Pangemanan: Alumni Adalah Entitas Yang Paling Memahami Almamaternya

0
2201

GMIM.or.id  –   Bersama Tuhan tidak ada yang mustahil. Orang bisa mencibir kita hari ini, tapi suatu saat nanti dan tidak jauh dari hari ini orang yang menggeleng akan menggangguk. Mereka akan menyaksikan  bahwa UKIT akan bangkit dengan tangannya sendiri. UKIT bangkit dengan berdiri pada kakinya sendiri.  Hal ini dikatakan Rektor Universitas Kristen Indonesia Tomohon Yopie A.T. Pangemanan, S.Pd, MM ketika membawakan sambutan pada  Pelantikan Panitia Temu Alumni UKIT dan Pembekalan Mahasiswa Peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2015 yang digelar pada Kamis (25/6) di Aula Kantor Sinode GMIM. “Alumni adalah entitas yang paling memahami almamaternya. Kebangkitan UKIT harus dimulai dari ikatan alumni. Karena kita tidak boleh berharap orang lain yang mau mengupayakan kebangkitan UKIT. Kebangkitan UKIT harus terjadi diatas kaki kita sendiri,” tegas Pangemanan  yang disambut aplaus meriah para hadirin.

Sebelumnya,  Pelantikan  Panitia Temu Alumni UKIT diawali dengan pembacaan Surat Keputusan  Yayasan Ds. A.Z.R. Wenas Universitas Kristen Indonesia Tomohon Nomor:107/91005-SK/VI-2015 Tanggal 16 Juni 2015.  Panitia Pelaksana Temu Alumni UKIT yang diketuai oleh Bupati Minahasa Tenggara James Sumendap, SH yang merupakan alumni UKIT  dilantik secara resmi oleh Rektor Universitas Kristen Indonesia Tomohon Yopie A.T. Pangemanan, S.Pd, MM.

Di kesempatan lain, Sumendap  yang menjadi pembicara pada Pembekalan Mahasiswa Peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2015  memotivasi para peserta agar bersungguh-sungguh dalam menjalani studi.  Sumendap mengatakan    usai KKN, ketika sudah melewati ujian, kita harus punya semangat untuk mengubah dunia ini. “Untuk mengubah dunia ini, saya harus mengubah diri sendiri, “ tegas Sumendap.

Lebih lanjut Sumendap mengatakan  Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah untuk membentuk diri  sebagai seorang mahasiswa sebagai generasi penerus setelah selesai dengan pendidikan yang dijalani. “Kuliah Kerja Nyata bukan untuk gagah-gagahan. Bukan untuk jadi beban bagi orang lain, tetapi untuk membuka wawasan, cakrawala berpikir sebagai mahasiswa, dan nantinya dapat mengimplementasikan ilmu yang didapat selama kuliah,” ujar Sumendap menutup materi  pembekalan yang dia berikan, seraya mengajak para mahasiswa untuk mencintai,  menghargai apa yang Tuhan karuniakan. UKIT boleh ada dan menjadi besar karena karunia Tuhan.

(Penulis dan Foto:Frangki Noldy Lontaan. Editor: Pdt. Janny Ch. Rende, M.Th)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here