MTPJ 25 – 31 Oktober 2015

0
4856

TEMA BULANAN: “Solidaritas Alkitabiah dalam Reformasi Gereja”
TEMA MINGGUAN: “Iman Bertumbuh Karena Sejak Kecil Mengenal Kitab Suci”
Bahan Alkitab : Mazmur 119:12-16; 2 Timotius 3:15-17

ALASAN PEMILIHAN TEMA

Saat ini kita diperhadapkan dengan fenomena banyak-nya warga gereja yang mudah berpindah keyakinan, terlibat dengan berbagai masalah hukum, tidak mau mengaktifkan diri dalam berbagai kegiatan persekutuan jemaat, dan terlibat dalam praktek okultisme(perdukunan). Dimanakah letak per-soalan ini dalam kehidupan kita sebagai warga gereja di masa kini? Alasan utama yang  menjadi penyebab  adalah masalah iman yang tidak bertumbuh dalam kehidupan seseorang sejak kecil. Nampaknya banyak orang tua lebih berorientasi pada aspek duniawi dalam membesarkan anak-anak daripada aspek rohani.

          Kita memahami bahwa membentuk karakter sese-orang, sejak masa kanak-kanak lebih mudah daripada seorang yang sudah dewasa, oleh karena itu diperlukan pengenalan akan Kitab Suci sejak kecil yang akan membentuk iman mereka. Iman dalam Alkitab, mengacu pada” sikap percaya kepada Allah”. Percaya kepada Allah adalah sikap yang harus ditunjukkan oleh setiap orang  untuk menyatakan keyakinan imannya. Oleh karena itu tanpa tindakan iman, kehidupan seseorang tidak akan berkenan kepada Allah. Tema minggu ini “Iman Bertumbuh karena sejak kecil mengenal Kitab Suci”  hendak mengajak  kita untuk dapat memperhatikan pentingnya pengajaran Firman Tuhan sejak  anak- anak.

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Mazmur 119:12-16

Mazmur 119 yang berbicara tentang Taurat (pengajaran) secara panjang lebar terdiri dari 176 ayat yang dibagi dalam 22 kelompok dengan masing-masing 8 ayat. Ada tradisi cerita menyatakan bahwa Daud menggunakan Mazmur untuk mengajari Salomo untuk mengenal abjad, bukan saja untuk menulis, tetapi untuk perkembangan hidup rohaninya. Tak heran Mazmur ini sering dipakai orang tua untuk pengajaran bagi orang-orang muda. Di ayat 12-16 pemazmur mengakui bahwa Tuhan adalah sumber pengajaran sehingga ia minta diajar oleh Tuhan. Isi pengajaran Tuhan diakuinya sebagai hukum Tuhan yang akan dipatuhinya. Ia bertekad untuk menceritakannya. Bahkan pemazmur mengakui bahwa petun-juk Tuhan adalah sumber kegembiraan melebihi segala harta. Karena itu pemazmur menyatakan bahwa ia akan bergemar dan firman Tuhan tidak akan dilupakannya karena dari dalamnya ia dapat mengetahui jalan-jalan Tuhan.

2 Timotius 3:15-17

          Surat Timotius dilatarbelakangi dengan pergumulan karena tekanan kaisar Nero yang hendak menghentikan perkembangan kekristenan. Karena itu Paulus menasehati Timotius untuk bertekun dan memelihara injil.

Dalam 2 Timotius 3:15-17 , Paulus mengingatkan bahwa ia telah mengenal kitab suci sejak kecil (lihat 1 Timotius 1:5). Kitab suci diakui memberi hikmat, menuntun pada kesela-matan oleh iman kepada Kristus Yesus. Hal ini ditegaskan Paulus karena kitab suci berguna sepanjang hidup dan mempunyai kekuatan merubah manusia. Manusia diajar dari tidak tahu menjadi tahu tentang kehendak Allah, menyatakan kesalahan berkaitan dengan menginsafkan, memperbaiki ber-arti meningkatkan, mendidik orang dalam kebenaran maksud-nya kepada Yesus. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepu-nyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik. Bagi Timotius dan juga orang lain hal ini memberi penegasan bahwa mereka memiliki iman yang bertumbuh karena sejak kecil telah menganal kitab suci.

Makna dan Implikasi Firman

Pertumbuhan iman warga gereja masa kini menjadi tanggungjawab dari setiap orang percaya. Persoalannya untuk dapat menjadi dewasa dalam iman bukanlah suatu perkara yang muda dan terjadi dengan sendirinya. Bertumbuh dalam iman haruslah melalui suatu proses, harus ada “pembaharuan budi” (transformasi iman). Bagaikan sebatang pohon, jenis apapun yang ditanam pasti akan bertumbuh dan dapat menghasilkan sesuatu yang baik, syaratnya harus dipelihara dan dirawat dengan tekun. Dengan demikian  seseorang akan memiliki iman yang bertumbuh dengan baik apabila ada kecintaan terhadap Firman Tuhan. Pengenalan dan pema-haman Firman Tuhan dalam Alkitab yang benar akan mem-buat seseorang  dapat menghasilkan buah iman yang selalu nampak dalam karya hidupnya yang berkualitas. Hidup yang berkualitas mengantar seseorang untuk tampil bersama orang lain, tanpa merasa diri atau kelompoknya yang paling baik. Iman yang bertumbuh adalah suatu kehidupan yang mencerminkan amanat dan kehendak Tuhan, itu nyata dalam tindakannya serta dapat dilihat, dirasakan serta disaksikan orang lain.

Firman Tuhan dalam Alkitab mengajarkan kepada kita, bagaimana harus menempatkan diri sebagai orang yang percaya, sehingga kehidupan kita benar-benar dituntun dengan hikmat dari Tuhan, dan menjadi berkat bagi sesama, sebab iman yang bertumbuh harus disertai dengan tindakan nyata, sesuai dengan Firman Tuhan dalam Alkitab.

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI    

  1. Bagaimanakah sikap yang dapat ditunjukkan oleh seseorang yang telah mengalami pertumbuhan iman karena sejak kecil mengenal Kitab Suci ?
  2. Apa yang harus kita lakukan untuk menuntun anak-anak pada pengenalan kitab suci?

NAS PEMBIMBING: Filipi  1: 27-28

POKOK-POKOK DOA :

  • Anak- anak yang sedang megalami pertumbuhan jasmani dan rohani.
  • Keluarga Kristen untuk berjalan bersama dalam iman berdasarkan kebenaran dalam Alkitab.
  • Tanggung jawab bersama orang tua, pelayan khusus dalam memberikan pendidikan iman kepada anak anak sesuai Firman Tuhan dalam Alkitab

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN : HARI MINGGU BENTUK IV

NYANYIAN YANG DIUSULKAN :

Persiapan :  NKB No. 2  Hai Mari Sembah

Pembukaan:  NKB No. 3 Terpujilah Allah

Pengakuan Dosa: NNBT No.8:1-2 Banyak Orang Suka Diampuni

Berita  Anugerah :  NNBT No.9 ’Ku Akan Selalu Bersyukur

Pembacaan Alkitab: KJ No. 51 Kitab Suci Hartaku

Persembahan: KJ No. 439 Bila Topan K’ras Melanda Hidupmu

Penutup:  NNBT No.27. Ya Tuhan, Engkaulah 

ATRIBUT :

Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang.