MTPJ 25 – 31 Januari 2015

1
5255

TEMA BULANAN : “Hidup Untuk Menghidupkan”
TEMA MINGGUAN : “Hidup Yang Menjunjung Keadilan”
Bahan Alkitab: Kejadian 18:16-21; 1Petrus 3:8-12

ALASAN PEMILIHAN TEMA

Kebenaran dan Keadilan atau “benar dan adil” dua kata yang tidak dapat dipisahkan, karena bicara berbicara tentang kebenaran pasti bersentuhan dengan keadilan. Kebenaran dan keadilan banyak kali dipersoalkan dalam kehidupan manusia/masyarakat,  baik perorangan maupun kelompok. Dimana-mana kebenaran dan keadilan dijadikan topik yang menarik untuk dibicarakan, didiskusikan ataupun diseminar-kan. Kebenaran dan keadilan seringkali di jadikan tema atau motto suatu kegiatan. Masalah kebenaran dan keadilan ini banyak kali dijadikan alasan untuk melakukan demontrasi (demo). Dimana-mana muncul kelompok pendemo (demon-stran) untuk menyampaikan dan menuntut kebenaran dan keadilan kepada instansi-instasi tertentu. Banyak orang yang berjuang dengan gigih untuk menegakkan kebenaran dan keadilan. Ditengah-tengah situasi dimana kebenaran dan keadilan di injak-injak atau ketidakbenaran dan ketidak-adilan, banyak orang yang sangat merindukan dan mengharapkan supaya ada kebenaran dan keadilan. Gereja (orang Kristen) menjadi tumpuan untuk menegakkan  kebenaran dan keadilan di tengah-tengah masyarakat. Gerejalah yang menjunjung dan menjadi teladan  dalam mempraktekkan kebenaran dan keadilan.

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Kejadian 18 : 16 – 21  mengungkapkan  bahwa Allah tetap ingat pada perjanjian yang telah dibuat-Nya dengan Abraham (Kej.12). Oleh karena itu ketika Allah hendak memberlakukan hukuman atas  Sodom dan Gomora sebagai akibat dari kejahatan yang mereka perbuat, maka Allah merasa perlu untuk memberitahukan kepada Abraham  tentang janji dan berkat itu. Abraham dan keturunannya di ingatkan jika mereka hidup seperti penduduk Sodom dan Gomora yang tidak mempedulikan firman Allah dengan memberlakukan kebenaran dan keadilan-Nya  maka mereka akan kehilangan janji dan berkat, sebaliknya jika Abraham dan keturunannya hidup takut akan Allah dan taat melakukan Firman-Nya, maka Abraham pasti akan memper-oleh berkat Allah itu. Dengan demikian Abraham dan keturunannya akan menjadi bangsa yang besar dan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa di muka bumi ini.  Allah yang adalah kebenaran dan keadilan sangat membenci dosa dan kejahatan dalam bentuk apapun. Allah akan menghukum dan mem-binasakan mereka yang hidup dalam kejahatan dan memberkati mereka yang taat dan setia dalam member-lakukan kebenaran dan keadilan. Dalam kitab 1 Petrus 3:8-12 rasul Petrus mengingatkan tentang dua hal kepada orang Kristen di wilayah Asia kecil. Pertama, hiduplah dalam kasih persaudaraan dengan sesama orang percaya. Kedua, hiduplah dalam damai dengan orang lain. Nasihat ini bermaksud memberi penguatan kepada jemaat yang mengalami berbagai penderitaan. Rasul Petrus menghendaki agar setiap orang Kristen membangun suatu persekutuan yang menampakkan kebersamaan sebagai suatu per-wujudan persaudaraan di dalam tubuh Kristus. Dalam persekutuan seperti itu setiap orang yang menderita saling menguatkan dan meneguhkan iman.

Makna dan Implikasi Firman

Sangat sulit mengatakan suatu tindakan itu “benar” atau  ”adil” secara merata. Karena kebenaran dan keadilan memang relatif  sifatnya. Benar  atau adil di satu tempat, belum tentu benar atau adil di tempat lain. Benar atau adil di masa lalu, belum tentu benar atau adil di masa sekarang. Juga, suatu tindakan dikatakan benar atau adil oleh seseorang, belum tentu benar atau adil menurut orang lain. Yang menjadi pertanyaan apabila kebenaran atau keadilan itu relatif : apakah memang tidak ada kebenaran atau keadilan yang bersifat mutlak? Tentu saja ada; yaitu kebenaran atau keadialan atau yang sesuai dengan  kehendak Allah. Sebab Allah mempunyai sifat ilahi antara lain “benar dan adil”. Kebenaran atau keadilan Allah adalah absolut  atau mutlak, tidak bisa di ganggu gugat.  Sebagai contoh: Allah berfirman “Jangan membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki Allah menghendaki dalam kehidupan manusia menjauhi segala bentuk kejahatan atau dosa”. Orang yang percaya kepada-Nya sangat diharapkan menjalani hidup sesuai dengan kehendak-Nya. Dosa dan kejahatan karena kuasa kegelapan adalah musuh Allah. Allah menghukum orang berdosa, yang salah dan yang melakukan segala kejahatan (Sodom dan Gomora). Orang percaya di panggil Allah dalam Yesus Kristus untuk menjadi berkat bagi semua orang. Panggilan Allah bagi orang percaya adalah membangun persekutuan dan keber-samaan yaitu : seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati, walaupun ditengah-tengah penderitaan.  

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Apakah kebenaran dan keadilan itu menurut perikop ini ? ( Kejadian    18 :16-21 ; I Petrus 3 ; 8-12 )
  2. Bagaimana praktek kebenaran dan keadilan menurut konteks sekarang ?

NAS PEMBIMBING:  Mazmur 85 : 11 – 14 

POKOK-POKOK DOA

  • Kebenaran dan keadilan semakin diperjuangkan dan ditegakkan.
  • Gereja/orang percaya menjadi teladan/model dalam menegakkan kebenaran dan keadilan.
  • Pemerintah dan lembaga peradilan diberi hikmat sorgawi dalam menegakkan kebenaran dan keadilan.
  • Gereja/orang percaya dianugerahkan berkat dan menjadi berkat bagi sesama.

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: HARI MINGGU BENTUK IV

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:
Persiapan:   KJ. No. 13
Pembukaan: NNBT. No. 6
Pengakuan dosa & Pengampunan: NNBT No. 8
Ses Pembacaan Alkitab: KJ No. 53
Persembahan: NKB No. 207
Penutup: KJ No. 424

ATRIBUT YANG DIGUNAKAN:

Warna dasar putih dengan simbol lilin dan palungan.

1 KOMENTAR

Comments are closed.