TEMA BULANAN : “Penderitaan Kristiani Dalam Solidaritas Dengan Sesama Anak Bangsa”
TEMA MINGGUAN : “Mengubah Penderitaan Menjadi Berita Sukacita”
Bahan Alkitab: Yeremia 15 :18-21; Ibrani 9:23-28
ALASAN PEMILIHAN TEMA
Manusia hidup tidaklah sepi dari berbagai penderitaan. Bahkan tidak jarang penderitaan yang dialami silih berganti sepertinya tak berkesudahan. Dalam realita, penderitaan yang mendera manusia berakibat pada tekanan fisik psikis dan spritual. Ambil contoh dengan kondisi penderitaan yang dialami oleh sesama anak bangsa yang menonjol di tahun 2014, yaitu bencana alam: banjir, tanah longsor dan gunung yang menyemburkan abu vulkanik dan terakhir musibah sebuah pesawat terbang, dalam penerbangan dari Surabaya ke Singapore yang kehilangan kontak dan tercebur di laut, menenggelamkan semua penumpang dalam pesawat. Kenyataan yang dialami oleh saudara-saudara kita karena peristiwa bencana alam secara fisik. Kondisi yang dialami itu tidak saja berdampak pada fisik tetapi lebih dari itu, sebab ada ahli yang mengatakan : ”Sebenarnya tidak ada penyakit sebagai penyakit, yang ada manusia yang sakit”. Oleh sebab itu tekanan fisik berdampak pula pada psikis, yaitu depresi, stres yang sangat menekan lubuk hati yang dalam. Kondisi ini sangat dirasakan oleh keluarga korban musibah pesawat . Tekanan pada spritual umumnya dirasakan oleh mereka yang mengalami bencana alam maupun musibah termasuk karena kehilangan anggota keluarga. Pendek kata hidup terasa ”kosong, hampa” dan menganggap tidak berarti. Karena dampak dari penderitaan itu tidaklah menyenang-kan, maka manusia berupaya untuk menghindarinya. Dan kalaupun penderitaan harus datang menimpa seperti korban bencana alam maupun musibah, maka dalam realita memunculkan keprihatinan dari sesama untuk membantu sesuai kebutuhan. Keprihatinan ini paling kurang dapat mengubah penderitaan kepada sukacita, sebab adanya tindakan nyata sebagai rasa sepenanggungan. Perubahan ini dapatlah teralami jika rasa sepenanggungan dilandasi oleh panggilan iman, sebab dalam keyakinan orang Kristen, bahwa penderitaan itu tak selamanya berlangsung, tetapi ada saatnya penderitaan berubah menjadi sukacita. Dalam konteks itulah, dilandasi oleh bahan belajar Firman, maka diangkatlah tema di Minggu Sengsara IV ini ”Mengubah Penderitaan Menjadi Sukacita”
PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)
Nabi yang menderita adalah sebutan yang pantas diucapkan untuk Yeremia. Yeremia yang lahir di Anatot, anak dari seorang imam yang bernama Hilkia. Ia dipilih oleh Allah menjadi seorang nabi ketika ia masih muda (627 sM). Nabi Yeremia melayani di Yehuda saat keadaan bangsa Yehuda mengalami kemerosotan. Keadaan bangsa Yehuda pada masa pelayanan Yeremia penuh dengan ketidakadilan, penindasan, dan bermacam-macam bentuk penyembahan berhala yang membuat Allah murka pada bangsa tersebut.
Dalam panggilannya, Nabi Yeremia mendapat tugas yang demikian berat tapi mulia dari Allah, yaitu sebagai “penyambung lidah Allah” untuk menegor, membongkar dan memperbaharui pola kehidupan dan keimanan bangsa Yehuda. Namun kenyataannya, begitu berat penderitaan yang dihadapi oleh Yeremia, sebab banyak sekali orang-orang dari bangsa Yehuda yang tidak suka dan berusaha mengancam hidup nabi Yeremia, karena ia menegor dan mengkritik kehidupan bangsa Yehuda. Akibat penderitaaan karena ditolak oleh bangsa Yehuda, Yeremia pun merasa seolah-olah Tuhan meninggalkan dia dan menurut dia, ini tidak adil. Suasana bathin nabi terungkap pada ayat 18 “mengapakah penderitaanku tidak berkesudahan, dan lukaku sangat payah, sukar disembuhkan? Sungguh, Engkau seperti sungai yang curang bagiku, air yang tidak dapat dipercayai”(ayat 18).
Akankah penderitaan Nabi Yeremia terus berlanjut? Dalam ayat 19-21 memberi jawaban bahwa panggilan pelayanan nabi dibaharui kembali oleh Tuhan sendiri. Ini menegaskan bahwa Allah tidak membiarkan orang yang dipilih-Nya dan Allah juga menyatakan pembelaan kepada orang yang dipakai-Nya. Ayat 20 mengatakan “…mereka akan memerangi engkau, tetapi tidak akan mengalahkan engkau, sebab Aku menyertai engkau untuk menyelamatkan dan melepaskan engkau…”.
Dalam Ibrani 9:23-28, semua penderitaan akibat dosa diselesaikan oleh satu kali pengorbanan Yesus Kritus. Keberadaan Yesus Kristus yang begitu tinggi dan begitu mulia, ternyata Dia adalah Anak Allah yang bersedia merendahkan diri-Nya begitu rupa karena cinta-Nya kepada manusia. Yesus Kristus bersedia menjadi Imam. Tugas imam adalah menjadi penghubung, menjadi perantara manusia dengan Allah. Dia mewakili manusia di hadapan Allah dan mewakili Allah di hadapan manusia. Adapun Yesus Kristus, Ia melakukan lebih dari tugas seorang imam, Ia tidak hanya menjadi imam yang membawakan kurban kepada Allah, tetapi sekaligus yang menyediakan dirinya sendiri sebagai kurban untuk keselamatan manusia.
Sekarang, sebagai umat Tuhan yang percaya pada Yesus Kristus, sesungguhnya kita juga sedang mengalami berkat keselamatan itu. Namun keselamatan secara paripurna akan menjadi nyata saat Kristus datang untuk kali yang kedua (ayat 28). Hal ini bermakna, baik orang kristen di zaman penulis Ibrani maupun orang kristen masa kini, percaya bahwa hari akhir itu akan menjadi hari pembebasan yang penuh. Kita masih bisa mengalami penderitaan di masa sekarang, tetapi itu tidak akan terjadi untuk selama-lamanya.Di masa akhir itu, yang percaya kepadaNya akan dibebaskan dari penderitaan dan akan mengalami kesukacitaan bersama Dia.
Makna dan Implikasi Firman
- Dalam kehidupan ini, kita pasti pernah, sedang dan akan mengalami kemungkinan penderitaaan. Penderitaan adalah suatu realitas yang tidak bisa kita hindari selain daripada kita menerimanya. Berbagai bentuk pen-deritaan yang seringkali mewarnai kehidupan kita sekarang ini dapat disimpulkan pada tiga jenis penderitaan : penderitaan secara fisik (sakit penyakit, musibah, bencana alam, dll), penderitaan akibat tertekan secara psikis (stres dan depresi, dll) dan penderitaan karena merana secara spiritual (takut pada kematian,perasaan yang ‘kosong’ atau mengganggap hidup kurang berarti, dll)
- Berefleksi dari penderitaan Yeremia, siapapun orangnya dapat mengalami penderitaan. Orang baik atau orang beriman seperti Yeremia yang setia pada panggilan pelayanan pun tidak luput dari penderitaan. Perbedaanya adalah orang beriman akan ‘tegak berdiri’ atau kuat menghadapi penderitaan bukan kerena kehebatan dan kekuatannya, tetapi seperti Yeremia, Tuhan sendiri yang membaharuinya serta memberi kesanggupan kepadaNya untuk menghadapi penderitaan. Pemazmur berkata “Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab Tuhan menopang tanganNya” (Mazmur 37:23-24).
- Di dalam Yesus Kristus, hidup orang beriman sudah diperdamaikan dengan Allah, dengan sesama dan dengan diri sendiri. Dalam pemahaman ini, apa pun penderitaan yang akan terjadi tidak akan pernah membuat orang beriman merana dan tidak berdaya. Kalaupun sekarang ini kita tetap berjuang dengan penderitaan, maka ingatlah bahwa ada saat akan tiba di mana kita dibebaskan dari penderitaan dan akan menerima sukacita bersama Dia secara penuh.
PERTANYAAN DISKUSI
- Sebutkan penderitaan yang dialami oleh nabi Yeremia?
- Apakah ada kesejajaran antara penderitaan yang dialami oleh Yeremia dengan penderitaan yang dialami oleh orang kristen masa kini?
- Bagaimana sikap iman kita terhadap penderitaan berdasarkan dua bacaan Alkitab saat ini dan pemaknaannya bagi kita masa kini ?
NAS PEMBIMBING : Mazmur 37:23-24
POKOK-POKOK DOA
- Sesama yang mengalami penderitaan karena bencana alam dan musibah, agar tidak larut dalam penderitaan dan kesusahan, melainkan bangkit untuk menggapai harapan untuk hidup baru?.
- Pemerintah dan gereja untuk terus menerus mewujudkan tindakan rasa sepenanggungan, agar mereka yang mengalami berbagai bentuk penderitaan kembali bangkit dan meraih sukacita.
TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: HARI MINGGU SENGSARA IV
NYANYIAN YANG DIUSULKAN:
Persiapan : “Atas Bukit Yang Jauh”
Nyanyian Masuk/Ses Nas Pembimbing: “Tuhan Menetapkan Langkah-Langkah Orang”
Sesudah pengakuan Dosa : KJ. No. 312a “Anak Domba Allah”
Sesudah Pemberitaan Anugerah Allah : KJ. 178:1,2 “Kar’na KasihNya Padaku”
Ajakan Untuk Mengikuti Yesus : DSL 99 “Pikul Salib ”
Sesudah Pembacaan Alkitab : NNBT. No. 32 “Dunia Smakin Berkabut”
Persembahan : NKB. No.84:1-4 “Kub’rikan Bagimu Tubuhku, Darahku”
Nyanyian Penutup: NNBT No. 29 “Apakah Yang T’lah Engkau Lakukan”
ATRIBUT YANG DIGUNAKAN:
Warna dasar ungu dengan simbol XP (Khi-Rho), cawan pengucapan, salib dan mahkota duri.
berserulah dan lakukanlah
Tuhan itu baik kepada semua orang….