MTPJ 21– 27 Juni 2015

0
6579

TEMA BULANAN: “Penginjilan dan Pendidikan Sebagai Upaya membangun Solidaritas Kebangsaan”
TEMA MINGGUAN: “Tuhan Mendidik dan Membaharui”
Bahan Alkitab: Amsal 3:11-12; Titus 2:11-15

ALASAN PEMILIHAN TEMA

Tuhan mendidik dan membaharui segenap kehidupan umat-Nya dan dunia buatan tangan-Nya. Proses didikan yang TUHAN kerjakan berjalan sepanjang kehidupan manusia (“the long life education). Didikan Tuhan yang membawa pembaruan, memberi peran kepada gereja mewujudkannya di tengah-tengah dunia ini. Untuk itu Tuhan memperlengkapi gereja dengan kuasa Roh Kudus, sehingga gereja menjadi penerus kasih Allah.

Gereja pengemban amanat Allah diperhadapkan pada suatu realitas tantangan yaitu roh duniawi (“sekularisme).  Roh duniawi bisa kita lihat dalam kehidupan setiap hari, seperti masih ada kepercayaan pada kekuatan gaib (“okultisme),  paham yang menempatkan barang-barang mewah sebagai ukuran kebaha-giaan (“konsumerisme), pandangan hidup yang mengedepan-kan kesenangan dan kenikmatan sebagai tujuan utama (“hedonism) dan Gerakan Zaman Baru atau “New Age Movement adalah suatu gerakan yang dalam banyak segi mengambil tema-tema Kristen, tetapi pengertiannya tidak biblika kristiani. Dalam realitas tantangan ini, gereja didorong untuk mengoptimalkan pelayanan di bidang pendidikan, membimbing warga gereja memiliki spiritualitas Kristen yang tangguh, agar warga gereja mampu membedakan yang baik dari yang jahat, menolak kefasikan dan melakukan kebajikan, kebenaran men-cintai keadilan dan membenci ketidakadilan, serta memper-sembahkan hidup yang kudus dan berkenan kepada Allah sebagai wujud pembaruan hidup.

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Kitab Amsal dari bahasa Ibrani מִשְלֵי ; ‘’misyle/masyal’’ artinya misal atau perumpamaan, yang secara umum berisi kumpulan nasihat yang mendidik. Didikan bertujuan untuk menjadikan pandai, cerdas, berpikiran sehat, berpengetahuan dan bijaksana serta mampu mengambil keputusan yang tepat dalam banyak situasi. Juga membentuk karakter seseorang untuk mencintai kebenaran, keadilan dan kejujuran (bandingkan Amsal 1:3-4). Dan inti dari didikan adalah membawa seseorang untuk hidup takut akan TUHAN. (bandingkan Amsal 1:7).

Amsal 3:11-12 adalah nasihat yang disampaikan kepada seorang anak. Isinya tentang jangan menolak didikan atau bosan akan peringatan Tuhan. Kata didikan dalam bahasa Ibrani = חינוך = muwcar yang berarti menghukum, disiplin, mengajar dan menegur. Didikan juga berhubungan dengan pengalaman meyakitkan yang dijinkan Tuhan terjadi pada orang yang dikasihi-Nya (bandingkan Ayub 5:17-18). Sehingga per-nyataan jangan menolak didikan termasuk kesediaan untuk menerima kenyataan menyakitkan yang dipergunakan Tuhan untuk mendidik umat-Nya.

Dalam hal menerima didikan seseorang memerlukan kerendahan hati, mau tunduk dan taat, mendengar dengan seksama lalu menerima, mencintai dan menghargai. Sikap menerima didikan Tuhan menunjuk pada suatu relasi yang baik  antara umat dan Tuhan.

Didikan dan peringatan Tuhan merupakan wujud dari kasih sayang yang diberikan kepada umat-Nya, seperti kasih sayang seorang ayah kepada anaknya. Jadi umat Tuhan yang menolak didikan itu sama halnya dengan menolak kasih sayang TUHAN. Orang yang hidup mengindahkan didikan Tuhan, sungguh akan menikmati keberkatan, merasakan hubungan dekat dengan TUHAN dan dapat berkata hanya dekat Allah saja aku tenang (bandingkan Mazmur 62).

            Titus 2:11-15 adalah bagian dari surat rasul Paulus pada Titus  dan jemaat di  Kreta  (bahasa Yunani: “Κρήτη”, Kriti, adalah pulau terbesar di wilayah Yunani dan terbesar kelima di Laut Tengah). Di sini Paulus mengajarkan kepada umat Tuhan, bahwa kasih karunia Allah yang menyelamatkan itu nyata dalam kehidupan umat-Nya. Didikan Tuhan adalah bagian dari kasih karunia Allah kepada manusia. Kata ‘mendidik’ dalam teks Yunani = “paideuo, yang dapat diartikan melatih anak-anak, belajar, menghukum dengan kata-kata memperbaiki, membentuk karakter orang lain dengan teguran dan nasihat. Didikan Tuhan berarti juga menghajar dengan penderitaan dan bencana, untuk menghukum dengan pukulan, atau untuk mencambuk.

Tuhan mendidik umat-Nya menyangkut beberapa hal yaitu:

  • Membawa pertobatan, yang dapat dimengerti dari kata ‘meninggalkan’(Yunani: “arneomai“ artinya menyangkut tindakan menyangkal diri sendiri dan menolak yang ditawarkan) dalam hal ini kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi (ayat 12a).
  • Membentuk karakter (watak) dengan memiliki nilai-nilai hidup seperti bijaksana, adil, beribadah (ayat 12b), menantikan penggenapan pengharapan yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dalam Yesus Kristus sebagai Juruselamat.
  • Membebaskan (Yunani: “lutron artinya penebusan). Yesus yang telah mengorbankan diri-Nya sendiri sebagai penebusan atas segala kejahatan/dosa manusia. (ayat 14).
  • Menguduskan (Yunani: “katharizo” artinya memurnikan) Proses pemurnian umat-Nya, agar rajin berbuat baik. (ayat 14).

Ternyata didikan Tuhan adalah tindakan untuk membarui dan membentuk suatu kehidupan umat kudus milik kepunyaan Allah, yang menanti penggenapan pengharapan dengan hidup yang penuh kebahagian dan rajin berbuat baik. Selanjutnya Paulus mengingatkan kepada Titus sebagai “doulos (hamba Tuhan) agar berani memberitakan semua itu dengan kewibawaan (Yunani : epitage artinya mandat). Titus sebagai seorang yang memegang mandat dari Tuhan meyakinkan orang tentang Injil Yesus Kristus, sehingga umat membaharui diri dengan mening-galkan kefasikan, keinginan duniawi atau segala perbuatan jahat dan menjalani hidup kudus sebagai umat kepunyaan-Nya.

Makna dan Implikasi Firman

  • Gereja mengemban amanat Tuhan harus memberi perhatian serius pada pelayanan pendidikan yang membawa pem-baruan hidup, yang didasarkan pada takut akan Tuhan, dan mengarah pada pembentukan karakter Kristen.
  • Gereja menempatkan keluarga sebagai basis pelayanan pendidikan guna pembentukan karakter anak-anak sejak usia dini. Untuk itulah orang tua perlu diberdayakan dalam melaksanakan tanggung jawab mendidik keluarga melalui pendampingan rohani secara optimal. Dengan demikian keluarga akan mampu mempersiapkan anak-anak sebagai generasi penerus, yang mau membuka diri terhadap didikan Tuhan, di mana mereka tekun berdoa, rajin membaca Alkitab,setia beribadah dalam meningkatkan pendayagunaan iman untuk mencapai kecerdasan iman di tengah pluralis/ kemajemukan masyarakat.
  • Gereja harus semakin meningkatkan kualitas sekolah GMIM dengan menyediakan fasilitas sarana, prasarana yang baik dan tenaga pendidik yang berkualitas. Untuk menindaklanjuti upaya-upaya gereja tersebut di atas, maka perlu diintensifkan pelatihan tenaga pendidik yang profesional, guna menunjang proses pembelajaran sehingga dapat menghasilkan lulusan yang bermutu, yakni tinggi iman, tinggi ilmu dan pengabdian.
  • Pelayanan pendidikan di jemaat yang berorientasi dogmatis, perlu diarahkan pada pembentukan karakter yang berbasis spiritualitas Kristen. Sebagai contoh dalam pelayanan sekolah minggu, anak-anak tidak hanya sekedar datang untuk mendengar cerita-cerita Alkitab, menghafal ayat Alkitab dan menyanyi, tetapi diarahkan bersikap sopan atau tertib dengan menanamkan nilai-nilai spiritualitas Kristen secara baik/benar dan mendalam.
  • Di bulan Pekabaran Injil dan Pendidikan Kristen GMIM yang ke-184 mengingatkan gereja untuk memperhatikan pen-didikan secara menyeluruh (holistik). Pendidikan di lingkup masyarakat lebih luas dan menyentuh segenap bidang kehi-dupan yang mengarah pada transformasi sosial, ekonomi, budaya, politik dan segenap aspek kehidupan berbangsa dan bernegara

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Apakah maksud didikan Tuhan dalam Amsal 3:11-12 dan Titus 2:11-15?
  2. agaimanakah peran gereja dalam mengembangkan Pendidikan Agama Kristen di sekolah dan pengajaran-pengajaran Kristen lewat katekisasi yang berkualitas bagi warga gereja?
  1. Apa upaya keluarga dalam menanamkan nilai-nilai kristiani kepada anak-anak sejak usia dini? 

NAS PEMBIMBING : Roma 12:2

POKOK-POKOK DOA

  • Badan Pekerja Majelis Sinode GMIM dalam upaya meningkatkan kualitas Pendidikan Agama Kristen
  • Peran Yayasan pengelola pendidikan GMIM
  • Wilayah dan Jemaat dalam tanggung jawab Pendidikan Agama Kristen.
  • Tanggung jawab keluarga/orang tua dalam mendidik anak-anak. 

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN:  HARI MINGGU BENTUK III

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:

Nyanyian Masuk: NNBT No. 1 Pujilah Dia, Pujilah Dia

Ses. Nas Pembimbing: NKB. No. 14 Jadilah Tuhan Kehendak-Mu”

Ses. Pengakuan Dosa & Pemb. Anugerah Allah: NNBT. No. 27, Ya Tuhan Engkaulah

Ses. Pembacaan Alkitab: NKB. No. 119 Nyanyikan Lagi Bagiku

Persembahan: NKB. No. 133  Syukur Pada-Mu ya Allah

Nyanyian Penutup: NNBT. No. 21, “Pergilah Kamu”

ATRIBUT :

Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here