MTPJ 14-20 Oktober 2012

0
1303

DOA YANG MEMPERSATUKAN

Tema Bulanan  : Kebersamaan Bergeraja
Bahan Alkitab : Yohanes 17:1-26

ALASAN PEMILIHAN TEMA
Doa yang mempersatukan telah menjadi refleksi teologi tentang pergumulan gereja masa kini yang sering kali hidup dalam berbagai perpecahan. Sikap yang cenderung menganggap diri lebih baik dan lebih benar dari yang lain sering menjadi pemicu berbagai persoalan gereja-gereja masa kini. Penilaian sepihak sering membuat gereja terkotak-kotak ditambah lagi gereja yang sering diperalat untuk pencapaian suatu kepentingan politik tertentu maka pada akhirnya gereja mulai kehilangan jati dirinya sebagai Terang dan Garam Dunia.
Doa Yesus seharusnya menjadi inspirasi Gereja-gereja masa kini untuk kembali pada tugas dan panggilannya. Gereja harus kembali bersatu dimana Yesus menjadi kepala dari persekutuan hidup orang percaya. Gereja harus belajar dari keteladanan Yesus untuk hidup bersama, melayani bersama, berdoa bersama supaya segala bentuk perbedaan mampu dihargai dan dihormati sehingga apa yang menjadi kerinduan Yesus untuk kesatuan orang hidup orang-orang percaya bersama bapa di sorga dapat terjadi.

PEMBAHASAN TEMATIS
# Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)
Injil Yohanes sering disebutkan sebagai hasil Refleksi Teologi dan Apologetik Kontemporer dari penulis tentang misi Yesus, sehingga Injil Yohanes dapat dilihat sebagai ringkasan sejarah dalam menggambarkan Yesus secara Teologis yang bertujuan untuk memperkenalkan Yesus sebagai Anak Allah dan sebagai Mesias yang dijanjikan dan dinantikan itu. Injil Yohanes adalah suatu bentuk penafsiran teologi abad ke-2 di tahun 70M-100M dengan banyak dipengaruhi oleh pemikiran Helennis dan Yahudi. Pasca kehancuran kota Yerusalem oleh pemerintah Roma.
Yohanes 17:1-26 menampilkan Yesus sebagai sosok yang sedang berdoa. Secara keseluruhan pokok yang didoakan Tuhan Yesus terbagi dalam 3 hal yakni: Pertama: Permohonan Yesus untuk dimuliakan. Pada bagian ini doa Yesus lebih melukiskan tentang pengakuan Yesus kepada Allah sebagai Bapa di sorga dan juga berisi permohonan kepada Bapa agar dirinya dipermuliakan sebagai Anak. Permohonan Yesus untuk dipermuliakan bukan mengarah pada suatu jabatan, atau kedudukan, tapi dalam rangka memperkenalkan Allah sebagai Bapa, sreta untuk memberi hidup yang kekal bagi orang percaya. Permohonan Yesus juga dapat diartikan sebagai bentuk penyerahan dirinya sebagai Anak kepada Bapa. Permohonan Yesus ini dapat berarti juga sebagai kelengkapan dalam melaksanakan pelayanan-Nya. Yesus telah dikenal di tengah dunia ini, tapi Yesus tidak pernah memanfaatkannya sebagai suatu kesempatan untuk memuliakan diri-Nya walaupun kesempatan itu ada, malah sebaliknya permohonan Yesus telah menjadi gambaran tentang suatu bentuk ketaatan Anak terhadap Allah Bapa di sorga.
Kedua: Permohonan Yesus untuk murid-murid-Nya. Pokok Doa Yesus saat ini lebih terarah pada keberadaan hidup murid-murid dengan segala pergumulan mereka. Doa Yesus juga berisi penjelasan tentang hubungan murid-murid dengan Yesus maupun dengan Allah. Yesus mengungkapkan bahwa murid-murid adalah milik-Nya dan itu berarti mereka juga milik Allah. Kepemilikan terhadap murid-murid didasarkan pada pengakuan percaya mereka baik kepada Yesus maupun kepada Allah. Doa Yesus ini juga berisi kerinduan-Nya agar murid-murid mengalami suatu keadaan yang penuh sukacita dan damai sejahtera sebagaimana kehidupan di sorga. Yesus tahu bahwa semua harapan tersebut bisa menjadi kenyataan jika Allah Bapa di sorga memberikan itu kepada murid-murid dalam bentuk pemeliharaan, perlindungan, penjagaan, pengudusan dalam hidup mereka. Allah Bapa di sorga pada akhirnya menjadi kunci dari keberhasilan murid-murid menjalani hidupnya. Ketergantungan kepada Allah ternyata merupakan sesuatu yang tidak boleh dilupakan oleh murid-murid Tuhan Yesus Kristus.
Ketiga: Permohonan Yesus untuk kesatuan orang percaya. Permohonan Yesus ini lebih bersifat umum atau lebih oikumenis sebab pokok doa-Nya banyak menunjuk kepada orang percaya (ayat20). Orang percaya yang dimaksud bukan hanya pada murid-murid-Nya tapi kepada semua orang yang telah mengakui dan menerima Yesus sebagai Anak Allah. Yesus berdoa agar semua orang percaya hidup dalam kesatuan. Dalam doa Yesus ini tersirat suatu keinginan kuat agar suasana hidup yang rukun, damai, suka cita di sorga boleh menjadi bagian hidup orang-orang percaya di dunia ini. Dengan demikian umat akan merasakan bagaimana hidup bersama Yesus dan Bapa di sorga. Luar biasa doa Yesus ini sebagai bentuk kecintaan-Nya kepada orang-orang percaya agar menjadi persekutuan yang utuh bersama Allah Bapa di sorga dan itulah yang disebut-Nya sebagai suatu kesempurnaan, sehingga dapat dikatakan doa Yesus selain untuk meminta kesatuan umat tapi juga meminta kesempurnaan hidup orang percaya bersama Allah di sorga.

# Makna dan Implikasi Firman
Yesus adalah benar Anak Allah dan Yesus juga benar Mesias yang dijanjikan itu telah menjadi pengakuan iman gerejadi segala abad. Gereja yang adalah implementasi dari tubuh Kristus sangat perlu untuk turut mengingat-ingatkan kepada warga gereja tentang pengakuan iman ini. Pengakuaniman ini sangat penting dilakukan oleh gereja guna mengantisipasi begitu banyak ajaran-ajaran yang ditawarkan yang tak jarang menyesatkan sebagaimana terjadi di daerah kita saat ini. Kebebasan dalam beribadah khususnya di Sulawesi Utara, secara tak langsung menjadi penyebab terbentuknya suatu persekutuan umat Tuhan yang baru. Gereja-gereja barupun berdiri seperti jamur di waktu hujan. Di satu sisi itu merupakan hal yang positif tapi di sisi lain itu menciptakan kompetisi baru di antara gereja-gereja yang ada. Berbagai cara pun dipakai dalam rangka menunjukkan eksisnya suatu gereja tertentu tak jarang dengan cara-cara yang tidak imani. Perpecahan dalam tubuh gereja sering menjadi hal yang biasa sebagai akumulasi dari ketatnya persaingan di dalam gereja tersebut. Bahkan lebih para lagi gereja sudah mulai dilihat sebagai ruang bisnis yang menggiurkan tak jarang mulai diukur dengan uang bahkan lebih para lagi mulai dikomersilkan seperti ada di beberapa tempat pelayanan doa mulai dipasang tarif. Pelayanan gereja sering mulai diplesetkan dengan tujuan-tujuan yang bukan untuk kepentingan pelayanan bersama tapi telah bergeser pada kepentingan pribadi/kelompok tertentu.
Doa Yesus seakan menyadarkan kita sebagai orang percaya untuk kembali mengevaluasi pelayanan kita. Apakah pelayanan kita itu masih memuliakan Bapa di sorga seperti Yesus memuliakannya. Atau jangan-jangan pelayanan gereja mulai memuliakan diri kita sendiri. Ada begitu banyak persoalan di tengah-tengah gereja seringkali dipicu karena kepentingan pribadi ataupun kelompok. Pelayanan bukan dilihat untuk Allah di sorga tapi mulai dilihat untuk diri sendiri dan kelompok tertentu. Doa Yesus telah menjadi pesan penting bagi gereja-gereja untuk bersama-sama mewujudkan satu persekutuan yang rukun dan damai.
Doa Yesus seakan mengingatkan kita tentang tri tugas gereja yaitu bersaksi, bersekutu dan melayani. Sudah saatnya gereja-gereja berbenah diri untuk memantapkan lagi misi pelayanan menjadi Terang dan Garam dunia. Gereja harus bersatu untuk menghadapi berbagai masalah di tengah dunia ini. Isu global warming, trafiking, penanggulangan bencana alam, perekonomian, terorisme, politik, ketidakadilan, HAM, mafia hukum mengharuskan gereja untuk sama-sama berpartisipasiguna mencari jalan keluar yang dapat menyelamatkan umat Tuhan. Tentu tiap-tiap gereja memperhatikan identitas masing-masing. Doa Yesus mengharuskan supaya segala bentuk perbedaan di antara gereja jangan dipertentangkan tapi mulai dilihat sebagai kekayaan gereja yang harus dihargai dan dihormati sehingga gereja dapat bersatu di tengah berbagai perbedaan dimana Yesus menjadi Kepala bagi gereja itu sendiri.

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Apakah yang menjadi pokok doa Yesus untuk orang-orang percaya?
  2. Jelaskanlah hal-hal yang seringkali menjadi pemicu berbagai persoalan dalam persekutuan gereja!
  3. Ciri-ciri persekutuan gereja yang bagaimanakah yang menjadi impian orang percaya saat ini?

 
POKOK-POKOK DOA

  1. Keutuhan bangsa Indonesia
  2. Bersatunya Gereja-gereja dalam Tubuh Kristus, dalam gerakan oikumenis, “ut omnes unum sint”.
  3. Kekuatan Iman umat Tuhan.

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: Hari Minggu Bentuk II

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here