MTPJ 19 – 25 Juli 2015

0
5312

TEMA BULANAN:“ Membangun Solidaritas Dalam Keluarga”
TEMA MINGGUAN:“Rencana Allah untuk Kehidupan Keluarga”
Bahan Alkitab: Kejadian 45:1-15
ALASAN PEMILIHAN TEMA

Keluarga adalah kelompok terkecil dari suatu kelompok masyarakat, oleh karena itu peran keluarga sangat penting apalagi dalam persekutuan gereja. Peran keluarga sangat kentara dalam berbagai pelayanan gereja. Maju mundurnya persekutuan orang percaya banyak dipengaruhi oleh peran keluarga-keluarga Kristen. Karena keluarga Kristen sangat memberi sumbangan positif bagi pertumbuhan gereja.

       Keluarga Kristen yang terdiri dari bapak, ibu, pemuda, remaja, anak adalah komponen yang sangat berpengaruh dalam pelayanan gereja. Walaupun disadari sekarang ini kredibilitas keluarga Kristen yang takut akan Tuhan perlu dibuktikan lagi, seiring dengan adanya masalah-masalah yang menimpa keluarga-keluarga Kristen, yang mengarah pada pertentangan di antara anggota keluarga. Kehidupan di era modern ini memang banyak mempengaruhi arti sebuah keluarga Kristen.

      Era globalisasi yang menuntut kerja keras karena bersifat kompetisi, sering memunculkan sifat-sifat yang tidak baik seperti individualistis, materialistis, sikap egois yang acapkali merusak arti dari suatu persaudaraan di tengah-tengah keluarga Kristen. Dunia yang semakin keras ini sering membuat orang menjadi acuh tak acuh terhadap orang lain. Hidup yang mau menang sendiri menjadi bagian dari masyarakat di era postmodern (kehidupan yang hanya mementingkan kesenangan diri sendiri).

      Kekuatan dan kemampuan Yusuf melihat rencana Allah dalam membangun keluarganya, berdasarkan kasih dan peng-ampunan diharapkan menjadi  bagian hidup orang percaya.

      Keluarga-keluarga Kristen harus dapat melihat bahwa rencana Allah selalu ada di tiap kehidupan mereka. Kasih, damai sejahtera, pengampunan, persaudaraan yang rukun adalah sesuatu yang direncanakan Allah bagi kehidupan orang percaya. Dengan demikian keluarga-keluarga Kristen kelak menjadi suatu kekuatan dalam menolak pengaruh buruk zaman modern.

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Kejadian 45:1-15 termasuk dalam kumpulan cerita Yusuf (Kejadian 37:1-50:20), khususnya kelanjutan cerita tentang perjumpaan Yusuf dengan kesebelas saudara-saudaranya (anak-anak Yakub). Bagian ini juga disebut sebagai puncak dari cerita Yusuf sejak ia dijual oleh saudara-saudaranya (Kejadian 37:12-36) sampai kemudian dia menjadi penguasa di Mesir (Kejadian 41:37-57) dan akhirnya berjumpa dengan saudara-saudaranya.

      Klimaks dari cerita Yusuf ini terletak pada keinginan Yusuf untuk memperkenalkan siapa dirinya di hadapan saudara-sau-daranya. Perkenalan Yusuf akhirnya menjadi sesuatu yang yang begitu menakutkan bagi saudara-saudaranya karena mengingat perbuatan kejam mereka terhadap Yusuf. Namun Yusuf justru mengubah ketakutan menjadi luapan kekeluargaan yang meng-gembirakan. Sikap Yusuf yang penuh dengan kasih peng-ampunan inilah yang akhirnya membuat cerita Yusuf sangat menarik dan berbeda dengan cerita-cerita yang lain. Yusuf hadir sebagai orang yang menderita, namun juga sebagai orang yang berhasil di tanah Mesir.

       Ketaatan, kegigihan, keuletan dan kejujuran Yusuf dalam menjalani kesengsaraannya telah menempatkan dirinya sebagai tokoh cerita yang sukses. Yusuf berhasil melalui berbagai tantangan, ia  berhasil membangun iman kepada Tuhan, hal luar biasa yang ia telah lakukan yaitu ia juga berhasil membangun kembali tali persaudaraan yang sudah lama terputus. Yusuf ditampilkan sebagai tokoh yang melihat betapa pentingnya kebersamaan suatu keluarga  yang rukun dan damai, yang saling mengampuni satu sama lain. Yusuf juga sungguh seorang pribadi yang luar biasa, yang mampu melihat penderitaannya bukan sebagai suatu kesalahan tapi sebagai suatu kesempatan atau peluang baginya untuk ikut dalam karya keselamatan Allah bagi umat Israel. Yusuf memahami bahwa dirinya telah menjadi alat Tuhan untuk mendatangkan berkat bagi banyak orang.

Makna dan Implikasi Firman

  • Keluarga Kristen yang rukun dan damai akan menjadi sua-tu kekuatan dari orang percaya dalam hal ini gereja dalam menghadapi pengaruh buruk globalisasi dan modernisasi.
  • Perilaku hidup yang kuat, tegar, gigih, tekun, tabah, jujur, takut akan Tuhan, dan tidak berputus asa harus menjadi bagian hidup orang-orang percaya, karena sikap-sikap ini akan sangat membantu orang percaya dalam menghadapi berbagai pegumulan hidup.
  • Perbuatan kasih yang mengampuni sesama manusia ternyata merupakan suatu perbuatan yang dapat menga-lahkan sikap dendam, amarah, benci dan iri dari antara sesama manusia.
  • Jabatan, kedudukan harus selalu dilihat sebagai anugerah dari Tuhan sehingga kita tidak menjadi sombong, angkuh, dan arogan. Malah jabatan harus dilihat sebagai anugerah yang harus dipakai untuk menjadi berkat bagi sesama yang lain. Sikap “baku-baku bae, maleos-leosan” ternyata dapat mengikat suatu persaudaraan antar sesama manusia.
  • Rencana Allah selalu indah, bagi setiap keluarga Kristen yang percaya kepada-Nya

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI    

  1. Bagaimanakah Yusuf mempraktekkan kasih itu terhadap saudara-saudaranya ?
  2. Hal-hal apakah yang dapat diteladani gereja dari cara hidup Yusuf ?
  3. Sebutkan dan jelaskan kendala-kendala apa saja yang ditemui orang percaya dalam hal memberi pengampunan kepada seseorang yang berbuat dosa !

NAS PEMBIMBING: Mazmur 133:1-3

POKOK-POKOK DOA:

  • Tuhan memberkati setiap keluarga Kristen.
  • Tuhan memampukan orang percaya untuk bersikap seperti Yusuf.
  • GMIM tetap menjadi gereja yang bersatu, rukun dan damai
  • Umat Tuhan tetap tabah, dan sabar menghadapi berbagai penderitaan
  • Tuhan mendatangkan perdamaian bagi kelompok dan bangsa-bangsa yang berperang.

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN HARI MINGGU BENTUK III

NYANYIAN YANG DIUSULKAN

Nyanyian Masuk : NKB No.17  Agunglah Kasih Allah

Sesudah Nas Pembimping: Persaudaraan Yang Rukun

Sesudah Pengakuan Dosa: KJ No 467 Tuhanku Bila Hati Kawanku

Berita Anugerah Allah: NKB No.19  Dalam Lautan Yang Kelam

Sesudah Pembacaan Alkitab: NKB No 167 Tuhan Yesus Sahabatku

Persembahan: NNBT No 20  Kami Bersyukur Pada-Mu Tuhan

Nyanyian Penutup : DSL 201:1,2 Sobat Yang Benar

ATRIBUT :

Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang.