Perjalanan 184 Tahun Pendidikan Kristen GMIM

0
2991

GMIM.or.id – Berdiri tahun 2012, PAUD Kelompok Bermain Bethesda ini bertujuan agar anak-anak Batita di Jemaat Bethesda Taas dan masyarakat mendapatkan pendidikan usia dini yang layak. Ketika dikunjungi oleh GMIM.or.id, PAUD yang seatap dengan TK Veronica Taas tersebut melakukan aktivitas belajar mengajar di samping kiri Gedung Gereja Bethesda Taas. “Lokasi tersebut hanya bersifat sementara. Gedung permanen sedang dalam perampungan, di belakang gedung gereja,” ungkap dra. Selvi Tetengean, M.Si kepada GMIM.or.id.

Selanjutnya, Tetengean mengatakan PAUD Kelompok Bermain Bethesda Taas resmi beroperasi sejak Februari 2013. “Penamatan murid pada 2013 dan 2014, kami mengundang Bunda PAUD Kota Manado Prof. Drs. Paula Lumentut-Runtuwene, MS, DEA . Beliau (Paula) sangat peduli dengan pendidikan anak usia dini. Kami percaya, apa yang kami lakukan ini menunjang program pemerintah dalam rangka membantu dunia pendidikan seutuhnya,” jelas Tetengean, yang kemudian mengisahkan  berdirinya PAUD Kelompok Bermain Bethesda Taas.  Berawal  saat  Pdt. Jeffrey  Nikson Rudy Kalangi, S.Th selaku Ketua BPMJ Bethesda Taas menyambut baik rencana ini, dan lewat Rapat BPMJ dan  diputuskan Sidang Majelis Jemaat, maka pendirian PAUD Kelompok Bermain ini boleh terealisasi. “Dengan berdirinya PAUD Kelompok Bermain Bethesda Taas secara resmi, kami mempunyai harapan dan siap mencerdaskan anak bangsa” tegas Tetengean.

Ada pun keberadaan para Guru PAUD yang berjumlah 4 (empat) orang, menurut Tetengean pada awalnya mereka diberi honor sejumlah Rp. 200.000, dan saat ini berkat seorang donatur, honor para Guru PAUD ini mencapat Rp.550.000/orang. Di tahun 2015 ini, PAUD Kelompok Bermain Bethesda Taas memiliki 21 orang murid, dimana 6 diantara mereka yakni  Yehezkiel Miracle Wowiling, Arron Reynard Adam, Christmas Jilvana Lontoh, Kevin Lourens Yohanis Kawengian, Zefanya Valeiencia Sepang, dan Moch. Rizky Alfian Budiono  menjadi peserta ibadah penamatan murid PAUD.  “Ibadah penamatan  digelar pada hari Kamis, 9 Juni  di gedung gereja Bethesda Taas dipimpin oleh Ketua BPMJ Pdt. Jeffrey  Nikson Rudy Kalangi, S.Th,” ujar Tetengean, seraya menambahkan ibadah penamatan tersebut merupakan rangkaian dari perayaan HUT Ke-184  Pekabaran Injil dan Pendidikan Kristen GMIM. Tetengean berharap, apa yang sudah mereka tempuh boleh dijadikan contoh oleh jemaat yang lain, agar pendidikan anak usia dini merata di seluruh lingkup pelayanan GMIM, dimana dari situlah anak-anak mengawali persiapan  diri  mereka sebagai Gereja Masa Depan dan Masa Depan Gereja.

Sementara itu, di tanah Minahasa Utara, tepatnya di Jemaat Zaitun Rasaan Wilayah Likupang Satu, keinginan seorang Pdt. Nancy Briguitha Rawung, S.Th begitu antusias untuk mendirikan PAUD dan TK. “Keinginan saya sebelum mutasi adalah mendirikan PAUD dan TK, Tapi, hingga hari ini belum terwujud,” ungkapnya.  Selaku Ketua BPMJ, dia sangat berkeinginan untuk mendirikan  PAUD dan TK di jemaat yang baru saja merayakan HUT Ke 50 tahun pada tanggal 12 Juni lalu. “Itu cita-cita saya sebelum mutasi. Tapi jika Tuhan menghendaki lain, itu saya pahami sebagai rencana indah-Nya bagi jemaat kami dengan mempercayakan saya untuk merintis PAUD dan TK  lewat pembangunan gedung gereja yang sementara dirampungkan saat ini serta Pastori dan Konsistori  yang sudah diresmikan pada tanggal  26 Desember 2014 silam oleh Ketua BPMS GMIM Pdt. DR. Henny William Booth Sumakul,” jelas Pdt. Nancy Briguitha Rawung, S.Th.

(Penulis dan Foto: Frangki Noldy Lontaan. Editor: Pdt. Janny Ch. Rende, M.Th)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here