TEMA BULANAN: “Diutus Untuk Membebaskan”
TEMA MINGGUAN: “Memberi Karena Cinta”
Bahan Alkitab : 1 Tawarikh 29 : 1 – 9
ALASAN PEMILIHAN TEMA
Di masa kini manusia diperhadapkan dengan berbagai peru-bahan perilaku yang mempengaruhi sendi-sendi kehidupan. Perubahan itu disebabkan antara lain, karena paham individual-isme yaitu, mementingkan diri sendiri dan kelompok, semakin bertumbuh-subur tak terkendali. Dahulu hubungan sosial senan-tiasa terbangun dalam kebersamaan untuk saling peduli dengan kesulitan orang lain, tetapi sekarang ada orang yang menutup pintu hati untuk membantu orang lain. Sehingga benar kata orang: ”zaman sekarang ini kesetia-kawanan semakin menipis”. Kalaupun bantuan atau sumbangan itu diberikan, tidak jarang seperti kata pribahasa ”Ada udang dibalik batu”. Mengapa demikian? Karena bantuan atau sumbangan yang diberikan itu bukan berdasarkan ketulusan hati apalagi jika dikatakan: ”karena kecintaan kepada sesama yang perlu ditolong”, melainkan karena ada maksud tertentu. Kita tidak perlu terkejut jika satu saat ketika maksud pribadinya tidak terpenuhi, maka ia meminta kembali bantuan atau sumbangan yang sudah diberikan, sebab sesung-guhnya ia tidak memiliki kerelaan hati atas dasar cinta, untuk memberi. Realitas sosial ini juga berpengaruh dalam kehidupan bergereja. Walaupun demikian banyak warga gereja yang memberi dengan tulus dan penuh sukacita karena Cinta.
PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)
1 Tawarikh 29:1-9, dilatar-belakangi oleh Tabut Allah berisi dua loh batu (sepuluh Hukum Allah), buli-buli manna dan tongkat Harun yang bertunas (Keluaran 25:10-22), dipindahkan dari Kiryat-Yearim (1 Tawarikh 13:5-8) ke Yerusalem dan di tempatkan di Kemah yang dibentangkan, sementara itu Daud sudah membuat gedung-gedung menjadi tempat tinggalnya (15:1; 16:1). Sadar akan ketidak-seimbangan itu maka Daud meng-undang para pembesar Israel yakni para kepala suku, para pemimpin rombongan, orang-orang yang melayani raja, para kepala pemimpin pasukan, para kepala harta benda kepunyaan raja, para perwira dan pegawai istana berserta anak-anak Daud dan menyampaikan niatnya yang sudah lama untuk membangun rumah permanen tempat berdiam Tabut Perjanjian dan tumpuan kaki Allah yang artinya di tempat itulah Tuhan Allah hadir dalam kehidupan bangsa Israel umat pilihan-Nya. Namun demikian, akibat dosa-dosanya sebagai perajurit penumpah darah antara lain merencanakan kematian Uria suami Batsyeba dalam penge-pungan Raba, ibu kota Amon. di bawah komando Yoab dan Juga karena dosa Daud yang bersinah dengan Batsyeba istri Uria (2 Samuel 11:1-17), maka Daud hanya sampai pada peren-canaan dan menyediakan bahan-bahan pembangunan, sedang-kan anaknya Salomo yang sesuai dengan penetapan Tuhan nantinya melaksanakan pembangunan Rumah Allah atau Bait Suci (Psl.28) Karena alasan itu, lagi pula anaknya Salomo masih muda untuk pekerjaan yang besar yang menurut Daud bahwa Bait Suci itu bukanlah untuk manusia melainkan untuk Tuhan Allah (ay.1), maka ia sudah menggumpulkan: Emas, perak, tembaga, besi, kayu dan berbagai batu-batu mahal dari para penyumbang (ay.2). Dan terakhir, Daud memberikan emas dan perak kepunyaannya, karena cintanya kepada Rumah Tuhan (ay.3-5). Dalam ay.6-7, kecintaan Daud melalui pemberiannya untuk pembangunan Bait Suci, ternyata memotivasi kerelaan para pemimpin Israel (kepala puak=keturunan, kepala suku-suku Israel, para pemimpin pekerjaan dalam kerajaan Daud). Untuk mendatakan dan menyimpan semua bahan persediaan pemba-ngunan Rumah Tuhan, termasuk batu permata yang disum-bangkan oleh umat yang bersedia (ayat 6-8), memberi untuk pembangunan Bait Suci. Kecintaan dalam pemberian kepada Rumah Tuhan, dilandasi ketulusan hati mempersembahkan dengan sukarela telah membangkitkan sukacita yang besar bagi bangsa Israel dan raja Daud (ay.9).
Makna dan Implikasi Firman
Kita sebagai Gereja dikaruniakan oleh Tuhan untuk hidup dalam dunia di era post modern ini. Sementara itu kita juga boleh berbangga dengan tampilnya gedung-gedung gereja dibanyak Jemaat yang semakin megah dengan fasilitasnya lengkap sehingga dapat menjamin persekutuan Jemaat beribadah kepada Tuhan. Malahan kemegahannya melebihi rumah-rumah tempat kediaman Jemaat. Tentu kemegahan itu tidak dapat dilepaskan dengan kebersamaan Jemaat dalam kerja keras menggumpulkan dana dan berdaya upaya ketika membangun gedung Gereja. Semangat itu boleh jadi dimotivasi oleh pembangunan Bait Allah di masa Raja Daud menggantikan kemah yang dibentangkan menaunggi Tabut Allah. Dalam kemegahan gedung-gedung Gereja di sekitar kita sebagai tempat pertumbuhan iman Jemaat maka kita pun tidak dapat menutup mata terhadap fenomena kehidupan sekarang ini. Bahwa tidak jarang kita terkontaminasi oleh sikap dan pola hidup mementingkan diri sendiri maupun kelompok. Padahal kita sebagai Gereja tidak harus ikut-ikutan terbawa arus oleh prilaku zaman ini yang sangat bertentangan dengan keyakinan iman kita untuk terus-menerus mengasihi Allah dan sesama manusia, apalagi mereka yang dalam realitanya perlu dibantu untuk terbebas dari belenggu kekurangan dalam me-menuhi kebutuhan hidup. Ironisnya, sikap hidup yang memen-tingkan diri sendiri dan tidak peduli dengan kepentingan bersama, sering mempengaruhi semangat memberi persembahan bagi pelayanan Gereja. Padahal persembahan yang dikumpulkan melalui pemberian Jemaat sangat bermakna bagi pekerjaan pelayanan Gereja Tuhan di dunia dan bangsa ini. Untuk itu kerelaan yang tulus hati, dalam memberi persembahan berdasarkan kecintaan kepada Allah, hendaknya menjadi motivasi utama bagi setiap orang percaya. Sebab Tuhan Allah dalam Yesus Kristus karena kasih-Nya, maka Ia sudah rela memberikan hidup-Nya dengan tulus ikhlas, bagi keselamatan dunia dan kita manusia. Melalui pemberian karena cinta, maka kita Jemaat yang dikasih-Nya mengungkapkan syukur atas segala rahmat dan kemurahan Tuhan yang senantiasa memberkati kita di sepanjang hari-hari kehidupan. Di dalam ucapan syukur kita, maka kita persekutuan Gereja Tuhan di dunia dan bangsa ini, mengambil bagian dalam pelayanan kasih-Nya berdasarkan cinta dan kerelaan yang tulus, sama seperti penegasan Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus dengan pemberian-pemberian mereka untuk pelayanan kasih, yang melimpahkan ucapan syukur kepada Allah (bdn.2 Korintus 9:12).
PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:
- Apa motivasi raja Daud untuk memberi bagi pembangunan Bait Allah ?
- Apakah tindakan nyata kita untuk membantu mereka yang berkekurangan dan bagi pelayanan gereja.
POKOK-POKOK DOA:
- Sesama yang hidup berkekurangan.
- Gereja dalam tanggungjawab untuk menggumpulkan per-sembahan, agar dimotivasi oleh kecintaan kepada Tuhan sehingga memberi dalam kerelaan dan ketulusan, bagi misi pelayanan kasih.
- Pemerintah agar memberi bantuan tepat sasaran bagi masyarakat miskin.
TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: HARI MINGGU BENTUK V
NYANYIAN YANG DIUSULKAN:
Persiapan : NNBT.No.1 Pujilah Dia, Pujilah Dia
Bersekutu Dalam Nama-Nya: KJ.No.13 Allah Bapa, Tuhan
Persekutuan Yang Mengaku Dosa: NNBT No. 10 Ya Tuhan Yang Kudus
Jaminan Yang Menguatkan: NNBT No.27 Ya Tuhan Engkaulah
Ses Doa Mohon Tuntunan Roh Kudus: PKJ.No.15 Kusiapkan Hatiku Tuhan
Berilah Yang Baik: PKJ. No.146 Bawa Persembahanmu
Tembang Tekad: NKB. No.211 Pakailah Waktu Anug’rah Tuhanmu
ATRIBUT:
Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang.
