MTPJ 27 Sept – 3 Okt 2015

1
5865

TEMA BULANAN: “ Solidaritas dalam Panggilan Gereja”
TEMA MINGGUAN: “Gereja Hadir bagi Dunia Sebagai Garam yang Mengasinkan dan Terang yang Bercahaya”
Bahan Alkitab: Yesaya 49:5-6; Matius 5:13-16

ALASAN PEMILIHAN TEMA

Kehadiran gereja di tengah dunia dapat dianggap “sepi” atau tidak memberi pengaruh yang penting manakala ia tidak berfungsi sebagai gereja. Tentu untuk mengukur peran gereja, diperlukan keberanian mengevaluasi dirinya dalam terang firman. Berbagai harapan dipundakkan kepada gereja, sebagai umat kudus yang diutus ke tengah dunia, yang bergumul di tengah dan bersama dunia. Tentunya gereja perlu terus memberi perhatian pada jati diri yang dikenakan Tuhan kepadanya. Di antara pengenaan yang disandangnya, gereja diberi arti selaku garam dan terang dunia.

Banyak hal yang dapat mempengaruhi gereja untuk mempertahankan atau mengurangi makna identitas garam dan terang yang diberikan kepadanya. Berbagai persoalan dari dalam dan luar gereja, akan memberi andil yang besar bagaimana gereja menampakkan jati dirinya yang sebenar-nya, karenanya ketergantungan pada Sang Terang yaitu Yesus Kristuslah yang menjadi sumber dan memampukan gereja untuk tidak hanya semata bertahan, namun lebih jauh mempengaruhi atau menjadi berkat bagi dunia.

           Persekutuan, kesaksian dan pelayanan yang diperan-kan gereja, hendak juga mencerminkan sejauhmana ia ber-pola, seperti pada fungsi yang dikenakan pada unsur garam dan terang. Untuk itu, gereja perlu selalu membarui diri supaya ia dapat berguna, membawa diri dengan baik, bukan-nya justru dirinya menjadi ancaman bagi organisasi atau masyarakat sekitarnya. Sehingga kehadirannya tersebut me-nawarkan fungsi garam dan terangnya kurang/tidak berca-haya. Padahal seharusnya aktifitas dan keseharian gereja dan warganya hendaklah menyentuh pergumulan umat dan bang-sa di mana ia diutus dan bekerja. Tema “Gereja Hadir sebagai Garam yang Mengasinkan dan Terang yang Bercahaya”, menuntun kita selaku gereja pada pengenalan diri dan mengarahkan kita pada peran yang harus dijalankan dengan baik.

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (“Exegese”)

Yesaya dalam bahasa Ibrani artinya “Tuhan menyela-matkan”. Ia adalah seorang nabi yang menyampaikan peng-harapan kelepasan bagi umat Israel yang hidup di pem-buangan dalam konteks pasal 40-55. Dalam bagian ini ditu-liskan tentang janji-janji Allah bahwa mereka akan kembali dari pembuangan di Babel, bahkan mereka dipilih Tuhan sebagai hamba untuk menyatakan keagungan Tuhan (Yesaya 49:3). Dalam Yesaya 49:5-6 Yesaya mengakui bahwa ia ditetapkan Tuhan sejak dari kandungan untuk menjadi ham-ba-Nya, untuk membawa umat-Nya kembali kepada-Nya. Ia akan dipermuliakan Tuhan. Tuhan adalah kekuatannya. Sebagai hamba ia dan umat Israel telah ditetapkan Tuhan menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan Tuhan sampai ke ujung bumi.

         Di dalam Matius 5:13-16, kita menyimak perumpamaan Yesus yang meminta para murid menjadi garam dan terang dunia. Yesus meminta para murid dan orang banyak yang mendengar khotbah-Nya supaya menjadi atau berlaku seperti garam dan terang dunia. Ia sedang berbicara tentang menjadi “yang dibutuhkan” serta “berfungsi”. Tujuannya supaya sesuatu yang dibutuhkan itu, mampu berfungsi atau berguna seperti yang dikehendaki orang yang menggunakannya. Pada masa itu garam yang digunakan oleh manusia memiliki beberapa fungsi, sedangkan terang merupakan keadaan yang diperlukan dalam rangka kelancaran aktifitas sehari-hari.

         Kata Yesus dalam khotbah di Bukit: “Kamu adalah garam dunia…” Garam adalah hasil alam yang biasanya bersumber dari air laut. Setelah diuapkan dengan kelembaban dan sinar matahari yang cukup, garam akan membentuk butiran-butiran seperti kristal. Setelah melalui proses tertentu, garam siap digunakan. Di sini ia akan berfungsi sebagai keper-luan dapur yang mengasinkan dan menyedapkan makanan. Ia juga digunakan untuk mengawetkan ikan dan daging. Bahkan di beberapa tempat, sebuah sumber mengatakan, garam dihubungkan dengan tradisi penyambutan tamu. Di mana seorang tamu akan disajikan roti dan garam sebagai makanan yang tinggi nilainya.

Bagaimana “garam  dapat menjadi tawar”, seperti diungkap-kan Yesus? Garam di Palestina yang diambil dari laut mati, dapat menjadi tawar bila tercampur dengan bahan kimia lainnya. Inilah kiasan yang menunjukkan keganjilan dari “seorang percaya yang tidak berguna”, yang tidak dapat menunjukkan jati dirinya sebagai pengikut Kristus. Garam sebagai pengawet makanan yang tidak berfungsi, menunjuk pula pada ketidakmampuan orang percaya “menahan” kerusakan moral dunia sekitar atau juga melindungi dunia dari pembusukan.

         Sama seperti garam, hal ‘terang’ tidaklah sulit untuk dicerna para pendengar masa itu. Setiap rumah pastilah mempunyai alat penerang atau kaki dian yang ditaruh pada bagian atas suatu ruangan dalam rumah. Terang bukanlah untuk disembunyikan. Sama seperti kota, menunjuk pada Yerusalem yang terletak di atas perbukitan, ia mencolok, sehingga menjadi pusat perhatian. Terang harus berfungsi “menerangi” orang di tengah kegelapan. Ini mengungkapkan betapa para murid selaku pengikut Yesus Kristus adalah terang yang bersumber dari terang-Nya sendiri. Apakah terang itu? Dijelaskan Yesus sebagai “perbuatan-perbuatan baik” kita. Katanya: “Biarlah orang melihat perbuatanmu yang baik dan mereka akan memuliakan Bapamu yang di sorga.” Tujuan akhir dari perbuatan baik ada pada Bapa yang bekerja di tengah anak-anak-Nya untuk menerangi dan melindungi dunia dan seisinya.

Makna dan Implikasi Firman

  Kenyataan garam dan terang selalu dibutuhkan sejalan dengan fungsi yang diharapkan kepadanya. Jika tidak men-jalankan fungsinya, untuk apa ia dibutuhkan? Adapun bentuk kehadiran orang percaya di tengah dunia ini, pada satu pihak “mencair” layaknya garam di dalam makanan, tidak kelihatan lagi unsurnya, seperti juga kehidupan kristen yang berada di tengah dunia, yang memberi “pengaruh” cita rasa kristiani untuk menahan segala bentuk pembusukan yang disebabkan oleh dosa dan kegagalan melihat rancangan Allah yang baik bagi dunia. Kristus sendiri adalah suluh, pokok keselamatan, yang membebaskan kita dari segala bentuk dominasi kuasa dosa dan berkenan membarui manusia.

         Melalui ungkapan ini, kita diterangi pada pemahaman bahwa berlaku baik bukan hanya sebatas standar moral yang karenanya dituntut berlaku, melainkan karena kepercayaan kepada Kristus sendiri. Perbuatan baik mencakup, baik per-buatan kasih maupun perbuatan iman. Yang diungkapkan bukan hanya kesetiaan kita kepada Allah, tapi kasih sayang kita juga kepada sesama manusia dan alam ciptaan. Makna-nya harus praktis, yaitu melakukan perbuatan nyata yang me-nunjukkan pada keprihatinan, kepedulian dan kasih sayang.

Melalui karakter dan perbuatan kristiani pengikut Kristus, Allah dimuliakan. Tanpa perbuatan baik yang dapat ditunjukkan kepada dunia, Injil Kerajaan Allah dapat saja mengalami penurunan kepercayaan. Padahal berkat Allah itu menjangkau semuaorang dari berbagai latar belakang dan perbedaan usia, pengalaman, bangsa, bahasa kelompok. Tersirat pula, bahwa perbuatan baik yang memancarkan terang kemuliaan Kristus dalam diri kita merupakan anugerah yang turut menentukan sikap orang lain untuk menerima atau menolak pemberitaan Injil Kerajaan Allah.

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Apa maksud Tuhan menjadikan kita umat-Nya sebagai terang bagi bangsa-bangsa menurut bacaan Yesaya 49:5-6?
  2. Jelaskanlah makna garam dan terang dalam teks Matius 5:13-16 ?
  3. Hal apa yang dapat melemahkan fungsi Gereja  sebagai garam dan terang dunia ?

 

NAS PEMBIMBING :  1 Yohanes 2:7-8

POKOK-POKOK DOA :

  • Tuhan memampukan GMIM di usia yang baru, untuk menjadi garam dan terang dunia.
  • Tuhan menguatkan gereja-Nya agar dapat membawa kabar selamat di tengah persoalan kemanusiaan dan lingkungan. 

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN : HARI MINGGU BENTUK IV 

NYANYIAN YANG DIUSULKAN :

Nyanyian Masuk  : NNBT No. 42 Mentari Pagi T’lah Bersinar

Pengakuan Dosa :  KJ No 40 Ajaib Benar Anugerah

Berita Pengampunan: NNBT No.36 Barang Siapa yang Percaya

Ses Khotbah: NNBT No. 46 O Alangkah Indah Hidupku

Persembahan :  PKJ  No. 216  Berlimpah Sukacita di Hatiku

Penutup:  KJ No.422 “Yesus Berpesan”

ATRIBUT YANG DIGUNAKAN

Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang

1 KOMENTAR

  1. Saya bangga GMIM yang adalah gereja yang ahm dan Mandiri. Pilihan bahasa dalam website ini sudah sangat baik, tapi alangkah baiknya kalau web site GMIM ada juga pilihan dalam bahasa daerah Minahasa dan bahasa Manado.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here