MTPJ 16 – 22 Oktober 2016

5
5655

TEMA BULANAN : “Gereja yang Dibaharui Harus Terus Menerus Membaharui Diri”
TEMA MINGGUAN : “Tuhan Menghukum dan Memulihkan untuk Keadilan”
Bahan Alkitab : Yeremia 12 : 1 – 17
ALASAN PEMILIHAN TEMA

Gereja sebagai persekutuan orang percaya, terpanggil untuk bersaksi, bersekutu dan melayani. Sadar atau tidak gereja akan selalu menghadapi berbagai tantangan baik dari dalam yang berkaitan dengan kelembagaan, dan diri orang percaya maupun dari luar seperti ajaran yang berbeda dan lainnya.

[sociallocker id=6891]

Berhubung dengan banyaknya masalah yang datang dalam tubuh gereja itu sendiri, lebih khusus dalam hal penegakan disiplin terhadap pemimpin (pelsus) maupun warga gereja yang melakukan pelanggaran berkaitan dengan kode etik kepela-yanan, maka gereja perlu melakukan penegakan disiplin untuk pelanggaran ini. Dalam arti gereja merasa harus melakukan pendisiplinan, walaupun di sisi lain gereja juga harus tetap memberi ruang untuk pertobatan dan pengampunan.

Penghukuman dan pemulihan ternyata harus dilihat sebagai satu paket keselamatan dari Allah. Inilah yang menjadi alasan pemilihan tema untuk mengingatkan gereja tentang realitas warga gereja yang selalu ada di dua sisi yaitu penghukuman dan pemulihan. Gereja harus memahami kedua hal ini sebagai bentuk keadilan Allah.

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Kitab Yeremia adalah kitab yang menceritakan tentang kehidupan dari seorang nabi yang bernama Yeremia, artinya “YHWH membangkitkan”. Adapun nabi Yeremia ini terpanggil untuk melayani sebagai seorang nabi diperkirakan pada usia antara 20-30 tahun. Ia melayani pada masa pemerintahan Yosia (638-608 SM), Yoahus, Yoyahim, Yoyakim dan Zedekia. Ia menubuatkan tentang kehancuran Yerusalem dan Kanisa oleh orang Babel.

 Yeremia Pasal 12:1-17 berbicara tentang khotbah, pengakuan dan perumpamaan. Ayat 1-6 disebut sebagai bagian dari 4 pokok khotbah tentang pengakuan (“confession”). Adapun sifat pengakuannya adalah tunggal. Di mana Yeremia digambarkan sedang melakukan pembicaraan yang akrab dengan Allah yang bersifat keluhan atas penderitaan tetapi juga bersifat permohonan kepada Allah untuk penghukuman/ pembalasan kepada lawan-lawannya. Yeremia tergambar sebagai seorang umat yang menyatakan keberatannya terhadap keadaan dirinya terlebih tentang keadaan dari lawan-lawannya yang kelihatan dibiarkan oleh Allah. Di mana lawan-lawannya (orang fasik) kehidupan mereka bertumbuh subur dan berbuah sehingga terkesan sukses, padahal menurut Yeremia mereka harus dihukum, ditarik keluar seperti domba-domba sembelihan (ayat 3). Yeremia kuatir keadaan orang-orang fasik tidak diperhatikan oleh TUHAN (ayat 4) seolah-olah mereka dibiarkan melakukan apa saja, termasuk hal yang merugikan terhadap Yeremia dan bangsa Yehuda.  Yeremia juga meminta tindakan Allah untuk menolong dirinya karena ia telah menjadi orang yang menderita dikhianati oleh saudara-saudaranya, kakinya seperti terikat (ayat 5-6). Yeremia melanjutkan lagi kekecewaan, kepedihannya yang rupanya telah sampai pada puncaknya. Hal ini nyata pada suatu keputusan  imannya  untuk meninggalkan kediamannya (ayat 7).

Selanjutnya, keputusan Yeremia ini semakin dipicu karena keadaan dirinya. Ia merasa seperti orang yang terbuang di tempatnya sendiri (ayat 8), ia begitu prihatin dengan keadaan bangsanya yang dikhiaskan dengan “kerumunan burung belang dan burung buas”. Dan dalam mengekspresikan kesedihannya ia memakai perumpamaan singa dan burung belang. Bahkan lebih mengecewakan lagi Yeremia melihat pemimpin-pemimpin waktu itu seharusnya menjadi gembala yang melindungi dan memelihara, justru mereka merusakkan kebun anggurnya (ayat 10-13). Kata gembala, pembinasa keji, dan penghancur lebih pada gambaran tentang koreksi total Yeremia terhadap sikap para pemimpin di waktu itu yang menurutnya sangat buruk. Yeremia sangat tegas menolak cara hidup lawan-lawannya.

Yeremia digambarkan juga sebagai nabi pengampun yang mau berdoa dan memberi kesempatan untuk suatu pertobatan. Yeremia menunjukkan bahwa Allah tidak pernah mentolerir perbuatan dosa dari umat-Nya sehingga Allah berfirman akan mencabut bangsa Yehuda dari tanah mereka (ayat 14-17), jelas terlihat bahwa Allah bukan saja memulihkan bangsa Yehuda tetapi juga memberkati dengan berlimpah secara jasmani. Hal itu dimungkinkan terjadi bila bangsa Yehuda mau kembali taat dan beribadah kepada Allah dan itulah yang akan memulihkan hubungan bangsa Yehuda dengan Allah.

Makna dan Implikasi Firman

  • Yeremia digambarkan sebagai nabi yang sedang menya-takan keluh kesahnya kepada Allah tentang kenyataan hidup yang ia hadapi. Yeremia merasa bahwa dirinya ditinggalkan Allah. Yeremia juga merasakan bahwa Allah telah bertindak tidak adil baginya.
  • Yeremia menggambarkan lawan-lawan yang menyakitinya seperti: singa, burung belang, pembinasa keji, sebenarnya adalah penggambaran dari kelompok orang yang selalu berbuat jahat. Kelompok ini telah menjadi penyebab perderitaan bagi Yeremia dan umat Yehuda.
  • Penghukuman bagi Yeremia adalah sesuatu yang harus dilaksanakan terhadap orang-orang yang berbuat jahat sebagai bentuk tindakan dari Allah untuk menghentikan perbuatan jahat mereka. Sedangkan pemulihan adalah tindakan sesudah penghukuman sebagai bentuk peng-ampunan terhadap orang-orang yang telah berbuat jahat.

Hal-hal di atas inilah yang akan menjadi dasar dalam refleksi perenungan firman tentang realitas gereja masa kini. Dimana kita sadari gereja akan selalu berhadapan dengan orang-orang yang berbuat jahat. Dalam situasi seperti ini warga gereja sering merasakan diperlakukan tidak adil karena melihat realitas orang-orang tidak benar namun hidup seperti diberkati, padahal di balik ketidak-adilan yang kita lihat, justeru di sanalah Allah tengah menunjukkan kasih-Nya.

Zaman sekarang banyak yang menganggap perbuatan dosa itu adalah hal yang biasa. Karena dianggap hal yang biasa sering dimakhlumi atau diterima saja, sehingga tak jarang ada hal-hal yang jahat akhirnya mulai dianggap lumrah bahkan dilegitimasi (disahkan) oleh ukuran-ukuran etika yang berkembang dalam dunia dewasa ini, antara lain perkawinan sejenis, kumpul kebo, perkawinan di bawah umur, kawin kontrak. Alkitab melarang dengan tegas dan keras setiap kejahatan, bahwa TUHAN mengatakan tidak ada tempat bagi orang cabul, penyembah berhala, pezinah, banci, pemburit, pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu, tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah (1 Korintus 6:9-10).

Perselingkuhan rohani juga adalah bentuk penyalah-gunaan penatalayanan gereja, antara lain penyalahgunaan pundi-pundi persembahan dan uang kas gereja diambil oleh pihak-pihak tertentu. Dan di satu sisi gereja berhadapan dengan sikap warga gereja yang mendua hati dalam persekutuan: aktif sebagai warga gereja tetapi memegang kekuatan “magis”, atau menjadi anggota pada dua gereja yang beda, bahkan berkompromi dengan orang yang berkeyakinan lain (sinkritisme). Pada sisi lain gereja berhadapan dengan bentuk-bentuk kekerasan, baik yang dilakukan secara pribadi, kekerasan rumah tangga, kelompok dan kekerasan yang mengatasnamakan agama.

Keadaan seperti inilah yang membuat gereja terpanggil untuk dapat bersikap seperti Yeremia, walaupun di satu sisi menjadi kelompok yang menderita tapi gereja tidak boleh kehilangan jati dirinya dalam menolak segala bentuk kejahatan dan kekerasan. Di sisi lain Gereja harus tetap memberi ruang untuk pertobatan dan pemulihan.

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:       

  1. Apa arti penghukuman dan pemulihan menurut kitab Yeremia 12:1-17 ?
  2. Bagaimana sikap gereja terhadap bentuk kejahatan dewasa ini agar keadilan bisa diwujudkan?

NAS PEMBIMBING: Amsal 15:3

[/sociallocker]

POKOK-POKOK DOA:

  • untuk orang-orang yang menderita karena kebenaran.
  • untuk menghentikan perbuatan orang yang jahat.
  • untuk perdamaian dan pertobatan bagi bangsa-bangsa.

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: HARI MINGGU BENTUK III 

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:

Nyanyian Masuk: KJ No. 13. Allah Bapa, Tuhan

Ses Nas Pembimbing: Selidiklah Akan Daku

Pengakuan Dosa: NKB No.19 Dalam Lautan Yang Kelam

Berita Anugerah Allah: NKB No. 34 Setia-Mu Tuhanku Tiada Bertara.

Ses Pemb Alkitab: NKB No. 206 Mercu Suar Kasih Bapa

Sesudah Pengakuan Iman: KJ No. 356 Tinggalah Dalam Yesus”

Persembahan: KJ. No. 407. Tuhan ‘Kau Gembala Kami

Nyanyian Penutup: NNBT No. 28 Ya Tuhan Tolong Aku 

ATRIBUT:

Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang.

5 KOMENTAR

  1. Dear Admin.
    Syalom, damai di hati.
    Kalo admin pe hati so damai, silahkan lanjutkan membaca.
    Sebelumnya, “like” dulu komentar saya, baru lanjutkan membaca.
    Saya slh satu pengunjung tetap website ini.
    Mohon penjelasan dari admin.
    Mengapa harus di-“like” dulu baru bisa membaca renungan?
    Are you desperate of likes?
    Apa anda sudah hilang keyakinan bahwa Tuhan PASTI memberkati Firman-Nya?
    Apa mmg ada korelasi jumlah likes dengan terberkatinya jemaat melalui pelayanan anda.?
    Bukankah anda mempunyai counter website ini?
    Terima Kasih. Tuhan Yesus Memberkati Kita semua.

    Regards,
    Handy

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here