MTPJ 15 – 21 Mei 2016 Pentakosta 1

0
5338

TEMA BULANAN: “Diutus Untuk Membebaskan”
TEMA MINGGUAN: “Kuasa Yang Menghidupkan”
Bahan Alkitab : Roma 8 : 1 – 17
ALASAN PEMILIHAN TEMA

Di tengah kehidupan masyarakat majemuk kita mengalami pelbagai persoalan, diantaranya: kemiskinan, ketidakadilan, radi-kalisme dan kerusakan lingkungan. Di dalamnya Gereja hidup dan terpanggil untuk menanggulangi persoalan-persoalan terse-but. Di situasi  seperti ini ada banyak manusia yang hidup tapi sesungguhnya “tidak hidup” karena hidup dalam kekuatiran, ketakutan, dan tanpa pengharapan. Oleh karena itu manusia membutuhkan “kuasa yang menghidupkan”.

Perayaan hari Pentakosta, mengingatkan kita tentang kar-ya keselamatan Yesus Kristus yang menghidupkan. Oleh karya Roh Kudus yang dicurahkan dan berdiam di dalam diri orang percaya, maka pembebasan atau kemerdekaan dari kuasa dosa dan maut boleh dinikmati. Manusia diberi kehidupan baru supaya berkenan kepada Allah di masa kini dan juga jaminan kehidupan kekal dalam kemuliaan bersama dengan Kristus nanti. Oleh kuasa Roh Kudus, manusia dibimbing pada keya-kinan akan pemeliharaan Allah sebagai Bapa yang baik, mem-beri kehidupan bagi anak-anakNya.

Kuasa Roh Kudus yang menghidupkan ini adalah kuasa yang diberikan kepada Gereja dalam menjalankan amanat agung Tuhan Yesus di dunia ini.

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Rasul Paulus memperlihatkan kehidupan baru orang per-caya di dalam Roh dan hubungannya dengan karya Kristus. Kata “sekarang” (ay 1) menunjuk pada zaman sesudah kematian dan kebangkitan Kristus yakni suatu zaman baru dalam sejarah keselamatan. Di zaman baru ini, penghukuman karena dosa tidak berlaku lagi bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus karena telah yang menjadi satu dengan kematian dan kebangkitan-Nya.

Menurut Alkitab dosa berarti maut (Roma 6:23) sebab dosa merusak hidupnya dan akhirnya ia harus mengalami hukuman Allah.

Bagi orang Yahudi di Roma, Taurat adalah jalan kebenaran yang memberi masa depan dan menyelamatkan, tetapi di dalam Yesus Kristus hukum Taurat itu tiada berarti karena sesung-guhnya hukum Taurat tidak menyelamatkan. Manusia dimer-dekakan oleh Roh Kudus yang bekerja dalam kehidupan orang percaya untuk menguatkan dan membebaskan mereka dari kuasa dosa sehingga mampu menjalani hidup yang menyenang-kan Allah. Kemerdekaan itu berlangsung melalui kematian Yesus yang telah menjadi alat pendamaian. Yesus datang dalam daging atau dalam keadaan yang sama dengan manusia ber-dosa, untuk mengalahkan kuasa dosa. Ia mengalami hukuman dosa sebagai ganti manusia dan dengannya memerdekakan manusia. Hukuman yang oleh Hukum Taurat dikenakkan kepada tiap-tiap orang berdosa ditanggung oleh Yesus. Dengan itu maka dosa kehilangan kuasanya atas manusia.

Selanjutnya, dalam ayat 5-9 Paulus menjelaskan tentang hidup yang dipimpin oleh Roh dan mempertentangkannya dengan hidup menurut daging. Orang yang hidup menurut daging memikirkan hal-hal yang dari daging. Seluruh perhatian diarahkan pada hal yang jahat dan berpusat pada keinginan di luar Kristus. Sebaliknya memikirkan hal-hal yang dari Roh ialah mengikhtiarkan dan mengejar apa yang dikehendaki oleh Roh dan menyenangkan Allah. Orang yang dipimpin Roh senantiasa ingin memusatkan pikiran dan perbuatan mereka pada hal-hal yang bersifat rohani.

Kedua cara hidup ini menuju pada arah yang berbeda. Kehidupan yang dikuasai oleh keinginan manusia yang berdosa menuju pada maut sedangkan yang dipimpin oleh Roh, ber-pusat pada Kristus yang menuju kepada hidup dan damai sejahtera. Adanya dosa di dalam dunia mengakibatkan kematian tetapi manusia yang dikuasai Roh yang hatinya tinggal di dalam Kristus, biarpun mati, ia akan dibangkitkan kembali. Kehadiran Roh dalam diri orang percaya, yakni Roh yang membangkitkan Kristus dari kematian, merupakan jaminan bagi orang percaya akan dibangkitkan-Nya (ay 11).

Oleh karena itu, mulai ayat 12, jemaat Roma dinasihatkan agar tidak hidup menurut keinginan daging yang berakibat maut, tetapi memberi hidupnya dipimpin oleh Roh. Semua orang yang dipimpin Roh Allah adalah Anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: “ya Abba, ya Bapa” dan pada saat itu Roh itu bersaksi bersama-sama roh orang percaya, bahwa ia adalah anak Allah. Kehadiran Roh itulah yang memberi jaminan kedudukan seba-gai anak Allah, sebab Roh itu bukan roh perbudakan, melainkan “Roh pengangkatan menjadi anak”yang menyebabkan hidup dekat dengan Allah dan menikmati kasih dan pemeliharaan-Nya.

Dalam kedudukan sebagai anak orang percaya juga men-jadi ahli waris Allah. Sebagaimana seorang ayah mewariskan seluruh miliknya kepada anak-anaknya begitu pula Allah mewa-riskan milik-Nya sendiri yaitu kemuliaan-Nya kepada anak-anak-Nya. Kalimat “yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus” (ay 17), terletak dasar kepastian dari pengharapan itu, bahwa orang percaya diterima oleh Allah menjadi anak dan ahli waris karena kematian dan kebangkitan Kristus. Jika kita men-derita bersama-sama dengan Kristus kita juga akan dipermulia-kan bersama dengan-Nya. Dengan demikian maka orang percaya pasti akan menerima kemuliaan Allah Bapa bersama dengan Kristus karena telah menjadi satu dengan Dia.

Makna dan Implikasi Firman

  • Manusia sekarang ini banyak terbuai dengan berbagai kenikmatan dunia, seperti gaya hidup di mana ada kesenangan di situ ada keselamatan (hedonisme), gaya hidup yang konsumtif, materialistis dan “biar kalah nasi asal jangan kalah aksi” (snobisme,=senang meniru gaya orang lain tanpa malu), dan lain-lain.
  • Ternyata manusia tidak dapat selamat dan sejahtera, selain hanya hidup dalam Roh Kudus. Roh Kudus telah dianugerahkan Allah bagi umat percaya. Oleh karya Roh Kudus, maka dalam iman kepada Kristus yang mati dan bangkit manusia dimerdekakan dari kuasa dosa dan maut sehingga menerima kehidupan baru yang mendatangkan kehidupan kekal. Roh yang memerdekakan itu adalah Roh yang menghidupkan kita dalam kehidupan baru yang berkenan kepada Allah dan nantinya juga Dia akan membangkitkan atau menghidupkan kita kembali dari kematian dalam kehidupan kekal bersama dengan-Nya di dalam kemuliaan-Nya. Oleh Roh itu kita diangkat menjadi anak-anak Allah dan mendapatkan kedudukan sebagai ahli waris dari janji-janji Allah, yang akan menerima dan dipermuliakan-Nya bersama-sama dengan Kristus.
  • Umat percaya yang menerima karunia Roh Kudus sebagai kuasa yang membebaskan dan menghidupkan hendaknya menghindarkan diri dari perbuatan-perbuatan daging dan memberi diri dibimbing oleh Roh sehingga mampu menunjukan buah-buah Roh (Galatia 5 :22-23)
  • Perayaan hari ketuangan Roh Kudus kiranya memberi semangat dan kekuatan bagi Gereja untuk berkarya di tengah dunia. Sebagai Gereja yang diutus untuk “membebaskan” mereka yang hampir tenggelam “di samudera raya” kehidupan karena kemiskinan, ketidak-adilan, radikalisme dan kerusakan lingkungan. Upaya ini bisa dilakukan melalui kegiatan-kegiatan yang membang-kitkan keyakinan dan menguatkan pengharapan iman pada Kuasa yang menghidupkan itu, kepedulian sosial atau tindakan diakonal Gereja dan pemberdayaan eko-nomi warga, seruan dan teladan untuk menciptakan keadilan, serta upaya menjalin kehidupan yang rukun dan damai di tengah kepelbagaian hidup masyarakat Indonesia yang jauh dari tindakan radikalisme. 

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:       

  1. Apa yang saudara pahami tentang Roh Kudus sebagai kuasa yang menghidupkan menurut Roma 8 : 1 – 17 ?
  2. Apa yang harus dilakukan oleh Gereja untuk menghadir-kan kuasa yang menghidupkan itu di tengah kehidupan keluarga, jemaat, dan masyarakat yang bergumul dengan berbagai persoalan seperti kemiskinan, ketidakadilan, radi-kalisme dan kerusakan lingkungan ? 

NAS PEMBIMBING: 2 Korintus 13:4 

POKOK-POKOK DOA:

  • Warga Gereja yang ditimpa dengan berbagai pergumulan dan penderitaan hidup untuk boleh menikmati kuasa Roh Kudus yang menghidupkan.
  • Warga Gereja untuk mampu menunjukkan kehidupan yang dipimpin oleh Roh Kudus, sehingga mampu menjadi berkat bagi sesama manusia.
  • Para pemimpin Gereja dan Masyarakat untuk melakukan berbagai karya yang membebaskan dan menghidupkan bagi warganya dari berbagai realitas “yang mematikan” atau “yang tidak menghidupkan”.

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: HARI RAYA PENTAKOSTA 1 

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:

Persiapan: KJ No 7 Ya Tuhan Kami Puji Nama-Mu Besar

Ses. Nas Pembimbing : KJ. No. 237 Roh Kudus Tetap Teguh

Ses. Pengakuan Dosa: NNBT No.24 Kuasamu Tuhan S’lalu Kurasakan

Ses. Berita Anugerah  : NNBT No 9 Ku Akan Selalu Bersyukur

Ajakan Untuk Hidup Menurut Roh: NNBT No 24 Kuasa-Mu Tuhan Selalu Kurasakan

Pengakuan Iman: KJ No. 280 Aku Percaya

Persembahan  : KJ No. 235 Ku Dengar Berkat-Mu Turun

Nyanyian Penutup:     NNBT No 27 Ya Tuhan, Engkaulah

ATRIBUT:

Warna dasar merah dengan simbol Salib dan Lidah api.

Pentakosta-Kenaikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here