MTPJ 8 – 14 Mei 2016

1
6168

TEMA BULANAN: “Diutus Untuk Membebaskan”
TEMA MINGGUAN:“Komunikasi Dapat Menyatukan dan Mengacaukan”
Bahan Alkitab : Kejadian 11 : 1 – 9
ALASAN PEMILIHAN TEMA

Komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami. Melalui komunikasi orang akan saling memahami dan mengerti satu sama lain.

 Dewasa ini banyak orang berkomunikasi secara tidak benar sehingga bukan tujuan kesatuan dan penyatuan pikiran dan rencana yang dialami tetapi justru kekacauan yang terjadi. Miskomunikasi ini disebabkan oleh pembawa berita (komunika-tor) salah menyampaikan pesan atau sebaliknya si penerima pesan (komunikan) salah mengartikan pesan yang diterima aki-batnya salah mengambil tindakan yang membawa kerugian bagi salah satu atau kedua-duanya. Keadaan ini sering dialami oleh siapapun dalam berkomunikasi, sebab sudah ada asumsi atau pemikiran negatif terhadap lawan bicara kita, misalnya bila kita berhadapan dengan orang yang biasa melecehkan orang lain tentu kita sudah sangat berhati-hati berkomunikasi dengannya. Berkomunikasi dengan teman yang kita kenal baik akan berjalan lancar karena kita berpikir positif.  Model komunikasi dua arah ini (timbal balik) akan menguntungkan kedua belah pihak dalam menyatukan pemahaman bersama sehingga tidak terjadi “mis-undestanding” (salah pengertian). Bacaan Alkitab minggu ini mengantar kita pada kemampuan berkomunikasi secara baik dan benar untuk menyatukan tujuan bersama sambil berusaha menghindari diri dari berbagai bentuk kekacauan yang mudah terjadi karena kesombongan atau keakuan pribadi.

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Bagian Alkitab ini dimulai dengan gambaran dari sebuah lambang yaitu menara Babel sebagai kelanjutan cerita peristiwa air bah di masa Nuh (Kejadian 10:32). Keturunan Nuh beranak cucu dan mendiami bumi yang dikenal sebagai tempat kediaman bangsa-bangsa.

Ayat 1 menjelaskan tentang letak kota menara Babel itu, bahwa setelah mereka berada pada suatu waktu dan tempat di tanah (Eres) Sinear. Mereka ini menunjuk pada sebagian umat manusia yang dipilih. Kelompok umat inilah yang membangun komunikasi di antara mereka yang sepakat, sehati dan sepikir, untuk merencanakan sebuah pembangunan fisik sebagai lam-bang kebanggaan di kotanya dengan membuat sebuah menara yang besar, kokoh dan sangat tinggi (sampai ke langit). Rencana ini menunjuk pada kesombongan yang tidak terkendali seakan-akan mempertontonkan sebuah kesempatan untuk mendahului Tuhan atau menyaingi kuasa Tuhan.

Kota yang adalah pusat kebudayaan telah dinodai dengan kesombongan dan kecongkakan manusia. Menara di masa itu merupakan benteng sebuah kota (Ulangan 1:28,9:1) dan ini merupakan kesejajaran dalam sastra Babel tentang bangunan dari negeri dan menara kuilnya. Usaha membuat menara Babel melebihi kebiasaan membangun Menara di masa itu karena diikuti dengan keinginan manusia yang tidak ter-kendali untuk membangun menara sampai di langit dengan tujuan mencari nama dan tidak ingin terserak ke ujung bumi. Tindakan umat ini adalah penjelmaan roh kefasikan yang ingin menyamai kemuliaan Tuhan.

Segala sesuatu yang dilakukan manusia ada dalam pandangan Allah (Bnd Mazmur 2). Bacaan ini menyatakan  lalu turunlah Tuhan, dengan mengacaubalaukan bahasa mereka, menegaskan campur tangan Tuhan untuk selalu sedia dan setia melindungi umat-Nya. Pada satu pihak campur tangan Tuhan mengacaukan bahasa adalah campur tangan yang adikodrati artinya sebuah kekuatan besar yang tidak dapat diseimbangkan dengan kekuatan manusia. Tapi pada pihak lain ini merupakan kerja selamat Allah untuk menyelamatkan umat agar bukti kasih sayang Tuhan teralami melalui sesuatu yang adikodrati (penghukuman menjadi penyelamatan). Inilah cara Allah berkomunikasi dengan umat dan ciptaan-Nya, terkadang harus dipahami secara alamiah, tapi tak jarang harus dipahami secara iman. Tuhan bekerja menyatukan umat ciptaan-Nya bukan mengacaukan dunia ciptaan-Nya tapi kekacauan sering menjadi lambang pendurhakaan yang dipakai Allah untuk menyelamatkan.

Pokok penting dalam bagian ini adalah Tuhan menga-caukan bahasa mereka sehingga  tidak lagi saling mengerti untuk melanjutkan pembangunan menara Babel sehingga mereka diserakkan Tuhan ke seluruh bumi.

Makna dan Implikasi Firman

  • Firman Tuhan sebagaimana bacaan kita ini adalah cermin untuk melangkah ke depan sambil bertekad untuk selalu melakukan kebenaran berdasarkan kehendak-Nya yang merupakan pesan yang hendak disampaikan kepada jemaat.
  • Usaha yang benar dalam berkomunikasi untuk mewujudkan rasa kebersamaan di tengah semangat kesatuan yang kuat selalu melahirkan komitmen baru sebagai umat Tuhan dengan tidak mendirikan lambang keangkuhan sebagai-mana maksud perikop ini.
  • Rasa hormat dan taat kepada Tuhan hendaknya menjadi budaya kristiani yang mencerminkan nilai-nilai kehidupan yang sudah diselamatkan oleh Tuhan Yesus sebagai menara yang kokoh.
  • Kebanggan menjadi hamba dan anak Tuhan yang meng-komunikasikan Firman Tuhan kepada jemaat secara tetap dan benar.
  • Kita sebagai gereja hendaknya menghidari kekacauan da-lam jemaat. Menghormati Tuhan dan pemimpin umat.
  • Bahasa Iman Kristen tidak menjadikan kita menolak kuasa-Nya tetapi justru selalu berupaya dekat dan berjalan ber-sama Tuhan.
  • Allah sungguh berkuasa karena dengan memelihara komu-nikasi dengan-Nya secara benar dan dalam kerendahan menjadikan kita bersatu dan jauh dari kekacauan.
  • Gereja Tuhan terpanggil menjadikan umat terselamatkan walau kadang harus menerima cara selamat Allah yang menyakitkan melalui pelbagai tantangan dan pergumulan.
  • Tuhan Allah kita dalam Yesus Kristus adalah menara hidup kita setiap saat dan ketika. 

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:       

  1. Jelaskan pengertian mengenai komunikasi yang dapat menyatukan dan mengcaukan menurut perikop ini ?
  2. Apa yang dapat kita lakukan sebagai umat Tuhan untuk mewujudkan komunikasi kebersamaan yang menyatukan?

POKOK-POKOK DOA:

  • Jemaat yang mengalami kebimbangan dalam hidupnya.
  • Penguatan bagi jemaat yang mengalami tantangan dan pergumulan yang berat.
  • Jemaat teguh dalam keyakinan.
  • Jemaat tangguh melawan musuh (kesombongan, kecong-kakan, kemunafikan dll).
  • Kesetiaan dalam komunikasi kebersamaan antar umat Tuhan

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN: HARI MINGGU BENTUK II 

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:

Kemuliaan Bagi Allah: NNBT No.3 Mari Kita Puji Allah

Ses Doa Penyembahan: NNBT No.6 Allah Bapa Yang Kumuliakan

Pengakuan Dosa: NNBT No.11 Ya Allahku Kami Mengaku Dosa

Janji Anugerah Allah: NNBT No. 29 Apakah Yang T’lah Engkau Lakukan

Ses Puji-pujian: NKB No. 164 Kidung Yang Merdu Dihatiku

Persembahan  : NNBT No. 15 Hai Seluruh Umat Tuhan

Penutup : KJ No. 400 Kudaki Jalan Mulia

ATRIBUT:

Warna dasar putih dengan lambang bunga bakung dengan salib berwarna kuning.

1 KOMENTAR

  1. sebaiknya tema mingguan tidak ambigu (tidak menimbulkan pertentangan), saran sebaiknya “Komunikasi yang menguatkan” atau sejeleknya “Komunikasi yang mengacaukan”, jangan kedua-duanya . . .

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here