TEMA BULANAN: “ Membangun Solidaritas Kebangsaan”
TEMA MINGGUAN: “Menjadi Satu Bangsa Di Tangan Allah”
Bahan Alkitab: Yehezkiel 37:15–23
ALASAN PEMILIHAN TEMA

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, terdiri dari berbagai suku yang menempati gugusan ribu pulau besar dan kecil dengan beragam bahasa, adat istiadat budaya, yang terbentang dari Sabang sampai Merauke. Khususnya di tanah Minahasa, terdiri dari berbagai etnis seperti Toulour, Toun-temboan, Tounsea, Tounsawang, Tombulu, Pasan, Pono-sakan, Bantik, Borgo. Ada juga dari suku bangsa/daerah lainnya yaitu:Sanger, Gorontalo, Jawa, Batak, warga ketu-runan Cina dan lain-lain. Demikian juga dengan agama yang  berbeda seperti Kristen, Katholik, Islam, Hindu, Budha, Kong-huchu dan berbagai aliran kepercayaan lainnya.
Berbagai suku bangsa dengan segala keragamannya adalah ciptaan Tuhan dan merupakan suatu kekayaan. Tetapi di pihak lain, mengandung tantangan yang besar karena dida-lamnya terdapat berbagai karakter, kepentingan dan kecen-derungan, baik bercirikan nasionalis maupun bercirikan fana-tisme (faham tertentu) yang sempit,sehingga menonjolkan sifat kedaerahan, suku dan agama yang dapat mengakibatkan gesekan, ketegangan, permusuhan dan perpecahan. Dengan realita ini, maka diangkatlah tema: “Menjadi Satu Bangsa di Tangan Allah”, dalam pemahaman bahwa semua bangsa dalamnya suku dan sub suku yang ada di Indonesia, khusus-nya yang ada di tanah Minahasa bukan hanya diciptakan Tuhan, tetapi juga dipersatukan-Nya, dengan maksud supaya tiap-tiap suku bangsa dapat saling menghargai dan mengusa-hakan persatuan dan kesatuan dalam hidup sehari-hari.

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (“Exegese”)

Yehezkiel yang namanya berarti “Allah menguatkan”. Pada  sekitar umur 17 tahun, ia menulis kitab Yehezkiel yang kemudian diberi tema: “Hukuman dan Kemuliaan Allah”.  Ia berkarya ketika umat Israel sedang terbuang di tanah Babel dalam pemerintahan raja Nebukadnezar sekitar 590-570 Sebelum Masehi. Dalam pasal 33-48:35 Yehezkiel mulai menyampaikan nubuatan penghiburan dan harapan untuk pemulihan. Khususnya dalam pasal 37:15-23 Yehezkiel menyampaikan berita pemulihan bahwa kerajaan Israel atau kadang-kadang disebut Efraim (utara) dan Yehuda (selatan) yang terpisah setelah kematian Salomo (lih 1 Raj. 12:1-33) akan dipersatukan kembali.

Dikatakan bahwa firman Tuhan datang kepada Yehezkiel (ayat 15). Tuhan yang berprakarsa menemui Yehezkiel ia seorang manusia biasa. Maka-Nya Yehezkiel  disapa  dengan sebutan anak manusia (ayat 16). Sebutan anak manusia memperlihatkan bahwa sekalipun Yehezkiel hanyalah manu-sia, ia dipanggil Tuhan untuk berbicara atas nama-Nya. Ia disuruh mengambil sebuah papan dan menulis diatasnya untuk Yehuda (Israel selatan) dan orang-orang Israel yang bersekutu dengan dia. Kemudian di atas papan yang lain  bertuliskan untuk Yusuf – papan Efraim – (Israel Utara) dan seluruh kaum Israel yang bersukutu dengan dia. Kedua papan itu harus menjadi satu di tangan Yehezkiel. Ini adalah  tindakan simbolik sesuai perintah Tuhan bahwa Ia akan  mempersatukan bangsa itu. Mereka akan menjadi satu dalam tangan Tuhan.

Menjadi satu bukan berarti menjadi sama, tapi dalam kepelbagian mereka menjadi satu di tangan Allah. Menjadi satu adalah kehendak dan anugerah Allah (ayat 21-22). Proses menjadi satu adalah bagian dari pekerjaan Allah. Ia sendiri yang akan menjemput dan mengumpulkan umat-Nya daritanah pembuangan untukmenjadikan mereka satu bangsa di tanah mereka,dan saturaja yang memerintah. Merekatidak lagimenjadi dua bangsadantidak lagiter-bagi menjadiduakerajaan. Intidari ayat-ayat ini adalah bahwa Allah akan menjadikan mereka satu bangsa dan satu raja yang memerintah  mereka.

Ayat 23, menyebutkan maksud Allah mengumpulkan dan mempersatukan mereka, supaya tidak lagi menajiskan dirinya dengan berhala-berhalaatau dewa-dewa yang menjijik-kan  dan dengan semua pelanggaran mereka. Kemudian, Tuhan akan melepaskan mereka dari segala penyelewengan dengan mana mereka berbuat dosa dan mentahirkan mereka, sehingga mereka menjadi umat Tuhan dan Ia akan men-jadi Allah mereka.

Makna dan Implikasi Firman

  • Mari kita sambut kehendak Tuhan atas bangsa kita, supaya kita menjadi bangsa yang beragama, tetapi bukan negara agama. Menjadi bangsa beragama yaitu bangsa yang ber-Tuhan berarti mau memba-ngun kehidupan bersama yang saling menghidupkan satu sama lain.Dosa, dapat menimbulkan perpecahan dan permu-suhan antar suku bangsa, antar kampung dan antar keluarga, juga antar pribadi dan antar saudara. Dosa yang dimaksud antara lain amarah, kebencian, iri hati, dendam, ketidakadilan, egoisme, fanatisme dan pri-mordialisme (paham kedaerahan) yang sempit, pe-nyembahan berhala.
  • Dosa yang tak disadari dan dibiarkan bertumbuh akan mengakibatkan penghukuman Tuhan sebagaimana umat Tuhan yang terbuang di tanah Babel. Oleh sebab itu betapa pentingnya pertobatan, mendengar dan melakukan kehendak Allah.
  • Jika perpecahan dan permusuhan terjadi, apalagi kalau sampai terjadi saling menyalahkan, saling menyakiti, saling menyerang satu sama lain maka semua pihak akan mengalami kerugian. Tidak ada pihak yang diuntungkan dalam situasi ini, sebagaimana ungkapan “ yang satu jadi abu, yang lain jadi arang”.
  • Negara Indonesia adalah negara Pancasila yang ber- Bhineka Tunggal Ika. Sehingga kepelbagian suku bangsa adalah anugerah Tuhan. Tidak ada warga negara kelas satu dan kelas dua di negeri ini. Pan-dangan dan perilaku ketidakadilan yang menyepele-kan hak azasi manusia dan tindakan terorisme di negeri ini adalah musuh bersama setiap anak bangsa.
  • Tuhan mengaruniakan bangsa Indonesia, di dalamnya tanah Minahasa dengan berbagai keragamannya, supaya di tanah ini selain kita harus hidup rukun dan damai sebagai suatu bangsa,tetapi juga supaya kita tidak lagi menajiskandiridengan berhala-berhala atau dewa-dewa atau opo-opo atau ilah lain yang ada di sekitar kita. Selanjutnya tidak ada penyelewengan dalam berbagai bentuknya, seperti: jabatan, kewe-nangan, keuangan,kepercayaan dan penyelewengan etika moral dan norma-norma agama.Semua ini dapat merusak dan meruntuhkan sendi-sendi kehidupan berbangsa.
  • Gereja sebagai lembaga dan pribadi sebagai anggota jemaat terpanggil menjadi alat pemersatu bangsa di dalamnya jemaat, sehingga semua pihak yang ber-beda dapat saling menghargai, menghormati dan dapat membangun kehidupan bangsa dan negara.

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Apa maksud dan tujuan Tuhan mempersatukan Yehuda dan Israel?
  2. Apa yang gereja harus lakukan di tengah bangsa Indonesia yang dipersatukan Allah?

NAS PEMBIMBING: 1 Petrus 2:13-14

POKOK-POKOK DOA

  • Syukur atas keanekaragaman bangsa Indonesia
  • Supaya kebijakan pemerintah dapat menata dengan adil untuk setiap anak bangsa.
  • Gereja dapat berperan aktif dalam keutuhan bangsa

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN : HARI MINGGU BENTUK I 

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:

Persiapan : PKJ No 2 Mulia

Nas Pembimbing : NKB No. 195 Kendati Hidupku Tentram

Pengakuan Dosa :NNBT No.10 Ya Tuhan Yang Kudus

Berita Anugerah  :KJ No. 39 Ku Diberi Belas Kasihan

Hukum Tuhan: KJ No. 260 Dalam Dunia Penuh Kerusuhan

Sesudah Khotbah : NNBT No. 12 Diamlah

Persembahan : KJ No. 407 Tuhan, Kau Gembala Kami

Nyanyian Penutup : KJ No. 249 Serikat Persaudaraan

ATRIBUT:

Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top