MTPJ 28 Des 2014 – 3 Jan 2015

0
2969

TEMA BULANAN “Hidup Untuk Menghidupkan”
TEMA MINGGUAN “Hidup Yang Mengutamakan Kasih Memasuki Era Baru”
Bahan Alkitab: Yesaya 63:7-14

ALASAN PEMILIHAN TEMA

Dipenghujung tahun 2014 dan akan memasuki tahun 2015, setiap warga gereja yang tetap memelihara imannya kepada Tuhan, selalu merasakan berkat Tuhan. Walaupun persoalan dan pergumulan hidup masih saja terdapat dalam kehidupan orang percaya. Kasih sering menjadi kabur dalam praktek dan sangat mudah diucapkan tetapi terkadang sulit untuk dilaksanakan. Kasih yang berkeadilan seharusnya nampak dalam kehidupan orang beriman, namun masih terdapat ketidakjujuran, baik dalam lingkungan gereja, keluarga dan masyarakat. Sebagai contoh ketika orang ingin mendapat-kan sesuatu, ia berusaha dengan kekerasan baik secara terbuka maupun dengan berbagai tekanan batin sehingga kasih tidak nampak lagi terhadap sesama manusia. Dengan keyakinan bahwa Tuhan selalu terbuka menerima setiap orang yang ingin dibaharui hidupnya memasuki era baru maka dipilihlah tema minggu ini: “Hidup yang Mengutamakan Kasih Memasuki Era baru” dengan  mem-berikan penegasan bahwa Tuhan yang akan menuntun dan memberikan keselamatan bagi setiap orang percaya yang ingin hidup dalam kasih.

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Nabi Yesaya berarti Tuhan  menyelamatkan yang mengandung makna penghiburan dan pengharapan bagi umat pilihan yang sudah kembali di Yerusalem dan perlu diyakinkan lagi bahwa Allah akan memenuhi janji-janji kepada bangsa-Nya Israel. Nubuat yang disampaikan Yesaya memberikan pemahaman yang mendalam tentang hubungan Tuhan dengan sejarah Israel umat pilihan Allah. Namun sering umat dan para pemimpinnya tidak mematuhi apa yang diperintahkan Tuhan sehingga mereka di hukum. Yesaya melaksanakan tugas kenabian-Nya setelah mendapat penglihatan dari Tuhan di dalam bait Allah pada saat masa pemerintahan Yehuda  raja Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia (Yes 1:1) tahun 722-687  SM. Dalam bacaan kita Minggu yang berjalan ini Yesaya 63:7-14 menceritakan  pengakuan dan permohonan Yesaya  yang sangat dalam melalui doanya bagi Israel tentang kasih setia Tuhan yang tiada bandingnya termasuk setelah tiba pada zaman pemulihan dari  pem-buangan dan telah  berada  di  Yerusalem untuk memulaikan  kehidupan yang baru  di  era yang  baru. Segala perbuatan  Tuhan yang masyhur tidak boleh mereka lupakan sebab Tuhan memberkati umat-Nya dengan kasih yang tidak pernah berkesudahan (ayat 7). Ia melakukan pembalasan kepada bangsa-bangsa yang menolak untuk menyembah-Nya. Tuhan sendiri mengatakan “Sungguh mereka adalah umat-Ku. Sapaan ini dimaksudkan supaya umat-Nya  mempunyai hubungan yang sangat erat dengan Tuhan dan Yesaya mengingatkan kembali bahwa Allah berjanji tentang suatu ciptaan baru, namun tergantung pada sejauhmana mereka percaya kepada Allah dan hidup menurut perintah-perintah-Nya termasuk tidak berlaku curang dalam hidup mereka karena Dia-lah Tuhan yang menjadi Juruselamat dan Penebus umat-Nya (ayat 8-9). Dalam cerita ini Yesaya juga mengungkapkan tentang perbuatan Tuhan dimasa lalu dalam perjalanan sejarah umat Israel, bahwa “Ia meng-gendong mereka selama zaman dahulu kala”  yang  dikatakan  mulai dari  Penciptaan sampai zaman  Musa bahkan sampai pada suatu tempat perhentian di mana mujizat-mujizat Tuhan diperlihatkan walaupun seringkali  mereka mem-berontak terhadap-Nya bahkan mendukakan Roh Kudus yaitu pelanggaran terhadap kasih dan jalan-jalan-Nya. Bahkan seringkali umatnya berlaku tidak setia kepada Tuhan sehingga Ia mengingatkan akan penyertaa-Nya dalam per-jalanan sejarah umat Israel termasuk menuntun mereka melintasi samudera raya. Tuhan telah memberikan suatu tempat perhentian untuk didiami yaitu suatu tempat yang diberkati Tuhan dimana mereka harus mengangungkan nama-Nya. Dan kasih Tuhan tetap berlaku bagi umat Israel yang mau bertobat serta menjauhkan diri dari yang tercelah.

Makna dan Implikasi Firman

  • Perbuatan Tuhan terlihat dalam sejarah zaman dahulu kala yang dimulai ketika Allah menciptakan langit dan bumi dengan segala isinya, telah memilih para nenek moyang Israel, membawa umat-Nya keluar dari tanah Mesir serta membimbing mereka melewati pada gurun, telah menyatakan kehendaknya-Nya di Sinai dan telah memberikan mereka suatu tempat kediaman untuk segala zaman sampai kini dan selama-lamanya. Tuhan berkarya sepanjang sejarah umat manusia dengan memperlihatkan kebaikan-Nya kepada semua orang yang rindu akan keselamatan dan penebusan dosa.
  • Perhatian gereja terhadap lingkungan harus nampak dalam praktek hidup orang percaya, namun fakta dalam kehidupan berjemaat masih saja ada orang yang suka bertengkar bahkan berlaku curang terhadap sesama manusia seperti adanya anggota jemaat yang membuat kejahatan dengan mengunakan “panah wajer”, suka berkelahi bahkan tidak segan untuk membunuh orang tetapi juga membunuh secara karier (baku cungkel). Hidup seperti ini pasti sudah tidak lagi mengindahkan persekutuan ibadah .
  • Memang kita akan mengakhiri tahun 2014 dengan penuh damai sejahtera dan Tuhan sudah memberikan keber-hasilan kerja kepada anggota jemaat, namun juga tidak sedikit yang masih mengalami kegagalan bahkan dukacita dalam kelua Allah sanggup mengangkat kita untuk tetap hidup kudus dan berkenan kepada-Nya. Kita akan masuk di tahun baru 2015, tahun rahmat Tuhan dengan keyakinan bahwa Tuhan selalu membimbing perjalanan hidup umat manusia. Jangan kuatir dan gentar memasuki tahun baru ini sebab Allah beserta dengan kita (God Bless us). Pandanglah masa depan bersama Tuhan. Jangan kita bermalas-malasan dalam kerja pelayanan di semua sektor kehidupan termasuk pendidikan anak-anak sekolah harus rajin belajar dan tidak terjerumus dengan obat-obat terlarang.
  • Sebagai Gereja disepanjang sejarah yang telah menerima kasih karunia yang menyelamatkan di dalam Yesus Kristus di dalamnya jemaat dituntut untuk melakukan praktek hidup yang sesuai dengan kehendak Tuhan termasuk mencintai persekutuan ibadah.
  • Kesederhanaan dan kerendahan hati sangat diharapkan dari pemimpin gereja, jemaat dan masyarakat. Keseder-hanaan bukan berarti tidak lagi membutuhkan apa yang diperlukan oleh anggota jemaat, tetapi para pemimpin harus hidup sederhana dengan tidak suka memboros-boroskan berkat yang Tuhan sudah berikan kepada kita. Ada perkataan sinis “biar kalah nasi asal jangan kalah aksi”. Hal ini tidak tepat lagi di era baru sekarang ini. Sebagai contoh Rasul Paulus tidak memperkaya diri sendiri dalam pelayanan tetapi kekayaan yang dia miliki dipakainya melayani Tuhan dengan segenap hati.
  • Kemerosotan moral dan etika terjadi dimana-mana, disatu pihak taat beribadah namun dalam praktek kehidupan sehari-hari belum melakukan apa yang diharapkan oleh Tuhan dan gereja. Perlu pembaharuan hidup (restorasi life) yang terus menerus oleh pemimpin dan warga gereja terutama juga memasuki era baru yang di kehendaki oleh Tuhan.

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Jelaskan hidup mengutamakan kasih Tuhan sesuai bacaan Yesaya 63:7-14
  2. Apa saja  tantangan yang dihadapi oleh Gereja GMIM  di tahun 2015?

NAS PEMBIMBING : 1 Korintus 13:4-5. 

POKOK-POKOK DOA

  • Tuhan selalu mengasihi umat-Nya agar tidak melakukan yang yang tidak berkenan kepada Tuhan.
  • Supaya bersyukur mengakhiri tugas pelayanan di Tahun 2014 dan Tuhan menuntun pelayanan Gereja GMIM di tahun 2015.

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: HARI MINGGU BENTUK IV 

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:

Persiapan: NKB. No. 1

Pembukaan: NNBT No 4

Pengakuan Dosa & Pengampunan: NKB No.17

Sesudah Pembacaan Alkitab: NKB No. 116

Persembahan: NNBT No. 15

Penutup: Siapa Yang Setia Hingga ke Tamat.

ATRIBUT YANG DIGUNAKAN:

Warna dasar putih dengan simbol lilin dan palungan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here