MTPJ 21 – 27 Februari 2016

0
7019

TEMA BULANAN: “Pemulihan Dunia”
TEMA MINGGUAN: “Menjadi Terang Sekalipun Menderita”
Bahan Alkitab : Yesaya 49:1-7

ALASAN PEMILIHAN TEMA

Terang atau or (Ibrani) dan fows (Yunani) adalah istilah yang digunakan oleh para penulis Alkitab untuk menjelaskan kemuliaan Allah. Tulisan-tulisan Perjanjian Lama menyak-sikan Israel yang dikelilingi oleh bangsa-bangsa yang menyembah terang (matahari) dan sebagai respons terhadap penyembahan itu, Israel memproklamirkan bahwa mereka tidak menyembah terang tapi hanya menyembah Tuhan sebagai satu-satunya Allah yang harus disembah. Terang adalah ciptaan-Nya (Kejadian 1:3), Ia berpakaikan terang (Mazmur 104:2) dan sebab itu terang tidak patut disembah. Yang patut disembah adalah Sumber Terang itu. Dalam Perjanjian Baru, istilah terang banyak dihubungkan dengan logos (Firman). Dalam 1 Yohanes 1:5 dikatakan terang berdiam dalam logos dan menjadi kehidupan bagi manusia (Yohanes 1:3,4). Terang itu masuk ke dalam dunia dan bersinar dalam kegelapan menerangi semua orang.

Yesaya 49:1-7 yang menjadi pembacaan kita, yang juga disebut Nyanyian Hamba Tuhan, menghubungkan terang dengan sosok Hamba Tuhan (Ibr. Ebed Yahweh) yang menderita. Seluruh kitab Yesaya memiliki 5 kumpulan Nyanyian Hamba Tuhan dan nyanyian dalam pasal 49:1-7 disebut Nyanyian Hamba Tuhan yang kedua. Identitas hamba Tuhan digambarkan secara beragam. Kadang-kadang Hamba Tuhan menunjuk kepada umat Israel (Yesaya 41:8) atau orang-orang yang taat kepada Tuhan seperti Abraham ataupun mereka yang memenuhi rencana Allah seperti Nebukadnezar (Yeremia 25:9). Dalam Nyanyian Hamba Tuhan, peran Israel dan orang-orang tertentu telah digantikan oleh seorang hamba yang benar dan adil. Ia menjalankan misinya dengan karya-karya yang agung, tanpa dosa, rela menderita dan lebih baik dari umat Israel. Para penulis Perjanjian Baru menjelaskan, hanya Kristus yang tepat men-jadi perwujudan Hamba Tuhan yang dinubuatkan dalam nyanyian-nyanyian Hamba Tuhan. Kristus adalah terang dunia, dan hal ini menjadikan nyata tugas yang diemban oleh Hamba Tuhan yang telah dinubuatkan. Walaupun Ia men-derita tetapi seluruh karya-Nya, menerangi para pendengar dan dunia. Tema “Menjadi terang sekalipun menderita” dipilih karena Hamba Tuhan yang benar dan adil yaitu Kristus yang menderita di kayu salib adalah terang bagi manusia dan dunia. Yesus sendiri memproklamirkan diri-Nya sebagai “Terang Dunia” (Yohanes 9:5). Dalam Dia, kegelapan dan kekelaman tidak ada lagi. Selanjutnya, tugas untuk menjadi terang telah diberikan kepada orang-orang percaya, agar dapat membawa terang bagi dunia yang kadang-kadang lebih mencintai  kegelapan.

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Yesaya 49 berada dalam kesatuan pasal 49-55 yaitu kumpulan pasal yang menyaksikan tentang janji mengenai masa depan yang baru bagi Israel. Yerusalem telah hancur namun akan dibangun lagi dan Tuhan akan memberkati orang-orang yang kembali dari pembuangan. Dalam kesatuan pasal 49-55 ini dijumpai tiga nyanyian tentang Hamba Tuhan yang menderita yaitu di dalam pasal 49:1-6, 50:4-9 dan 52:13-53:12. Nyanyian hamba Tuhan yang pertama terdapat dalam Yesaya 42:1-4.

Nyanyian Hamba Tuhan dalam pasal 49:1-7 berisi pesan yang disampaikan oleh seorang hamba. Nyanyian kedua dari Hamba Tuhan diletakkan pada bibir Hamba tersebut. Perikop ini dimulai dengan seruan sang Hamba yang meminta perhatian terhadap perkataannya: “dengarlah” dan “perha-tikanlah” menjelaskan bahwa pesan yang diserukan itu, penting dan urgen. Perikop ini menjelaskan bahwa Hamba itu telah dipilih sendiri oleh Tuhan, sejak dari kandungan dan perut ibunya (ay.1), dan tujuan pemilihan adalah untuk menyatakan keagungan Allah (ay.3). Yang menjadi alamat seruannya ialah “pulau-pulau”, simbol yang mewakili bangsa-bangsa yang berdiam di tempat yang jauh. Yang dimaksud dengan bangsa-bangsa adalah bangsa-bangsa di luar Israel. Disebutnya bangsa-bangsa di luar Israel menjelaskan cakupan tugas yang luas dari sang Hamba, berdampak pada tugas sang Hamba yang bukan hanya di Israel tapi juga di tengah bangsa-bangsa yang lain. Hamba itu mendapat tugas yang berat (dilambangkan dengan pedang yang tajam dan anak panah). Dalam ay.2 yaitu berita penghukuman yang disampaikan dengan kata-kata yang tajam dan melukai hati. Tapi ia juga menyampaikan pengharapan sebagaimana hamba itu berlindung dalam naungan tangan Allah dan disembunyikan dalam tabung panah. Tetapi pada sisi lain, walaupun Hamba Tuhan itu menderita, dihina orang dan dijijikan bangsa-bangsa (ay.7), ia dipermuliakan Allah dan diutus untuk menjadi terang bagi bangsa-bangsa. Tujuan pemberian tugas ini adalah supaya mewartakan keadilan serta kebenaran bagi dunia dan penderitaan-Nya membawa keselamatan sampai ke ujung dunia.

Dalam perikop ini Hamba Tuhan ini disebut “Israel” (ay.3) tetapi ada banyak tulisan yang berbicara tentang  Israel sering gagal melaksanakan tugasnya maka istilah Israel di sini harus dipahami sebagai nubuat tentang karya dan kehidupan Mesias yang akan datang dari Israel, mungkin pemimpin, mungkin keturunan Israel. Sebab itu, dalam nada yang sama, para penulis Perjanjian Baru langsung mengaitkan tokoh Hamba Tuhan yang menderita kepada Kristus karena kehidupan dan karya Kristus memenuhi kriteria yang dilukiskan dalam Hamba Tuhan itu. Yesus sendiri menyebut diri-Nya sebagai hamba yang akan memberi nyawanya bagi orang banyak (Markus 10:45). Walaupun menderita, disesah dan disalibkan, pengabdian dan karya Kristus menjadi berkat dan terang bagi gereja, bagi bangsa-bangsa, bagi semua orang.

Makna dan Implikasi Firman

Firman Tuhan dari Yesaya 49:1-8 membawa pema-haman bahwa dunia di mana kita hidup, berkarya, berjuang dan melayani sangat mendambakan terang ilahi. Sebenarnya terang ilahi itu sudah datang dalam diri Yesus Kristus. Penginjil Yohanes menyaksikan bahwa Yesus Kristus adalah “ hidup dan hidup itu adalah terang manusia” (Yohanes 1:4). Yesus Kristus hendak menerangi setiap manusia namun dalam diri setiap orang selalu ada unsur-unsur gelap yang mau menghambat terang itu. Syukur kepada Allah karena ternyata kegelapan tidak menguasai terang (Yohanes 1:5) dan Tuhan sendiri, melalui banyak cara, selalu memanggil orang-orang dan kita semua agar membuka diri kepada Terang Dunia dan menjadi saksi-saksi-Nya di manapun dia berada dan menyak-sikan. Orang-orang yang setia, yang adalah “pantulan” Hamba Tuhan di waktu lampau, diminta untuk meman-carkan terang itu walaupun kita semua tahu kelemahan-kelemahan kita untuk hidup sebagai terang di antara suku-suku bangsa. Para saksi ditugaskan untuk meneruskan terang Kristus agar dapat mengalahkan kegelapan antara lain dalam hal: menghadirkan keadilan sosial, membebaskan orang-orang yang mengalami diskriminasi karena warna kulit dan gender, menjadi keluarga bagi sesama yang susah dan kesepian serta menjadi alat yang ampuh untuk  membawa pemulihan bagi dunia yang terancam musnah. Seperti Hamba Tuhan yang disaksikan nabi Yesaya dan Kristus yang disaksikan kitab-kitab Injil, kita mungkin akan menderita dan tidak disukai banyak orang tetapi ada jaminan bahwa Allah akan melindungi kita. Yang dituntut dari kita adalah kesetiaan untuk menjadi terang di antara bangsa-bangsa dan suku-suku bangsa. Dengan melakukan semua ini maka kita telah menyaksikan Tuhan Allah kita dan semua suku bangsa akan mengakui dan memuji Tuhan sebagai Raja atas dunia. Itulah tugas yang diberikan kepada gereja yang harus dilakukan dengan setia sampai akhirnya! Kristus yang menderita sampai pada akhirnya adalah teladan dari semuanya.

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:       

  1. Siapakah Hamba Yang Menderita yang diutus untuk menjadi terang bagi bangsa-bangsa menurut Yes.4:1-7?
  2. Dalam hal apakah kita menjadi terang bagi bangsa- bangsa di masa kini?
  3. Apakah tantangan-tantangan untuk menjadi terang di  masa kini?

NAS PEMBIMBING: 1 Yohanes 5:1 

POKOK-POKOK DOA:

  • Jemaat-jemaat dalam memahami lebih dalam makna sengsara Kristus.
  • Solidaritas dengan orang-orang yang menderita karena kelemahan tubuh dan kekurangan atau karena perlakuan orang lain.
  • Solidaritas dengan orang-orang yang menderita karena memperjuangkan haknya dan hak orang-orang lain.
  • Usaha GMIM dan gereja-gereja sedunia untuk tetap menjadi terang di tengah bangsa-bangsa!

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN : HARI MINGGU SENGSARA  II 

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:

Persiapan: NKB No. 17 Agunglah Kasih Allahku

Ses Nas Pemb/Nyanyian Masuk: KJ No. 169 Memandang Salib Rajaku

Pengakuan Dosa:  O Tuhan yang Maha Kuasa (setengah suara)

Berita Anugerah: NKB No.15 Hidup Yang Penuh Berbeban

Ajakan Mengikuti Yesus di Jalan Sengsara: KJ No. 375 Saya Mau Ikut Yesus

Persembahan: KJ No. 383 Sungguh Indah Kabar Mulia.

Penutup: NNBT  No. 28 Ya Tuhan Tolong Aku

ATRIBUT:

Warna dasar ungu dengan simbol XP (Khi-Rho), cawan pengucapan, salib dan mahkota duri.

Perayaan_Minggu-minggu_Sengsara

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here