MTPJ 23 s–d 29 September 2018

0
1754

TEMA MINGGUAN

“Cinta Allah Menerobos Perbedaan”

TEMA BULANAN
“Panggilan Gereja untuk Memelihara Hidup Harmoni
di Tengah Masyarakat Majemuk

Bacaan Alkitab: Kidung Agung 1:1-8

ALASAN PEMILIHAN TEMA

Perbedaan suku, bangsa, ras, agama, golongan, warna kulit, kaya atau miskin, sengaja atau tidak dapat membawa pemisah dalam kehidupan sosial berjemaat, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Hidup menampilkan pesona fisik penting tapi jauh lebih penting menampilkan hidup batiniah yang akan menghadirkan kebahagiaan sejati.

Membangun daya tarik hidup bukan pada kegagahan fisik, materi, kedudukan, atau kekuasaan (band 1 Petrus 3 : 3 -5). Cinta kasih Allah tidak terbatas kepada kelompok tertentu melainkan kasih setia-Nya mencakup semua ciptaan-Nya (band Mazmur 33 : 13- 14). Rasul Paulus Kepada jemaat di Efesus mengatakan manusia diselamatkan oleh Allah bukan karena hasil usahamu, bukan hasil pekerjaanmu, tetapi karena kasih karunia semata. Karena itu jangan ada orang memegahkan diri (Efesus 2 : 8).

Manusia sering terjebak pada hal- hal yang lahiriah dalam hal mengasihi jika sekeluarga, sekampung, segolongan, atau sekomunitas. Berbuat baik sebagai alasan karena orang lain telah berbuat baik atau berbuat baik untuk mengharapkan imbalan. “Cinta Allah Menerobos Perbedaan“.

Tema ini mengajak untuk memahami bahwa cinta kasih Allah tidak terbatas pada ruang, waktu, status sosial tertentu tapi sepanjang masa bahkan menyelamatkan semua ciptaan-Nya. (band Yohanes 3:16).

PEMBAHASAN TEMATIS

Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Penulis menunjuk pada Salomo (Pasal 1:1) yang mengubah 1.005 nyanyian dan 3000 Amsal (1 Raja-raja 4:32). Isi Kitab Kidung Agung lebih banyak menampilkan kisah percintaan melalui puisi- puisi. Para ahli kitab Perjanjian lama berpen-dapat Kitab Kidung Agung ditulis dari rentang waktu yang panjang dan di redaksikan kembali pada zaman pembuangan dan sesudah pembuangan di Babel untuk membimbing umat yang baru kembali dari pembuangan dan masih dalam keadaan rapuh.

Untuk membangkitkan kembali semangat yang pudar maka melalui kumpulan nyanyian di kidungkan tentang percintaan. Sebab cinta adalah daya kehidupan yang kuat. Ada kerinduan dikala perpisahan, kebersamaan bahkan selamanya. Cinta tidak memilih tempat, dapat bersemi di desa ( Kidung Agung 7:11) ataupun di istana (Kidung Agung 1: 2-4) cinta adalah cinta yang kekuatannya melebihi kekuatan alam maut sekalipun (Kidung Agung 8:6-7) menyanyi adalah salah satu cara mengungkapkan isi perasaan sehingga dari isi lagu mencerminkan keadaan orang yang bernyanyi. Kiranya ia mencium aku dengan kecupan (bhs. Ibrani “Yishsaqeni minnshiqot pihu”) menunjuk pada suatu kerinduan atau harapan yang kuat yang ditandai dengan ciuman dengan bibir yaitu saling bercumbu sebagai tanda ungkapan cinta.

Seorang penafsir Yahudi bernama Ben Gersom mengatakan bercium dengan bibir atau bercumbu menggambarkan bagaimana lekat dan setianya kedua insan yang bercinta. Dengan cara itu mereka seolah-olah saling menghirup dan memberi nafas seorang dengan yang lain karena tindakan seperti ini bermula dari Tuhan menghembuskan nafas hidup kepada manusia ke dalam hidungnya. Anggur (Bhs. Ibrani: Yayim) buah yang diperas airnya menjadi minuman yang biasa dipakai dalam pertemuan keluarga seperti di pesta pernikahan di Kana (Yohanes 2:1-11).

Anggur dipakai untuk menunjukkan sukacita yang terkandung dalam hubungan cinta kedua kekasih tak sekedar melampiaskan hasrat dan nafsu tetapi lebih mengutamakan kualitas cinta yang penuh sukacita karena cinta lebih nikmat dari anggur (Bhs. Ibrani Ki Tobim dodeya miyayim) anggur sering juga dinilai sebagai menyuka-kan hati Allah dan manusia. (Hakim-Hakim 9:13 ; Mazmur 104 : 15). “Harum bau minyakmu“ Seperti minuman anggur dipakai dalam pesta pernikahan begitu juga dengan harum minyak untuk memberi suasana harum semerbak. Setelah gadis memuja pemuda dari segi rasa, sekarang beralih ke bau yang dipancarkannya.

Bagaikan minyak tercurah namamu, ungkapan ini untuk mengatakan bahwa pemuda itu memiliki daya tarik yang kuat. Keharuman pemuda yang dicintai dalam akhir ayat 3 tidak berdiri sendiri melainkan berdampak pada gadis-gadis sehingga mereka jatuh cinta kepadanya.

“Tariklah aku kebelakang, marilah kita cepat- cepat pergi. Pernyataan gadis ini sebagai ajakan kepada pemuda kekasihya supaya mereka dipersatukan dan agar sang pujaanya membawa dia pergi dan tak ada lagi yang mengganggu mereka.“

Sang raja telah membawa aku ke dalam mahligai-mahligainya ungkapan gadis ini membayangkan pemuda kekasihnya seorang raja dengan daya tarik yang luar biasa sehingga ia terbawa masuk ke-dalam istana raja yang mewah dengan ornament-ornament yang sangat mahal.

“Kami akan bersorak-sorak “Seorang penafsir namanya Carr mengatakan perubahan kata ganti orang dalam puisi Timur Tengah mengatakan yang dimaksud gadis itu adalah kata “Kita“. Kalau begitu gadis itu tidak berkata kepada siapa-siapa tetapi kepada pemuda kekasihnya bahwa mereka hendak merayakan cinta dalam bayangan keagungan. Dengan ini sang gadis menyadari mengapa gadis-gadis lain cinta juga kepada pemuda kekasihnya. “hitam aku, tapi cantik (hitaca) bhs. Ibrani Shekhora … Wena’wah“. Dua kata ini bertentangan, mungkin ada perasaan cemburu. Sang gadis cemburu pada puteri-puteri Yerusalem yang beda warna kulit dengan dia.

Gadis ini menjelaskan bahwa dia hitam karena kulitnya terpanggang terik matahari jadi pada dasarnya dia tidak hitam. Rupanya ada reaksi yang tidak enak dari puteri- puteri Yerusalem yang meremehkan dia “Kulitnya hitam“ makanya dia menegaskan siapa dirinya dalam hubungan dengan pemuda idamannya. Jadi bagaimana pun pertentangannya dengan penegasan ini terungkaplah satu hal positif yaitu cinta tak terhalang hanya karena warna kulit, pekerjaan dan status sosial.“ Putera-putera ibuku marah kepadaku … Boleh jadi gadis ini sudah yatim karena ayahnya telah meninggal. Karena itu tanggung jawab dirinya dilimpahkan kepada saudara-saudara laki-laki termasuk menyuruh menjaga kebun anggur.

Kemarahan saudara laki- laki patut diduga karena gadis ini lagi “mabuk cinta“, sehingga tugas menjaga kebun anggur menjadi terabaikan. Konflik antara anak laki-laki dan perempuan tentu butuh sosok ibu mereka. Kehadiran sosok ibu tidak beda dengan seorang ayah menangani konflik dalam keluarga untuk menghadirkan titik temu atau kesejukan dalam keluarga. “Jantung hatiku (Ibr She’ahabah napshi )”. Secara harafiah berarti” yang kekasih jiwaku/kekasih jiwaku. Istilah jiwa“nepesh” secara harafiah berarti kerongkongan/jalan pernafasan/keinginan yang harus dipenuhi seperti haus dan lapar (Ams 6:30).

Kemarahan saudara laki-laki menjadi sesuatu yang berkurang pada dirinya karena itu ia merindukan kekasihnya dan bertanya dimanakah kakanda mengembalakan domba. Pertanyaan ini menunjukkan bahwa ia tidak mencintai bayangan pemuda itu tetapi orangnya, dirinya dan seluruh keberadaannya.

Jantung menunjuk pada organ tubuh yang menggerakkan seluruh organ tubuh yang lain sebab tanpa suplai darah dari jantung maka organ tubuh yang lain pasti mati. Begitulah gadis ini merindukan kekasih pujaannya yang sedang berada di padang mengembalakan domba.

Karena itu dia rela jadi serupa pengembala untuk dekat dengan kawanan ternak yang digembalakan oleh kekasihnya. Dalam ayat 8 sang pemuda memuji kekasihnya sebagai jelita “cantik“ di antara puteri- puteri Yerusalem.

Makna dan Implikasi Firman

  • Kitab Kidung agung menggambarkan Kasih Allah kepada manusia tanpa batas suku, agama, ras, warna kulit dan status social. Perempuan memprakarsai pengungkapan cinta bukanlah suatu “tabu“ atau gerakan ekstrim melainkan upaya mewujudkan kesetaraan laki- laki dan perempuan. “Tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya yang sepadan dengan dia ( Kejadian 2: 18 ) dalam hal cinta yang satu tidak lebih rendah dan tidak menjadi objek dari yang lain karena itu tidak benar kalau kedudukan perempuan lebih rendah dari laki- laki.
  • Dalam berbagai persoalan terkadang kita bertanya siapa yang mengambil/prakarsa berekonsiliasi/perdamaian apalagi kalau kedua pihak merasa benar tentu tidak sudi. Tuhan Yesus tak bersalah mengambil inisiatif untuk mendamaikan dunia dan sorga kendati harus menderita, mati di kayu salib. Di sini sangat nyata kekuasaan cinta kasih Allah tak terbendung menerobos kuasa kematian agar manusia tidak terus dibelenggu oleh kuasa dosa.
  • Anggur adalah buah yang dihasilkan dari pohon anggur yang ditanam dan dirawat oleh pekebun hingga meng-hasilkan buah yang manis dan berkualitas. Sekarang ini banyak petani membiarkan lahan pertanian tidak di garap lagi “lahan tidur“ padahal lahan pertanian menjadi salah satu sumber mata pencaharian bahkan hasil-hasil pertanian menjadi sumber ketersediaan pangan untuk kesejahteraan masyarakat. (band Yeremia 29:56) buatlah kebun untuk kamu nikmati hasilnya.
  • Kerinduan sang gadis kepada pemuda pujaannya untuk bersatu mengembalakan ternak di padang rumput yang sama memberi inspirasi bagi kehidupan suami isteri yang terkadang tidak lagi saling merindukan satu dengan yang lain sehingga bahtera rumah tangga terancam kandas dan berakhir dengan perceraian.
  • Tanggal 30 September 2018 GMIM akan berusia 84 tahun. Sidang Sinode Istimewa ke-78 di Tondano tahun 2016 telah menggumuli Eklesiologi GMIM maupun pengakuan iman selama bertahun-tahun. Kita percaya Tuhan Allah melalui Roh kudus turut bekerja sehingga GMIM boleh menyatakan sebagai gereja local, nasional maupun global. Bersamaan dengan itu juga GMIM dapat melahirkan pengakuan iman versi GMIM disamping pengakuan Iman Rasuli dan pengakuan Iman Nicea Konstantinopel. Sebagaimana lahirnya pengakuan Iman Rasuli maupun Nicea Konstantinopel melalui proses pergumulan yang panjang dan penuh pertentangan antara tokoh gereja maupun jemaat tidak dapat disangkal juga hasil keputusan gerejawi GMIM tidak lepas dari perbedaan-perbedaan pandangan. Karena itu sebagai warga gereja marilah kita letakkan segala perbedaan pandangan kepada yang empunya gereja yaitu Tuhan Yesus Kristus. Sebagaimana mempelai perempuan merindukan berjumpa dengan mempelai laki-laki untuk dapat menggembalakan domba bersama-sama.

 PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:

  1. Menurut anda siapa yang dimaksud dengan “ia” dan “aku” (Kidung Agung 1:2)?
  2. Perbedaan adalah kekayaan dalam kehidupan bergereja, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Perbedaan seperti apa yang sering dijadikan isu perpecahan dan kebencian?
  3. Sebagai gereja apa yang harus dilakukan?

NAS PEMBIMBING:

  • Yeremia 31:3b

POKOK – POKOK  DOA:

  • Pergaulan anak-anak muda agar tidak terjebak pada seks bebas, miras, dan obat-obat terlarang
  • Perbedaan sebagai kekayaan untuk saling melengkapi satu dengan yang lain
  • Indahnya hidup saling tolong- menolong.

 TATA IBADAH YANG DIUSULKAN:

  • HARI MINGGU BENTUK IV

 NYANYIAN YANG DIUSULKAN:

  • Persiapan: KJ.No.21 Hari Minggu Hari Yang Mulia
  • Pembukaan: NNBT.No. 6 Allah Bapa Yang Kumuliakan
  • Pengakuan Dosa: NKB No. 14 Jadilah Tuhan Kehendak-Mu
  • Janji Anugerah Allah: NKB No. 195 Kendati Hidupku Tent’ram
  • Ses Pemb Firman Tuhan: KJ No. 405 Kaulah, Ya Tuhan Surya Hidupku
  • Persembahan: KJ No. 440 Di Badai Topan Dunia
  • Penutup: KJ No. 416 Tersembunyi Ujung Jalan

ATRIBUT :

  • Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here