Pergumulan dan Tantangan Gereja Yang Semakin Kompleks, Jadi Perenungan HUT Ke-64 SAG Sulutteng

0
3521

GMIM.or.id  –  Kamis,  (17/9) pukul 17.00 wita,  bertempat di Gereja Sentrum Manado digelar Ibadah Syukur Memperingati HUT Ke-64 Sinode AM Gereja-gereja di Sulawesi Bagian Utara dan Tengah.  Ketua BPMS GMIM Pdt. DR. HWB Sumakul yang bertindak sebagai khadim,  lewat khotbah berdasar firman Tuhan dalam Markus 2:1-12, mengingatkan bahwa Gereja saat ini menghadapi peristiwa-peristiwa yang begitu kompleks. Beribadah saja itu belum cukup. Ada sesuatu yang harus dilihat dan dicermati, serta penting untuk disikapi.  “Masalah-masalah yang ada di masyarakat saat ini terlalu luas. Terlalu kompleks.  Tuhan mendapati kita memang rajin beribadah. Itu penting, tapi itu belum cukup. Kalu anggota jemaat malas, kalau kita semua hanya diam, dapat saja kita menjadi orang asing di negeri sendiri,” kata Pdt. Sumakul.  Ia menegaskan, kalimat angkatlah tilammu dan berjalanlah, memiliki arti gereja harus meniru Tuhan, yang selalu peka melihat orang yang berdosa, orang yang menderita.

Terkait pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis yang dilakukan Panitia Pelaksana sebelum ibadah, Pdt. Sumakul mengatakan,  itulah salah satu contoh kepekaan Gereja terhadap kebutuhan masyarakat.  Selain itu, lewat khotbahnya Sumakul mengajak seluruh Sinode Gereja Anggota SAG Sulutteng untuk mempersiapkan gereja di masa depan, dengan semakin memperhatikan pelayanan kepada Pemuda, Remaja, bahkan anak-anak.

Dalam ibadah syukur memperingati HUT Ke-64 SAG Sulutteng yang digelar hingga pukul 20.00 wita ini, hadir pula para Ketua Sinode Anggota SAG Sulutteng, antara lain Ketua Sinode KGMPI Pdt. Tony Manoppo, Ketua Sinode GPIG Pdt. Juanita Takasenseran, dan Ketua Sinode GMIMB Pdt. Johny Rumondor.

Selain itu,  nampak pula Sekretaris Jendral SAG Sulutteng Pdt. Lamberty Mandagi,   Ketua-ketua BPMW se Kota Manado, dan jajaran  Panitia Perayaan HUT SAG Sulutteng.

Pada Sabtu (18/9)  nanti, seluruh kegiatan terkait HUT Ke-64 akan dilanjutkan hingga bulan Oktober mendatang.

(Penulis dan Foto: Frangki Noldy Lontaan. Editor Pdt. Janny Ch. Rende, M.Th)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here