Pemuda, Remaja, Anak Target Bandar Narkoba

0
2383

GMIM.or.id – Dalam Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), Indonesia menjadi gerbang pasifik. Orang asing yang datang ke Indonesia, selain membawa investasi dan kemajuan, termasuk budaya-budaya asing, antara lain narkoba. Hal ini diungkap Kepala Badan Narkotika Nasioanal (BNN) Provinsi Sulut Kombes Pol. Drs. Sumirat Dwiyanto saat tampil sebagai narasumber dalam  Penyuluhan, Pembekalan, Pelatihan, Pencegahan, Penanggulangan Konflik Sosial, dan Penyakit Masyarakat (P5KSPM) yang digelar pada Sabtu (12/03) di Jemaat Tesalonika Buyungon Wilayah Amurang Satu. “Dari 42. 000 orang pengguna narkoba, 15.000 diantaranya adalah para pemuda dan remaja dikategorikan coba-coba menggunakan narkoba. Dari jumlah tersebut, terdapat juga Pemuda dan Remaja Gereja, termasuk GMIM,” beber Sumirat.

Ia mengungkap, telah ditemukan 41 jenis narkotika baru dalam berbagai bentuk, yang sudah beredar di Indonesia. “Ini fakta. Dari 643 jenis yang beredar di 100 negara, 41 diantaranya sudah beredar di Indonesia,” terang Sumirat.  Ia menambahkan, anak kecil pun menjadi sasaran para pengedar dan bandar narkoba. “Mohon para orang tua memberi perhatian. Narkoba untuk anak-anak beredar dalam bentuk kertas yang bergambar kartun atau gambar unik lainnya untuk menarik perhatian anak-anak. Cara penggunaan, kertas bergambar tersebut disobek  dan menghisapnya,” ungkapnya.

Sumirat mengatakan, saat ini siapa saja menjadi target  bandar dan pengedar narkoba. Dalam beberapa kasus, sejumlah tokoh agama tertangkap tangan sebagai pengguna dan pengedar narkoba di Indonesia. “Pendeta, Guru Mengaji pun tertangkap tangan membawa sabu dan kokain. Pemilik Pesantren  tertangkap tangan memiliki 4 kg ganja kering,” papar Sumirat.

Selain itu menurut Sumirat, trend pacaran dengan orang  bule  di banyak kalangan wanita Indonesia, sering dimanfaatkan sebagai jalur peredaran/pasokan narkoba di Indonesia.  “Kasus lainnya yang ditemukan BNN di Tomohon adalah Cap Tikus  ditemukan dalam warna hijau, biru. Sudah dioplos dengan bahan kimia, dan ini ditemukan di kamar seorang mahasiswa jurusan farmasi,” pungkasnya.

Di bagian lain, Ketua Komisi Pelayanan Pria/Kaum Bapa Sinode GMIM Pnt. Ir. Stefanus BAN Liow saat memberi sambutan sekaligus arahan dalam pelaksanaan P5KSPM ini mengatakan, realita sekarang ini dalam kepelayanan Gereja sering terjadi para pelayan khusus saling menjatuhkan. “Seharusnya para pelayan khusus saling memotivasi, saling mendoakan dan mendorong demi kemajuan pelayanan di Gereja Masehi Injili di Minahasa. Ini pun merupakan konflik sosial,” ungkap SBANL, sapaan akrabnya.  Menurutnya, konflik bisa terjadi di mana mana. Dalam Gereja seperti Sidang Majelis Jemaat sering terjadi perbedaan pendapat, itu juga kategori konflik. Ada juga konflik internal dalam keluarga, Jemaat dan Wilayah, bahkan BPMS. “Tetapi ketika kita membahas suatu persoalan dengan tujuan mencari solusi yang tepat, maka konflik itu bisa diminimalisir,” kata SBANL.

Selain itu, SBANL  mengingatkan, warga GMIM patut bersyukur dengan kinerja Kapolda Sulut yang dinahkodai Brigjen Pol Drs Wilmar Marpaung, SH menjadi yang terbaik di Indonesia dalam penanganan dan pengikisan kejahatan jalanan yang marak terjadi saat ini. “Tentu hal ini tidak lepas juga dari peran GMIM dalam mengarahkan warganya dalam meminimalisir masalah-masalah yang berpotensi menimbulkan kejahatan,” ujar Liow dihadapan para Pekerja GMIM, Pelayan Khusus dan Kategorial BIPRA  sebagai peserta P5KSPM perutusan Jemaat dan Wilayah se Rayon Minahasa Selatan dan Minahasa Tenggara.

(Penulis dan Foto: Frangki Noldy Lontaan. Editor: Pdt. Janny Ch. Rende, M.Th)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here