MTPJ 23 s-d 29 Desember 2018 (Minggu Adven 4)

0
1142
TEMA BULANAN : “Allah Pencipta, Penyelamat dan Pemelihara Manusia dan Alam Semesta”
TEMA MINGGUAN : “Yesus Kristus Penyelamat Dunia”
BACAAN ALKITAB: 1 Yohanes 4:7-21
ALASAN PEMILIHAN TEMA

Media masa dan elektronik banyak mengangkat berbagai peristiwa di seluruh dunia yang sangat memiriskan hati bagi siapa yang melihat atau membaca berita, antara lain; penembakan, pembantaian, pembunuhan dan kekerasan yang dialami oleh anak-anak dan orang dewasa, dan berita yang lain menampilkan kela-paran, menderitanya para pengungsi yang diakibatkan perang saudara, ataupun antar negara satu dengan yang lain. Situasi yang tidak menentu, bahkan membahayakan nyawa sendiri, mengakibat-kan banyak orang yang berupaya mencari keselamatan dan kebahagiaan hidup dengan cara sendiri. Kepercayaan dan agama yang mereka anut mulai diragukan ketika di depan mata mereka begitu banyak orang yang mati, teraniaya, kelaparan dan kemiskinan yang berkepanjangan. Keamanan dan kedamaian menjadi sesuatu yang sulit ditemui, sehingga tidak sedikit orang melakukan berbagai cara yang benar, ataupun tidak benar yang penting mendatangkan keamanan dan kebahagiaan. Bagi orang Kristen sesulit apapun situasi dan kondisi yang kita alami, Yesus Kristus yang adalah pencipta, penyelamat dan pemelihara sebagai satu satunya jalan keselamatan, sebab firman-Nya “Penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita “(Roma 8 : 18). Zaman yang semaikn terus berkembang yang ditandai dengan kemajuan IPTEK sering dipakai oleh orang orang tertentu untuk mendapatkan keuntungan walaupun itu mengorbankan orang lain. Beredarnya narkotika dikalangan anak sekolah dasar dan semakin maraknya korupsi, persinahan, sex bebas, LGBT, minuman keras, illegal Logging, illegal Fishing, tawuran antar pemuda dan berkembang menjadi tauran antar kampung yang mengakibatkan begitu banyak rumah yang dibakar, korban jiwa dan materi. Eksploitasi alam yang tidak bertanggung jawab semakin memperparah pemanasan global seakan tidak ada habis habisnya mewarnai media masa dan elektronik, tapi itulah dunia! Sampai kapanpun kita tidak akan pernah menemukan kasih sejati di dunia ini, karena kasih manusia itu sangat terbatas, dan seringkali disertai dengan tendensi, kasihnya sudah menjadi dingin. Sekalipun manusia dan orang orang yang kita kasihi meninggalkan kita dan tidak lagi mengasihi kita, namun kita percaya ada satu pribadi yang mengasihi begitu rupa, yang kasih-Nya tidak pernah berubah, tak lekang oleh waktu yaitu Kasih Yesus Kristus. Karena itu firman-Nya berkata “Allah adalah Kasih dan barang siapa tetap di dalam Kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.” Untuk itu mingu ini dipilih tema: “Yesus Kristus Penyelamat Dunia”

PEMBAHASAN TEMATIS

Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

1 Yohanes kira kira ditulis pada akhir abad pertama atau awal abad ke dua. Pada masa itu jemaat kristen perdana mencoba merumuskan apa ciri khas anak anak Allah (Yun. teknon/anak anak) yang sejati. Berbagai aliran keagamaan bermunculan dan yang cukup menonjol adalah aliran gnostik, yang berpandangan bahwa dunia materi adalah jahat sedangkan dunia rohani adalah baik. Menurut para penganut aliran gnostik, tujuan hidup manusia adalah memperoleh pengetahuan khusus, yang akan membebaskan diri mereka dari dunia yang nyata ini. Itulah pengetahuan tertinggi yang akan memisahkan manusia dari dunia yang jahat ini. Tetapi bagi penulis 1 Yohanes memperlihatkan bahwa Allah yang menciptakan dunia ini, Ia juga yang telah mengutus Yesus Kristus untuk membebaskan dunia dari kejahatan dan mempersatukan Allah dengan dunia. Sebagai seorang rasul, Yohanes terus mendorong jemaat agar tetap teguh berpegang pada kebenaran, bahwa Yesus anak Allah adalah sungguh manusia dan benar-benar menumpahkan darah-Nya untuk menyucikan (Yun ; katharizo)  manusia dari segala dosa ( 1 Yohanes 1:7).Memang tidak dapat disangkal dalam kehidupan jemaat perdana ini, secara keliru banyak orang  beranggapan bahwa Yesus kelihatannya seperti manusia, namun sebenarnya ia adalah mahluk rohani. Dan sebagian orang memahami kehidupan rohani lebih penting dari pada kaidah moral. Sehingga mereka yang telah dilahirkan kembali secara rohani, tidak mungkin lagi berbuat dosa, sebab itu tidak ada dosa yang perlu diakui.( band. 1Yohanes 1:9 dan 10). Bagi rasul Yohanes sekelompok orang yang mengajarkan ajaran sesat ini, dahulunya mereka bersama-sama dengan kita, dan keluar dari persekutuan jemaat dan kembali dengan mengajaran sesuatu yang sesat, dan kitapun mengetahui tidak ada dusta yang berasal dari kebenaran.( 1 Yohanes 2:19-21).  Karena itu Yohanes menegaskan, jika kita berkata bahwa kita tidak berbuat dosa, maka kita akan menipu diri kita sendiri dan kebenaran (Yun; aletheia) tidak ada di dalam kita (1 Yohanes 1:8). Kekuatan yang coba mempengaruhi jemaat ini dibahasakan oleh Yohanes sebagai roh-roh yang harus diuji, serta menyebut penyebar pengaruh gnostik ini sebagai nabi nabi palsu ( 1 Yohanes 4:1) dan setiap orang yang mengakui Yesus Kristus, berasal dari Allah, sedangkan mereka yang tidak mengakui Yesus Kristus seperti yang diajarkan nabi-nabi palsu berasal dari dunia dan mereka adalah antikristus.(1 Yohane 4:3). Ayat 7-8 Yohanes menegaskan hidup saling mengasihi adalah perintah Allah yang wajib dilakukan. Mengasihi tidak melihat status, pangkat jabatan dan golongan, sebab orang yang berasal dari Allah memiliki ciri yang khas yaitu hidup dalam kasih Allah (Yun; agape. Inggis; love) yang sempurna melalui pengorbanan Tuhan Yesus, sebab Allah adalah kasih (God is love). Bila kita mengatakan bahwa diri kita adalah anak-anak Allah, tetapi kita tidak mengasihi maka kita belum mengenal Allah sesungguhnya sebab orang yang lahir dari Allah dan mengenal Allah akan hidup mengasihi (Yun; agapao/ menyatakan kasih). Ayat 9-10, kasih itu adalah inisiatif Allah, sebab bukan kita yang terlebih dahulu mengasihi Allah tetapi Allah yang terlebih dahulu mengasihi kita untuk menyelamatkan kita, sehinga diutuslah Yesus Kristus anak-Nya yang Tunggal supaya setiap kita yang percaya kepada-Nya akan hidup oleh-Nya. Hidup itu adalah anugerah yang harus disyukuri,  rela berkorban agar orang lain bisa merasakan kasih dari setiap pengorbanan itu, dan Yesus yang telah dikorbankan agar dosa kita ditebus dan kita mendapatkan pendamaian (Yun; hilasmos/diperdamaikan). Ayat 11-13, Bagian ini Yohanes menegaskan kembali tentang kasih Allah ( the love of God ) yang secara konkrit dan nyata harus praktekkan, supaya kasih-Nya menjadi sempurna di dalam dan kita mendapat bagian dari  Roh-Nya. Yohanes juga mengatakan tidak seorang pun yang pernah melihat Allah, sebab tolak ukur dari mengasihi bukan apa yang  dilihat orang, tetapi apa yang telah diajarkan dan ditetapkan kepada kita melalui Allah. Ayat 14-16 menegaskan tentang kesaksian dari apa yang dilihat, menjadi dasar dari pelayanan Yohanes, untuk meyakinkan mereka yang ragu-ragu akan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat dunia. Ia adalah anak Allah yang dinubuatkan untuk menebus dosa manusia dan nubuat itu digenapi ( Band. Matius 1:21). Hanya dengan mengaku percaya ke-Allah-an Yesus Kristus kita dapat mengalami kasih Allah, sehingga kita tetap di dalam Allah dan Allah di dalam kita. Ayat 17-19 Penghakiman adalah sesuatu yang pasti akan terjadi, dimana manusia akan mempertanggungjawabkan setiap perbuatan mereka (band. 2 Korintus 5:10). Tapi kasih Allah yang sempurna di dalam kita memberikan keberanian untuk percaya, akan datangnya hari penghakiman, sedangkan ketakutan akan dialami bagi mereka yang tidak mengakui Yesus Kristus sebagai Tuhan.

Ayat 20-21 Akhirnya Yohanes menegaskan bahwa, membenci sesama bukanlah ciri khas anak-anak Allah, sebab setiap orang yang telah mengenal dan menerima kasih Allah wajib hidup mengasihi dan inilah perintah yang nyata, tapi sebaliknya jikalau kita saling membenci maka kita adalah pendusta. “Karena barang siapa tidak mengasihi saudara yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah yang tidak dilihatnya. Hanya dengan mengasihi kita dapat membawa orang mengenal Yesus Kristus sebagai sumber kasih yang sejati.

Makna dan Implikasi Firman
  • Salah satu sifat Allah yang paling nampak adalah kasih. Hal inilah yang dibuktikan Allah bagi manusia dengan mengutus Yesus Kristus sebagai pendamaian manusia dengan Allah. Allah yang berinisiatif mengutus (Yun; apostello) Yesus Kristus sebagai pendamaian yang sempurna bagi gereja, karena itu respon manusia harus hidup dalam kasih kepada Allah yang dinyatakan dalam kasih terhadap sesama. Jadi hidup dan percaya kepada Allah bukan soal mau melihat Allah, sebab Allah sudah berada di dalam manusia yang mengasihinya. Karena itu hal konkrit dari mengasihi harus diwujudkan dengan mengasihi Allah dan sesama, sebab kalau kriteria yang utama ini tidak ada, maka tidak mungkin kita dapat mempraktekkan kasih.
  • Pengorbanan Yesus Kristus bagi dunia adalah suatu pengor-banan yang sempurna, dan hal ini menjadi dasar hakiki bagi kasih Allah untuk dunia ini. Kasih adalah senjata ampuh yang dapat menaklukkan kekerasan dan dapat membebaskan kita dari segala kejahatan, dan ini telah terbukti kejahatan manusia telah ditutupi dengan kasih Allah yang besar sebab kasih-Nya menyatukan, mengikat dan menyempunakan.
  • Hidup saling mengasihi, membantu dan menopang adalah impilementasi iman orang percaya, walaupun kenyataan yang terjadi sering orang mengasihi karena ada kepentingan, karena ingin imbalan dari orang lain dan ada maksud maksud tertentu. Kalau hal ini terjadi menandakan kedangkalan iman kita untuk dapat memahami kasih Kristus yang sesungguhnya.
  • Untuk dapat memaknai kasih Allah, kita harus mampu melaku-kan dengan menata, mengelola, alam ciptaan yang Tuhan anugerahkan dalam hidup manusia. Sumber daya alam yang dikelolah dengan bijaksana akan mendatangkan berkat kemak-muran dan kesejahteraan. Sebaliknya akan mendatangkan ben-cana ketika alam ciptaan Tuhan ini dikelola dengan tidak bijak-sana, ketamakan dan keserakahan selalu berdampak buruk dalam kelangsungan hidup manusia.

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:       

  1. Apa yang dapat kita pelajari tentang kasih Allah dalam teks pembacaan ini?
  2. Apa yang dapat dikerjakan Gereja dewasa ini dalam menyatakan kasih?
  3. Berikan contoh konkrit dalam hal mengasihi sesama dan lingkungan?

 NAS PEMBIMBING: Yohanes 3:16

 POKOK-POKOK DOA:

  • Para pemimpin pemerintahan dan gereja dapat melayani dengan penuh kasih
  • Semua orang Kristen harus hidup dalam kasih dan mem-praktekkan kasih.
  • Orang tua dapat mengajarkan kasih bagi anak anak

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN:

HARI MINGGU ADVEN 4

 NYANYIAN YANG DIUSULKAN :

Persiapan: Indah Sebagai Di Eden

Ses Nas Pembimbing:  KJ No. 81 O Datanglah Imanuel

Ses Hukum Tuhan: NKB No.194. Kau Tetap Tuhanku Yesus

Ses Peng Dosa: NNBT No. 36 Barangsiapa Yang Percaya Kepada Tuhan

Ses Pemberitaan Anugerah Allah: NKB No. 22. Walau Dosamu Merah

Persembahan: KJ No. 87 Gapuramu Lapangkanlah

Penutup: KJ No 145 Mari Tuturkan Kembali

 ATRIBUT:

Warna dasar biru muda dengan simbol empat buah lilin berwarna ungu.