MTPJ 16 – 22 Agustus 2015

0
4915

TEMA BULANAN: “ Membangun Solidaritas Kebangsaan”
TEMA MINGGUAN: “Mengusahakan Kesejahteraan Kota”
Bahan Alkitab: Yeremia 29 : 1 – 7
ALASAN PEMILIHAN TEMA

Kehidupan masyarakat kota sangat kompleks, karena kehi-dupan sosial budaya kemasyarakatan terdiri dari keaneka-ragaman suku etnis/sub etnis, agama bahkan berbagai status kehidupan sosial. Kota menjadi pusat ekonomi perdagangan, pendidikan dan pemerintahan. Identitas suatu negara dapat menjadi suatu ukuran dari kemajuan dan perkembangan kawasan perkotaan, misalnya: Perancis dikenal dengan menara Eiffel. Brasil dikenal dengan patung Yesus Kristus tertinggi di dunia. Amerika serikat dikenal dengan patung Liberty di kota New York. Bahkan banyak negara dikenal karena kotanya menjadi icon pariwisata dunia atau di dekat kita yaitu  Manado dikenal dengan sebutan “kota tinutuan” di Tomohon sebagai “kota bunga” dan lain-lain. Kota telah menjadi sarana untuk mendapatkan uang, pengetahuan, pengalaman, tempat pembelanjaan dan mencari hiburan. Pola kehidupan masyarakat kota cenderung bersifat indivi-dualis, dinamis dan penuh persaingan. Dengan banyaknya populasi penduduk di kota, mengakibatkan kemacetan, polusi udara, kesenjangan sosial, pengemis, berbagai kejahatan kriminal seperti: judi, perampokan, perdagangan manusia (trafficking), narkoba, PSK (Pekerja Seks Komersial) rumah bordil dan limbah sampah dan lain-lain. Urbanisasi yaitu perpindahan penduduk dari desa ke kota, terus terjadi diantaranya mereka yang melanjutkan pendidikan maupun mereka yang mengaduh nasib mencari pekerjaan untuk.

            Dengan adanya kebijakan pemerintah yaitu otono-misasi daerah, maka terjadilah pemekaran-pemekaran baru baik di tingkat propinsi, kabupaten, kecamatan dan kelurahan/ desa sehingga sehingga membentuk daerah otonomi baru (DOB). Semua dilakukan supaya masyarakat dapat mandiri dan sejahtera. Salah satu ukuran kesejahteraan kota dapat dilihat dari karakteristik pemimpin yang mengatur kehidupan masyarakat kota di mana program-programnya ditunjang oleh masyarakat. Maka ada kita yang mendapatkan penghargaan “Adipura Kencana”, administrasi keuangan pemerintahan dengan predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian), gelaran kegiatan yang bertaraf internasional misalnya kota Tomohon dengan program TIFF (Tomohon International Flower Festival). Maka disinilah kita membutuhkan peran dari pemimpin Kristiani dan solidaritas dari masyarakat Kristiani untuk kehidupan bangsa guna kehidupan masyarakat yang sejahtera.

            Dalam rangka kita merayakan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 2015 yang ke–70 maka kemerdekaan perlu diisi dengan membangun masyarakat sejahtera. Kita tingkatkan solidaritas Kristiani melalui peran gereja, peran pemimpin Kristen serta peran masyarakat Kristen untuk membangun dan mengusahakan kesejahteraan masyarakat dalam satu kehidupan berbangsa dan bernegara.

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Kitab Yeremia banyak berisi tentang berbagai nubuat ketika pembuangan ke Babel, terutama bangsa Yehuda dan juga bangsa-bangsa sekitar. Ditulis oleh Yeremia dan didiktekan kepada sekretarisnya Barukh, antara tahun 626 dan 587 SM. Yeremia menjadi nabi ketika umur 20 tahun dan melayani selama 40 tahun. Yeremia mengirim surat kepada orang-orang buangan di Babel, sejarahnya sebagai berikut: Raja Yehuda Yoyakhin (Konya atau Yekhonya 24:1) yang baru berumur 18 tahun naik tahta di tahun 597 SM. Raja Nebukadnesar lalu mengepung Yerusalem sehingga raja Yehuda yang muda belia ini keluar istana untuk menyerah. Maka ibu suri, pegawai-pegawai istana, pemuka-pemuka kota, pandai besi, tua tua, imam-imam dan rakyat biasa yang kuat dan yang pintar bahkan semua isi perkakas perbendaharaan bait suci (2 Raja-raja 24:13) diangkut ke Babel. Lalu raja Nebukadnesar mengangkat, Zedekia menduduki tahkta Yehuda (Yeremia 1:3). Hanya sedikit rakyat kecil dan lemah yang ditinggalkan oleh raja Nebukadnezar di Yerusalem. Makanya pejabat-pejabat pemerintahan dari Raja Zedekia yang berasal dari orang-orang lapisan bawah dan lemah. Suatu saat 2 orang pejabat istana yaitu Elasa bin Safan dan Gemanya bin Hilkia diutus oleh raja Zedekia di Babel.  Nabi Yeremia mengambil kesempatan menitipkan kepada kedua orang ini surat untuk dikirim pada orang-orang buangan di Babel. Bunyi surat berisi firman Tuhan supaya bangsa Yehuda yang diangkut dari Yerusalem di mana mereka ditempatkan oleh raja Nebukadnezar kiranya mereka dapat mendirikan rumah tempat tinggal, membuat kebun dan menikmati hasilnya (ayat 5). Lalu mereka harus kawin dan berumah tangga supaya mereka bertambah banyak (ayat 6). Nabi Yeremia juga menekankan bahwa mereka harus mendoakan kota tempat tinggal mereka, termasuk peme-rintah, untuk kesejahteraan bersama. Kalau kota itu sejahtera, makmur dan aman, maka otomatis bangsa Yehuda yang berada di kota itu juga akan turut merasakan dampak dari kesejahteraan itu.

Makna dan Implikasi Firman

Semua orang ingin sejahtera baik lahiriah maupun batiniah. Kesejahteraan pribadi, keluarga, masyarakat baik di desa maupun di kota pasti merindukan hal ini. Ukuran kesejahteraan bukan hanya dilihat dari banyaknya kekayaan materi yang kita miliki, melainkan juga kehormatan, kewi-bawaan, kesehatan, hiburan dan rasa aman. Makanya sejah-tera tidak lepas dari kata damai untuk melengkapi menjadi “Damai Sejahtera”. Kehidupan masyarakat desa dan kota sangat kelihatan dari perkembangan dan kemajuan dengan adanya pembangunan sarana dan prasarana oleh pemerintah maupun dilakukan oleh pihak swasta baik swasta maupun untuk kepentingan publik. Di pusat kota sibuk dengan kegiatan perdagangan dan dipinggiran kota atau desa banyak terdapat pabrik dan gudang tempat penyimpanan barang. Orang dari desa lalu bekerja di kota karena peluang, kesempatan, dan sepertinya upah di kota lebih banyak tersedia. Tetapi banyak yang menyerah dan kembali ke desa karena begitu besarnya/kuatnya persaingan hidup di kota.

Sekarang dengan adanya pemekaran daerah baru paradigma urbanisasi tersebut bergeser disebabkan daerah otonomi baru membuat perubahan, bukan hanya di bidang pemerintahan tetapi juga di tatanan ekonomi masyarakat. Oleh sebab itu sudah menjadi keharusan bagi kita untuk secara cerdas dapat berpikir dan bertindak menjadikan daerah tempat tinggal kita sejahtera.

            Mengisi pembangunan untuk kesejahteraan desa dan kota dapat dilakukan dengan 2 cara: 1. Bagi pejabat pemerintah yang dipercayakan oleh Tuhan menduduki posisi tertentu harus melakukan apa yang benar di mata Tuhan, agar terhindar dari korupsi yang banyak menjerat pejabat saat ini. 2. Bagi warga masyarakat yang setia dan taat pada Tuhan. Jangan menjadi penyembah berhala modern seperti mamon (uang, jabatan dan ilah lain) karena itu merupakan kekejian bagi Allah.

Pemimpin harus melakukan yang benar di mata Tuhan dengan tidak berselingkuh, kolusi, korupsi dan nepotisme. Demikian juga warga masyarakat hadir menjadi berkat, bukan menjadi pemicuh masalah dan kutuk. Kalau pemimpin dan warga masyarakat hidup berkenan kepada Tuhan, maka percayalah bahwa kehidupan masyarakat pasti diberkati, karena berada di bawah kasih karunia Allah. Inilah kesejah-teraan kota. Kita jarang menemukan orang atau kelompok berpikir untuk kesejahteraan bersama dalam masyarakat. Kalaupun ada itu hanya dilakukan segelintir orang dan hanya untuk kepentingan tertentu. Hal-hal yang perlu dibenahi dan ditingkatkan antara lain adalah: perkuat benteng iman keluarga, rumpun keluarga. Gelarlah kegiatan rohani/gerejawi yang frekuensinya lebih banyak lagi, bukan hanya rutinitasa ibadah BIPRA. Tingkatkan kegiatan ekstra kurikuler anak-anak sekolah dan mahasiswa untuk menumbuhkembangkan iman. Bangunlah sesuai tata ruang kota. Mantapkan peme-rintah yang bersih dan berwibawa, sadarkan masyarakat un-tuk bayar pajak tepat waktu. Jagalah kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan termasuk dikendaraan, tertiblah berlalu lintas sesuai rambu lalu lintas serta parkirlah mobil dan motor pada tempatnya. Mencegah HIV/AIDS/ rumah bordil, trafficking, narkoba dan kejahatan seksual. Membuat dam/waduk pengairan air hujan untuk pencegahan banjir secara lebih profesional. Meningkatkan sistem kea-manan lingkungan (Siskamling). Memasang CCTV di sudut kota yang rawan kejahatan, dll. Mengubah dan membangun  masyarakat supaya sejahtera bukan hanya dipandang dari kemajuan fisik dan infrastruktur saja antara lain taman kota yang indah dipandang mata, tetapi juga dapat memberi rasa aman, beretika moral dan disiplin serta saling menghargai antar umat beragama. Di sinilah tugas dan peran gereja bukan hanya berdoa tetapi juga mengusahakan kesejahteraan (Yeremia 29 : 7). 

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Apa yang harus dilakukan oleh orang Israel di tanah pembuangan sesuai teks Alkitab yang kita baca ?
  2. Di HUT Kemerdekaan RI yang ke-70 adakah ide/konsep baru dari jemaat, wilayah dan sinode untuk memberi usul/saran kepada pemerintah di masing-masing kota tempat tinggal kita untuk mengusahankan kesejahteraan kota? Berikan usul praktis.

NAS PEMBIMBING : Mazmur 122:6-7 

POKOK-POKOK DOA

  • Mendoakan pemerintah bangsa dan negara supaya rakyat hidup sejahtera.
  • Mendoakan mereka yang sedang menganggur, pengemis, PSK, penderita HIV/AIDS, anak-anak gelandangan.
  • Mendoakan supaya kabupaten kota kita diberkati, sekaligus warga gereja di aras Sinode, Wilayah, dan warga jemaat dapat berperan aktif dalam pem-

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN : HARI MINGGU BENTUK III 

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:

Nyanyian Masuk: NNBT No. 1 Pujilah Dia, Pujilah Dia

Ses. Nas Pembimbing: KJ No. 262 Kota Sion, Kota Allah

Ses. Pengakuan Dosa & Pemb. Anugerah Allah: NNBT No. 11 Ya Allahku Kami Mengaku Dosa

Ses. Pembacaan Alkitab: NKB No.116 Siapa Yang Berpegang

Persembahan: NNBT No. 15 Hai Seluruh Umat Tuhan

Nyanyian Penutup: KJ No.266 Ada Kota Yang Indah Cerah

ATRIBUT :

Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here