MTPJ 6 – 12 Maret 2016

0
7108

TEMA BULANAN:“Pemulihan Dunia”
TEMA MINGGUAN:“Tuhan Membebaskan Orang Benar dari Kesesakan”
Bahan Alkitab : Mazmur 34:1-23

ALASAN PEMILIHAN TEMA

Hidup dalam kesesakan tentu sangat tidak menye-nangkan dan setiap orang pasti berupaya menghindarkan diri dari situasi seperti itu. Memang kesesakan itu biasanya diakibatkan oleh beberapa hal, seperti masalah ekonomi, lapangan kerja, pendidikan dan lain-lain. Kompleksnya masalah dalam kehidupan ini, telah membuat begitu banyak orang kehilangan akal sehat, frustasi bahkan bersikap tidak manusiawi lagi.

Keadaan ini tidak hanya menyulitkan tetapi juga menyakitkan. Sebab manusia dalam keterbatasannya sangat sulit keluar atau menghidar bila masalah hadir dalam kehi-dupan kita. Realitas ini tentu tidaklah serta merta menjadikan hidup menjadi pasif sehingga berpasrah diri dan tidak ber-upaya keluar dari persoalan itu. Tetapi hidup yang Tuhan be-rikan pada manusia adalah hidup yang berpengharapan dan pasti, apalagi mereka yang tetap hidup dalam kebenaran-Nya akan menemukan pertolongan Tuhan tepat pada waktunya.

Di tengah-tengah situasi itu, Allah senantiasa menun-jukkan kuasa dan kasih-Nya dengan penuh kesabaran, menjadi penolong satu-satunya dalam hidup manusia yang ada dalam kesesakan. Atas dasar inilah maka di minggu sengsara yang keempat ini kita dituntun dengan tema: “Tuhan Membebaskan Orang Benar dari Kesesakan”.

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Perikop ini diawali dengan keterangan Daud yang sedang berada di hadapan raja orang Filistin bernama Akhis di kota Gat yang juga dikenal dengan sebutan/gelar Abimelekh (1 Samuel 21 : 10 – 15). Karena sikap iri dan dengki, amarah dalam diri, telah membuat Saul meren-canakan pembunuhan terhadap Daud. Itulah sebabnya Daud melarikan diri dengan cara bergabung dengan orang Filistin tetapi dia boleh keluar dengan aman meskipun ia harus menempuh cara yang “tidak lazim” dengan berpura-pura menjadi orang yang tidak “waras” (ayat 1).

Ayat 2-4. Adalah ketetapan hati Daud untuk memu-liakan dan memuji Tuhan (bahasa Ibrani : “tehillim” – puji-pujian – mazmur) merupakan dasar untuk mengajak orang lain memuliakan dan memasyurkan nama Tuhan. Meskipun, dia sendiri tahu bahwa tidak selalu ia berada dalam zona aman dan nyaman. Tetapi, terkadang ia berada dalam situasi yang sangat sulit dan merasakan kesesakan karena tertindas, tetapi ia terus mengalami kemurahan Tuhan.

Dalam nyanyian Daud ini, pujian kepada Tuhan tergambar dengan jelas. Mengapa? Karena dalam sikap iman Daud terdapat hal yang sangat mendasar yaitu: Mencari Tuhan  (ayat 5). Tidak heran Daud merasakan pertolongan Tuhan dalam perjalanan hidupnya, bahkan ketika meng-hadapi ancamam pembunuhan dan berbagai situasi di medan pertempuran, ia tidak pernah gentar. Baginya hubungan yang baik dengan Tuhan telah membuatnya menang dengan gilang gemilang.

Pengalaman iman yang diceritakan oleh Daud dalam bacaan ini, sarat dengan nyanyian pengajaran dan pujian. Bagian ini hendak menyatakan bahwa pertolongan Tuhan itu tidak pernah terlambat. Seberat dan sebesar apapun per-soalan dan penderitaan itu, karena orang yang rendah hati akan mewarisi negeri dimana janji akan sebuah negeri adalah janji kehidupan yang menunjuk pada kesukacitaan dan kesejahteraan (ay. 9.10)

Bagi Daud, hidup takut akan Tuhan memberi banyak keuntungan bagi siapapun. Perikop ini menunjukkan bahwa Allah sendiri berjanji bagi mereka yang sungguh-sunguh takut akan Tuhan, akan terlepas dari rasa takut, kesesakan, ter-sedianya kebutuhan hidup dalam kelimpahan, doa-doa, didengar, dihibur dengan kehadiran-Nya, (ay.7-11).

Hanya dengan jalan mencari Tuhan, memandang serta berseru kepada-Nya dalam takut akan Dia, menjaga lidah dari dosa, melakukan perbuatan yang baik, mencari perdamaian, dan menjadi hamba-Nya maka akan didengar Tuhan dan menikmati kebaikan Tuhan serta tidak akan merasakan keku-rangan sesuatupun yang baik. Bahkan, Allah sendiri akan mengutus malaikat (Ibrani : Micha’el/Mikha’el; Yunani : anggelos = utusan) untuk mengawal kehidupan orang-orang kudus sehingga merasakan keamanan dan luput dari bencana penderitaan (ay. 8,13-15). Mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar dan menentang orang-orang yang berbuat jahat. Di sini Daud menunjukkan keadilan Tuhan, bahwa setiap kejahatan  akan menerima hukuman dan setiap orang yang hidup benar pasti akan ditolong-Nya (ay.17,22-23, band.Maz.5:11-13).

Makna dan Implikasi Firman

Sejarah telah mencatat bahwa Tuhan yang terus berkarya adalah Dia yang senantiasa membebaskan setiap orang benar dari kesesakan hidup dan siapapun yang hidup takut akan Tuhan pasti akan merasakannya. Hal ini menjadi inti pengajaran dan puji-pujian ketika Daud sendiri mengalami begitu banyak hal dalam hidupnya. Dengan iman dan keya-kinan kepada Tuhan yang dikenalnya dia memohon kebaikan dan pertolongan Tuhan yang menjadi sandaran dan harapan satu-satunya dan bukan mengandalkan kekuatan sendiri dalam menghadapi dan menjalani dinamika kehidupan. Meskipun Daud terus merasakan kebaikan Tuhan, tetapi bukan berarti ia sudah terlepas dari pergumulan hidup sebab ketataan dan kesetiaan imannya juga teruji dalam beratnya tantangan kehidupan yang harus dilewati.

Menjadi orang percaya ternyata tidak selalu berada dalam suasana yang aman dan nyaman. Kadangkala, kita diperhadapkan dengan begitu banyak tantangan dan per-soalan hidup, membuat kita bergumul dengan sangat luar biasa. Sebagai orang percaya kita diajak melalui pengalaman iman dalam kesaksian firman ini, bahwa ada jaminan peme-liharaan dan pertolongan Tuhan bagi anak-anak-Nya, seperti kata pemazmur: “kemalangan orang benar banyak, tetapi Tuhan melepaskan dia dari semuanya itu”  (ayat 20). Ini ada-lah bukti bahwa Tuhan dengan cara yang ajaib selalu menye-diakan jalan keluar atas setiap permasalahan yang dihadapi.

Di minggu sengsara ke-4 ini penghayatan akan pen-deritaan dan sengsara Tuhan Yesus Kristus, mengajak kita untuk mengambil bagian di dalamnya, agar kitapun tahu bahwa penderitaan yang kita alami, tidaklah sebanding dengan penderitaan-Nya. Lewat nyanyian pengajaran dan pujian Daud ini, kita percaya bahwa keberpihakan dan pertolongan Tuhan yang membebaskan orang-orang benar pasti dinyatakan. Karena itu, bersama pemazmur kita pun dapat berkata: “Alamilah kebaikan Tuhan dengan melihat pertolongan-Nya pada waktunya…” (Ayat,18).

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:       

  1. Apa yang kita pahami ketika membaca perikop ini dihubungkan dengan tema : Tuhan membebaskan orang benar dari kesesakan?
  2. Apakah persoalan/masalah yang kita alami saat ini telah membuat kita semakin percaya bahwa pertolongan yang sejati datangnya dari Tuhan?
  3. Berikan contoh kongkrit, ketika berhadapan dengan persoalan hidup, dihubungkan dengan makna sengsara Yesus Kristus.

NAS PEMBIMBING: Ratapan 3:24-26 

POKOK-POKOK DOA:

  • Bagi mereka yang diperhadapkan dengan pergumulan untuk tetap menjadikan Tuhan sebagai satu-satunya sumber pentolongan.
  • Seberat apapun persoalan yang kita hadapi bersama Tuhan pasti menemukan jalan keluar yang terbaik dan benar.

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: HARI MINGGU SENGSARA IV 

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:

Persiapan : NNBT No. 4 Naikan Doa Pada Allah

Ses Nas Pemb/Nyanyian Masuk: NNBT No. 34 Tuhanlah Perlindunganku

Pengakuan Dosa: NNBT No. 11 Ya Allahku, Kami Mengaku Dosa

Beritah Anugerah: NNBT No. 24 Kuasa-Mu Tuhan

Ajakan Mengikut Yesus di Jalan Sengsara     : NNBT No.7 Mari Puji Tuhan Yesus

Ses Khotbah: KJ No.49 Firman Allah Jayalah

Persembahan  : NKB No. 195 Kendati Hidupku Tent’ram

Penutup : NNBT No.31 Dalam Dunia Penuh Kemelut

ATRIBUT:

Warna dasar ungu dengan simbol XP (Khi-Rho), cawan pengucapan, salib dan mahkota duri.

Perayaan Minggu-minggu Sengsara

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here