TEMA BULANAN:“Terang Yesus Kristus Bagi Bangsa”
TEMA MINGGUAN:“Tidak Ada yang Tersembunyi”
Bahan Alkitab : Mikha 7:7-8; 1Korintus 4:1-5

ALASAN PEMILIHAN TEMA

Kemajuan zaman merupakan hasil dari upaya berpikir dan aktifitas berjuang secara terstruktur dengan membuka selebar-lebarnya kemungkinan baru. Bahkan sesuatu yang “baru “terus terjadi sebagai tanda bergulirnya zaman dengan segala tam-pilannya orang heran kalau keadaan dunia dari zaman ke zaman dengan segala tampilannya orang menyebutnya sebagai era transparansi. Segala sesuatu yang bersentuhan dengan kepen-tingan dan kebutuhan manusia disegala bidang diadakan dan serba ada.

Ilmu pengetahuan membuat dunia seolah-olah hanya seperti sebuah kampung untuk mengetahui segala sesuatu dengan cepat. Teknologi menjadikan dunia seakan-akan bisa dikendalikan dengan satu tangan saja. Dengan menggunakan satelit maka apapun diketahui. “dari bumi sampai luar angkasa, negara sampai dunia, perorangan sampai kampung”. Demikian juga dengan perilaku dan dampak dari perilaku manusia dewasa ini. Setiap hari media cetak dan elektronik menyajikan berita secara langsung yang baik dan yang jahat sehingga moralitas pribadi dan bangsapun tersaji dan menjadi konsumsi umum.

Kita pun patut bangga dengan bergulirnya zaman dengan segala kemajuannya. Tetapi kta juga harus tahu bahwa tidak ada yang dapat melebihi pengetahuan TUHAN. Dalam Maz. 139 Daud berucap “TUHAN Engkau menyelidiki dan mengenal aku: Engkau mengetahui kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. Sebab sebelum lidahku menge-luarkan perkataan, sesungguhnya semuanya telah Kau ketahui ya TUHAN”.

Tidak dapat dipungkiri bahwa perilaku manusia seakan-akan tidak terkontrol lagi sehingga tidak sedikit orang yang bangga dengan apa yang dilakukannya walaupun dia tahu itu salah. Dan masih banyak orang yang tidak berani melakukan sesuatu yang benar dengan pertimbangan-pertimbangan resiko masa depan. Karena itu zaman sekarang digambarkan sebagai panggung sandiwara dengan cara-cara hidup yang tidak dapat dipertang-gungjawabkan, yang merasa nyaman dengan sikap hidup.

Karena itu tema tidak ada yang tersembunyi dianggap sebagai suatu penegasan bahwa TUHAN berkuasa atas segala ssuatu dan tidak ada yang dapat membatasi terselenggaranya kehendak dan maksud-Nya bagi manusia dan Dunia.

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Kitab Mikha mengisahkan tentang prilaku buruk yang mendominasi umat TUHAN di Samaria dan Yerusalem. Degradasi bahkan dekadensi moral tersaji tiap hari disegala bidang. Pemandangan yang sangat mengerikan bagi nabi Mikha dan membuat kecewa dan sakit karena keadaan ini.

Bagaimana tidak kepalsuan, kemunafikan, ketidakjujuran terus digemari umat TUHAN tiap-tiap hari.

Nabi Mikha menggambarkan bahwa keadaanya seperti orang yang sedang berusaha mengumpulkan panen saat terjadi gagal panen (7:1).

Kekecewaan yang dirasakan oleh Nabi Mikha sudah sampai ke tingkat depresi. Depresi adalah gangguan kejiwaan yang disebabkan oleh perasaan tertekan yang terus-menerus. Sebab situasi yang dihadapi nabi Mikha adalah karena orang saleh dan jujur sudah tidak bisa ditemukan, yang ada hanyalah pembunuh atau penjahat. Para pejabat dan juga hakim bisa disuap sehingga mereka bisa membuat keputusan seenaknya dengan memutarbalikkan hukum. Orang baikpun adalah orang yang paling berbahaya. Tidak ada teman (bahkan keluarga) yang dapat dipercaya, tidak mengherankan bila berada dalam “kegelapan” semacam itu membuat nabi Mikha merasa “depresi”. Syukur bahwa keadaan “depresi” itu tidak membuat-nya kehilangan iman. Dia tidak tenggelam dalam perasaan “depresi” melainkan ia mengharapkan pertolongan TUHAN.

Nabi Mikha meyakini bahwa segala sesuatu TUHAN tahu dan bahwa segala perbuatan umat-Nya sangat dibenci-Nya. Tetapi ia memiliki pengharapan tentang situasi dan keadaan yang akan diubahkan TUHAN lewat suatu pertobatan umat untuk menjadi pulih dan sembuh dari penyakit dosa mereka.

Selanjutnya dalam kitab 1 Korintus ini, keberagaman adalah warna-warni hidup di kota Korintus. Tetapi keberagaman yang kemudian mengarah pada pengkotak-kotakan dalam jemaat. Latar belakang jemaat yang berbeda-beda berdampak pada membeda-bedakan dan berpotensi pada perpecahan. Dan tidak dapat dipungkiri bahwa pengaruh genostikpun sangat terasa dampaknya. Dalam hal ini ajaran gereja dan pemberitaan injil waktu itu di lihat terlalu sederhana sehingga mudah dimengerti.

Dengan keadaan ini banyak orang terpelajar mengejar hikmat yang tinggi dengan giat sebab merasa akal dan sanubarinya kurang dipuaskan. Mereka mencari suatu hikmat yang, lebih dalam dan penuh rahasia.

Karena itu, pemikiran tentang keunggulan-keunggulan perorangan menjadi patokan dan ukuran terhadap rasul Paulus dan rekan pelayan lainnya. Dan Paulus mengoreksi pemahaman mereka tentang hal ini. Baginya, seorang hamba TUHAN adalah orang yang dipercayakan rahasia ALLAH. Seorang hamba tentu harus menjaga kepercayaan penuh yang diberikan tuannya. Bagi Paulus ini berarti setia pada injil yang telah dia terima dan beritakan. Maka bagi Paulus, pendapat orang Korintus tentang bagaimana ia menjaga kepercayaan dari ALLAH bukan merupakan hal yang utama. Apa yang penting bagi Paulus adalah penilaian ALLAH terhadap pelayanannya hingga suatu waktu kelak menerima pujian dari ALLAH.

Karena itu Paulus menghimbau orang Korintus untuk berhenti menghakimi karena sesungguhnya mereka menghakimi hanya berdasarkan apa yang di lihat, sementara pada TUHAN tidak ada yang tersembunyi, Ia mengetahui apa yang tersembunyi di dalam hati mereka atau hambanya. Dan juga tidak baik kalau merampas hak TUHAN dalam menghakimi.

Makna dan Implikasi Firman

Kemajuan zaman mendorong orang berpacu untuk kebutuhan. Hal ini memungkinkan terjadinya persaingan. Dalam rangka persaingan segala macam cara dilakukan untuk terca-painya maksud. Karena itu tersaji sifat dan perilaku yang mengabaikan dan menyepelekan kebersamaan, kasih dan per-saudaraan. Bahkan semakin menonjol dan dianggap biasa, saling fitnah dan saling menjatuhkan. Banyak pribadi yang merasa hebat dan tidak menerima keunggulan orang lain sehingga menjelekkan yang lain dan dianggap sebagai kekuatan untuk menghancurkan orang lain,

Banyak orang yang sepertinya memisahkan iman dan moral. Memandang bahwa apa yang disebut iman itu segalanya dan tidak bersangkut paut dengan moralitas.

Biar bobrok moral yang penting rajin. Biar bobrok moral yang penting status pemimpin. Biar bobrok moral yang penting Kristen setia beribadah. Identitas dijadikan segala-galanya. Menyebut sebagai warga gereja, sebagai orang percaya, sebagai pengikut Kristus, sebagai pemimpin dan pelayan. Padahal dipundak mereka yang punya status itu terdapat beban yang tidak ringan untuk dipikul dan ditunaikan.

Banyak orang yang telah berada pada kebanggaan dari statusnya. Kita di pilih di sebut umat TUHAN, disendirikan, semua itu dengan maksud untuk menjadi pelopor kebenaran, keadilan, kejujuran, dan saksi tentang kuasa TUHAN bagi orang lain. Tetapi sayangnua status itu tidak berlanjut pada kehidupan moralitasnya. Sehingga masih ada pelayan khusus yang suka menjelekkan pelayan lain. Masih ada penatua yang berpikir lebih tinggi statusnya dari syamas sehingga dia yang lebih berhak mengatur termasuk mengatur syamas.

Sesungguhnya kedatangan Yesus ke dunia bermakna pada kerendahan, artinya dari tempat tinggi rela turun ke dunia  demi manusia berdosa. Ia tidak mementingkan diri-Nya tetapi segala yang dilakukan untuk kepentingan manusia yaitu KESELAMATAN MANUSIA. Ia melakukan semua itu karena Ia mengasihi manusia dan kasih-Nya tidak hanya untuk seseorang atau sekelompok orang, melainkan untuk semua orang atau dunia tanpa dibatasi. Sebab sesungguhnya YESUS KRISTUS adalah TUHAN kita dan TUHAN dunia, dan dihadapan-Nya tidak ada yang tersembunyi. Suatu saat kita akan memper-tanggung jawabkan apa yang kita lakukan.

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:

  1. Apakah realitas yang mendapat peringatan baik dalam Mikha 7:7-8 dan 1 Korintus 4:1-5, sama dengan realitas yang dihadapi dalam pelayanan GMIM saat ini ? jelaskan dan berikan contoh!
  2. Menurut saudara, bagaimana kita memahami dan meresponi tindakan TUHAN ALLAH sebagai Hakim dan Terang!
  3. Sebagai gereja, upaya-upaya apakah yang dapat kita lakukan untuk mewujudkan sebuah perubahan perilaku, orang percaya secara transparan dan bertanggung jawab? 

NAS PEMBIMBINGMazmur 139:1-4

POKOK-POKOK DOA:

  • Bersyukur kepada TUHAN,karena firman-Nya hari ini.
  • Sebagai gereja, supaya dapat memiliki keberanian menyam-paikan maksud ALLAH dalam kondisi apapun.
  • Mendoakan supaya setiap orang tidak menghakimi orang lain.
  • Supaya gereja-Nya dapat menjadi terang dan bercahaya di dalam kegelapan dunia.

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN : HARI MINGGU ADVEN III 

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:

Persiapan : KJ. No.85 Kusongsong Bagaimana

Tahbisan & Salam: KJ No. 84 Ya Yesus, Dikau Kurindukan

Ses Nas Pemb/Nyanyian Masuk: Selidiklah

Hukum Tuhan: KJ No. KJ No.38 T’lah Kutemukan Dasar Kuat

Pengakuan Dosa & Pemberitaan Anugerah Allah: Tak Tersembunyi Kuasa Allah

Ses Khotbah : DSL 109 Api Maha Tuhan

Persembahan : KJ No.416 Tersembunyi Ujung Jalan

Penutup : KJ. No. 120 Hai Siarkan Di Gunung 

ATRIBUT:

Warna dasar biru muda dengan simbol empat buah lilin berwarna unggu.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top