MTPJ 17 – 23 Januari 2016

0
3972

TEMA BULANAN:“Menanggulangi Kemiskinan Adalah Tanggung Jawab Bersama”
TEMA MINGGUAN:“Meski Miskin Namun Kaya dalam Kemurahan”
Bahan Alkitab : 2 Korintus 8:1-9
ALASAN PEMILIHAN TEMA

Kemiskinan adalah persoalan yang sangat mendasar dalam kehidupan manusia. Dalam kehidupan setiap hari kita masih menjumpai keadaan seperti ini dimana sulitnya orang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya setiap hari. Kendati demikian kita juga menemukan bahwa dalam keadaan sulitpun masih ada orang  yang mampu melakukan pelayanan kasih bagi orang lain.

Gereja terpanggil untuk memberdayakan jemaatnya tetapi juga untuk memotivasi jemaat bahwa dalam keadaan apapun mereka dapat melakukan sesuatu yang berarti bagi orang lain. Yang soal sekarang adalah masih ada “orang yang berke-lebihan” sering  sulit untuk membantu orang yang mengalami kesusahan.

Untuk itulah tema ini diangkat guna memberikan motivasi bahwa tidak ada alasan untuk tidak membantu/menolong orang lain. Orang miskinpun dapat kaya dalam kemurahan.

 Orang yang kaya harus peduli dan menolong  orang miskin. Tetapi juga si miskin harus berusaha bangkit dari keterpurukan. Kemiskinan tidak boleh menghambat atau membatasi orang percaya untuk berbuat baik. Justru banyak ditemui bahwa orang miskin memiliki tingkat ketulusan hati yang tinggi untuk berbagi dengan orang lain

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Surat Paulus yang ke dua kepada jemaat di Korintus dikirim setelah Paulus bertemu dengan Titus di Makedonia. Pada saat itu, di Korintus terjadi pertikaian antara orang-orang yang mem-fitnahnya sebagai rasul palsu dan yang membela kerasulannya. Melalui Titus, ia mengetahui bahwa jemaat Korintus tidak marah kepadanya karena meninggalkan mereka, karena itu ia menulis surat sebagai upaya menjawab permasalahan di Korintus dan mendorong jemaat untuk mengumpulkan dana bagi orang-orang kudus yang miskin di Yerusalem. Pengumpulan bantuan sudah dimulai di Korintus (I Korintus. 16:1-4), Makedonia dan Akhaya ( Roma 15:26 ).

Paulus mendorong jemaat supaya dengan ikhlas terus me-nyumbangkan uang bagi jemaat Yerusalem. Betapa penting hi-dup dalam kasih karunia (bhs. Yun: Kharis) seperti yang dila-kukan oleh jemaat di Makedonia. Kasih Karunia yang dimaksud adalah pemberian cuma-cuma dari Allah yang menggerakkan jemaat untuk membantu kekurangan orang lain.

Paulus menceritakan keadaan jemaat di Makedonia yang menyuburkan kasih karunia Allah dengan cara hidup berbagi dalam kebersamaan. Sekalipun dicobai dengan berat karena pelbagai penderitaan tetapi sukacita mereka meluap dan dalam keadaan tidak menguntungkan (sangat miskin), mereka kaya akan kemurahan hati. Inilah karakter dan gaya hidup orang percaya di Makedonia.

Kasih karunia Allah membuat mereka bisa berbagi di tengah situasi yang sangat tidak menguntungkan. Kata Yunani ptókos digunakan untuk suatu keadaan kemiskinan yang ”ekstrim”, kendati demikian, mereka memberi dari kekurangan.

Kaya dalam kemurahan, menunjukkan bahwa tindakan itu murni/tulus untuk membantu dan tidak untuk mencari keun-tungan. Paulus dengan gamblang mengungkapkan kesaksian ini karena ia melihat sendiri dan menyaksikan, bagaimana jemaat melakukan pelayanan kasih itu. Mereka menawarkan diri dan mendesak Paulus supaya menerima kasih karunia Allah. Inilah sikap kehambaan yang sangat luar biasa yaitu memberi dengan penuh kerelaan sebagai tanda kesetiaan kepada Allah. Karena itu pelayanan kasih yang benar adalah buah kepercayaan, ketaatan dan pertobatan.

Paulus meminta jemaat melakukannya bukan sebagai perin-tah tapi untuk menguji keikhlasan kasih. Menguji adalah tindakan mencoba untuk melihat mutu dari sesuatu. Keikhlasan kasih yang Paulus maksudkan dalam suratnya adalah sebagai karunia Roh Kudus karena itu tidak ada alasan untuk mem-banggakan diri tapi tetap dalam kehambaan (I Korintus.11:1).

Makna dan Implikasi Firman

Gerakan mengumpulkan uang/sumbangan untuk membantu orang-orang miskin, bukan lagi hal yang baru bagi gereja atau masyarakat. Berdiakonia untuk orang miskin sebenarnya lebih dari perbuatan amal atau kewajiban kristiani. Banyak warga yang terlibat dalam bermacam-macam gerakan sosial sebagai tanda kepedulian, contoh ketika bencana menimpa Manado dan seki-tarnya pada tanggal 15 Januari 2014 secara spontanitas warga gereja mengambil bagian untuk membantu sesama yang tertimpa dengan pergumulan itu. Hal-hal seperti itulah, oleh rasul Paulus meminta dan mendesak untuk dilanjutkan oleh gereja di masa kini.

 Model pelayanan kasih jemaat Makedonia dan tempat pelayanan Rasul Paulus lainnya memberi motivasi yang besar kepada gereja supaya semakin berupaya memperluas jangkauan pelayanan diakonia. Kita diajak tidak hanya memberi dari kelebihan tetapi juga memberi sekalipun dalam kekurangan. Ini juga merupakan kritikan yang tajam bagi warga gereja yang sudah mapan ekonominya tapi masih sukar berbagi dengan yang lain. Jangankan berbagi dengan yang miskin, dana ban-tuan untuk pengentasan kemiskinanpun masih sering disalah-gunakan dan tidak tepat sasaran.

Sebenarnya ketika kita memberi maka kasih karunia Allah yang telah kita terima akan semakin berlimpah-limpah. Kendati mengalami kemiskinan secara “ekstrim” tidak menghambat orang percaya untuk mendemonstrasikan prilaku iman yang tulus melalui pelayanan kasih.

Sebagai warga gereja yang hidup di tengah-tengah sumber daya alam yang begitu kaya dan sumber daya manusia yang semakin maju, seharusnya merasa tertantang untuk terus melakukan pelayanan kasih kepada sesama lebih baik lagi. 

PERTANYAAN DISKUSI:

  1. Apakah pendapat saudara tentang pelayanan kasih yang dilakukan oleh jemaat di Makedonia berdasarkan 2 Korintus 8:1-9?
  2. Bagaimana menerapkan pelayanan kasih itu dalam kehi-dupan kita? 

NAS PEMBIMBING: Efesus 4:2

POKOK-POKOK DOA:

  • Bagi orang-orang miskin, terlantar, korban perang dan ketidak-adilan.
  • Bagi warga gereja untuk memiliki kepekaan yang tinggi kepada sesama yang membutuhkan bantuan dan aktif dalam kegiatan sosial di tengah gereja dan masyarakat.
  • Bagi Pemerintah untuk peningkatan fasilitas dan anggaran dalam rangka memberi perhatian bagi masyarakat yang perlu dibantu serta memperkuat pengawasan untuk penyalurannya supaya tepat sasaran.
  • Bagi gereja untuk peningkatan pelayanan diakonia di dalam dan di luar jemaat.

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: HARI MINGGU BENTUK III 

NYANYIAN/LAGU YANG DIUSULKAN:

Nyanyian Masuk: NNBT. No. 5 Sorak-Sorailah

Ses. Nas Pembimbing: KJ. No. 424:2 Yesus Menginginkan Daku

Ses. Pengakuan Dosa: Kepada-Mu Kuberdoa

Ses. Pemb. Anugerah Allah: NKB No. 19 : 1,3 Dalam Lautan Yang Kelam

Ses. Pembacaan Alkitab: KJ. 427:1 Ku Suka Menuturkan

Ses. Pengakuan Iman: NKB No. 119:1 Nyanyikan Lagi Bagiku

Persembahan: KJ. No. 425 Berkumandang Suara Dari Seberang Nyanyian Penutup: NNBT. No. 34 Tuhanlah Perlindunganku 

ATRIBUT:

Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here