MTPJ 19 – 25 Oktober 2014

0
1416
TEMA BULANAN “Keadilan Yang Gerejawi”
TEMA MINGGUAN “Keadilan Yang Menghidupkan” 
Bahan Alkitab: Habakuk 2:1-4; Efesus 2:4-10
ALASAN PEMILIHAN TEMA

Dr.R.M. Sudi Yatmana dalam buku yang berjudul untaian seribu kata bijak mengutip ungkapan William E. Gladstone yang mengatakan  sebagai berikut : “ Justice delayed is justice denied ” artinya Keadilan yang ditunda adalah keadilan yang disangkal. Ungkapan ini tentu bukanlah sekedar ungkapan tanpa kebenaran. Tetapi ungkapan ini merupakan suatu kenyataan terjadi di tengah tengah kehidupan kita kini. Penegakan hukum yang tidak kunjung selesai dan keputusan hukum yang tidak ditegakan dengan baik, melahirkan permasalahan dalam pelbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Tidak saja itu tetapi memberi peluang dan kesempatan terhadap tindakan tindakan melawan hukum. Belum terlaksananya keadilan dengan baik dalam pelbagai kasus, dampaknya terasa juga dalam kehidupan gereja, ketika eksistensi gereja untuk beribadah terpasung, gedung gereja ditutup dan dibongkar, padahal keberadaannya telah mendapat legitimasi masyarakat dan pendiriannya telah mendapat keputusan hukum yang tetap. Keadilan rasanya berat sebelah ketika keadilan itu hanya menguntungkan seseorang atau kelompok orang atas dasar pertemanan, kekerabatan, kekeluargaan, se-agama dll. Pertanyaannya mengapa hal itu terjadi? jawabannya bukan terletak pada produk hukum tetapi pada penegakan hukum dan pelaksanaannya di tengah masyarakat. Dan memang keadilan rasanya sulit dilakukan oleh orang orang yang tidak lurus hatinya. Dalam realita seperti inilah gereja hadir untuk mengkritisi, memperbaiki dan menyuarakan keadilan dan kebenaran yang menghidupkan. Bahkan gereja itu sendiri harus menjadi pelaku keadilan dan kebenaran demi terwujudnya syalom dalam kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara.

PEMBAHASAN TEMATIS

Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

          Habakuk 2:1-5 adalah bagian dari nubuat (= wahyu atau Penglihatan) nabi Habakuk. Tercatat nubuat nabi Habakuk ini di masa pelayanannya disekitar tahun 605 SM di zaman raja Yoyakhim raja Yehuda. Nubuat terjadi berkaitan dengan realitas kehidupan umat Israel yang mengalami penindasan. Jelasnya bahwa kelaliman, kekerasan, dialami umat Allah sehingga merusak seluruh tatanan kehidupan sosial dan keagamaan umat. Kenyataan pahit yang dialami umat ternyata bagian dari pengajaran Tuhan kepada umat-Nya.  Habakuk 1:5-11, Tuhanlah yang membangkitkan orang orang Kasdim menjadi penyebab permasalahan yang terjadi bagi umat Israel. Dalam keadaan demikian nabi Habakuk mengeluh karena menurutnya jikalau Tuhan itu adalah Allah umat Israel bagaimana mungkin Ia membiarkan kelaliman terjadi dan dilakukan orang orang Kasdim bagi umat-Nya sendiri. Bukankah mereka lebih bengis dari pada kejahatan umat Israel? (Habakuk 1:12-17). Dalam keluhan atas kenyataan itu, ia mencari jawaban Tuhan. Karena ia paham bahwa Tuhan yang tahu dengan keluhannya dan yang dapat memberi jawaban yang memuaskan terhadap kenyataan yang terjadi. Kalau Tuhan yang menghukum, Tuhan jualah yang mengasihi dan mengampuni umat-Nya.

Dari bacaan Alkitab Habakuk 2:1 kita dapat mencermati cara nabi Habakuk mencari jawaban Tuhan yaitu ia berdiri di tempat pengintaian, di menara, meninjau, menantikan apa yang akan dijawab Tuhan. Dan dalam ayat 2, Tuhan menjawab dia dan memerintahkan untuk menuliskan penglihatan itu dan mengukirkan pada loh-loh agar orang dapat membaca nya. Kata ”Loh” artinya loh batu hukum yang di atasnya diukir dasah titah (Keluaran 24:12), atau batu tulis besar (band. Yesaya 8:1, 30:8; Lukas 1:63). Sedangkan pada ayat 3 menjelaskan tentang penglihatannya sedang dinantikan tetapi akan segera dinyatakan oleh Tuhan. Ayat 4-5 merupakan jawaban keadilan Tuhan terhadap nubuatan/penglihatan nabi Habakuk yakni orang yang sombong, yang tidak lurus hatinya yaitu orang orang kasdim akan hancur (dibinasakan). Tetapi orang benar akan hidup oleh percayanya. Tema ini dikembangkan oleh Paulus  dalam Roma 1:17, Galatia 3:11 dan Ibrani 10:38. Benar bahwa orang Kasdim dipakai Tuhan untuk menghancurkan umat Tuhan tetapi mereka juga tidak luput dari penghukuman karena kekuasaan Tuhan yang dahsyat untuk mengadili semua bangsa dan membawa kemenangan kepada umat-Nya. Terutama kepada orang benar yang hidup oleh percayanya kepada Tuhan. Kata “ Hidup” dipakai dalam pengertian yaitu menikmati kasih karunia Allah.

Efesus 2:4-10 Rasul Paulus menjelaskan tentang Allah yang kaya dengan rahmat dan Kasih-Nya, telah melimpahkannya kepada manusia dan menghidupkan manusia bersama dengan Kristus sekalipun manusia telah mati oleh kesalahan-kesalahannya. (Arti mati= mati secara rohani). Dan itulah yang dimaksudkan Paulus dengan kasih karunia Allah. Dan hanya dengan kasih karunia Allah itu manusia diselamatkan oleh imannya. Jadi bagi Paulus keselamatan yang diterima manusia bukan hasil usaha atau hasil pekerjaan manusia. Karena itu jangan ada orang yang memegahkan dirinya dengan keselamatan yang telah diterimanya.

Makna dan Implikasi Firman

Ada kesamaan pengertian tentang kemenangan atau keselamatan yang diterima oleh manusia ketika mencermati nubuat Habakuk dalam Habakuk 2:1-5 dan pemahaman Paulus kepada Jemaat Kristen Efesus seperti dalam kitab efesus 2;4-10. Jika nabi Habakuk menekankan orang benar akan hidup oleh percayanya kepada Tuhan sebagai jawaban Tuhan atas penderitaan umat, maka Paulus memberi penekanan tentang keselamatan berdasarkan kasih karunia Allah yang diterimanya dengan iman kepada Kristus. Seperti apa respons kita selaku Gereja ketika kita menerima kasih karunia Allah dalam hidup kita?

Gereja hadir untuk menyuarakan suara kenabian gereja yaitu memperjuangkan keadilan dalam rangka penegakan hukum  diseluruh aspek  kehidupan.

Gereja hadir untuk menunjukkan kepeduliannya terhadap yang miskin, menderita dan tertindas.

Gereja hadir untuk menolak kekerasan dan kesewenang-wenangan oleh siapapun karena fungsi gereja membawa garam dan terang dibumi ciptaan-Nya.

Gereja seyogyanya dapat menjabarkan Teologi keselamatan bahwa manusia dibenarkan hanya karena kasih karunia Allah (Sola Gratia) dan hanya karena iman (Sola Fide) kepada Tuhan Yesus Kristus. Dan bukan karena hasil usaha dan hasil pekerjaan manusia. Untuk apa gereja merespons semua ini? Jawabannya yaitu untuk menghadirkan Syalom di bumi milik Tuhan

 

PERTANYAAN DISKUSI

1. Apa inti bacaan Habakuk 2:1-5 dan  Efesus 2: 4-10

2. Bagaimana pengertian saudara  dengan ungkapan orang    yang benar akan hidup oleh  percayanya?

3. Sebab dengan kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman. Menunjuk ungkapan ini, apakah masih penting berbuat kebaikan dan kebenaran dalam kehidupan kita kini?

NAS PEMBIMBING : Mazmur 36:6-8

POKOK-POKOK DOA

1. Bagi penegakkan keadilan dan kebenaran di Indonesia.

2. Bagi gereja untuk peka/peduli terhadap keterpurukan sosial seperti kemiskinan dan penindasan.

3. Bagi kedamaian, keamanan dan kesejahteraan bagsa dan negara

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: HARI MINGGU BENTUK III

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:

Nyanyian Masuk : KJ No. 21

Ses Nas Pembimbing : KJ No. 353:1-2

Ses Peng dosa & Pemb Anugerah Allah : KJ No. 39

Ses Pembacaan Alkitab : KJ No. 53:1-2

Ses Pengakuan Iman: KJ No. 224

Persembahan : KJ No. 260

Nyanyian Penutup : KJ 432:1-2

ATRIBUT YANG DIGUNAKAN:

Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang.