MTPJ 2 – 8 Februari 2014

0
1479

TEMA BULANAN : “Keadilan Allah”

TEMA MINGGUAN : “Tuhan Adil Bagi Semua Orang”

Bahan Alkitab : Yesaya 45 : 20 – 25 ; Roma 3 : 21 – 26

 

ALASAN PEMILIHAN TEMA

Masalah keujuran, keadilan dan kedamaian menjadi “barang” mahal dalam kehidupan sekarang ini. distorsi atau pemutar balikkan keadilan dan kebenaran terjadi dimana-mana. Kita melihat dimana-mana banyak orang menuntut keadilan dengan demonstrasi secara besar-besaran, bahkan ada yang menyiksa diri dengan tidak makan dan minum di depan orang atau lembaga yang menginjak-injak keadilan. Bahkan ada yang memakai nama agama sekalipun yang berani merusak kedamaian. Yang lebih merisikan adalah ada orang yang sangat religious/beragama sekalipun menonjolkan keberagamaannya tetapi tidak menyatakan kejujuran dalam tugas kerjanya sehingga akhirnya dia digiring oleh hukum yang berlaku karena ketidak-jujuran yang dilakukannya. Bagaimana kita sebagai orang percaya atau Gereja Tuhan lebih khusus Gereja Masehi Injili di Minahasa menjawab persoalan actual ini ?

 

 

PEMBAHASAN TEMATIS

Pembahasan Teks Alkitab(Exegese)

Yesaya 45:20-25

Bahwa semua orang akan dibebaskan oleh Cyrus akan memuliakan Tuhan Allah yang Esa, Tuhan yang hidup. Bukan hanya orang Israel tetapi juga semua orang datang menyembah kepada Tuhan, karena Dia Tuhan yang hidup dan membawa pembebasan. Tuhan menyediakan keselamatan kepada siapa saja (inklusif). Dia-lah yang berperkara sehingga memakai Cyrus untuk membawa pembebasan kepada semua orang yang terjajah. Tidak ada Tuhan Allah  Israel  yang hebat keculai Elohim, Yahweh, nama besar dari Tuhan Allah Israel. “tuhan” yang lain adalah sia-sia, dia hanya Tuhan ciptaan manusia, dia adalah tuhan yang mati, tuhan yang dibuat manusia karena terbuat dari patung atau dari ide-ide manusia. Pengetahuan bukan karena menyembah patung atau berdoa pada tuhan yang tidak dapat menyelamatkan. Tuhan itu esa, Tuhan yang adil, Juruselamat. Tuhan itulah kebenaran itu sendiri. Dan dalam Tuhan semua benih (keturunan) Israel dibenarkan dan mendapat kemuliaan. Kebenaran bukan dapat di cari tetapi hanya kalau orang percaya eksis (exist) di dalam Tuhan yang adalah kebenaran itu sendiri.

 

Dalam Roma 3: 21-25, Rasul Paulus mengecam pembenaran karena usaha manusia. Usaha manusia itu  (antropologis) menurut Rasul Paulus ada pada ketaatan pada hukum taurat. Bagi Rasul Paulus usaha pembenaran (atau mendapatkan kebenaran; istilah Yunani “dikaoisune”) yang benar adalah datangnya  dari Tuhan. Dan itu telah disediakan oleh Allah Bapa melalui kedatangan Yesus Kristus yang pencaknya ada pada pengorbanan-Nya di kayu salib (ayt 25-26) dan itu adalah pemberian berharga Tuhan Allah yang mengorbankan Putera Tunggal-Nya supaya manusia mendapat keselamatan. Istilah keselamatan sama atau identik dengan pembenaran  atau kebenaran dan keadilan dalam konsep teologis Rasul Paulus. Keselamatan atau keadilan bukanlah usaha manusia tetapi semata-mata hanya kasi karunia (Lat. Sola gratia ) dari Tuhan Allah dan keselamatan, keadilan, atau kebenaran itu dapat diperoleh manusia percaya, orang-orang percaya (Gereja) karena pekerjaan Roh Kudus yang memberi iman (Lat. Sola Fide). Inilah pekerjaan dan urut-urutan procedural iman yang disampaikan oleh Rasul  Paulus tentang kebenaran atau keadilan, kepercayaan atau iman dan kehidupan orang beriman.

 

Makna dan Implikasi Firman

Credo atau pengakuan iman yang kita peroleh dari kesaksian Alkitab yang kit abaca dan renungkan menyampaikan beberapa hal.

 

Pertama, keadilan dan kebenaran tidak ada di dalam siapapun atau di dalam apapun kecuali di dalam Tuhan: Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus. Dia-lah Tuhan yang adil dan benar.

 

Kedua, Tuhan hadir dalam membawa dan menghadirkan keadilan. Bagi mereka yang merindukan keadilan, Tuhan hadirkan keadilan. Dan keadilan Tuhan sifatnya tidak diskriminatif atau tidak memilih-milih orang atau kelompok. Persyaratannya satu, asalkan orang atau kelompok itu datang menyembah Dia dan meninggalkan penyembahan berhala. Tuhan membenci penyembah berhala dan mengasihi dan memberkati mereka yang menyembah DIA.

 

Ketiga, Adalah tidak baik mencari keadilan dan kebenaran dalam idola kita, orang atau benda. Ada orang yang dikuasai oelh materialism atau kesenangan (hedonism) sebagai sesuatu kebenaran sehingga menurunderajatkan Tuhan dan memarginalisasi (meminggirkan) arti dari nilai luhur persaudaraan dan persahabatan. Karena materi nilai persaudaraan dikorbankan. Karena kesenangan duniawi maka nilai-nilai spiritual kristiani tidak lagi dipelihara.

 

Empat, Orang, gagasan, kesenangan justru menjadi benar dan adil kalau kita lebih dulu dan pertama-tama mengedepankan penyembahan kepada Tuhan Allah Tritunggal yang adil sehingga hal-hal yang baik itu menjadi buah-buah yang orisinal/asli/murni dari penyembahan dan penyerahan diri kepada Tuhan. Kebaikan akan diperoleh ketika orang percaya memulai dengan menyembah Tuhan dalam hal ini Tuhan Yesus yang telah menebus dosa manusia.

 

PERTANYAAN DISKUSI

1.Apa inti dari pemahaman Tuhan yang adil dan membawa pembenaran bagi orang percaya ?

2.Menurut dua perikop pembacaan kita, bagaimana orang percaya menghadirkan keadilan dan kejujuran dalam kehidupan beriman ?

 

NAS PEMBIMBING : Ulangan 32 : 3 – 4

 

POKOK-POKOK DOA

        – Jemaat supaya dijauhkan dari penyembahan berhala

        – Kesetiaan penyembahan pada Tuhan Allah Tritunggal

        – Orang yang setia akan menghadirkan keadilan dan kejujuran dalam kehidupan beriman

      – Orang yang menjadi korban dari ketidak-adilan dan kebenaran kiranya ada pembebasan dari Tuhan dan diupayakan oleh Gereja Tuhan

 

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: HARI MINGGU BENTUK I

 

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:

          Persiapan : NNBT No.4

          Ses Nas Pemb : KJ No.19

          Pengakuan Dosa & Pemb Anugerah Allah : KJ No.38

          Ses Pengakuan Iman : NNBT No.19

          Ses Hukum Taurat : NNBT No.13

          Persembahan : JK No.393

          Nyanyian Penutup : JK No.424

 

ATRIBUT YANG DIGUNAKAN :

Warna dasar hijau dengan symbol salib dan perahu di atas gelombang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here