MTPJ 8-14 September 2013

0
1424

Tema Mingguan: Tata cara pemilihan yang demokratis

Tema Bulanan: Spiritualitas dalam berdemokrasi

Bahan Alkitab:

  • Ulangan 1:9-18
  • Kisah Para Rasul 6:1-7

ALASAN PEMILIHAN TEMA
Gereja Masehi Injili di Minahasa sesuai tata gereja melaksanakan pemilihan pelayan secara periodik. Pemilihan adalah upaya GMIM dalam mendelegasikan kerja dan pembagian tugas, melalui anggota-anggotanya untuk memenuhi panggilan gereja yang bersumber dari pemerintahan ALLAH (Teokratis), dan kepemimpinan KRISTUS (Kristokrasi). Penerimaan panggilan menjadi pemimpin umat menurut Ulangan 1:9-18 atau pelayan jemaat dalam Kisah 6:1-7 adalah melalui “Tatacara pemilihan yang demokratis”.

Demokrasi berasal dari kata Demos yang artinya: umat, warga, rakyat; dan Kratos artinya wewenang, kekuasaan. Asas demokrasi sebenarnya mempunyai arti yang teologis dan sederhana yaitu keputusan dibuat bukan hanya oleh orang yang memimpin melainkan secara bersama dengan orang yang dipimpin.

Sangat disayangkan dalam pemilihan Pemimpin/Pelayan Gereja begitu banyak kericuhan terjadi di sekitar asas yang teologis dan sederhana ini antara lain:

  • Motivasi pemilihan bukan lagi berdasar pada Alkitab yaitu melayani tetapi dilayani dan memerintah.
  • Bukan lagi kehendak Allah dalam terang iman melainkan kehendak manusia dengan kepentingan diri sendiri atau kelompok sendiri yang berambisi untuk berkuasa.
  • Tatacara pemilihan yang demokratis (bebas, jujur, adil) tidak dilaksanakan tetapi pemaksaan dengan memberi tekanan atau bujukan dengan iming-iming materi atau uang.

Perilaku yang menyimpang dari tatacara yang demokratis dan teologis sering menimbulkan konflik internal. Kericuhan dan konflik internal ini seharusnya tidak perlu terjadi apabila dalam memilih seseorang pemimpin umat/pelayan gereja dilaksanakan atas dasar dan motivasi utama yaitu memenuhi kehendak Allah dan kepemimpinan Kristus. Karena itu umat/jemaat memilih dalam rangka jawaban iman atas panggilan Allah untuk berpartisipasi dalam kepemimpinan Allah bagi umatNya.

Pemilihan pemimpin umat/pelayan gereja adalah Ibadah dengan Spiritualitas karena diyakini bahwa gereja adalah keluarga ALLAH/tubuh Kristus dan hidup di bawah ke-TUHAN-an Kristus, sehingga selalu dalam rangka menemukan kehendak Allah dan bukan kehendak manusia. Tema “Tatacara Pemilihan Yang Demokratis” dipilih untuk melaksanakan pemilihan yang demokratis alkitabiah sehingga siapa yang terpilih dialah pilihan Tuhan.

PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)
Dalam Ulangan 1:9 Musa berkata: Seorang diri aku tidak dapat memikul tanggung jawab atas kamu. Musa mengakui ketidak cakapannya untuk mengurus keadaan umat atas kesusahan, beban, perkara umat. Bandingkan Keluaran 18:21 dimana Musa mendapat nasehat dari Yitro mertuanya untuk memilih dan mengangkat orang-orang yang dipilih ALLAH untuk memimpin dan melaksanakan pekerjaan ini sesuai dengan pembagian tugas, dan kewenangan di antara sejumlah pemimpin agar pelayanan tidak terhambat atau terbengkalai. Di sini kita melihat kepemimpinan yang tidak terpusat pada satu orang tetapi kolekfif.

Bagaimana tatacara memilih pemimpin umat? Sejatinya Allah dapat memilih dan mengangkat pemimpin. Namun Ia memakai tatacara yang demokratis yaitu masing-masing suku mengemukakakn orang-orang yang bijaksana berakal budi dan berpengalaman sebagai syarat menjadi pemimpin. Syarat ini penting karena tanggung jawab dan tugas yang mereka harus kerjakan adalah menyelenggarakan keadilan, menghukum pelanggar dan mempertahankan keadilan, menghukum pelanggar dan mempertahankan kebenaran menuntut kejujuran yang sungguh-sungguh dan keadilan yang tanpa pandang bulu. Tugas ini hanya dapat terlaksana jika seorang pemimpin takut akan Tuhan dan taat melakukan FirmanNya.

Apabila pelayanan terlaksana dengan baik pasti ada rasa puas. Dalam Kisah 6:2b kedua belas Rasul berkata: Kami tidak merasa puas, karena tidak dapat lagi memusatkan pikiran dalam pelayanan doa dan pelayanan Firman Allah ketika harus melayani meja. Itu berarti bila pelayanan doa dan pelayanan Firman tidak dilaksanakan dengan baik maka pelayanan meja (pelayanan orang miskin) akan terabaikan. Hal ini berdampak pada pertambahan jumlah jemaat.

Demi memenuhi kebutuhan pelayanan, maka dipilhlah tujuh orang di antara murid/jemaat. Mengapa harus dipilih? Supaya didapat orang-orang yang baik, penuh Roh Kudus dan hikmat. Untuk memilih orang-orang yang memiliki kriteria ini harus melalui tatacara yang demokratis dan para pemilih dituntun oleh Roh Kudus.

Setelah pemilihan selesai maka para Rasul berdoa dan meletakkan tangan ke atas mereka. Apa yang dilakukan oleh para Rasul ini sebagai ucapan syukur dan pengakuan iman bahwa Allah sendiri yang memilih mereka sehingga jemaat harus menerima dengan sukacita? Ketika pemilihan ini telah dilaksanakan sesuai kehendak Tuhan dan yang terpilih telah mengerjakan tugas dengan baik yaitu pelayanan doa dan pelayanan Firman serta pelayanan meja (orang miskin) telah terpenuhi sesuai kehendak Tuhan, maka Firman Allah makin tersebar juga banyak orang menjadi percaya.

Makna Implikasi Firman

  • Sejak Allah menyatakan diri, Ia mengatakan bahwa Dialah Allah yang menjadi Pemimpin Umat dan bangsa Israel akan menjadi umatNya (Keluaran 3:6). Kepemimpinan Allah adalah kekal yaitu seterusnya dan selamanya (Mazmur 48:15). Karena itu Musa bukanlah pemimpin yang mengangkat dirinya sendiri tetapi otoritas Allah yang memilihnya.
  • Ketika Musa merasa tidak mampu lagi untuk memipin seorang diri dia harus bertanya dan meminta petunjuk Sang Pemimpin Agung yaitu Allah. Atas petunjuk Allah diadakanlah pemilihan menurut tatacara yang demokratis. Di sini jelas bahwa Allah meminta umat berpartisipasi memilih pemimpin. Allah memakai pemimpin untuk menghadirkan kedamaian dan ketenangan dalam kehidupan umatNya. Karena itu kriteria peminpin adalah orang yang baik, dipenuhi Roh Kudus, bijaksana, berakal budi dan takut akan Tuhan.
  • Umat/jemaat memilih bukan siapa yang mereka kehendaki tetapi memilih siapa yang dikehendaki dan dipilih Allah.
  • Jika pelayan merasa tidak puas dan jemaat bersungut-sungut itu berarti ada pelayanan yang terabaikan. Ini menjadi suatu pertanda bahwa kebutuhan jemaat bertambah berarti pelayanan harus berkembang maju/dinamis. Kebutuhan pelayan bukan saja secara kuantitatif tetapi juga meningkatkan kemampuan pelayanan secara kualitatif.
  • Bagi yang terpilih sebagai pemimpin/pelayan hendaknya meneladani Yesus Kristus sebagai pemimpin Agung yaitu sebagai pemimpin yang melayani (Lukas 22:8-27).

PERTANYAAN DISKUSI

  • Mengapa harus ada pemilihan pemimpin/pelayan, siapa yang memilih, kriteria yang bagaimana yang dapat dipilih, bagaimana tatacara pemilihan yang demokratis menurut kedua bacaan Alkitab tadi?
  • Dari berbagai pengalaman ada pemilihan yang mendewasakan iman tapi ada yang justru menjadi sumber perselisihan. Berikanlah pendapat anda mengenai hal ini dan bagaimana menghindari perselisihan?

NAS PEMBIMBING: 1 Samuel 16:7b

POKOK-POKOK DOA

  • Mendoakan jemaat semakin dewasa dalam pemilihan yang alkitabiah dan demokratis baik dalam pemilihan pemimpin masyarakat terutama dalam pemilihan pelayan.
  • Mendoakan kiranya Allah sendiri berkenan menyiapkan dan menunjukkan calon pemimpin/pelayan yang sesuai dengan kriteria Firman Tuhan.
  • Mendoakan jemaat agar pemilihan pelayan bukan menjadi sumber peselisihan melainkan mendewasakan iman.

TATA IBADAH YANG DIUSULKAN:
HARI MINGGU BENTUK II

NYANYIAN YANG DIUSULKAN:
Nyanyian Masuk: NNBT No.1:1
Sesudah Nas Pembimbing: NNBT No.6:1
Pengakuan Dosa: NNBT No.8:1
Berita Anugerah: NNBT No.27:1
Sesudah Pembacaan Alkitab: NNBT No.12:1
Persembahan: NNBT No.9:1-3
Nyanyian Penutup: KJ No.424

ATRIBUT YANG DIGUNAKAN:
Warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here