MTPJ 29 November s/d 5 Desember 2015

0
4433

TEMA BULANAN: “Terang Yesus Kristus Bagi Bangsa”
TEMA MINGGUAN: “Di Mana Ada Terang di Situ Ada Sorak-sorai, Sukacita dan Damai”
Bahan Alkitab : Yesaya 9:1-2; 1 Petrus 3:10-12
ALASAN PEMILIHAN TEMA

Hidup warga gereja di dunia sekarang ini terus berubah. Hal ini diakibatkan oleh berbagai faktor seperti karena kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, karena transportasi yang memberi akses pergi dan pulang kemana-mana, serta adanya alat komunikasi yang canggih, yang memudahkan orang di berbagai belahan dunia termasuk di luar angkasa untuk berkomunikasi dan berinteraksi bagaikan berhadapan muka tanpa dipisahkan dengan jarak dan waktu. Berbagai perobahan ini mengakibatkan perobahan gaya hidup, cara berpikir dan perilaku baik individu, keluarga, kelompok, bangsa bahkan dunia.

Harus diakui berbagai perobahan itu, ada yang mengakibatkan hal positif maupun hal yang negative. Ada yang mengakibatkan kebahagiaan tapi juga penderitaan karena orang semakin ingin hidup sendiri menjadi individualistis dengan berbagai kejahatan, intimidasi, kekerasan dan berimbas pada monopoli usaha, perdagangan, politik dan penistaan agama serta tindakan anarkis lainnya. Pendek kata di berbagai belahan dunia kini, orang semakin gelisah dan ingin mendapatkan pegangan hidup yang pasti, yang memberi jaminan hidup, kegirangan, sukacita dan damai. Semua ini dapat diterima dan dialami oleh orang yang menantikan dan mau hidup dalam terang Tuhan sebagaimana tema renungan minggu ini, yakni “Dimana ada Terang, Di situ ada Sorak-Sorai, Sukacita dan Damai”.

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Nama Yesaya dalam bahasa Ibrani berarti “Tuhan Menyela-matkan”. Dalam pasal 1-39 kitab Yesaya, ia menyampaikan nubuatan sebelum terjadinya pembuangan. Bahwa umat  Israel  akan dihukum jika  menolak Tuhan, ber-paling kepada bangsa lain dan menyembah berhala, namun ia juga menyampaikan kata-kata pengharapan Mesianis bagi mereka. Dalam pasal 9 khususnya ayat 1 – 2 disebutkan bahwa bangsa yang berjalan dalam kegelapan telah melihat terang yang besar yakni terang Tuhan; mereka yang diam di negeri kekelaman atasnya terang telah bersinar. Bangsa di sini menunjuk kepada umat Israel. Berjalan dalam kegelapan menunjuk kepada perilaku dosa, termasuk perzinahan dan penyembahan berhala. Diam di negeri kekelaman menunjuk pada keadaan umat Israel di negeri mereka yang menderita, melarat dan lapar dengan suasana kesesakan dan kegelapan, kesuraman yang menghimpit serta ancaman pembuangan (lihat pasal 8 : 19-23). Dalam situasi seperti ini, mereka telah melihat terang yang besar telah bersinar atas mereka yakni terang Tuhan yang akan menyelamatkan dengan seorang raja yang baru yang disebut Penasehat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai (lihat pasal 9 : 5 – 6).

Penyebutan “Engkau telah menimbulkan….” Memberi arti bahwa Tuhan yang adalah terang itu, telah berprakarsa memberi dan Dialah sumber sorak-sorai (kegembiraan yang meluap-luap) dan sukacita (ekspresi perasaan bahagia ber-campur syukur diberkati) yang besar. Sukacita seperti di waktu panen dan seperti bersorak-sorak di waktu membagi-bagi jarahan. Menunjuk pada keadaan yang berkemenangan terhadap musuh dan berkat yang didapatkan. Kalau dahulu Tuhan merendahkan tanah Zebulon dan tanah Naftali (pasal 8:23), maka sekarang tidak lagi. Ia telah menerangi umat Israel. Ayat ini digenapi Yesus, sebagaimana yang ditulis dalam Matius 4:13-18. Bahwa Ia (Yesus) meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali, supaya genaplah firman yang disam-paikan oleh nabi Yesaya: “Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain, — bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang.” 

1 Petrus 3 : 10 -12.

Penulis surat 1 Petrus ini, memberi kekuatan kepada jemaat Kristen yang menghadapi penganiayaan karena iman kepada Yesus yang adalah Tuhan dan Juruselamat mereka, yang telah menderita dan mati untuk menanggung dosa serta yang telah bangkit memberi hidup baru bagi mereka (lihat 1:3-25) Sangat jelas surat 1 Petrus memberi penegasan supaya jemaat Kristen mencintai hidup yang dikaruniakan bagi mereka. Dalam 1 Petrus 3:8-9, penulis mengingatkan jemaat untuk hidup bersama dalam kasih dan tidak saling membalas kejahatan dengan kejahatan. Selanjutnya di ayat 10-12, dengan mengutip Mazmur 34:13-17, penulis mengingatkan jemaat yang mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik maka ia harus menjaga kwalitas hidup kerohaniannya yang terwujud dalam perilaku etika moral sehari-hari. Ada hal-hal yang harus di lakukan, yakni harus menjaga lidahnya ter-hadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu. Menjauhi kejahatan dan melakukan yang baik. Tujuan semua ini adalah supaya mereka hidup dalam damai dan mereka harus berusaha mendapatkannya. Jadi hidup damai adalah gaya hidup dari orang yang beriman teguh kepada Yesus Kristus; ia juga memperteguh iman jemaat, bahwa Tuhan yang mereka imani memperhatikan mereka. Mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar. Telinga-Nya kepada permohonan mereka yang minta tolong, tetapi wajah-Nya menentang orang-orang yang berbuat jahat.

Makna dan Implikasi Firman

  • Perubahan dunia boleh saja terus terjadi. Tetapi siapa yang hidup dalam dosa, akan hidup dalam kegelapan dan dalam lembah kekelaman. Berbagai penderitaan dan penghukuman akan menimpanya. Hal ini dapat menim-pa mereka, baik secara pribadi, keluarga, dan jemaat
  • Tuhan tidak menghendaki umat-Nya hidup dalam dosa. Tuhan Allah datang berkarya melalui Yesus Kristus yang dinantikan di masa adven. Ia berprakarsa dan datang menerangi manusia supaya diselamatkan.
  • Kita harus tinggalkan semua dosa. Masuk, sambut dan hidup dalam terang Tuhan. Menghargai hidup yang dikaruniakan-Nya dengan melakukan apa yang baik dalam keyakinan Tuhan memperhatikan kita serta menghukum orang jahat.
  • Sambil terus berkarya, mari kita sambut terang Tuhan, karena dimana ada terang-Nya, pasti ada sorak-sorai, sukacita dan damai sejahtera sekalipun dalam bentuk perayaan gerejawi yang sederhana tanpa pesta pora. Dan sekalipun kita menghadapi berbagai pergumulan, tantangan, masalah dan penderitaan hidup.

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Apa yang kita pahami tentang terang dan maknanya, yang datang menerangi umat Tuhan yang hidup dalam kege-lapan dan lembah kekelaman dalam perikop Yesaya 9:1-2 ?
  2. Sebagai orang yang dikaruniakan hidup oleh Allah dalam Yesus, apa yang harus kita lakukan dalam hidup sehari-hari, sebagaimana tergambar dari pembacaan 1 Petrus 3:10 -12 ?
  3. Dimana ada terang Tuhan, di situ ada sorai-sorai, sukacita dan damai. Apa maksud dan maknanya di tengah keluarga, jemaat dan masyarakat kita kini ?

NAS PEMBIMBING: Mazmur 25 : 1 – 5. 

POKOK-POKOK DOA:

  • Setiap warga gereja dimampukan untuk menyambut, melihat dan hidup dalam terang Tuhan.
  • Dapat hidup bersorak-sorak, bersukacita dan hidup dalam damai.
  • Dimampukan untuk mencintai hidup dan menjauhi kejahatan
  • Merayakan minggu adven dengan sederhana dan hidup dalam pertobatan. 

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN : MINGGU ADVEN I 

NYANYIAN/LAGU YANG DIUSULKAN

Persiapan: K.J. No. 84 Ya Yesus Dikau Kurindukan

Nas Pemb/Nyanyian Masuk : K.J. No. 5 Tuhan Allah, Nama-Mu

Hukum Tuhan : K.J. No. 50 a : 1,6 Sabda-Mu Abadi

Pengakuan Dosa & Pemberitaan Anugerah Allah: NKB. No. 19 Dalam Lautan Yang Kelam

Nyanyian sesudah Khotbah: K.J. No. 81 : 1,4 O Datanglah Imanuel

Persembahan : K.J.No. 289 Tuhan Pencipta Semesta

Penutup : K.J. No. 277 Tuhanku Seg’ra ‘Kan Kembali

ATRIBUT :

Warna dasar biru muda dengan simbol empat buah lilin berwarna ungu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here