TEMA BULANAN: “Penginjilan, Pendidikan dan Pengucapan Syukur Sebagai Sarana Kesaksian Gereja”
TEMA MINGGUAN: “Ketaatan Membawa Berkat, Ketidaktaatan Membawa Malapetaka”
Bahan Alkitab : Ulangan 8 : 1 – 20
ALASAN PEMILIHAN TEMA
Kesiapan mental dan cara hidup sering tidak dapat mengimbangi kemajuan teknologi yang semakin canggih. Itulah sebabnya ada istilah yang dipakai untuk menyatakan ketidak-siapan suatu masyarakat dalam mengimbangi kemajuan tekno-logi. Sikap mental tidak siap dengan kemakmuran, kecanggihan dan lain-lain bisa menyebabkan orang jadi sombong, mabuk kekayaan, mabuk jabatan dan sok hebat. Kesenjangan/keter-tinggalan budaya juga dapat terlihat dalam kehidupan umat percaya yang mengalami kemerosotan iman akibat ketidak-taatan kepada Tuhan.
Pada saat ini banyak orang diminta untuk “taat hukum dan taat pajak”, tetapi apakah ada ketaatan yang terjadi? Demikian juga dengan ketaatan kita dalam melaksanakan pro-gram-program gereja terlebih taat pada Tuhan.
Melalui tema yang diangkat dari Ulangan 8:1-20 ini di-gambarkan “kehidupan berbahagia” dalam persekutuan dengan Allah sambil menikmati berkat-berkat-Nya bila hidup taat dan sebaliknya akan terjadi apabila mereka melalaikan/tidak taat pada perjanjian Tuhan. Dengan demikian kita diajak untuk hidup taat untuk menikmati berkat Tuhan.
PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)
Kitab Ulangan memberi pengulangan dan penekanan kembali perjanjian yang dibuat antara Allah dan umat Israel. Secara khu-sus bagian pasal 8, ditemukan penyebutan berkat yaitu hidup dan bertambah banyak serta memasuki negeri yang dijanjikan dengan sumpah kepada nenek moyang mereka (ayat 1-10, 12-13), sedangkan malapetaka karena tidak taat, seperti bangsa-bangsa yang dibinasakan Tuhan di hadapan mereka (ayat 11, 14-20).
Ayat 1-10, 12-13. Ketaatan mendatangkan berkat. Israel harus mengakui kedaulatan Allah dan menjadi bangsa yang kudus, sehingga layak bagi Allah yang Kudus. Ini berarti melaksanakan tuntutan Allah melalui ketaatan mutlak dalam segala hal (ayat 1). Mereka harus mengingat siapa Dia, apa yang telah dilakukan-Nya dan percaya penuh apa yang dilakukan-Nya (ayat 2-6). Selan-jutnya mulai ayat 7 disebutkan berkat-berkat dalam ketaatan yang mereka alami yaitu negeri yang baik dan besar (terdapat sungai, mata air, lembah dan gunung), negeri yang kaya akan sumber daya alam yang potensial seperti gandum, anggur, pohon ara, delima, zaitun dan madu, gunung-gunungnya mengandung batuan berharga. Kelimpahan ditandai dengan ungkapan bahwa mereka akan makan roti sampai kenyang tanpa takut kekurangan (ayat 10).
Di ayat 12-13 ditegaskan lagi bentuk kemakmuran dan kemajuan yang mereka alami yaitu makanan yang berlimpah, rumah yang baik, pertambahan ternak, emas dan perak, kesimpulannya dalam ayat 13, “… segala yang ada padamu bertambah banyak”. Dalam ayat 14 diungkapkan bahwa Allah perjanjian memberikan kekuatan kepada mereka untuk memperoleh kekayaan dengan maksud untuk mengukuhkan, memelihara perjanjian yang telah diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyang mereka.
Ayat 11, 14-20. Ketidaktaatan mendatangkan malapetaka. Kema-juan dan kesejahteraan serta kedudukan baik dapat menggerus ketaatan mereka kepada Tuhan sehingga seperti dalam ayat 14 mereka menjadi tinggi hati dan melupakan Tuhan yang mem-bawa mereka keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan dan yang memimpin mereka di padang gurun (ayat 15). Kesenjangan/ketertinggalan budaya (culture lag) dapat membuat mereka sombong. Dalam ayat 17 diingatkan ,”…. Janganlah kaukatakan dalam hatimu: kekuasaanku dan kekuatan tanganku-lah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini”, karena Tuhan-lah yang memberikan itu untuk menyatakan kesetiaan pada perjanjian yang telah diberikan-Nya.
Ketidaktaatan yang disebutkan dalam ayat 19 adalah melu-pakan Tuhan, mengikuti allah lain, beribadah dan menyembah kepadanya. Allah menginginkan ibadah umat-Nya benar-benar murni. Hubungan perjanjian itu bukan sekedar memuat hak dan kewajiban pihak-pihak yang mengadakan perjanjian. Allah meng-inginkan persekutuan yang lahir dari kasih yang tulus kepada-Nya. Ketaatan yang diharapkan dari umat-Nya adalah karena mereka benar-benar mengasihi Allah. Melakukan perintah Tuhan dengan setia itulah cara umat Israel untuk bersikap sebagai bangsa yang diberkati. Dasar dari semua sikap setia umat umat Israel adalah karena mereka tetap ingat untuk bersyukur. Umat yang bersyukur alias tahu diri akan menjadi setia dan taat. Mereka yang lupa bersyukur bagai kacang lupa akan kulitnya yang akan mendapatkan murka Tuhan menuju malapetaka. Mereka akan menderita kekalahan dan pada akhirnya dimusnahkan/ dibinasa-kan seperti bangsa-bangsa lain di sekitar mereka. Apabila kita melihat Ulangan pasal 28 (tentang daftar kutuk), maka akan terlihat kesungguhan Allah melaksanakan perjanjian-Nya baik berkat bagi yang taat dan malapetaka bagi yang tidak taat atau berpaling dari-Nya.
Kehidupan mapan dan semakin makmur yang menanti umat Israel tatkala memasuki tanah perjanjian perlu diikuti dengan sikap mental yang beriman teguh kepada Tuhan agar supaya tidak tergerus oleh kemajuan hidup yang mereka peroleh. Kalau tidak demikian mereka pun dapat mengalami kesenjangan budaya, bahkan kemerosotan iman. Musa mengingatkan bangsa Israel untuk tetap setia dan taat kepada Allah perjanjian. Ketaatan mendatangkan berkat, ketidaktaatan mendatangkan malapetaka.
Makna dan Implikasi Firman
Allah menghendaki ketaatan yang bersumber dari kasih yang tulus kepada-Nya. Melalui bacaan ini dipertanyakan lagi motivasi ketaatan kita kepada Allah melalui ketaatan menjalankan tang-gung jawab (baca: peraturan gereja). Terkadang ketaatan kita bukan mengarah kepada Dia yang adalah sumber berkat tetapi lebih berorientasi pada figur manusia: pimpinan, atasan, pelayan khusus, dll. Akibatnya ialah ketika hubungan dengan dengan pelayan khusus atau pimpinan di tempat kerja menjadi tidak baik dapat mempengaruhi kinerja atau pemberian diri dalam kehi-dupan berjemaat karena ketaatan yang berorientasi pada hak dan kewajiban. Tuhan Allah sumber berkat, pemberi kesejahteraan sebagaimana dalam bacaan ini, Dialah yang harus kita taati.
Sudah ada contoh yang disaksikan oleh umat Israel bagai-mana bangsa-bangsa di sekitar mereka dikalahkan dan meng-alami kemusnahan/kebinasaan. Begitulah nasib apabila tidak setia dan berpaling dari Tuhan, bahwa ketidaksetiaan mendatangkan malapetaka. Bagaimana dengan keluarga kita, gereja kita, bangsa kita? Kalau bangsa-bangsa dulu kala terseleksi sehingga meng-alami kebinasaan dan tinggal nama saja dalam sejarah dunia, apakah kita juga akan demikian? Punah dan tinggal catatan bahwa pernah ada jemaat GMIM, pernah ada suku-suku yang ada di Minahasa, karena ketidaktaatan
Peran Pekabaran Injil dan Pendidikan Kristen akan terus ak-tual untuk melanjut-lanjutkan hidup yang mendatangkan berkat Tuhan. Minggu depan kita akan merayakan HUT PI dan Pen-didikan Kristen. Biarlah dengan Injil Tuhan kita hidup dalam ketaatan
Kemajuan zaman, kemakmuran, kedudukan dan semua peluang mendapatkan kehidupan yang lebih baik kiranya tidak akan membuat kita lupa bersyukur akan kebaikan-Nya. Sikap ketaatan harus diwujudkan dalam kerendahan hati untuk melakukan kehendak-Nya, sehingga kita tidak akan mengalami malapetaka atau kebinasaan, tetapi hidup dalam kesinambungan berkat Tuhan.
PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:
- Bagaimanakah sikap-sikap yang taat maupun tidak taat menurut bacaan ini?
- Apa yang mendasari sikap taat saudara dalam melakukan berbagai program dalam lingkup jemaat di mana saudara berada?
- Apakah hal-hal yang dapat membuat jemaat lebih taat dalam menopang kegiatan gereja?
NAS PEMBIMBING: Mazmur 31:20
POKOK-POKOK DOA:
- Sikap taat dan peduli warga jemaat terhadap kegiatan gereja dalam berbagai bidang
- Ketaatan warga gereja dalam berbagai bidang pekerjaannya supaya boleh menjadi berkat di manapun
TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: HARI MINGGU BENTUK I
NYANYIAN YANG DIUSULKAN:
Panggilan Beribadah : KJ. No. 9 Puji Hai Jiwaku
Ses Nas Pemb:NNBT No. 6 Allah Bapa Yang Kumuliakan
Ses Pengakuan Dosa & Pemberitaan Anugerah Allah:NNBT No. 9 Ku Akan Selalu Bersyukur
Ses Pengakuan Iman : KJ No. 424 Yesus Menginginkan Daku
Ses Hukum Tuhan: KJ. No. 371 Kumau Berjalan Dengan Juruselamatku
Ses Pembacaan Alkitab: KJ. No. 52 Sabda Tuhan Allah
Persembahan : KJ No. 60 Hai Mahluk Alam Semesta
Penutup: NKB No 207 Taat, Setia Bertekad Yang Bulat
ATRIBUT:
Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang.
