MTPJ 15 – 21 November 2015

0
5751

TEMA BULANAN: “Solidaritas Dalam Pengabdian Untuk Kebenaran”
TEMA MINGGUAN: “Kasih Karunia Allah Menumbuhkan Kebenaran”
Bahan Alkitab : Yeremia 23:4-5; Roma 5:16-19

ALASAN PEMILIHAN TEMA

Kebenaran secara harafiah berarti “keadaan yang benar atau sesuai dengan yang sesungguhnya.” Itu berarti kebenaran adalah suasana yang terukur atau ada takarannya, misalnya melalui kaidah/aturan/kebiasaan yang berlaku di tempat ter-tentu, di luar aturan itu semua akan dianggap tidak benar.

          Kita sering melihat bahwa terjadinya kekacauan dalam masyarakat antara lain terjadi karena ketidaksamaan pan-dangan tentang kebenaran itu, sebab adakalanya pengertian kebenaran itu sangat terhubung dengan kepentingan tertentu, baik pribadi maupun kelompok ditempat tertentu.

          Tema “Kasih karunia Allah menumbuhkan Kebenaran” menunjukkan bahwa “kebenaran” adalah karena “kasih karu-nia Allah.” Jadi oleh kasih karunia Allah  manusia yang tidak mampu membenarkan dirinya sendiri diberikan kemampuan untuk hidup dalam kebenaran.

          Pokok ini diangkat dan diketengahkan kepada kita, agar supaya setiap warga gereja memiliki satu persepsi (pan-dangan) teologis yang tepat dan benar bahwa kebenaran adalah kasih karunia Allah dan tidak ada seorangpun memiliki kemampuan untuk melakukan kebenaran kalau tidak dika-runiai oleh Allah. Selanjutnya setiap warga gereja terpanggil untuk hidup dalam kebenaran sebagai perwujudan kasih karunia Allah.

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Kitab Yeremia 23:4-5 berisi nubuat kedamaian setelah ia menubuatkan kecelakaan kepada keempat raja terakhir di Yehuda, yakni kepada Yoahas (Salum) Yoyakim, Yoyakhin (Konya), dan Zedekia. Isi nubuat Yeremia menyatakan TUHAN Allah menghukum orang Yehuda dan menimpakan mereka dengan kecelakaan (psl 21:8-10), tetapi kepada sisa-sisa dari orang Yehuda, yang terserak di berbagai tempat dan yang taat kepada TUHAN diberikan janji, bahwa TUHAN akan mengumpulkan dan memelihara mereka. Kepada mereka akan diberikan seorang pemimpin baru dari ketu-runan Daud (ay. 5), “tunas adil, raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran.” “Keadilan” (ibrani:= mishpat) dan “kebenaran” (Ibrani: = tsedaqah) adalah tugas yang diberikan TUHAN untuk dilakukan oleh raja (tunas adil) yang dipilih atau ditumbuhkan-Nya.

          Konteks pada waktu itu menunjuk pada situasi terbalik dari dari nubuat Yeremia, justru Zedekia yang adalah raja tidak melaksanakan tugas sesuai dengan arti namanya “Tuhan adalah keadilanku”. Oleh karena Zedekia tidak melakukan sesuai dengan kehendak TUHAN maka TUHAN menum-buhkan tunas dari keturunan Daud yang akan memerintah dengan adil dan bijaksana.

          Surat Paulus kepada Jemaat di Roma ditulis di Korintus pada waktu persiapannya untuk melakukan perjalanan ke Spanyol + tahun 55-56 M. Jemaat Kristen di Roma adalah “jemaat rumah” yang sebagian besar terdiri dari orang non-Yahudi dan ada juga orang Yahudi yang datang dari Yerusalem dan menetap di Roma (ps. 16). Tema dari Surat Roma ini ialah “Injil adalah kekuatan Allah yang menyela-matkan setiap orang percaya” (Ps. 1:16).

          Roma 5:16-19 memberikan penekanan bahwa kejatuhan manusia (Adam) ke dalam dosa adalah karena ketidaktaatan dan kemudian manusia beroleh penebusan dan pembenaran karena ketaatan Kristus. Dalam bagian ini Paulus juga merumuskan perbedaan antara Adam dan Kristus dari sudut akibat perbuatan masing-masing. Akibat dosa Adam, ialah hukuman atas seluruh keturunannya, sebaliknya karunia Kristus menghasilkan pembenaran, sehingga penghukuman dihapuskan. Itu berarti bahwa tidak ada yang dapat dibang-gakan dari perilaku manusia, termasuk perilaku kebenaran, kalau tidak dikaruniai oleh Kristus. Kematian dan kebangkitan Kristus menjadi tanda pembenaran. Artinya, bahwa kasih karunia itu diberikan dengan ‘berlimpah,’ bahasa Yunani:perisseuein/perisseia (kelimpahan), ‘huper’ (Latin/Inggris: super); kasih karunia Kristus “jauh melebihi” dosa dan pelanggaran manusia (ay. 15, 17), sehingga dengan itu manusia beroleh pembenaran untuk melakukan kebenaran.

Makna dan Implikasi Firman

Di atas telah dikemukakan bahwa oleh kasih karunia Kristus kita mendapatkan pembenaran. Hal ini harus kita terima sebagai kebenaran iman dan selanjutnya menerapkan dalam perilaku tulus untuk hidup bertumbuh dan berbuahkan kebenaran.Kehidupan seperti ini adalah kehidupan dalamketaatan, ketaatan yang dimaksud adalah sikap patuh, setia dan saleh kepada TUHAN. Orang boleh melakukan kebenaran menurut pemikirannya ataupun berdasarkan teori-teori yang didapatinya, tapi kebenaran yang sejati tumbuh dari apa yang dikaruniakan oleh kasih karunia Kristus.

          Gereja harus memperlengkapi warganya agar mereka menjadi khotbah yang hidup; berkarakter jujur, tulus, adil, tidak munafik dan mencintai kebenaran. Persoalan yang ada disekitar kita sering diakibatkan oleh cara hidup jemaat yang lebih mengutamakan kepentingannya sehingga kehidupan dalam kebenaran sepertinya telah menjadi sesuatu yang sulit dan langka untuk ditemukan. Masih adakah orang yang mau hidup jujur dan benar di tengah-tengah keinginan untuk mendapatkan uang, kedudukan dan jabatan. Seharusnya orang percaya tetap mempertahankan keteguhan imannya untuk mengabdikan diri dalam kebenaran sekalipun harus kehilangan sesuatu dengan segala konsekuensinya.

          Perilaku hidup para raja Yehuda adalah contoh yang buruk dari orang-orang yang membelakangi kasih karunia Allah dan membuka diri pada pembenaran yang diberikan oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Sedangkan Paulus memberikan penegasan tentang pembenaran adalah kasih karunia Allah. Sebagai seorang pemimpin kita harus konsisten dengan tugas yang dipercayakan kepada kita dengan mengutamakan keberpihakan kepada orang-orang yang kita pimpin atau layani. Sebab pemimpin dipilih TUHAN untuk melakukan kehendak Allah dan mensejahterakan masyarakat yang dipimpinnya.

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Apakah yang saudara pahami tentang kasih karunia dan kebenaran menurut bagian bacaan Alkitab minggu ini?
  2. Bagaimana cara hidup yang harus kita nampakkan untuk mewujudkan kebenaran?

NAS PEMBIMBING: 1 Korintus 2:12 

POKOK-POKOK DOA:

  • Penyertaan TUHAN untuk setiap usaha menghadirkan kebenaran disemua bidang kehidupan.
  • Kasih karunia TUHAN untuk setiap orang yang berjuang dan berkorban demi terciptanya keadilan dan kebenaran.
  • Pemimpin jemaat dan masyarakat agar dapat melak-sanakan tugasnya dengan adil, jujur, tulus dan benar dengan tidak mencari keuntungan pribadi atau kelompok.
  • Untuk pengamalan Pancasila secara murni dan konsekuen. 

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN : HARI MINGGU BENTUK III 

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:

Nyanyian Masuk: NKB. No. 1. Hai Kristen Nyanyilah

Ses. Nas Pembimbing: NKB. No. 189. Pegang Tanganku.

Ses. Pengakuan Dosa: NKB. No. 122.’Ku Ingin Berperangai.

Ses. Pemberitaan Anugerah Allah: NKB. No. 23. Di Dalam Kasih Yang Teguh.

Ses. Pembacaan Alkitab: KJ No. 49 Firman Allah Jayalah.

Persembahan: NKB. No. 127. Ya Tuhan, Kaulah Penebus.

Nyanyian Penutup: NKB. No. 184. Engkau Milikku Abadi.

 

ATRIBUT YANG DIGUNAKAN

Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here