TEMA BULANAN: “Penantian Raja Yang Adil”
TEMA MINGGUAN: “Kesiapan Menyambut kedatangan Hakim Yang Adil”
Bahan Alkitab: Yesaya 2:1-5; Roma 13:11-14

ALASAN PEMILIHAN TEMA

Di lingkungan gereja Masehi Injili di Minahasa, persiapan menyambut dan merayakan Natal Yesus Kristus tidak hanya terasa dibulan Desember saja, tetapi sudah dimulai sejak bulan yang berakhir dengan “ber” yakni September, Oktober, November dan pada  bulan Desember di rasakan  sebagai puncak persiapan untuk perayaan Natal. Persoalan Teologis sering terasa dimasa-masa persiapan ini. Orang sering hanya menekankan pada persiapan fisik saja. Tak heran terlihat adanya perilaku yang suka berpesta pora, mabuk-mabukkan, seks bebas, judi yang banyak dibarengi  dengan terjadinya kecelakaan,  permusuhan,  perseteruan, perkelahian dan perilaku etika moral  yang memalukan.

Menghadapi realita seperti ini, warga gereja perlu diperlengkapi, bahwa menyambut dan merayakan kelahiran atau Natal Yesus Kristus, yang dipahami juga sebagai masa penantian datangnya Yesus kembali ke dalam dunia sebagai hakim yang adil, yang paling penting bukan persiapan lahiriah seperti makanan, minuman dan pakaian serta aksesorisnya, tetapi adalah persiapan rohani, yakni hidup dalam pertobatan  karena Ia  akan datang kembali sebagai Raja dan Hakim yang Adil, untuk itu tema yang dipilih adalah Kesiapan Menyambut Kedatangan Hakim Yang Adil”

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Yesaya 2 : 1-5, ditulis oleh nabi Yesaya yang menubuatkan tentang Yehuda dan Yerusalem sekitar abad ke 8 SM. Bahwa pada hari-hari terakhir segala bangsa akan berduyun-duyun ke bukit Sion (nama lain dari kota Yerusalem), tempat yang menjulang tinggi di atas bukit dimana rumah Tuhan berada. Hal ini didasari pada pemahaman bahwa di rumah Allah Yakub itu, mereka akan mendapatkan pengajaran dari Allah tentang jalan-jalan yang harus mereka tempuh dalam pengakuan  bahwa Ia akan menjadi hakim atas bangsa-bangsa dan akan menjadi wasit bagi banyak suku bangsa. Sebagai akibatnya semua senjata perang yang mematikan akan diubah menjadi alat pertanian yang menghidupkan seperti pedang menjadi mata bajak dan tombak menjadi pisau pemangkas sehingga tidak ada lagi peperangan di antara bangsa-bangsa. Yang ada adalah perdamaian. Yesaya menubuatkan akan adanya perdamaian menjelang hari Tuhan, dimana Ia akan menjadi hakim, itulah sebabnya ia mengajak keturunan Yakub yakni Israel untuk berjalan di dalam terang Tuhan. Maksudnya hidup dalam pertobatan dan meninggalkan  semua perbuatan kegelapan  menjelang hari Tuhan.

Roma 13 : 11 – 14. Bagi Paulus “malam” berarti masa sebelum Yesus datang kembali untuk memerintah. “hampir siang “ berarti dekatnya hari kedatangan Yesus kembali untuk memerintah dunia. Menjelang  masa itu, Paulus mengajak jemaat untuk bangun dari tidur (keadaan rohani yang tidak sesuai dengan Kerajaan Allah), meninggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakkan perleng-kapan senjata terang (yakni iman, harapan dan cinta kasih. Bnd 1 Tes 5:8). Supaya  hidup dengan moralitas yang baik yakni sopan, tidak  berpesta pora,  kemabukan, percabulan, hawa nafsu,  perselisihan dan iri hati. Tetapi mereka harus mengenakkan Yesus Kristus (orang yang berseru kepada nama Tuhan. Lih 10:13) dan tidak merawat tubuh untuk memuaskan keinginannya. Ayat-ayat ini adalah ajakan Paulus bagi jemaat untuk hidup dalam pertobatan menjelang datangnya Tuhan kembali ke dalam dunia.

Makna dan Implikasi Firman

Kedua bagian Alkitab tersebut menekankan berita tentang akan tibanya hari Tuhan, yakni hari kedatangan Tuhan,  oleh sebab itu umat Tuhan harus mempersiapkan diri. Hari Tuhan yang disebut oleh Yesaya sebagai hari-hari terakhir, harus disambut dengan berjalan dalam terang. Paulus menyebut hari-hari terakhir dengan istilah “hari hampir siang“ yakni dekatnya kedatangan Yesus kembali ke dalam dunia. Orang percaya harus meninggalkan perbuatan-perbuatan ke-gelapan. Dengan demikian berita untuk gereja kita masa kini adalah :

  • Orang percaya harus sadar bahwa Tuhan akan datang kembali ke dalam dunia, ia akan datang sebagai Raja yang akan memerintah, tetapi juga sebagai Hakim yang Adil yang akan menghakimi bangsa-bangsa.
  • Minggu-minggu adven adalah masa-masa persiapan menyambut dan merayakan datangnya Tuhan kembali ke dalam dunia. Yang perlu dipersiapkan terutama adalah persiapan rohani, bukan yang bersifat material.
  • Persiapan rohani yang perlu dilakukan adalah berjalan ke rumah Tuhan (“maso gereja”), mendengar Firman-Nya dan berjalan dalam terang Tuhan. Berjalan dalam terang Tuhan berarti berpikir, berkata, berbuat, makan minum dan berpakaian di tengah keluarga, jemaat dan masyarakat sesuai kehendak firman-Nya.
  • Perbuatan-perbuatan kegelapan yang mendatangkan kematian harus diganti dengan perbuatan-perbuatan yang mendatangkan kehidupan. Kebencian diganti rasa sayang, permusuhan diganti persahabatan, perkelahian diganti perdamaian.
  • Persiapan dan perayaan kelahiran Yesus serta dalam penantian kedatangan-Nya kembali ke dalam dunia tidak dengan pesta pora, kemabukan, percabulan, hawa nafsu,  perselisihan dan iri hati.
  • Zaman akan terus berubah menuju akhir zaman, kedatangan Tuhan kembali sebagai Raja dan Hakim, saat dan waktunya tak seorangpun tahu. Yang perlu kita lakukan sekarang adalah mari kita terus berseru kepada Tuhan, memohonkan berkat dan anugerah selamat-Nya dan tidak merawat tubuh untuk memuaskan keinginannya.

Mari kita buat masa persiapan, perayaan dan penantian datangnya Tuhan kembali ke dalam dunia, di tahun 2014 ini lebih baik dan berbeda dengan tahun-tahun yang lalu. Sehingga kita semua didapati-Nya sebagai orang-orang yang setia dan hidup dalam terang Kristus sesuai kehendak-Nya.

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Apa yang perlu dilakukan umat Tuhan menjelang hari Tuhan, menurut Yesaya dan Paulus dalam dua bagian Alkitab yang kita baca?
  2. Apa yang perlu dilakukan gereja sekarang dalam persiapan-persiapan, baik untuk merayakan kelahiran Yesus Kristus maupun untuk menyambut kedatangan-Nya kembali ke dalam dunia sebagai Hakim yang Adil, khususnya di minggu-minggu adven ini ?

NAS PEMBIMBING:  Matius 24:42-44 

POKOK-POKOK DOA

  • Pimpinan Tuhan untuk berjaga-jaga menanti kedatangan-Nya kembali.
  • Agar warga gereja mengutamakan persiapan rohani
  • Agar warga gereja meninggalkan perbuatan kegelapan dan mengenakan senjata terang.

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: HARI MINGGU ADVEN II

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:

Persiapan : NNBT. No.1

Ses Nas Pemb/Nyanyian Masuk: : NNBT. No.28

Hukum Tuhan: KJ. No. 43

Pengakuan Dosa : KJ. No. 82

Pemberitaan Anugerah Allah: KJ. No. 87:1

Nyanyian Ses Khotbah: KJ. No. 49

Persembahan: KJ. No. 84

Penutup: KJ. No. 277 

ATRIBUT YANG DIGUNAKAN:

Warna dasar biru muda dengan simbol empat buah lilin

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top