MTPJ 5 – 11 April 2015

0
4968

TEMA BULANAN: “Solidaritas Kristiani dalam Kebangkitan dan Kemenangan Kristus”
TEMA MINGGUAN: “Jangan Takut, Yesus sudah Bangkit”
Bahan Alkitab: Markus 16:1-8

ALASAN PEMILIHAN TEMA

Ketakutan merupakan suatu hal yang sering dihadapi  oleh setiap manusia. Wujud ketakutan teraktualisasi dalam berbagai hal, seperti karena sakit yang tak kunjung sembuh, masa depan yang suram, kesulitan ekonomi, masalah pekerjaan, persoalan rumah tangga, kekuatiran terhadap anak-anak  dan sebagainya.

Mengatasi  berbagai bentuk ketakutan ini, memang tidak mudah. Untuk itulah kita diajak  mengatasi ketakutan mulai dari iman. Suatu bentuk keyakinan yang kokoh pada  Yesus yang sudah bangkit. Ia telah mengalahkan apa yang paling kita takuti yaitu maut.

Jikalau maut yang merupakan ketakutan terbesar setiap manusia telah dikalahkan oleh kebangkitan Yesus, mengapa kita harus takluk kepada berbagai bentuk ketakutan hidup dengan segala manifestasinya? Hal ini bukan untuk menyampaikan suatu bentuk teologi instan, yang mengajarkan jemaat untuk pasif dan menerima setiap realitas hidup dengan kepasrahan tapi untuk membangun motivasi teologis bahwa Yesus yang mati dan bangkit telah memberikan kemenangan untuk mengalahkan ketakutan kita. Intinya dengan kemenangan kebangkitan Yesus, kita terajak untuk memenangkan perjuangan hidup ini.  Tidak ada hal yang tidak dapat teratasi kalau kita percaya. Atas dasar inilah maka sepanjang minggu paskah ini kita dituntun dengan  tema: Jangan Takut, Yesus Sudah Bangkit

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Cerita kebangkitan Yesus yang merupakan peristiwa agung telah menjadi titik balik perubahan sejarah manusia. Injil Markus mengawalinya dengan menuturkan kunjungan para perempuan yaitu Maria Magdalena, Maria Ibu Yakobus dan Salome ke kubur Yesus. Mereka ingin meminyaki mayat Yesus.

Kenapa kaum perempuan? Bukankah stigma zaman itu, perempuan dianggap sebagai masyarakat kelas dua dalam lingkup budaya “patriakhal”. Hal  itu tidak menjadi persoalan bagi Markus sang pencerita, ia memberi ruang dan peran bagi kaum perempuan untuk memperlihatkan wujud tindakan kasih (“an act of love”) yang tidak berakar dari tradisi tapi dari hati yang peduli.

Kunjungan ke kubur Yesus diwarnai juga dengan suatu persoalan, yaitu siapa yang akan menggulingkan (Yun = apokuliw) batu kubur (Yun = lithos) yang sangat besar? Para perempuan ini berbuat demikian sebab mereka menyadari keterbatasannya. Di sini Allah justru  memakai kelemahan dan keterbatasan mereka dalam rencana-Nya.

Ketika mereka melihat dari dekat, batu yang memang sangat besar (Yun :  megav) sudah terguling. Kata sangat besar menunjuk bahwa bukan oleh kemampuan fisik para perempuan itu, batu kubur  itu terguling,  melainkan karena  tangan Allah yang melakukannya.

Terkejut adalah reaksi spontan mereka  atas hal yang tak terduga, dari  batu kubur yang telah terguling, kemudian melihat seorang muda yang mengenakan jubah putih. Orang itu adalah Malaikat, ia diutus untuk membawa pesan Allah,  yang diawali dengan kalimat penguatan,  “Jangan Takut” (Yunani = emphobos,  ekthambeo, artinya sangat terkejut, takut dan tercengang), seharusnya diterjemahkan dengan  berhentilah tercengang-cengang.

       Malaikat itu meyakinkan mereka bahwa Yesus telah bangkit, tempat di mana Ia dibaringkan telah kosong, hanya tertinggal kain kafannya saja. Pernyataan ini  bukanlah pengalihan persoalan melainkan suatu fakta yang didukung dengan bukti. Apa yang mereka lihat, dengar dan sentuh adalah bukti  bahwa  Yesus telah bangkit, dan itu memang benar adanya.

      Ketakutan kaum perempuan ini sangat mendasar, sebab mereka berhadapan dengan hal yang tidak masuk akal tapi  nyata tentang kebangkitan Yesus pada hari pertama minggu itu, yaitu hari minggu, karena itu mereka dipenuhi oleh perasaan gentar dan dahsyat. Inilah yang mengakibatkan mereka tak mampu berbuat apa-apa. Namun pada akhirnya mereka dapat keluar dari ketidakmampuannya untuk pergi membawa berita kepada murid-murid Yesus dan Petrus.  Inilah aspek misioner dari berita paskah bahwa murid-murid Yesus terus menyampaikan berita yang kudus dan tak terbinasakan tentang keselamatan yang kekal itu dari timur ke barat.

Makna dan Implikasi Firman

Kebangkitan Yesus adalah bukti kebenaran utama dalam Injil dan merupakan pokok iman Kristen, dari sinilah kehidupan orang percaya mulai bertumbuh. Persoalannya adalah keyakinan ini sering tidak menyentuh totalitas hidup manusia. Akibatnya, orang percaya terkurung oleh berbagai ketakutan, yang seharusnya tidak boleh lagi menjadi bagian kita. Produk ketakutan adalah ketidakberdayaan, karena itu kita tidak boleh dikuasai olehnya.

Cara menghalau ketakutan harus dimulai dengan  keyakinan dan bukan persoalan. Seberat apapun pergumulan kita tidak boleh menghalangi usaha dan perjuangan ita untuk melakukan yang terbaik, karena Yesus telah mengalahkanya. Kuasa Kebangkitan Yesus lebih besar dari batu (artinya besar/kuatnya) ketakutan hidup kita.

Berita ini merupakan motivasi bagi orang percaya karena kebangkitan Yesus memberi daya juang untuk mengatasi segala bentuk kelemahan dengan mulai memberdayakan diri sendiri dan orang lain.

     Warga gereja harus mengambil bagian dalam kerja pelayanan yang membuat umat manusia terlepas dari belenggu hidupnya dengan cara menyampaikan berita yang kudus dan tak terbinasakan tentang keselamatan melalui dan di dalam Yesus Kristus. Semangat misioner (penginjilan) harus dibangkitkan. Setiap warga gereja harus mengambil peran melalui perkataan dan perbuatan sesuai dengan potensi dan karunia masing-masing.

Perayaan Paskah harus dipahami juga dalam konteks  menyiapkan generasi masa depan bahwa kalau kita menjadikan perayaan ini sebagai hari anak, remaja dan pemuda maka sentral perayaan ini adalah membangun kualitas hidup mereka. Perlu ada program sinergis sebagai produk dari implikasi perayaan paskah. Tidak hanya bersifat selebrasi dan rekreasi.

     Tuhan memakai kaum perempuan menjadi penginjil yang pertama dari kebangkitan-Nya. Peran ini harus semakin diberdayakan sebab perempuan memiliki peran strategis untuk membangun keluarga dan masyarakat, karena itu kaum perempuan jangan membiarkan diri dalam belenggu kepasifan tetapi berjuang secara aktif untuk membangun tatanan hidup yang aman, rukun, damai dan sejahtera.

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Apa yang kita pahami ketika membaca perikop ini dikaitkan dengan tema: “Jangan takut, Yesus sudah Bangkit”?
  2. Apakah bentuk perayaan kebangkitan Yesus yang kita lakukan untuk memberdayakan kehidupan perempuan, anak, remaja dan pemuda?
  3. Berikanlah contoh bentuk kegiatan yang dapat dilakukan untuk memaknai perayaan Kebangkitan Yesus.

NAS PEMBIMBING: Mazmur 56 : 4-5

POKOK-POKOK DOA

  • Kaum Perempuan agar berperan aktif dalam memberdayakan dirinya
  • Anak, Remaja dan Pemuda dapat memaknai perayaan Kebangkitan Yesus.
  • Perayaan Paskah tidak menjadi perayaan seremonial belaka.

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: HARI RAYA PASKAH I

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:

Persiapan: KJ No. 194 : 1,2, Dikau yang Bangkit, Mahamulia

Nas Pembimbing  KJ No. 194 ay 3 Tuhanku Hidup, Takut  pun Lenyap

Pengakuan Dosa NKB No.19 :1,3 Dalam Lautan yang Kelam

Berita Anugerah Allah  KJ No. 195 ayat 1,2 Di Makam yang Gelap

Sesudah Khotbah : S’bab Dia Hidup

Persembahan : NNBT No. 15 Hai Seluruh Umat Tuhan

Penutup : KJ No. 340 ayat 1, 3 Hai Bangkit Bagi Yesus

ATRIBUT:

Warna dasar putih dengan lambang bunga bakung yang sedang mekar dengan salib berwarna kuning kehijauan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here