MTPJ 8 – 14 November 2015

0
5402

TEMA BULANAN:“Solidaritas Dalam Pengabdian Untuk Kebenaran”
TEMA MINGGUAN: “Dipilih Untuk Melakukan Kebenaran dan Keadilan”
Bahan Alkitab : Kejadian 18:16-33

ALASAN PEMILIHAN TEMA

Orang Kristen adalah orang pilihan Allah yang diku-duskan dan dikasihi-Nya (lih. Kol. 3:12) untuk melakukan semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji (lih. Fil. 4:8).

Apa yang disebutkan di atas adalah anugerah, status, tugas dan tangung jawab yang diberikan Tuhan kepada orang Kristen untuk disadari, dihormati, dihayati dan dilakukan dalam hidup sehari hari. Namun dalam realita banyak orang Kristen lupa bahkan tidak tahu bahwa ia adalah orang pilihan Tuhan yang dikuduskan-Nya. Akibatnya tak jarang melakukan apa yang tidak kudus, seperti mencuri, berdusta, mabuk-mabukkan, berjudi, obat-obat terlarang, seks bebas, homosex/ sodomi dan tindakan kejahatan lainnya. Semua itu dapat disebut tidak melakukan apa yang benar dan adil sesuai kehendak Tuhan.

Melakukan apa yang tidak benar dan tidak adil sesuai kehendak Tuhan, banyak dilakukan orang Kristen di tengah, keluarga, jemaat dan masyarakat. Tak heran kita sering mendengar adanya perbuatan melawan kebenaran dan keadilan terjadi di mana-mana dan orang mengatakan bahwa banyak orang Kristen telah kehilangan jati diri dan integritas-nya sebagai orang-orang pilihan Allah. Banyak orang Kristen bagaikan “singa ompong” yang enggan atau risih menjadi pahlawan bagi tegaknya keadilan dan kebenaran. Itulah sebabnya tema: “dipilih untuk melakukan kebenaran dan keadilan” ini, diangkat untuk menjadi perenungan kita bersama.

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Abraham adalah orang yang dipilih Tuhan untuk menjadi berkat bagi bangsa-bangsa (Kej 12:3).Berkat di sini bukan hanya mengarah pada material/ekonomi tetapi berbagai dimensi berkat yakni keturunan, menjadi bangsa yang besar, berkuasa, juga karena melakukan kebenaran dan keadilan. Dalam perjalanan waktu memenuhi panggilan Abraham, ia mendapat kunjungan 3 orang yang dijamunya (lihat 18:1-15). Dua di antaranya adalah malaikat (19:1) dan yang satunya adalah Tuhan yang bercakap dan menjadi tujuan doa Abraham. Dalam pasal 18:16 dika-takan berangkatlah orang-orang itu dari situ, maksudnya dari kemah Abraham dekat pohon Tarbantin di Mamre (lihat 18:1) dan memandang ke arah Sodom. Sodom adalah kota yang terkenal kejahatannya, mereka sangat jahat dan berdosa terhadap Allah (lihat 13:13). Abraham pun berjalan bersama-sama untuk mengantarkan mereka.

Ayat 17-19, kata-kata “berpikirlah Tuhan…” Membuktikan salah satu dari tiga orang itu adalah Tuhan. Tuhan digam-barkan sebagai manusia yang berpikir. Ini memberi tahu  bahwa Allah tidak akan mengambil keputusan sembarangan. Ia tidak akan menyembunyikan pada Abraham tentang apa yang akan dilakukan-Nya. Karena Abraham akan menjadi bangsa yang besar serta berkuasa, dan oleh dia segala bangsa akan mendapat berkat. Ia dipilih Tuhan supaya diperintahkan-nya kepada anak-anaknya dan kepada keturunannya agar tetap hidup menurut jalan yang ditunjukkan TUHAN, dengan mela-kukan kebenaran dan keadilan, dan supaya TUHAN meme-nuhi kepada Abraham apa yang dijanjikan-Nya kepadanya.”

Di ayat 20-22, Tuhan menyebutkan bahwa Sodom dan Gomora banyak dikeluhkan orang karena sangat berat dosa-nya. Tuhan sendiri akan turun melihatnya. Suatu penggam-baran bahwa Tuhan bukan tidak tahu, tetapi Tuhan panjang sabar, tidak tergesa-gesa, tidak hanya mendengar tapi melihat untuk  mengambil keputusan dan ia dilayani oleh dua orang (malaikat) yang berjalan ke Sodom

Setelah mendengar apa yang disampaikan Tuhan, sebagai orang pilihan, Abraham datang mendekat berkata kepada Tuhan, meminta supaya kota Sodom di mana Lot keponakan-nya dan keluarganya tinggal di sana (19:1), diselamatkan jika ada orang benar di dalamnya. Kata “benar”, artinya “benar dengan Allah” atau “hidup menurut hukum Allah”. Orang Israel kuno percaya bahwa kejahatan yang dilakukan satu atau beberapa orang dapat merusak komunitas secara keseluruhan (Ulangan 21:1-9). Di sini Abraham berdalih sebaliknya : beberapa orang benar dapat menyelamatkan seluruh komunitas yang kebanyakan berbuat jahat. Ini dipahami sebagai tindakan doa dari seorang yang dipilih untuk menyelamatkan (ayat 23-33). Tapi ternyata dari lima puluh (50) sampai sepuluh (10), tidak ada orang benar yang dapat menjadi jaminan untuk keselamatan Sodom. Hal ini berarti semua mereka telah melakukan apa yang jahat di hadapan Tuhan.

Abraham dipilih Tuhan untuk melakukan kebenaran dan keadilan, dalam bentuk doa syafaat untuk menyelamatkan orang Sodom. Tetapi kebenaran dan keadilan itu harus juga diajarkan kepada anak-anaknya. Hal ini harus dilakukan sesuai kehendak Allah, bahwa orang benar harus diperhati-kan, sebaliknya orang jahat harus dihukum. Tidak boleh ada kompromi. Yang  salah harus dinyatakan salah, yang benar harus dinyatakan benar. Itulah kebenaran dan keadilan. Dan ini harus dilakukan oleh Abraham sebagai orang pilihan Allah.

Negosiasi Abraham dengan Tuhan dalam doa syafaatnya ini menyatakan betapa Abraham sangat konsern (peduli) dengan sesamanya, unsur-unsur yang luhur manusiawi ia kedepankan yaitu kasih sayang, kemurahan, kepekaan, perhatian terhadap kebenaran di dalam Allah dan manusia.

Makna dan Implikasi Firman 

  • Penawaran sampai ke terendah di nominal 10 (sepuluh) menunjukan bahwa Abraham tahu Allah murah hati, akan mengampuni dan memberi pembebasan serta mau berurusan dengan kita manusia ciptaan-Nya. Jadi bukan soal jumlah (kuantitas), tapi soal kualitas iman yaitu hidup melakukan kebenaran dan keadilan.
  • Allah tidak menghukum orang benar bersama orang jahat, Ia menyelamatkan orang benar dan Ia jugalah yang membinasakan orang jahat. Terhadap keluh kesah banyak orang, Tuhan bukan hanya mendengar, tapi Ia juga turun melihat dan hendak mengetahui apa biang keladinya, untuk akhirnya Ia mengambil keputusan dengan cara-Nya yang tepat.
  • Sebagai orang pilihan Allah, Abraham mengekspresikan ”melakukan kebenaran dan keadilan” melalui doa.
  • Sekalipun permintaan asli dari Abraham yaitu untuk keselamatan kota Sodom ditolak oleh Allah, tetapi doa Abraham tetap dijawab oleh Tuhan dengan cara yang berbeda. Jadi jelaslah bahwa doa bukanlah sesuatu yang sia-sia. Janganlah apatis terhadap doa kita. Karena pasti Tuhan akan menjawab pada waktu-Nya, sesuai kehen-dak-Nya.
  • Sebagai orang pilihan Allah kita harus berdoa syafaat untuk komunitas kita agar terbebas dari berbagai malapetaka, kejahatan dan kemelut. Berdoalah senan-tiasa kepada Tuhan Allah, agar Ia tidak membinasakan kota/daerah/bangsa kita. Perhatian yang kita berikan terhadap sesama dan sekitar kita antaranya lewat doa yang bersungguh-sungguh, menandakan perhatian yang tanpa pamrih, agar sesama kita, jemaat, masyarakat, bangsa dan negara kita bersinar bagaikan permata yang indah.
  • Kita adalah “partner” (kawan sekerja) Allah untuk men-demonstrasikan iman kita dengan berbuat kebenaran dan Pedulilah dan berjuanglah agar mencapai hasil terbaik dalam mengoptimalkan pelayanan, untuk membawa komunitas kita ke arah yang lebih baik, terbebas dari penghukuman Tuhan.

PERTANYAAN DISKUSI

  1. Sebagai orang pilihan Tuhan apa saja yang perlu kita lakukan menurut teks Alkitab ini:
  2. Bagaimana bentuk kebenaran dan keadilan yang perlu kita lakukan di tengah keluarga, jemaat dan masyarakat?
  3. Apa saja isi doa pribadi kita? Apakah kita berdoa juga untuk pemimpin gereja dan masyarakat? Kalau doa syafaat yang universal (umum) apa saja isi doa kita?

NAS PEMBIMBING: Mazmur 37:27-29

POKOK-POKOK DOA:

  • Umat pilihan Allah tidak kehilangan jati diri dan integritas, dengan tetap melakukan kebenaran dan keadilan.
  • Agar gereja, para pemimpin di aras Sinode, wilayah dan jemaat beserta warganya tetap menjadi “partner” (kawan sekerja) Allah yang berani dan kritis menyuarakan kebenaran dan keadilan.
  • Berdoa syafaat untuk komunitas kita agar terbebas dari berbagai malapetaka, kejahatan dan kemelut. 

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN : HARI MINGGU BENTUK II

NYANYIAN/LAGU YANG DIUSULKAN

Nyanyian Masuk : KJ. No. 144 Suara Yesus Kudengar

Ses Doa Penyembahan : DSL. No. 47 Doa dan Keluh

Pengakuan Dosa : Bukan dengan Barang Fana

Janji Anugerah Allah: KJ No. 40 Ajaib Benar Anugerah

Puji-pujian : NNBT No. 3 Mari Kita Puji Allah

Ses Pembacaan Alkitab : KJ No. 460 Jika Jiwaku Berdoa

Ses Pengakuan Iman: KJ No.280:1-3 Aku Percaya

Persembahan : NNBT. No 13 Ya Allah Bapa, Ya Yesus Tuhan

Penutup : NKB. No. 143  Janji Yang Manis 

ATRIBUT :

Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here