MTPJ 5 – 11 Juli 2015

0
5475

TEMA BULANAN: “ Membangun Solidaritas Dalam Keluarga”
TEMA MINGGUAN: “Keluarga menurut Pandangan Kristen”
Bahan Alkitab: Ulangan 6:1-9; Efesus 2:19-22

ALASAN PEMILIHAN TEMA

Keluarga merupakan unit yang sangat berharga dalam kehidupan umat Kristen di mana di dalamnya terbina hubungan antara orang tua dan anak-anak. Dalam keluarga kita semua mendapat-kan nilai-nilai Kristen yang diajarkan berdasarkan cinta kasih Kristus  supaya keluarga dapat mengetahui mana yang baik dan mana yang jahat. Keluarga adalah inti dari kehidupan berjemaat untuk pertumbuhan iman anggota Keluarga yang dapat terus berbuah. Calvin mengatakan bahwa keluarga adalah “gereja kecil”. Keluarga tempat beribadah, baik ibadah keluarga maupun ibadah kolom, BIPRA, kelompok fungsional lansia. Dalam ibadah tersebut Gereja mengingatkan dan menyatakan pelayanan kasih kepada keluarga Kristen GMIM, agar supaya orang tua dapat mengajarkan nilai Kristen yang berdasarkan kesaksian Alkitab. Tuhan memakai keluarga Kristen untuk menjadi berkat bagi gereja dan masyarakat. Tuhan sudah memberikan keselamatan dari Yesus Kristus kepada keluarga. Namun masih terdapat beberapa keluarga yang mengalami perceraian yang diakibatkan oleh pelbagai permasalahan seperti perselingkuhan, ketidak-harmonisan  yang  dilakukan oleh suami maupun istri, anak-anak dalam keluarga sering tidak menghormati lagi orang tua anak-anak lebih banyak menggunakan waktu dalam permainan ”video game” yang sangat menyita waktu, daripada belajar. Untuk itu tema minggu ini adalah Keluarga Menurut Pandangan Kristen.

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Kitab Ulangan adalah kitab Hukum kedua yang merupakan penyampaian kembali oleh Musa kepada generasi Israel yang siap memasuki tanah yang dijanjikan. Tuhan memilih orang Israel untuk keluar dari perbudakan di Mesir dan memberikan mereka hukum-hukum, perintah-perintah untuk dipatuhi. Bahkan kitab Ulangan ini dimaksudkan untuk mengadakan pembaharuan ter-masuk menghancurkan ilah-ilah lain yang bertentangan dengan hukum Tuhan dan Israel diajarkan agar supaya hanya mengakui apa yang telah dilakukan oleh Tuhan. Ketika umat Israel mema-tuhi dengan setia apa yang diperintahkan Tuhan, maka keber-hasilan selalu dinyatakan kepada mereka, tetapi sebaliknya ketika mereka meninggalkan Tuhan maka kegagalan dan kesulitan akan dialaminya. Perintah Tuhan harus disampaikan oleh orang tua Israel dari satu generasi ke generasi berikutnya, bahkan disampai-kan berulang-ulang di mana saja dan di segala tempat.

Karena dalam bacaan Ulangan 6:1-9 menceritakan tentang bagaimana hukum dan peraturan Tuhan diajarkan terus menerus  kepada orang Israel ketika mereka menduduki negeri atau tanah yang telah dijanjikan. Supaya mereka takut akan Tuhan Allah yang artinya hanya mengandalkan Tuhan secara utuh yang terlihat dalam hidup yang mempraktekkan ketetapan/perintah Tuhan. Dan apa jaminan yang diberikan Tuhan Allah kepada umat Israel apabila mereka takut akan Tuhan yaitu supaya lanjut umur dan baik keadaaanya serta diberikan berkat jasmani yaitu “susu dan madu”. Jadi ada jaminan pemenuhan kebutuhan pokok ketika umat Israel setia melakukan aturan Tuhan dan hanya percaya kepada Tuhan Allah. Penegasan Musa mengenai pokok pengajaran yaitu Ayat 4 dan 5; Dengarkanlah hai orang Israel: Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu esa! Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu, dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. Dengan maksud ada kuasa Tuhan yang kekal untuk mengingatkan orang Israel supaya mengakui hanya satu-satunya Tuhan dan percaya sungguh-sungguh secara total (hati, jiwa dan raga), mengasihi Tuhan dengan utuh dalam segala aspek kehidupan-Nya. Hal ini meru-pakan suatu “credo atau pengakuan iman orang Israel yang harus terus menerus serta berulang-ulang disampaikan dalam keadaan dan situasi apapun entah waktu duduk di rumah (dalam keluarga), sedang dalam perjalanan, berbaring atau bangun dan di mana saja, tentang  siapa Tuhan Allah itu dalam hidup orang Israel. Bahkan ada kebiasaan orang Israel yaitu perintah dan ketetapan Tuhan harus diikat di tangan (seperti jam tangan) di dahi (sepeti bando) bahkan di tiang pintu sebagai tanda untuk selalu mengingatkan akan kasih Tuhan kepada orang mereka.

Dalam kitab Efesus 2:19-22. Menceritakan bagaimana setiap  orang yang beriman kepada Yesus Kristus menjadi bagian dari tubuh yang sama sebaga anggota keluarga Allah yang kudus, yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi dengan Kristus sebagai batu Penjuru, atau Kristus adalah dasar dari segala sesuatu serta turut dibangun menjadi tempat kediaman Allah. Dibangun berarti juga mengajarkan secara aktif terus menerus tentang Kasih Allah di dalam Kristrus Yesus yang telah mempersatukan umat-Nya. Betapa pentingnya anugerah Allah yang telah diberikan kepada setiap orang percaya dan dari anu-gerah itu kita dapat mempraktekkan hukum Tuhan dalam hidup.

Makna dan Implikasi Firman

Firman Tuhan yang dinyatakan kepada setiap orang percaya merupakan hal yang absolut dan harus dipraktekan dalam kehidupan kita. Perintah dan ketetapan yang diajarkan Tuhan kepada orang Israel adalah mengasihi Tuhan dengan sungguh-sungguh atau sepenuh hati, hal itu harus dipraktekan oleh gereja dan keluarga. Pendidikan agama Kristen yang mempunyai nilai-nilai Kristen harus dimulai dari keluarga. Oleh karena itu orang tua hendaknya mengajarkan kasih Allah yang telah memberikan peraturan dan ketetapan Tuhan kepada anak-anak. Bisa saja dalam program GMIM dikemudian hari menetapkan hari raya keluarga GMIM.

Tidak dapat dipungkiri bahwa berbagai masalah dalam keluarga sering bermunculan seperti perceraian, hubungan suami istri yang tidak harmonis, percekcokan, anak-anak terjerumus pada seks bebas, narkoba, menyalahgunakan internet. Bahkan ada keluarga yang dililit utang yang berkepanjangan dan masih banyak lagi permasalahan yang dihadapi oleh keluarga Kristen.

Keluarga menurut pandangan Kristen hendaknya berdasarkan kasih Allah di dalam Yesus Kristus. Keluarga diajarkan supaya berakar dan dibangun di dalam Kristus. Sebab ketika keluarga Kristen dibangun dan berakar di dalam Kristus pasti keluarga itu dapat menangkal permasalahan-permasalahan yang dihadapi. Walaupun dunia semakin berkabut, badai gelombang menerpa namun Tuhan tetap menolong kita.

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI  

  1. Bagaimana saudara memahami keluarga menurut pandangan kristen menurut perikop pembacaan Alkitab Ulangan 6:1-9 dan Efesus 2:19-22 ini?
  2. Bagaimana pandangan kita tentang hanya oleh anugerah Allah kita sudah diselamatkan?
  1. Apakah melakukan perbuatan baik tidak lagi menjadi penting dalam kehidupan kita sebagai orang percaya dan bagaimana kita memahami hal ini?

NAS PEMBIMBING: 1 Tawarikh 17:27.

POKOK-POKOK DOA :

  • Supaya keluarga tetap mengasihi Tuhan dengan sungguh-sungguh.
  • Keluarga dimampukan menghadapi berbagai persoalan hidup
  • Keluarga GMIM menjadi berkat bagi banyak orang.

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN : HARI MINGGU BENTUK I

NYANYIAN YANG DIUSULKAN :

Nyanyian Persiapan  : NNBT No 1, Pujilah Dia, Pujilah Dia

Sesudah Nas Pembimbing : NKB No.126 Tuhan Memanggilmu

Sesudah Berita Angurah Allah. NKB No.195 Kendati Hidupku Tent’ram Dan Damai

Hukum Tuhan: KJ No. 451:1,2 Bila Yesus Berada Di tengah Keluarga

Persembahan: KJ No. 402 Kuperlukan Jurus’lamat

Nyanyian Penutup: KJ No. 318 Berbahagia Tiap Rumah Tangga

ATRIBUT :

Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here