

          Tuhan mengaruniakan hikmat bagi kita untuk melihat kapan menanam, kapan menuai dan lebih daripada itu pekerjaan Allah yang melakukan segala sesuatu dalam berbagai kerja dan karya kita semua.

          Hari esok bagi kita adalah rahasia yang ada dalam tangan Tuhan, ibarat kita ‘tidak mengetahui jalan angin dan tulang-tulang dalam rahim seorang perempuan, kita tidak mengetahui pekerjaan Allah yg melakukan segala sesuatu’ (ayat 5b). Olehnya mari kita selalu giat bekerja dan berkarya selagi kita masih diberi kekuatan dan kesempatan, janganlah memberi istirahat kepada tanganmu, sebagaimana yang dikatakan peng-khotbah. Selagi kita menikmati sinar mentari sebagai tanda bahwa kita masih diberi harapan baru dengan kehidupan baru apalagi karunia panjang umur dan sukacita. Hendaklah sebagai warga GMIM kita memiliki kebanggaan dan terus berkarya sampai dimana Tuhan berkenan untuk kita hidup. 

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:       

  1. Apa yang saudara pahami tentang waktu, kerja dan umur panjang menurut bacaan perikop ini?
  2. Bagaimana melayani Tuhan melalui profesi kerja kita? 

POKOK-POKOK DOA:

  • Syukur menyambut HUT ke 82 GMIM bersinode dengan berbagai kegiatannya.
  • GMIM dengan Visi Gereja yang Kudus, Am dan Rasuli semakin diberkati.
  • Berkat Tuhan dalam pelaksanaan pelayanan GMIM di semua aras.

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: HARI MINGGU BENTUK II 

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:

Kemuliaan Bagi Allah: NNBT No. 4 Naikkan Doa Pada Allah Sesudah Doa Penyembahan: NNBT No. 13 Allah Bapa yang Kumuliakan

Sesudah Pengakuan Dosa: NNBT No. 32 Dunia S’makin Berkabut

Janji Anugerah Allah: NNBT No. 9 Kuakan Selalu Bersyukur

Sesudah Puji-pujian: NNBT No.1 Pujilah Dia, Pujilah Dia

Sesudah Pembacaan Alkitab: NKB No. 116 Siapa yang Berpegang

Sesudah Pengakuan Iman: KJ No. 280 Aku Percaya

Persembahan:  NKB No. 26 Tuhan Memanggilmu

Nyanyian Penutup: NNBT No. 35 Tuhan Kau Gembala yang Baik

ATRIBUT:

Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here